Sunday, August 14, 2016

Agustusan 2016 di Jember




1. Tuan Rumah Karnaval Se-ASEAN
Jember akan menjadi tuan rumah dalam gelaran karnaval yang bertaraf  internasional dengan tema "2016 Wonderful Archipelago Carnaval Indonesia", dengan di ikuti oleh 10 negara di Asia Tenggara, yang akan digelar pada hari Selasa, 23 Agustus 2016.

Kementerian Pariwisata dengan bidang Ekonomi Kreatif menobatkan kota Jember sebagai Kota Karnaval.



2. MATA NAJWA ON STAGE  (Live Di Jember)

Mata Najwa On Stage akan live di Stadion Jember Sport Garden (JSG) pada hari Sabtu, tanggal 27 Agustus 2016, dengan narasumber Presiden RI, Ir. Joko Widodo, beberapa Menteri, Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur serta Seluruh Bupati/Walikota Se -Jawa Timur.




3. Kunjungan Presiden RI Joko Widodo
Presiden Jokowi ke Jember pada hari Sabtu, tanggal 27 Agustus 2016.


4. Jember Fashion Carnival (JFC)

Jember Fashion Carnaval (JFC) ke-15 yang akan digelar pada 24-28 Agustus 2016. Jember Fashion Carnaval memasuki tahun ke 15 dengan tema utama REVIVAL ( Kebangkitan Indonesia di berbagai bidang ) dengan sub tema Garuda, Hortus, Technocyber, Woods, Paradisaea, Refugees, Ocean, Chandelier, Olympic dan Barong.



Sumber :
http://www.jemberbagus.com/2016/08/jember-duwe-gawe-serangkaian-acara-di.html
http://www.jemberfashioncarnaval.com/main.php

Saturday, June 18, 2016

15 SMA Terbaik di Jawa Timur

Inilah 15 SMA Terbaik di Jawa Timur Berdasarkan Indeks Integritas UN Tahun 2015
Bersekolah tentu tidak hanya melulu belajar soal akademik maupun non-akademis, tapi sebenarnya sekolah juga adalah tempat penanaman karakter dan nilai moral yang baik bagi generasi penerus bangsa. Nah dalam mendukung hal tersebut, baru-baru ini pemimpin negara kita, Presiden Joko Widodo memberikan apresiasi terhadap 503 sekolah dengan nilai Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN) tertinggi.

Penilaiannya ini juga termasuk proses pengerjaannya oleh masing-masing sekolah; seperti pola kerja sama dan tindak kecurangan yang ada. Wih, ternyata negara kita juga sangat mementingkan nilai moral, ya!

Berikut daftar 15 SMA terbaik yang ada di Jawa Timur berdasarkan penilaian Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN) dari Kemendikbud tersebut. Mereka berhasil mempertahankan nilai indeks tersebut dalam rentang 92 sampai 99 selama enam tahun berturut-turut!

1. SMA Negeri 1 Jember
Mengikuti banyak ajang prestasi seperti olimpiade-olimpiade akademik maupun non-akademik seperti catur, terlibat dalam Jember Fashion Carnaval yang telah mendunia, dan lain sebagainya.

2. SMA Negeri 3 Malang
SMA yang satu ini berhasil menorehkan prestasi internasional seperti meraih medali perak pada International Earth Sience Olympiad (IESO) di Brazil pada September 2015 kemarin. Selain itu, setiap tahun sekolah ini juga mengadakan pagelaran seni yaitu PSCS. Tahun kemarin sempat mengundang Isyana Sarasvati, Teza Sumendra dan Endah N. Rhesa, lho!

3. SMA Negeri 5 Surabaya
Prestasi akademis di sekolah ini sudah terkenal dan tak bisa diragukan lagi. Banyak medali yang telah didapatkan sekolah ini, salah satunya di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN). Selain itu, sekolah ini juga sering mengadakan acara-acara seperti S2LC yang melibatkan siswa-siswi SMP.

4. SMA Kristen Petra 2 Surabaya
Kalau soal lomba mading, jangan ditanya. SMA ini selalu berhasil menorehkan namanya di ajang DetCon. Nggak cuma itu, banyak juga prestasi internasional seperti Best Essay of The Year di Trinity College, medali perak di IOI 2015, medali perak di IOAA 2015 dan lain sebagainya.

5. SMA Negeri 1 Sidoarjo
6. SMA Negeri 1 Probolinggo
SMA ini pernah mengikuti dan menjadi video terunggul di ajang Festival Film Anak Internasional Asia di Jepang, lho.

7. SMA Negeri 2 Jombang
8. SMA Negeri 1 Kota Kediri
9. SMA Negeri 1 Blitar 
10. SMA Negeri 1 Trenggalek
Baru-baru ini, SMA ini memenangkan juara tiga dalam Open Psychology UNAIR 2015. Selain itu, juga sempat mendapatkan medali perak di OSN 2015. Berbagai kampanye juga pernah digalang seperti #smansafreepollution. Wow!

11. SMA Negeri 15 Surabaya
Nggak hanya prestasi akademis, berbagai prestasi non-akademis juga diraih sekolah ini seperti  International Festival Choirs and Orchestras Young Prague di Praha Republik Cekoslovakia dan Budapest International Choir Competition and Festival di Budapest Hungaria.

12. SMA Negeri 1 Tuban
13. SMA Negeri 1 Bojonegoro
14. SMA Negeri 1 Genteng 
15. SMA Negeri 1 Gresik

Apakah kamu sempat atau sedang menuntut ilmu di slah satu SMA di atas? Kalau iya, kamu patut bangga!

Kamu bisa cek daftar selengkapnya dari Kemendikbud.

Sumber :
http://www.idntimes.com/reinhard/inilah-15-sma-terbaik-di-jawa-timur-berdasarkan-indeks-integritas-un-tahun-2015

Monday, May 9, 2016

Dody Isnaini

Dody KAHITNA


Nama: Dody Isnaini
Ttl: Jember, 21 Oktober
Posisi: bass

Dody Is dikenal sebagai Ilustrator musik sinetron. Selain itu Dody juga merupakan basis dari band terkenal, Kahitna. Kahitna berdiri pada taggal 24 Juni 1986 di kota Kembang Bandung. Awalnya Yovie membentuk KAHITNA dengan vocalis Trie Utami, pada perkembangannnya berganti-ganti personil sampai formasi saat ini.

Banyak nama besar yang telah bergabung dengan KAHITNA, dari mulai kesuksesan seorang Yovie Widianto, Rita Effendy, Ruth Sahanaya, Trie Utami, Hedi Yunus.

Selain ilustrator dan pemain bas band Kahitna, Dody juga merupakan Voice Hunter

The Voice Indonesia (www.thevoiceindonesia.co.id) Beragam reaksi penonton televisi muncul ketika ajang ini tayang di Indosiar. Dari banyak reaksi dan tanggapan tersebut, banyak penikmat musik Indonesia terkejut ketika pertama kali melihat The Voice Indonesia (TVI). Format audisi yang unik dan berbeda dengan ajang-ajang serupa membuat orang semakin tertarik dan terhibur.

Banyak orang yang surprise melihat suara-suara emas yang ditampilkan oleh hampir seluruh peserta audisi. Beberapa bahkan menilai babak audisi ini sudah seperti panggung pertunjukkan musik yang sebenarnya. Banyak yang  berpendapat jika para peserta The Voice Indonesia seluruhnya memiliki suara yang enak, beberapa bahkan seperti “penyanyi yang sudah jadi”, banyak di antaranya bahkan dianggap lebih bagus daripada segelintir penyanyi yang lebih dulu mapan di panggung musik Indonesia saat ini.

Blind audition TVI membuka mata banyak penonton bahwa ada banyak penyanyi berbakat yang dimiliki oleh Indonesia. Mereka yang selama ini tak disorot secara megah oleh panggung showbiz tanah air. Penyanyi yang selama ini berkarya secara senyap di panggung-panggung tanpa sorotan kamera televisi tapi kualitas dan potensi mereka ternyata luar biasa. Maka tak heran di antara banyak perhatian penonton terhadap The Voice Indonesia, hampir seluruhnya tertuju pada penampilan dan suara emas peserta blind audition.

Aksi dan respon keempat coach dengan gayanya masing-masing yang menarik juga tak kalah menghibur. Tapi di luar semua perhatian penonton terhadap para peserta dan coach, ada nama penting dari The Voice Indonesia yang tidak diketahui banyak orang yakni pemburu bakat. Jika kita terpesona dan menganggap suara para peserta The Voice Indonesia ini luar biasa, sebenarnya bukanlah Glenn Fredly, Sherina, Armand atau Giring yang menemukan mereka.

Keempat coach tersebut memang yang memilih siapa saja dari seluruh peserta blind audition yang layak masuk ke dalam tim mereka masing-masing.  Para coach juga yang akan mengemas lebih matang para peserta The Voice nantinya. Tapi yang membawa mereka ke panggung The Voice yang setiap Minggu kita saksikan itu adalah orang berjuluk Voice Hunter. Voice Hunter atau pemburu bakat The Voice Indonesia melakukan audisi terhadap ribuan peserta di beberapa kota seperti Jakarta, Surabaya hingga Yogyakarta.

Sekitar 150 peserta yang tampil di TV mengikuti babak blind audition The Voice Indonesia adalah bakat-bakat pilihan yang dihasilkan dari kejelian, naluri dan obyektifitas Voice Hunter. Kerja perburuan Voice Hunter lah yang membuat blind audition diisi banyak talenta mengagumkan seperti Gilbert Pohan, Billy Simpson, Yunita Rachman, Leona, Monica dan sebagainya.

Lalu siapa Voice Hunter The Voice Indonesia?.

Salah satunya adalah Dody Isnaini. Boleh jadi belum banyak penonton televisi yang familiar dengan nama itu. Tapi jika menyebut Dody KAHITNA, penikmat musik Indonesia pasti akan mengetahuinya. Dody Isnaini atau dikenal dengan Dody Is dan akrab disapa MD adalah pemain bass dari grup band KAHITNA.

Meski seorang bassist, Dody adalah seorang produser sekaligus instruktur vokal. Maka tidak heran jika di atas panggung KAHITNA, ia adalah orang yang mulutnya selalu ikut bergerak selain ketiga vokalis KAHITNA.

20 tahun lebih bergabung bersama KAHITNA hingga kini, Dody telah lama dikenal sebagai pengarah vokal dan produser dari banyak penyanyi dan grup. Perjalanan musikal dan jejak kreativitasnya pun sudah panjang.

Banyak nama yang sudah ia tangani mulai dari Lingua, RSD, Base Jam hingga sejumlah nama pendatang baru di panggung musik Indonesia saat ini. Ia juga terlibat dalam beberapa ajang pencarian bakat seperti Mamamia dan SuperSoulmate.

Dody adalah produser pertama grup band Kotak sekaligus orang yang bertanggung jawab atas lahirnya grup tersebut. Hadirnya nama-nama profesional seperti Dody Is di balik panggung sebagai Voice Hunter TVI patut menjadi jaminan sekaligus harapan akan sebuah kompetisi menyanyi yang benar-benar bernyanyi.

Meski saat ini baru menayangkan babak blind audition, The Voice Indonesia sebenarnya telah menyelesaikan babak battle show di mana para peserta yang lolos dari blind audition dieliminasi hingga terpilih konstestan utama untuk bertarung di live show yang akan digelar mulai bulan April mendatang.


Sumber :
https://stiffrolic.wordpress.com/biografi-band-kahitna/
http://risingprabandharii.blogspot.co.id/2011/09/kahitna.html
http://www.kompasiana.com/wardhanahendra/inilah-sosok-pemburu-bakat-the-voice-indonesia_55295d11f17e6173658b45b0

Sunday, April 17, 2016

Komitmen Pacu Potensi Daerah

Jember dan Bondowoso Bangun Komitmen Pacu Potensi Daerah

PT. Permodalan Nasional Madani (PT. PNM) cabang Jember hadirkan Bupati Jember dan Bondowoso, dalam acara galeri batik bangun komitmen ekonomi dan bangkitkan potensi daerah di kedua kabupaten, di Sumbersari Kecamatan Maesan Bondowoso, Minggu(17/04). Menurut Bupati Jember dr. Faida, MMR meminta kepada pelaku UMKM dari Jember dan Bondowoso yang hadir untuk membiasakan diri mencintai produk lokal.

“Agar produk lokal tidak kalah bersaing dengan produk luar, mari kita mulai dari konsumsi kita diri kita sendiri, karena dengan demikian kita saling menguatkan, antara kabupaten Jember dan Bondowoso saling mengisi, jika ada produk yang dimiliki Jember dan tidak dimiliki Bondowoso, maka kami siap menyediakan, begitu juga sebaliknya, jika dilihat di acara seperti ini seharusnya minumannya produk asli Bondowoso,” ujar Faida.

Sementara Bupati Bondowoso Amin, mengajak kepada masyarakat yang hadir agar lebih mencintai dan memakai produk lokal asli.

“Sudah saatnya pemerintah harus mendukung bagaimana membangun dan mengembangkan potensi produk asli daerah, bagaimana memiliki nilai ekonomis,” paparnya.

Sementara menurut DPR RI, Ir. Azam Azman Natawijaya yang hadir pada kesempatan itu menyampaikan bahwa setiap produk lokal harus mempunyai ciri khas tersendiri, dan hal ini bisa dijadikan unggulan, seperti kain batik yang ada di wilayah eks Besuki, antara Banyuwangi, Jember, Bondowoso dan Situbondo ada perbedaan, sehingga memiliki ciri khas.

“Kalau batik Bondowoso motifnya daun singkong, Jember daun Tembakau dan Banyuwangi Gajah Oling, tapi dari ketiga motif tersebut, pasti ada ciri khas yang sama walau tidak dominan, dan jika saya lihat batik yang dihasilkan oleh ketiga kabupaten tersebut, pasti ada ciri khas warna merahnya, sehingga saya saat melihat orang berkemeja batik yang ada warna merahnya, ” ujar anggota DPR RI tersebut.

Usai acara tersebut, kedua pimpinan kepala daerah tersebut sepakat untuk saling menguatkan kedua Kabupaten tersebut, dan akan terus membangun kerjasama dengan Kabupaten lain di wilayah se eks keresidenan besuki.


Sumber :
http://suarajatimpost.com/jember-dan-bondowoso-bangun-komitmen-pacu-potensi-daerah/

Tuesday, March 1, 2016

Ayu Sutarto

Profil Prof. Dr. Ayu Sutarto, M.A.


Ayu Sutarto, Prof .Dr. MA., lahir di Pacitan pada tanggal 21 September 1949, adalah dosen Fakultas Sastra Universitas Jember. SD, SMP, dan SMA Negeri diselesaikan di kota kelahirannya. Tahun 1993 memperoleh beasiswa ILDEP untuk belajar riset di Universitas Leiden, Belanda, sambil mengajar bahasa Jawa di Universitas tersebut.

Tahun 1997 berhasil menyelesaikan program doktornya di Universitas Indonesia, Jakarta, dengan predikat cum laude. Pada tahun ini pula hasil penelitiannya tentang orang Tengger menyabet Juara Pertama Pemilihan Naskah Bidang Humaniora 1997 yang diselanggarakan oleh PT. Balai Pustaka Jakarta.

Karya-karya tulisnya yang telah diterbitkan antara lain:
The Legends of Madura (1985),
Queen Kilisuci,
the Story of Reog (1986),
Memperkaya Kosa Kata Bahasa Inggris Bisnis (Sebuah Adaptasi dari Build Your Business Vocabulary by John Flower) (1994),
Efektif dan Efesien dalam Rapat Berbahasa Inggris (Sebuah adaptasi dari Language of Meeting by Malcolm Goodale) (1995).
Legenda Ksada dan Karo Orang Tengger Lumajang (1997),
Di Balik Mitos Gunung Bromo (2001),
Menjinakkan Globlalisasi (2002),
Menguak Pergumulan antara Seni, Politik, Islam, dan Indonesia (2004),
Menjadi NU Menjadi Indonesia (2006),
Saya Orang Tengger Saya Punya Agama (2007),
Pemetaan Kebudayaan di Provinsi Jawa Timur: Sebuah Upaya Pencarian Nilai-Nilai Positif (editor)(2008),
Kamus Budaya dan Religi Tengger (2008),
Mulut Bersambut: Sastra Lisan dan Folklor Lisan Sebagai Instrument Politik pada Era Soekarno dan Soeharto (2009),
Adinda, Kulihat Beribu-ribu Cahaya di Matamu (2009),
Perjalanan Hati Seorang Lelaki (2009),
Kamus Budaya dan Religi Using (2010), dan Indonesia di Mata Seorang Kiai NU (2010).

Ia bergiat di berbagai organisasi profesi dan LSM. Tugas-tugas ke luar negeri yang pernah di emban antara lain,
delegasi Indonesia dalam Sidang ASEAN COCI on Publication on ASEAN Traditional Festivals di Hanoi, Vietnam (1998 dan 2000),
delegasi Indonesia dalam Sidang Mastera dan Seminar Antarabangsa Kesustraan Asia Tenggara di Kuala Lumpur, Malaysia (2001, 2007, dan 2009),
delegasi Indonesia dalam Prepatory Meeting the ASEAN Cultural Heritage Documentaries (Phase III) Water: A Unifying Force in ASEAN di Manila, Philippines (2007),
delegasi Indonesia dalam Sidang ke-13 dan Seminar Majlis Sastera Asia Tenggara (Mastera) di Jakarta (2008),
delegasi Indonesia dalam The Third ASEM Culture Ministers Meeting di Kuala Lumpur, Malaysia (2008),
delegasi Indonesia dalam Sidang Mastera ke-14 di Brunei Darussalam (2008),
delegasi Indonesia dalam “Humour in ASEAN” International Conference di Thailand (2010),
delegasi Indonesia dalam Seminar, Bengkel, dan Festival Pantun MASTERA di Brunei Darussalam (2010). Ia juga pernah aktif sebagai pembicara seminar baik di dalam maupun luar negeri.


Budayawan Jember Ayu Sutarto Wafat

Budayawan yang juga guru besar Universitas Jember, Jawa Timur, Prof Ayu Sutarto wafat dalam usia 66 tahun di Rumah Sakit Jember Klinik karena sakit stroke, Selasa (1/3) sekitar pukul 07.00 WIB.
Anggota Majelis Sastra Asia Tenggara dan penulis buku Kamus Budaya-Religi Tengger tersebut akan dimakamkan pada pukul 15.00 WIB di pemakaman umum dekat rumah duka, Jalan Sumatra, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember.

Ayu Sutarto menghembuskan napas terakhir setelah dirawat dalam kondisi koma karena serangan stroke di Rumah Sakit Jember Klinik sejak 14 Desember 2015. Ayu Sutarto lahir di Pacitan, 21 September 1949. Ia adalah dosen di Fakultas Sastra Universitas Jember dan menjadi peneliti folklore.

Program doktornya diselesaikan di Universitas Indonesia pada 1997. Tahun itu pula, penelitiannya tentang orang Suku Tengger menjadi juara pemilihan naskah bidang humaniora yang digelar PT Balai Pustaka Jakarta.

Sutarto beberapa kali menjadi delegasi Indonesia dalam konferensi sastra internasional. Di akhir hayatnya, ia mendirikan kelompok belajar dan bermain Untukmu Si Kecil di tepi Sungai Bedadung. Di sana, ia mengajarkan hal-hal yang dilupakan banyak orang, termasuk permainan anak tradisional.


Budayawan dan Guru Besar Universitas Jember Prof DR Ayu Sutarto Meninggal Dunia

Innalillahi wa inna ilaihi roji'un...Budayawan Prof DR Ayu Sutarto MA Meninggal dunia karena sakit stroke, Selasa (1/3/2016). Guru besar Universitas Jember itu meninggal dunia dalam usia 66 tahun di RS Jember Klinik pukul 07.00 wib.

Prof. DR. Ayu Sutarto lebih dari sebulan terakhir dirawat di rumah sakit. Pertengahan Januari lalu, stroke menyerangnya ketika shalat subuh. Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit itu sampai meninggal dunia pagi tadi. Jenazah penulis sejumlah buku itu akan dimakamkan pukul 15.00 wib di pemakaman dekat rumah duka Jalan Sumatra Kecamatan Sumbersari, Jember, Jawa Timur.


Merintis Guru Besar dari Bantaran Kali Bedadung

Ayu Sutarto dikenal sebagai pakar cultural studies yang acap mengisi berbagai forum kebudayaan dan wisata di seantero Indonesia dan luar negeri. Selasa (29/4) lalu dirinya dikukuhkan sebagai guru besar Universitas Jember (Unej). Gelar guru besar itu diretasnya dari bantaran Kali Bedadung.

Dengan kepakarannya di bidang studi kebudayaan, Ayu telah keliling Indonesia dan 12 negara untuk menjadi delegasi atau pembicara dalam forum-forum kebudayaan. Sejumlah negara Eropa juga telah disinggahinya.

Di tengah kesibukannya mengajar dan menjadi pembicara dalam berbagai forum budaya di Indonesia dan mancanegara, Ayu tak lupa dengan tanggung jawab sosialnya. Sejak 10 tahun lalu, dia mendirikan Yayasan Untukmu Si Kecil.

Nama yayasannya yang terdengar unik itu, ternyata memiliki makna mendalam. Ayu sempat berkata bahwa dirinya menjadi guru besar seteloah menjadi guru kecil. Yakni, menjadi guru kecil bagi orang kecil, orang bermasa depan kecil, berpenghasilan kecil, berharapan kecil, dan berezeki kecil.

Gedung yayasan yang terletak persis di bibir bantaran Kali Bedadung itu memang menjadi arena bermain dan taman baca bagi anak-anak. Di dalamnya banyak meja panjang kecil dan sebuah white board. Buku-buku juga terhampar di beberapa rak.

Untuk operasional yayasannya, Ayu mengaku membiayainya dengan menyisihkan 2,5 persen honor yang diterima ketika diundang ke berbagai forum kebudayaan.

Dengan segala kelebihan dan kepeduliannya, Ayu tetaplah orang yang bersahaja. Kemana-mana selalu naik motor yang tak lagi baru. Tak jarang pula Ayu pergi ke kampus dengan ngonthel sepeda. “Bukan kampanye hemat energi, tapi karena saya memang benar-benar tak punya mobil. Dan saya tak malu ngonthel sepeda,” tuturnya sembari terkekeh.


sumber :
http://ayusutarto.com/
http://sastra.unej.ac.id/profil-prof-dr-sutarto-m-a/
http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/daerah/16/03/01/o3cgzs384-budayawan-jember-ayu-sutarto-wafat
http://surabaya.tribunnews.com/2016/03/01/budayawan-dan-guru-besar-universitas-jember-prof-dr-ayu-sutarto-meninggal-dunia
http://setajampena.blogspot.co.id/2008/05/merintis-guru-besar-dari-bantaran-kali.html

Related Posts