Showing posts with label Bangunan. Show all posts
Showing posts with label Bangunan. Show all posts

Tuesday, September 26, 2023

Arsitektur yang Keren Hotel Wisnu

Hotel Terbengkalai di Jember Ini Punya Arsitektur yang Keren, Pemandangannya Sangat Indah, tapi...

- Kamis, 21 September 2023 | 14:14 WIB

  

Kabupaten Jember punya beberapa pantai yang populer. Beberapa pantai di Kabupaten Jember memiliki pemandangan yang sangat indah. Ternyata Kabupaten Jember punya salah satu hotel yang kondisinya terbengkalai.

Hotel terbengkalai di Kabupaten Jember ini memiliki arsitektur yang keren. Bisa tebak apa nama hotel terbengkalai di Kabupaten Jember? Dilansir JatimNetwork.com dari akun TikTok @jelajah_kuy, hotel yang terbengkalai di Kabupaten Jember adalah Hotel Wisnu.

Hotel Wisnu ini berlokasi di wilayah Watu Ulo, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Hotel Wisnu ini kondisinya sudah terbengkalai dan tak terawat di Kabupaten Jember. Hotel Wisnu dulunya menjadi ikon wisata Watu Ulo yang ada di Kabupaten Jember.

Pemandangan yang ada di sekitar Hotel Wisnu ini sangat indah langsung ke pantai Watu Ulo. Hotel Wisnu kini terlihat sangat menyeramkan karena bangunannya sudah kusam dan tertutup semak-semak. Namun, bagian pintu masuk Hotel Wisnu ini masih beridri kokoh.

Terdapat pula patung-patung yang masuh kokoh dalam area Hotel Wisnu. Karena kondisinya yang terbengkalai, Hotel Wisnu terlihat sangat menyeramkan. Wisatawan Watu Ulo banyak yang mampir ke Hotel Wisnu hanya untuk berfoto.

Spot foto di Hotel Wisnu yang terbengkalai ini sangat ikonik. Bangunan Hotel Wisnu punya arsitektur yang keren sehingga dijadikan spot foto yang menarik.


Sumber :

https://www.jatimnetwork.com/ragam/4310239293/hotel-terbengkalai-di-jember-ini-punya-arsitektur-yang-keren-pemandangannya-sangat-indah-tapi

Tuesday, January 31, 2023

Stasiun Kereta Api Sukosari

Sejarah Stasiun Kecil di Jember Timur yang Dibangun Oleh Perusahaan Kereta Api Hindia Belanda

Salah satu stasiun kereta api kecil yang terdapat di Kabupaten Jember ini masih terlihat bangunannya. Stasiun kecil yang berada di wilayah timur di Jember ini, merupakan stasiun atau halte kereta api jurusan Ajung Kalisat hingga Panarukan Situbondo.

Stasiun ini, dibangun dan diresmikan oleh salah satu perusahaan kereta api Hindia Belanda State Spurwegen pada tahun 1 oktober 1897. Hingga kini, stasiun kereta api Sukosari yang dimaksud itu terletak di Desa Sukosari, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember.

Dirangkum dalam akun Youtube Kurnia Explore& Food terlihat, nampak bangunan gedung stasiun masih berdiri tegak.

“Untuk yang sebelah selatan dibangun dengan tembok dan sebelah utara dibangun dengan kayu,” kata pemilik akun.

Stasiun Sukosari ini, terletak di ketinggian sekitar 321 meter diatas permukaan laut. Stasiun ini,  berada di wilayah kewenangan daerah operasional 9 Jember. Catatan sejarah, stasiun ini didirikan selang 4 tahun kereta jalur kereta api Kalisat - Situbondo diresmikan 1 oktober 1897.

“Jalur ini, merupakan jalur timur untuk kelas 2 yang berada di wilayah  Jember. Terlihat bangunan ini kecil dan berdinding kayu, dan bagian selatan dinding tembok,” jelasnya.

Biasanya, stasiun dibangun bersamaan dengan pembangunan rel kereta api baru. Untuk ke jalur selatan,menuju ke stasiun Kalisat dan ke utara stasiun Sukowono. Terlihat dalam video, papan nama tulisan Stasiun Sukosari masih nampak di dinding bangunan. Nampak juga rumput juga mulai sudah tinggi.

Terlihat dilokasi, nampak rumah pemukiman warga juga tidak jauh dari lokasi stasiun Sukosari. Bahkan juga, arah menuju kestasiun itu terdapat jembatan kereta api yang cukup besar yang membentang.


Sumber :

https://banyuwangi.jatimnetwork.com/nasional/pr-3327133885/sejarah-stasiun-kecil-di-jember-timur-yang-dibangun-oleh-perusahaan-kereta-api-hindia-belanda?page=2

Wednesday, April 28, 2021

Situs Batu Megalitikum

Situs Duplang, Artefak Zaman Megalithikum Di Kabupaten Jember

3 July 2019 


Situs Duplang – Indonesia dikenal oleh masyarakat dunia sebagai negara yang memiliki kekayaan budaya dan peninggalan yang mengagumkan. Jawa Timur memiliki banyak warisan peninggalan budaya, khususnya benda bersejarah dan purbakala yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten. Salah satu peninggalan bersejarah tersebut terletak di wilayah Kabupaten Jember.

Kepercayaan manusia purba di Jember adalah animisme dan dinamisme. Mereka menyembah roh nenek moyang dan benda-benda yang dianggap memiliki kekuatan spiritual. Kepercayaan masyarakat purbakala dibuktikan dengan adanya situs Duplang di kecamatan Arjasa. Situs yang di Arjasa tersebut menyimpan banyak peninggalan dan salah satunya dolmen yang digunakan sebagai tempat meletekkan sesajen untuk sarana pemujaan.

Bukti arkeologis berupa artefak yang ditemukan di Kabupaten Jember ini menjadi bukti bahwa daerah ini pernah menjadi lintasan sejarah, ataupun pilihan tempat hunian bagi manusia pada masa lalu dalam pengembaraannya mencari kehidupan yang layak dari masa ke masa baik masa prasejarah sampai masa sejarah. Jadi, tidak mengherankan apabila banyak temuan-temuan artefak cagar budaya.

Kebudayaan megalithikum sangat berpengaruh terhadap langkah manusia modern saat ini. Di sini kita bisa belajar dan bahkan melihat langsung bagaimana peninggalan pada saat prasejarah


Situs Duplang Masih Berdiri Kokoh Hingga Sekarang

Situs Duplang terletak di lereng Gunung Argopuro tepatnya di Desa Kamal, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur, sekitar 15 km utara kota Jember. Situs Duplang menyimpan cerita sejarah panjang mengenai peradaban manusia nusantara di masa lalu. Menurut Bapak Sudarman (nama aslinya Abdurahim, lahir tahun 1938), yaitu jupel (juru pelihara), Situs Duplang merupakan peninggalan kuno sebagai salah satu perkampungan purbakala di Provinsi Jawa Timur”.

Situs Duplang merupakan situs peninggalan pada zaman megalithikum. Berdasarkan info dari pemelihara, di dalam situs yang berlokasi di ketinggian antara 270-290 mdpl ini memiliki sekitar 69 buah batu kenong, 6 buah dolmen, 2 buah batu menhir dan 1 lumpang batu dan kubur peti batu. Di desa Kamal sendiri, berdasarkan keterangan bapak Sudarman, telah diketemukan sebanyak 3600an batu kenong yang tersebar di beberapa dusun.

Situs Duplang sangat bernilai besar dan sangat bepengaruh pada mulanya peradaban manusia di dunia, situs ini merupakan simbol dari akar kekayaan budaya bangsa di masa dulu. Maka dari itu sebagai warga negara Indonesia yang memiliki situs ini sangatlah bangga serta memiliki kewajiban untuk merawat dan menjaga kelestariannya.


Jenis Artefak Di Situs Duplang


Kubur Batu Atau Dolmen

Merupakan sebuah batu besar yang ditopang dengan 4 sampai 6 batu dan di sampingnya ditutup dengan batu. Kubur batu atau dolmen ini berfungsi sebagai meja atau kubur batu. Selain itu, Dolmen juga berfungsi sebagai tempat meletakkan saji-sajian untuk pemujaan.


Menhir

Merupkan sebuah bangunan yang berupa tugu batu yang didirikan untuk upacara menghormati roh nenek moyang. Menhir berfungsi sebagai benda pemujaan. Menhir yang terdapat di situs Duplang ini adalah sebuah batu berbentuk tegak.


Batu Kenong

Merupakan merupakan istilah penduduk setempat, bentuknya silinder dengan tonjolan di puncaknya. Menurut jenisnya tonjolan yang ad di batu kenong dapat berupa dua tonjolan ataupun satu tonjolan.

Batu kenong berfungsi sebagai umpak, merupakan unsur bangunan bagian bawah atau pondasi. Bahan bangunan lainnya (bagian atas) berupa kayu atau bambu dan atapnya dari daun-daun atau jenis rumput-rumputan, yang tidak tahan lama sehingga tidak ditemukan sisa-sisanya.


Lesung

Lesung merupakan sebuah batu yang di tengahnya terdapat lubang kecil sebagai tempat untuk memenuhi kehidupan masyarakat megalithikum pada saat itu. Pada masa itu, manusia purba (masyarakat megalithikum) menggunakan lesung dengan ukuran lubang kecil ini untuk menumbuk kopi, padi, dan lain sebagainya namun dalam jumlah yang sedikit.

Menurut kepercayaan, lesung yang terdapat di situs Duplang ini melambangkan suatu kesuburan atau biasa yang disebut lingga yoni. Pada lesung ini disebut sebagai yoni karena fungsinya sendiri melambangkan kesuburan. Sedangkan pasangannya disebut dengan lingga sebagai penutup lubang dari yoni.


Peti Kubur Batu

Peti kubur batu adalah peti jenazah yang terbuat dari batu pipih. Sebagaimana kebiasaan atau adat jaman purbakala yang dikenal dengan jaman batu masyarakat purba seringa memanfaatkan batu sebagai alat utama, tidak hanya digunakan untuk memasak, alat bercocok tanam tetapi batu pun juga di gunakan sebagai alat untuk menyimpan jenazah.


Lokasi Situs Duplang

Untuk mengunjungi wisata ini anda harus menempuh perjalanan yang cukup lama, dikarenakan lokasi di atas terletak di sebuah desa terpencil yang memiliki akses jalan yang cukup rusak dan sempit. Situs Duplang yang berada di Desa Kamal, Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember. Untuk menuju situs ini, dari alun-alun Kota Jember ke Desa Kamal hanya berjarak 16 km.


Fasilitas

Adapun fasilitas yang dapat Anda temui di tempat wisata ini adalah pondok wisata, area parkir, toilet, dan musholla.


Akses Sarana Transportasi

Bagi Anda yang ingin mengunjungi keindahan situs Duplang Jember, harus menempuh jarak 16 km. Anda bisa menggunakan kendaraan motor ataupun kendaraan roda empat untuk datang ketempat ini. Namun akses jalan yang rusak dan sempit membuat perjalanan menuju ke lokasi menjadi sedikit lebih lama.


Jam Buka Dan Harga Tiket Masuk

Untuk jam buka dari objek wisata ini adalah 24 jam dan Anda tidak akan diminta retribusi dalam bentuk apapun agar dapat memasuki kawasan situs Duplang, jadi bagi kamu yang berada di luar kota bebas untuk datang kemari kapanpun. Akan tetapi, Anda hanya diminta untuk mengisi buku tamu oleh juru pelihara. Dan alangkah baiknya, Anda memberikan uang sebagai biaya perawatan dan juga sebagai ucapan rasa terima kasih.


Tips Berlibur Ke Objek Wisata Situs Duplang

Jika Anda telah menyiapkan rencana untuk berkunjung ke objek wisata ini bersama dengan kerabat ataupun keluarga, ada beberapa hal yang harus  diperhatikan. Hal pertama adalah jangan membuang sampah sembarangan untuk menjaga keasrian dan keindahan dari objek wisata tersebut. Siapkan juga kamera ataupun ponsel dalam keadaan baterai yang telah terisi penuh jika kamu ingin berfoto ria ketika berada di sana.

Persiapkan juga berbagai perbekalan dan perlengkapan yang berguna untuk kebutuhan Anda nanti dan dimohon untuk tidak melakukan berbagai tindakan merugikan selama berada di situs Duplang, namun yang terpenting adalah jangan lupa untuk berdoa dan memohon keselamatan selama di perjalanan ataupun ketika berada di tempat wisata.


Sumber :

https://wongjember.com/situs-duplang-jember/

Sunday, March 1, 2020

Bangunan Ruko Tepi Sungai Jompo Jember Ambruk

Jalan Tepi Sungai Jompo Jember Amblas, 8 Bangunan Ruko Ambruk



Jember - 8 Bangunan rumah toko (Ruko) di tepi Sungai Jompo Jalan Sultan Agung, Jember, ambruk. Penyebabnya, tanah di atas bangunan ruko ini amblas ke sungai yang berada di sisi selatan jalan.
"Kejadian ambruknya tadi sekitar pukul 03.45 WIB tadi, sebelum subuhan kira-kira," kata Securiti Toko Rien Collection, Yasin yang mengetahui kejadian ambruknya ruko tersebut, Senin (2/3/2020).

Yasin yang bekerja menjaga toko tepat di depan ruko yang ambruk itu mengatakan, proses kejadian ambruknya itu berlangsung singkat. "Tidak sampai semenit, setelah diawali suara benda jatuh, ada suara kabel listrik putus gitu, terus langsung brukk ambruk," jelasnya.

Sontak dirinya bersama warga yang melintas di jalan utama itu langsung berduyun-duyun datang ke lokasi. "Kita lihat apa ada korban atau situasinya bagaimana. Ada 8 ruko yang ambruk. Sebelah barat belum ambruk," tandasnya.


Sumber :
https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4921282/jalan-tepi-sungai-jompo-jember-amblas-8-bangunan-ruko-ambruk


10 Ruko Kawasan Jompo, Jember Ambruk


TIMESINDONESIA, JEMBER – Komplek ruko di kawasan Jembatan Jompo, Jember, Ambruk. Peristiwa tersebut terjadi Senin (2/3/2020) subuh sekitar pukul 04.00 WIB.

Saat berita ini ditulis, suasana laLu lintas jalan raya kawasan Jompo yang ambruk, Jalan Raya Sultan Agung, Jember macet.


Kompleks Pertokoan di Jalan Sultan Agung Jember Ambruk ke Sungai 

KOMPAS.com – Kompleks pertokoan yang dibangun di atas sepadan sungai Jembatan Jompo di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Kaliwates, Jember, ambruk pada Senin (2/3/2020) subuh. Tak ada korban jiwa dalam insiden yang membuat sepuluh bangunan toko itu ambruk. Retaknya jalan yang dibangun di atas sepadan sungai itu sudah diketahui sejak Januari 2019.

Namun tidak diperbaiki, hanya diberi tanda agar tidak dilewati warga. “Saya tahunya dari warga kalau sudah ambruk pukul 5:45 WIB,” kata salah satu pengelola toko, Teguh Abadi kepada Kompas.com di lokasi, Senin.

Teguh mengatakan, toko yang disewa dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember itu dikelola adiknya. Sejumlah toko yang berada di sepadan sungai pun telah dikosongkan sejak jalan tersebut retak. “Toko semuanya ambruk ke sungai,” papar dia.

Sementara itu, Asisten bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Jember Arismaya Parahita menambahkan ruko tersebut merupakan aset pemerintah daerah. “Jam 4.00 WIB tadi jembatan jumbo yang diatasnya berdiri aset pemda roboh,” kata dia. Pemkab Jember telah menyiapkan sejumlah bantuan untuk menangani bangunan yang roboh itu.

“Kami juga siapkan sarana untuk persiapan pengurukan di semua material yang mengadang sungai,” papar Arismaya. Untuk mengurangi beban jembatan itu, kendaran roda empat dilarang melintas di wilayah tersebut. "Sementara untuk mobil roda empat harus belok ke arah Gajah Mada dan mencari jalur alternatif lain,” kata Arismaya.

Sumber :
https://regional.kompas.com/read/2020/03/02/08510321/kompleks-pertokoan-di-jalan-sultan-agung-jember-ambruk-ke-sungai.

Thursday, February 6, 2020

Arsitek RS Darurat di Wuhan Lulusan Chung Hua School Jember

Arsitek Huang Xiqiu pernah sekolah Chung Hua School, Jember, Jawa Timur.


REPUBLIKA.CO.ID, JEMBER --  Arsitek RS Huoshenshan yakni rumah sakit khusus untuk menangani wabah virus Corona di Wuhan, China adalah Huang Xiqiu yang merupakan salah satu alumnus Chung Hua School di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Orang tua Huang juga sempat tinggal di Jember sebelum meninggal dunia.

"Memang benar Huang Xiqiu pernah sekolah Chung Hua School atau disebut Chung Hua Xie Xiao sebelum saya menjadi guru di sana," kata salah satu guru Chung Hua School, Iwan Natawidjaja saat ditemui di Kabupaten Jember, Kamis (6/2).

Pemerintah China membangun RS Houshenshan yang merupakan rumah sakit darurat untuk menangani wabah virus Corona di Wuhan. RS itu dikerjakan selama 10 hari dengan sejumlah fasilitas medis yang lengkap dengan 1.000 tempat tidur itu diresmikan pada 3 Februari 2020.

Desainnya rumah sakit itu dibuat oleh Wuhan CITIC Design Institute and Constructed yang merupakan bagian dari perusahaan konstruksi Tiongkok, China Construction Third Engineeing Bureau Co.Ltd. Namun, di balik kesuksesan pembangunan rumah sakit khusus virus Corona itu, ada tangan dingin arsitek yang mendesainnya yakni Huang Xiqiu yang lahir di Indonesia dan sempat mengenyam pendidikan SD dan SMP di Chung Hua School Jember.

"Saya mengajar di Chung Hua School Jember pada 1958, namun saat itu Huang Xiqiu sudah melanjutkan studinya ke SMA di Surabaya karena saat itu tidak ada SMA di Jember," tutur pria kelahiran tahun 1939 tersebut.

Iwan mengatakan kedua adik Huang Xiqiu, satu perempuan dan satu laki-laki pernah menjadi siswanya di Chung Hua School Jember. Bahkan, orang tua Huang Xiqiu menjadi pengurus di sekolah Tionghoa tersebut.

"Adik-adiknya juga sangat pandai, dan mereka setelah lulus di Chung Hua School mengikuti jejak kakaknya sekolah di Tiongkok juga. Huang Xiqiu dulu juga pernah menjadi ketua organisasi sekolah, mungkin kalau sekarang namanya OSIS," ujarnya.

Chung Hua School merupakan sekolah Tionghoa yang terbesar yang didirikan di Jember. Sekolah tersebut merupakan sekolah yang berada di bawah naungan Tionghoa Hwee Koan.

Sekolah itu menggunakan kurikulum tersendiri yang berbeda dengan sekolah yang didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda karena mengacu pada kurikulum sekolah China. Chung Hua School menyediakan pendidikan taman kanak-kanak (yu er yen), pendidikan sekolah rendah (siao xie) hingga sekolah menengah pertama (chung xie). Namun, sekolah tersebut ditutup pada 1966 akibat situasi politik Indonesia.


Sumber :
https://www.republika.co.id/berita/q5afm6409/arsitek-rs-darurat-di-wuhan-lulusan-chung-hua-school-jember


Arsitek di balik pembangunan rumah sakit khusus pasien virus Corona di China terungkap. Pria yang berperan dalam pembangunan rumah sakit khusus virus Corona ini disebut-sebut pernah tinggal dan bersekolah di Indonesia.

Gerak cepat mengatasi merebaknya virus Corona, China membangun sebuah rumah sakit khusus. Rumah sakit khusus virus Corona bahkan dikerjakan dalam 10 hari.
Seorang arsitek yang mendesain pembangunan rumah sakit khusus pasien virus Corona di Wuhan, China, disebut-sebut berasal dari Indonesia.

Arsitek bernama Prof Huang Xiqiu adalah warga negara China, namun pernah tinggal di Indonesia, tepatnya di Kabupaten Jember.
Awalnya informasi tersebut beredar di media sosial, terutama di aplikasi percakapan WhatsApp.

Disebutkan juga nama arsitek tersebut yakni Prof Huang Xi Mou, seorang kelahiran Jember yang pernah belajar di SD dan SMP Zhong Hua Xue Xiao.

Sekolah itu sudah tutup sejak tahun 1966.
Letak sekolah itu kini sudah menjadi kompleks Pertokoan Mutiara di Jl Diponegoro, Jember.

Iwan Natawidjaja sendiri adalah salah satu guru di Sekolah Chung Hua.
"Saya mengajar di situ sejak tahun 1959 sampai ditutup tahun 1966," ujar Iwan Natawidjaja.


Sumber :
https://www.facebook.com/infojember/

Monday, October 7, 2019

Asrama Haji di Jember

Senin 07 Oktober 2019, 14:17 WIB
Bupati Jember Faida Resmikan Pembangunan Asrama Haji Senilai Rp 220 Miliar


Bupati Jember Faida meresmikan pembangunan Asrama Haji di Desa/Kecamatan Ajung, Senin (7/10/2019). Pembangunan asrama haji ini menelan biaya kurang lebih Rp 220 miliar.

Gedung megah itu rencananya akan berdiri dengan 7 lantai. Asrama haji ini akan dilengkapi dengan miniatur ka'bah dan tempat untuk berlarian Sai Safa-Marwa, sebagai tempat untuk menasik dan tempat jemaah haji berkumpul, sebelum nantinya berangkat ke Surabaya dan lanjut ke Tanah Suci Mekkah.

Untuk proses pembangunan akan dilakukan secara beberapa tahap. Untuk tahap awal, akan selesai pada Desember 2019 mendatang.

"Kita hari ini selamatan (tasyakuran, red) peletakan batu pertama Pembangunan Asrama Haji Jember, (saat ini) tahap pertama yang akan dilakukan untuk 3 bulan pertama, dengan anggaran dari APBD Jember sebesar Rp 17.5 miliar dari pondasi hingga struktur tahap pertama," ujar Bupati Jember Faida usai melakukan simbolis peletakan baru pertama sebagai tanda dilakukan pembangunan gedung megah tersebut.

Pembangunan tahap pertama itu, direncanakan selesai Desember 2019 mendatang. "Kemudian pada Januari 2020, dilanjutkan tahap kedua dengan anggaran Rp 132 miliar. Itu untuk bangunan sampai lantai ketujuh. Kemudian nanti di perubahan anggaran (APBD) 2019 (Disiapkan anggaran) sekitar Rp 70 miliar, untuk interior, agar Asrama Haji ini bias juga berfungsi sebagai hotel transito, wisma atlet, wisma diklat, wisma daerah, dan memberikan manfaat maksimal," jelasnya.

Untuk tahap pertama juga akan disiapkan 440 tempat tidur yang berada di dalam 135 kamar. "Cukup untuk 1 kloter itu," ujarnya.

Pembangunan asrama haji ini, kata Faida, sesuai dengan komitmennya bersama dengan Presiden Jokowi, yang dulu pernah berkunjung ke Jember. "Untuk pembangunan asrAma haji menjadi tanggung jawab daerah, sementara untuk perpanjangan runway (Bandara Notohadinegoro), menjadi tanggung jawab pemerintah pusat. Untuk awal, selametan ini, bersama dengan 300 orang pekerja yang akan mengerjakan proyek ini," ujarnya.

Untuk akses jalan, maupun keamanan di lingkungan Asrama Haji ini, lanjut bupati wanita pertama di Jember itu, pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan jajaran Polres Jember dan juga Kodim 0824 setempat.

"Untuk akses jalan, kita lengkapkan (komunikasi) dengan Polsek yang masih menjadi sub sector, dan Koramil yang masih menjadi Pos Ramil. Untuk nantinya kami harap bias berkembang, karena di sini nanti akan menjadi pusat keramaian dan pusat olahraga. Bahkan juga menjadi destinasi religi," ujarnya.

Faida menjelaskan, untuk target penyelesaian pembangunan asrama haji yang dilakukan secara bertahap itu, nantinya ditargetkan selesai dalam kurun waktu satu tahun. "Saya berharap 2021 bisa beroperasi dengan baik. Sehingga masyarakat perlu menyiapkan diri untuk kebutuhan jemaah haji, KBIH-KBIH mempersiapkan diri, karena kebutuhan untuk mendukung Jemaah haji dari catering, UMKM, kebutuhan Jemaah (lainnya) alat perlengkapan ibadah, oleh-oleh souvenir, saya berharap jadi pendongkrak ekonomi umat," ungkapnya.


Sumber :
https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4736685/bupati-jember-faida-resmikan-pembangunan-asrama-haji-senilai-rp-220-miliar?single=1


Pemkab Jember Mulai Bangun Asrama Haji, Di Sini Lokasinya
Senin, 7 Oktober 2019 13:35

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember memulai pembangunan asrama haji Jember. Pembangunan itu dimulai dari peletakan batu pertama (ground breaking), Senin (7/10/2019). Asrama haji Jember dibangun di Kecamatan Ajung, Jember, di sisi barat daya Jember Sport Garden (JSG).


Peletakan batu pertama itu ditandai dengan seremoni pembukaan, yang diakhiri makan bersama antara bupati, sejumlah pejabat di Kabupaten Jember, serta 300 orang tukang.

"Mohon doa restunya untuk kelancaran pembangunan asrama haji ini. Peletakan batu pertama ini untuk pembangunan tahap pertama yang dibangun akhir tahun 2019," ujar Bupati Jember Faida.

Faida mengatakan, pembangunan asrama itu akan berlangsung dalam tiga tahap yakni pertama, kedua, dan ketiga.

Tahap pertama dibangun akhir tahun 2019 memakai anggaran sebesar Rp 17,5 miliar.

Tahap kedua dibangun memakai APBD 2020, dan tahap ketiga memakai dana Perubahan APBD 2020.

"Total anggaran mencapai Rp 220 miliar memakai dana APBD Jember," ujar Faida.

Dia menuturkan, asrama haji Kabupaten Jember bakal memiliki multifungsi dan manfaat yang cukup besar bagi masyarakat Jember maupun daerah atau kabupaten di sekitarnya.

Asrama itu disebut akan memiliki fasilitas setingkat hotel berbintang tiga, dengan 7 lantai dan luas kurang lebih 1,54 ha dengan jumlah kamar sebanyak 184 ruangan dan 440 tempat tidur.

Asrama haji direncanakan bukan hanya untuk penginapan sementara bagi calon jamaah haji sebelum berangkat menunaikan ibadah haji, melainkan dapat dimanfaatkan untuk wisma atlet, pendidikan, latihan manasik, pelatihan dan juga area training center.

Selain itu, fasilitas yang dibangun akan menyerupai asrama haji yang mirip dengan yang ada di tanah suci, sehingga akan memudahkan bagi pelatihan manasik haji.

Dengan perencanaan pembangunan 3 tahap, yakni tahap pertama adalah konstruksi bangunan bawah (pondasi) hingga sebagian konstruksi bangunan atas yang usai pada 2019 ini.

Tahap kedua adalah tahap penyelesaian konstruksi bangunan atas dan arsitektural asrama haji yang bakal diselesaikan pada tahun 2020.

Untuk tahap tiga atau yang terakhir adalah pembangunan interior, gardening, dan finishing yang akan didukung dengan anggaran tahun 2020.

Pembangunan itu diharapkan selesai secara keseluruhan pada tahun 2021.

"Kenapa Pemkab Jember membangunan asrama haji, karena berdasarkan data yang kami miliki, setiap tahun sekitar 2.000 orang Jember berhaji," imbuh Faida.

Data dari Kementerian Agama Kabupaten Jember mencatat Jemaah haji pada tahun 2018 sebanyak 1.981 orang dan pada 2019 meningkat menjadi 2.004 orang.

Dengan adanya asrama haji di Kabupaten Jember ini, calon jamaah haji tidak perlu lagi berangkat ke Surabaya lagi.

Asrama haji itu nantinya sebagai sarana penunjang Bandara Notohadinegoro sebagai embarkasi haji antara.

Realisasi asrama haji ini juga sebagai perwujudan dari 22 janji Bupati dan Wakil Bupati.


Sumber :
https://surabaya.tribunnews.com/2019/10/07/pemkab-jember-mulai-bangun-asrama-haji-di-sini-lokasinya?page=all.


Sumber foto :
https://www.youtube.com/watch?v=9TQVCL_k6bI

Saturday, March 30, 2019

Ruko di Atas Sungai Jompo Jember

Ruko di Atas Sungai Jompo Jember Akan Digusur


JEMBER, FaktualNews.co – Bangunan rumah dan toko (ruko) di Jalan Sultan Agung, Lingkungan Jompo, Kecamatan Kaliwates yang dibangun di atas sepadan sungai, terancam digusur.

Karena bangunan tersebut dinilai salah, dan secara aturan tidak boleh ada bangunan. Oleh karena itu, Dinas Pengairan Pemprov Jatim akan berkoordinasi dengan Pemkab Jember, untuk mencari solusi terkait bangunan tersebut. Diketahui juga, amblesnya Jalan nasional di wilayah tersebut, diduga akibat bangunan ruko yang ada di sana.

Kepala UPT Pengairan Provinsi Jawa Timur wilayah Jember-Lumajang, Djoko Wahjono menjelaskan, jika dilihat dari posisinya bangunan tersebut, bukan hanya berada di sepadan sungai. “Tetapi bangunan ruko itu menggantung di atas Sungai Jompo. Sesuai aturan, tidak boleh ada bangunan di atasnya,” kata Djoko, Sabtu (30/3/2019).

Dengan kondisi tersebut, diduga menjadi penyebab amblesnya jalan jalur nasional di wilayah itu. “Bangunan ruko itu mengganggu aliran sungai, selain itu, di atasnya bangunan ruko juga sudsh banyak renovasi bertingkat, ada papan reklame besar juga. Jadi rawan itu,” ujarnya.

Menurut Djoko, hingga saat ini, belum pernah ada pengajuan mendirikan bangunan. “Infonya bangunan itu sudah tua. Berdiri sejak tahun 1970 an. Tapi hingga saat ini, belum pernah ada pengajuan izin mendirikan bangunan di atas sungai Jompo. Kepada kami, Dinas Pengairan Provinsi JawaTimur,” katanya.

Lebih jau Joko menyampaikan, pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Pemkab Jember. “Karena ruko itu aset Pemkab, jadi perlu kita duduk bersama membahas persoalan ini,” tandasnya.


Sumber :
https://faktualnews.co/2019/03/30/ruko-di-atas-sungai-jompo-jember-akan-digusur/131843/



Jalan Ambles, Bupati Faida Minta Pertokoan Jompo Dikosongkan

JEMBER, Sabtu (30/3/2019) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Kabupaten Jember mengaku telah meminta belasan pemilik toko di pertokoan Jompo untuk mengosongkan tokonya. Hal ini merupakan imbas dari amblas dan retaknya jalan Sultan Agung sepanjang 90 meter di depan pertokoan tersebut.

Bupati Jember Faida menyebut ada 15 toko yang telah diminta dikosongkan. “Dari titik panjang jalan 150 meter, ada 90 meter yang kritis. Dan ada 15 toko di dekatnya. Sejak tiga hari lalu, kami sudah minta mereka kosongkan toko. Kami fasilitasi kendaraan untuk percepatan. Ini merupakan langkah pertama penyelamatan jiwa,” ujar Bupati Faida kepada suaraindonesia-news.com, Jumat (29/3/2019).

Belasan toko itu berada di Pertokoan Jompo itu merupakan  aset Pemkab Jember. Akibat amblas dan retaknya jalan tersebut, sudah ditutup sejak beberapa hari lalu.

Faida menambahkan, sejak beberapa waktu lalu, pihaknya telah mendapatkan pengaduan warga tentang longsornya kawasan sungai di bawah Jalan Sultan Agung itu.

“Kami langsung melakukan penanganan darurat. Meskipun sungai itu wilayahnya Provinsi, kami lakukan langkah darurat memakai dana Pemkab Jember. Kami pasang bronjong sebagai langkah darurat. Karena itu kondisi emergensi dan masyarakat membutuhkan keselamatan,” kata Faida.

Namun hujan deras dan naiknya debit Sungai Jompo akhir pekan lalu membuat bronjong tersebut terbawa air. Debit sungai yang tinggi diduga turut menjadi salah satu faktor kondisi jalan semakin kritis. Jalan di titik tersebut amblas dan retak.

Tidak hanya jalan, bangunan di salah satu studio foto di kompleks pertokoan itu juga retak. Keretakan terlihat cukup lebar dan panjang di tembok lantai dua studi tersebut.

“Sekarang yang dibutuhkan bukan hanya duduk bersama, namun penanganan darurat karena menyangkut keselamatan warga Jember. Semua pihak sudah mengetahui tugasnya masing-masing,” tegas Faida.

Setelah penanganan darurat dilakukan, imbuhnya, bisa dilakukan langkah-langkah penanganan selanjutnya terkait amblas dan retaknya jalan tersebut.

Terkait aset Pemkab itu, Faida menambahkan lagi, pihaknya sudah menginstruksikan supaya pertokoan yang rawan untuk dikosongkan. Sementara analisa dan perbaikan jalan menjadi wewenang Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII, karena status jalan itu merupakan jalan nasional.

Sementara itu dari pantauan suaraindonesia-news.com di Pertokoan Jompo, pelaku usaha yang mengosongkan tempat usahanya tidak hanya studi foto saja, namun ada juga sebuah salon. Salon itu berada di sisi paling timur di deretan pertokoan tersebut. Salon itu berada di atas sempadan sungai, dan bangunanya menjorok di atas sungai.

Sejumlah karyawan salon tersebut mulai mengosongkan isi salon dan toko kecantikan tersebut. “Ya dikosongkan mulai hari ini. Pindah ke sisi barat sana,” kata seorang karyawan toko dan salon tersebut.

Sementara itu, karyawan studi foto yang sudah mulai pindah sejak kemarin, masih terus mengemasi barang dan mencopoti perlengkapan di studio foto tersebut. Studio foto itu terpisah beberapa toko dari salon. Namun karena tembok studio foto itu retak, maka pemilik usaha memutuskan untuk pindah dari tempat tersebut.

Untuk diketahui, ruas Jalan Sultan Agung di depan Pertokoan Jompo turun dan retak. Jalan aspal berstatus jalan nasional itu turun sekitar 10 sentimeter.

Sumber :
https://suaraindonesia-news.com/jalan-ambles-bupati-faida-minta-pertokoan-jompo-dikosongkan/

Sunday, April 17, 2016

Komitmen Pacu Potensi Daerah

Jember dan Bondowoso Bangun Komitmen Pacu Potensi Daerah

PT. Permodalan Nasional Madani (PT. PNM) cabang Jember hadirkan Bupati Jember dan Bondowoso, dalam acara galeri batik bangun komitmen ekonomi dan bangkitkan potensi daerah di kedua kabupaten, di Sumbersari Kecamatan Maesan Bondowoso, Minggu(17/04). Menurut Bupati Jember dr. Faida, MMR meminta kepada pelaku UMKM dari Jember dan Bondowoso yang hadir untuk membiasakan diri mencintai produk lokal.

“Agar produk lokal tidak kalah bersaing dengan produk luar, mari kita mulai dari konsumsi kita diri kita sendiri, karena dengan demikian kita saling menguatkan, antara kabupaten Jember dan Bondowoso saling mengisi, jika ada produk yang dimiliki Jember dan tidak dimiliki Bondowoso, maka kami siap menyediakan, begitu juga sebaliknya, jika dilihat di acara seperti ini seharusnya minumannya produk asli Bondowoso,” ujar Faida.

Sementara Bupati Bondowoso Amin, mengajak kepada masyarakat yang hadir agar lebih mencintai dan memakai produk lokal asli.

“Sudah saatnya pemerintah harus mendukung bagaimana membangun dan mengembangkan potensi produk asli daerah, bagaimana memiliki nilai ekonomis,” paparnya.

Sementara menurut DPR RI, Ir. Azam Azman Natawijaya yang hadir pada kesempatan itu menyampaikan bahwa setiap produk lokal harus mempunyai ciri khas tersendiri, dan hal ini bisa dijadikan unggulan, seperti kain batik yang ada di wilayah eks Besuki, antara Banyuwangi, Jember, Bondowoso dan Situbondo ada perbedaan, sehingga memiliki ciri khas.

“Kalau batik Bondowoso motifnya daun singkong, Jember daun Tembakau dan Banyuwangi Gajah Oling, tapi dari ketiga motif tersebut, pasti ada ciri khas yang sama walau tidak dominan, dan jika saya lihat batik yang dihasilkan oleh ketiga kabupaten tersebut, pasti ada ciri khas warna merahnya, sehingga saya saat melihat orang berkemeja batik yang ada warna merahnya, ” ujar anggota DPR RI tersebut.

Usai acara tersebut, kedua pimpinan kepala daerah tersebut sepakat untuk saling menguatkan kedua Kabupaten tersebut, dan akan terus membangun kerjasama dengan Kabupaten lain di wilayah se eks keresidenan besuki.


Sumber :
http://suarajatimpost.com/jember-dan-bondowoso-bangun-komitmen-pacu-potensi-daerah/

Friday, November 13, 2015

Terminal Kargo

Tahun Depan Jember Bangun Terminal Kargo

Kabupaten Jember sudah selayaknya memiliki terminal Kargo. Pasalnya, ketiadaan fasilitas ini membuat aktifitas bongkar muat barang dilakukan di ruas-ruas jalan perkotaan, sehingga terjadi kemacetan lalu lintas. Wacana pembangunan Terminal Kargo itu sebenarnya telah muncul sejak tahun 1986 silam.

Karena sebagai salah satu Kabupaten terbesar nomor tiga di Jawa Timur, perekonomian Kabupaten Jember diprediksi bertumbuh pesat. Namun, nyatanya hingga saat ini wacana itu belum juga direalisasikan dalam program yang nyata.Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkab Jember, Isman hari selasa siang kepada sejumlah wartawan menjelaskan, pembangunan Terminal Kargo ini akan diusulkannya pada Rancangan APBD Tahun Anggaran 2016 mendatang.

Dishub bersama Komisi C DPRD Kabupaten Jember telah melakukan maping lokasi yang tepat untuk pembangunan Terminal Kargo. Berdasarkan hasil maping tadi, ada dua lokasi yang diusulkan, yakni di Kecamatan Rambi puji dan Kranjingan.

Hanya saja, kalau dilihat efektifitasnya, pembangunan Terminal kargo di kranjingan menurut Isman dinilai lebih efektif dibandingkan dengan Rambi Puji. Sebab, Rambi puji dinilainya terlalu jauh dalam mendistribusikan barang ke perkotaan. Apalagi, di kranjingan telah ada lahan milik Pemkab Jember.

Sehingga pihaknya tidak perlu melakukan pembebasan lahan untuk pembangunan Terminal Kargo tadi.
Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jember, Siswono menuturkan, pihaknya sangat mendukung adanya terminal kargo. Mengingat intensitas kendaraan di Kabupaten Jember sudah mulai padat. Sehingga, jika Terminal Kargo tadi tidak segera direalisasikan maka kemacetan arus lalu lintas di perkotaan tidak bisa dihindarkan.

Sumber :
http://www.jemberpost.com/ekonomi-bisnis/tahun-depan-jember-bangun-terminal-kargo/

Monday, September 14, 2015

Siloam Tower


Jember Icon

Lippo Group berharap gedung yang disebutnya Jember Icon akan menjadi landmark atau tengara baru bagi kota Jember. Kelompok bisnis raksasa itu sedang membangun Jember Icon di atas tanah eks Brigif Jember di Jalan Gajah Mada.

Jember Icon merupakan bangunan besar di pinggir jalan poros masuk pusat kota Jember dari arah barat.Bangunan itu berada dalam kompleks Siloam Tower. Siloam merupakan rumah sakit yang menjadi salah satu lini bisnis Lippo Group.

Siloam Tower itu nantinya menjadi bangunan terintegrasi yang terdiri dari rumah sakit, hotel, sekolah, dan pusat perbelanjaan. Rumah Sakit Siloam akan menempati areal paling luas. Siloam Tower itu berlantai 19. Kompleks bangunan itu terdiri dari tiga bangunan utama yang nantinya akan menjadi lokasi rumah sakit, hotel, dan pusat perbelanjaan.

RS Siloam akan menempati Siloam Tower mulai lantai 5-10. Bangunan jumbo tersebut mencolok mata bagi warga yang melintas Jalan Gajah Mada. Karenanya, Pemkab menyebutnya sebagai Jember Icon. Jika selesai 100 persen, bangunan itu akan menjadi gedung jangkung tertinggi di Jember.

Sedangkan pusat perbelanjaan akan beroperasi Juni 2016. Siloam Tower yang menjadi lokasi RS Siloam nantinya dilengkapi helipad, selain gedung berlantai 19. Bangunan itu dilengkapi enam unit lift. RS Siloam yang dirancang berstandar internasional itu memiliki 350 bed, terdiri dari 200 bed kelas III untuk pasien BPJS Kesehatan, sisanya dibagi untuk kelas II, I, VIP, dan kamar suit.

Menara RS Siloam di Jember terdiri dari 19 lantai, yakni tiga lantai dasar, lantai bawah, 13 lantai untuk rumah sakit, ditambah dengan atap dan satu lagi untuk helipad di puncak menara.

Rumah sakit ini menempati tanah seluas 1,2 hektare dan bangunan seluas 13,9 hektare dengan investasinya mencapai 25 juta dolar.


Istri Mochtar Riady adalah Warga Jember

Rumah Sakit Siloam milik Lippo Group akan beroperasi Maret 2016 di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Sebanyak 200 dari 350 tempat tidur dikhususkan pasien pengguna asuransi kesehatan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

Siloam adalah bagian dari Lippo Group milik Mochtar Riady. Konglomerat ini beristrikan orang Jember dan memulai bisnis dari kota ini. Selain rumah sakit, di kawasan bisnis tersebut akan ada hotel dan pusat belanja.


Siloam Beroperasi Maret 2016

Rencananya Siloam Hospital akan beroperasi Maret 2016. RS Siloam di Jember tersebut merupakan yang kedua di Jawa Timur dan satunya berada di Malang, namun di sana masih berupa tanah kosong. Dari 20 RS Siloam di Indonesia, 12 RS di antaranya sudah menerima BPJS Kesehatan karena hal itu sesuai dengan komitmen Pak Mochtar yang ingin keberadaan rumah sakit ini berfungsi sosial.

Dengan keberadaan rumah sakit itu diharapkan membuat masyarakat Jember tidak perlu jauh-jauh untuk berobat ke Surabaya, bahkan masyarakat di kabupaten tetangga seperti Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Lumajang dan Probolinggo dapat berobat di RS Siloam.


Bertaraf Internasional tapi Tetap Melayani BPJS

Rumah sakit Siloam ini merupakan ke-21 di Indonesia. Meskipun bertaraf internasional, RS Siloam menyiapkan sebanyak 200 tempat tidur dari 350 tempat tidur yang tersedia untuk pengguna asuransi kesehatan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Sebanyak 200 tempat tidur rawat inap untuk pengguna asuransi kesehatan BPJS kelas III. Sebanyak 12 RS Siloam seluruh Indonesia sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.


Sumber :
http://www.tribunnews.com/regional/2015/09/15/lippo-group-bangun-gedung-tertinggi-di-jember
http://m.beritajatim.com/pendidikan_kesehatan/247666/rumah_sakit_siloam_beroperasi_maret_2016_di_jember.html#.VfdM0xGqqko
http://www.antarajatim.com/lihat/berita/164409/rs-siloam-di-jember-beroperasi-maret-2016
http://surabaya.bisnis.com/read/20150914/11/83382/rs-siloam-jember-beroperasi-2016
http://www.jembertimes.com/baca/101760/20150914/170028/bupati-jember-resmikan-gedung-rumah-sakit-bertaraf-internasional/

Monday, January 12, 2015

Rumah Sakit Pertamina di Jember

Rumah Sakit Pertamina Akan Dibangun di Jember


PT Pertamina Bina Medika berencana berinvestasi senilai Rp150 miliar dengan membangun Rumah Sakit senilai Rp150 miliar di wilayah Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Hal tersebut terungkap dari kunjungan Direktur Utama PT Pertamina Bina Medika DR Mardjo Soebiandono ke Kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Senin (12/1).


"RS Pertamina yang akan dibangun di Jember ini menjadi RS Pertamina pertama di Jawa Timur dan RS Pertamina ke-26 di Indonesia," kata Direktur Utama PT Pertamina Bina Medika DR Mardjo Soebiandono.

Dalam kunjungannya, mantan ketua tim dokter kepresidenan di era Soeharto itu ditemui langsung oleh Sekretaris Kabupaten Jember Sugiarto dan memaparkan rencana pembangunan RS Pertamina di kabupaten setempat.

Menurut dia, pihaknya sudah melihat lokasi tanah yang akan dibangun RS Pertamina dengan kapasitas 100 tempat tidur untuk melayani masyarakat Jember dan sekitarnya.

"Perkiraan dana investasi mencapai Rp150 miliar untuk pembebasan lahan dan sejumlah kebutuhan lain yang diperlukan dalam pembangunan rumah sakit tersebut," tuturnya.

Sejumlah alat medis yang canggih, lanjut dia, siap didatangkan untuk menunjang operasional RS Pertamina, sehingga pihaknya mengedepankan keunggulan yang tidak dimiliki oleh rumah sakit lainnya di Kabupaten Jember.

"Kami datangkan alat-alat canggih seperti transplantasi liver, catlab jantung, chemoteraphy dan lainnya. RS Pertamina selalu memiliki brand sebagai RS dengan kualitas unggulan," jelas dokter spesialis bedah itu.

RS Pertamina, lanjutnya, akan mendatangkan dokter spesialis dan sub spesialis dari Jakarta dan luar negeri untuk penunjang pelayanan rumah sakit setempat.

Dibangunnya rumah sakit tersebut diharapkan menjadi salah satu rujukan masyarakat di Jatim, dan bukan hanya warga di Kabupaten Jember.

"Jika lokasi strategis sudah didapat, persyaratan pendirian sudah beres, kita akan segera dirikan," tegas mantan Direktur RSUD Gatot Subroto Jakarta itu.

Sementara Sekkab Jember Sugiarto menyambut baik kedatangan pihak PT Pertamina Bina Medika ke Jember karena untuk menjadikan suatu daerah maju, maka iklim investasi harus diperbaiki.

"Kami sangat membuka lebar investasi yang masuk ke Jember untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tuturnya.


Sumber :
http://www.antarajatim.com
http://www.harianterbit.com

Friday, September 12, 2014

Radio Prosalina FM 101.3 Jember


Prosalina fm semakin membumi , Di seluruh jam siaran, prosalina fm hanya menyuguhkan lagu-lagu indonesia pop dan dangdut. Tidak ada lagu barat. Mengapa begitu ? Inilah kiat baru untuk menjadikan prosalina fm membumi !! Dan bukan rahasia lagi…. "survey membuktikan..." lagu indonesia (pop dan dangdut)lebih digemari masyarakat.

Prosalina FM ditunjang equipment standart broadcast dan pemancar DB-KA 15000 dengan output 15000 watt, Antena JAMPRO 15000 6 bays dengan output 15000 watt. Sehingga dapat menjangkau ex karesidenan Besuki (Banyuwangi – Bondowoso – Situbondo) dan Kabupaten Lumajang serta Kabupaten Probolinggo.

Penetrasi PROSALINA FM Mengalahkan Televisi..!!
Segmentasi yang tajam (baca: tunggal), memang diperlukan bagi sebuah radio. Tapi cara itu bukan satu-satunya pilihan metode untuk menggaet pendengar. Prosalina fm memilih “multi segmen”, dengan pertimbangan spesifikasi masyarakat jember yang heterogen. Prosalina fm “menembak” semua lapisan masyarakat potensial, baik desa maupun kota, dengan klasifikasi sosial ekonomi b dan c, dari usia 15 – 40 tahun.
Bagaimana Semua itu Bisa Dilayani?

Memang sebuah pertanyaan besar. Tapi jawabannya pasti. Prosalina fm telah dan harus melakukannya. Masyarakat agraris di desa, masyarakat semi industri dan bisnis di kota, punya perilaku yang berbeda. Belum lagi kalangan muda, pelajar dan mahasiswa.

Wah Rumit Yah?

Tapi tidak bagi prosalina fm !! Semuanya bisa diatur !! Kuncinya tidak lain adalah memahami siklus kegiatan masyarakat. Misalnya, pelajar tidak akan mendengarkan radio dari jam 7 pagi sampai jam 13 siang. Sebab mereka masuk sekolah. Orang kantoran, juga kecil kemungkinannya mendengarkan radio. So… Jam siapa itu ? Ibu rumah tangga dan kalangan petani yang baru pulang sawah !! Demikian seterusnya, siklus kegiatan masyarakat ini menjadi dasar penyusunan menu acara.
Masih Ada Lagi …

Prosalina fm semakin membumi !! Itulah keputusannya ! Bagaimana bentuknya ?? Di seluruh jam siaran, prosalina fm hanya menyuguhkan lagu-lagu indonesia pop dan dangdut. Tidak ada lagu barat. Mengapa begitu ? Inilah kiat baru untuk menjadikan prosalina fm membumi !! Dan bukan rahasia lagi…. “survey membuktikan…” lagu indonesia (baca: pop dan dangdut) lebih digemari dari lagu barat !!!!
Mengapa tidak Realistis saja ???
di Jember, radio FM CUKUP PROSALINA

Sumber :
http://radiomaya.blogspot.com
http://www.prosalinaradio.com

Friday, July 11, 2014

Jalan Sudarman, Terpendek di Kota Jember


Dulu saya pernah berpikir, kenapa ya kok di Kota Jember, Jawa Timur nggak ada JL Sudarman No 2? Atau nomor 3, 4, 5, dan seterusnya? Kenapa Jalan Sudarman hanya ada satu yaitu di depan Kantor Pemda, Kabupaten Jember dari ujung ke ujung, yang panjangnya kurang lebih hanya 100 meter itu.

Saat SMP,barulah saya ketahui ternyata jalan tersebut (Jalan Sudarman) diambil dari nama Bupati ketiga Jember era 1943 – 1947. Waktu itu, namanya masih menggunakan ejaan lama, R. Soedarman.

Ketika Belanda melangsungkan Agresi Militer pertama di Indonesia, mereka juga melakukan perombakan terhadap struktur pemerintahan nusantara, khususnya di Jawa bagian timur. Nah, waktu itu Bapak Sudarman tidak mau berkompromi dengan Belanda.

Seolah-olah Pak Darman berkata, sekali merdeka tetap merdeka. Alhasil, pembangkangan ini menyebabkan pihak Belanda gusar. Kemudian pihak Belanda mencopot jabatan Pak Sudarman dan menggantikannya dengan Bupati baru yang dirasa bisa memenuhi kehendak mereka para kolonial Belanda.

Bagaimana nasib Bapak Sudarman? Pada akhirnya beliau dipenjarakan. Saya lupa, dipenjarakan dimana ya beliau? Kalau tidak salah, di sebuah penjara di Sidoarjo (mohon koreksi jika saya salah). Di tahun yang sama, 1947, Bapak Sudarman meninggal dunia, dalam keadaan masih di dalam penjara.

Haripun berlalu. Para pejuang revolusi seperti Dr. Soebandi, Letkol Moch. Sroedji, dan lain-lain di seluruh negeri ini, berhasil mengusir Belanda dan kembali mengibarkan sang saka merah putih dengan jiwa merdeka. Untuk mengenang jasa Bapak Sudarman yang telah berani berkata tidak, nama beliau dijadikan nama jalan di jantung kota kecil Jember.

Itulah sekelumit kisah tentang JL. Sudarman. Bisa dibilang, ini adalah jalan terpendek di Jember. Sebab, sampai hari ini saya masih belum menemukan jalan lain yang lebih pendek dari JL. Sudarman.

Saya tambahi cerita dari salah satu cucunya yang saya kenal di Jakarta, Ibu Ria Azis Basoeki yang menceritakan Eyang Soedarman meninggal sebagai tahanan rumah di Sidoarjo. Sebelum beliau menjadi Bupati Jember, pernah menjadi wedana di Sidoarjo. (Penulis: RZ Hakim, Editor: Asita DK)



sumber : 
http://cintajember.com

Sunday, July 6, 2014

Bandara Notohadinegoro Mendekati Final


Persiapan operasi Bandara Notohadinegoro, Ajung, sudah mendekati final. Selasa (24/6) jajaran Garuda Indonesia melakukan verifikasi akhir ke bandara. Maskapai pelat merah itu menyatakan, Bandara Notohadinegoro sudah siap didarati pesawat. Dengan demikian, waktu pengoperasian bandara tinggal menunggu verifikasi akhir dan penetapan Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub.

Jajaran Garuda yang kemarin meninjau bandara adalah Vice President PT Garuda Indonesia Region III (Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara) Ari Suryanta, Ahmad Nursyirwan, auditor technical expert Garuda Indonesia, serta sejumlah tim teknis.

Tim Garuda kemarin menguji sejumlah peralatan. Mulai pintu masuk, peralatan telekomunikasi, navigasi, listrik (telnavlis), BMKG, hingga ground handling. Sarana lain yang baru selesai dikerjakan di bandara tersebut juga diuji. Yakni,overlayatau penebalan landasan pacu sepanjang 1.560 meter dan pemagaran berkeliling seluas 120 hektare.

Untuk menjajal kondisi landasan pacu, Ari bersama sejumlah rombongan memacu kendaraan di atas landasan pacu itu dengan kecepatan hingga 150 km/jam. 

Ari menyatakan, walau dipacu hingga 150 km/jam, laju kendaraan cukup stabil. Hal itu berbeda sebelum ada overlay, yakni landasan bergelombang dan membahayakan penerbangan. Di sisi ujung landasan, lanjut dia, ditemukan gelombang. Tetapi, dia menilai, tidak ada masalah. Landasan pacu tersebut siap menjadi tempat landing dan takeoff pesawat.

Meski secara umum Bandara Notohadinegoro sudah siap beroperasi, bukan berarti Garuda sudah bisa terbang besok atau lusa. Sebab, yang melakukan verifikasi akhir baru Garuda Indonesia. 

Jika Kemenhub sudah menyatakan layak, Garuda siap beroperasi. Prinsipnya, dengan kondisi terkini bandara, Garuda siap beroperasi kapan pun diminta. Namun, untuk memberi ruang persiapan yang cukup, Garuda baru menjual tiket penerbangan ke masyarakat mulai 15 Juli 2014. Bila bandara bisa beroperasi sebelum 15 Juli pun, Garuda sudah siap.

Pesawat Garuda Indonesia siap menerbangi rute Jember menuju Surabaya dan sebaliknya mulai 16 Juli 2014 dengan menggunakan pesawat jenis ATR 72-600 yang berkapasitas hingga 70 penumpang. "Insya Allah Bandara Notohadinegoro akan beroperasi pada 16 Juli 2014 dan mohon doanya kepada seluruh masyarakat Jember agar dapat berjalan baik dan sukses demi kemajuan Kabupaten Jember ke depan," kata Bupati Jember MZA Djalal di Jember, Rabu (2/7).

Untuk tahap awal, lanjut dia, maskapai Garuda Indonesia hanya melayani satu kali penerbangan dalam sehari, baik rute Jember-Surabaya maupun Surabaya-Jember sambil melihat perkembangan minat masyarakat terhadap transportasi udara. "Sambil melihat pasar, kalau antusias pasar cukup bagus maka bisa jadi jadwal penerbangan akan ditambah dua hingga tiga kali sehari, termasuk rencana penambahan rute ke daerah lain seperti Banyuwangi dan Pulau Bali," paparnya.

Berdasarkan nota kerja sama yang telah disepakati bersama antara Garuda dan Pemkab Jember, maskapai berpelat merah tersebut telah sepakat untuk mengoperasikan pesawat jenis ATR 72-600 dengan kapasitas 70 penumpang. "Beroperasinya Bandara Notohadinegoro dapat memangkas waktu jarak tempuh transportasi darat yang selama ini banyak menjadi kendala dan dikeluhkan para investor dalam mengembangkan usahanya di Jember, sehingga saya berharap pertumbuhan ekonomi dapat meningkat," katanya.

Informasi yang dihimpun di lapangan, rencananya pesawat Garuda yang terbang ke Jember berangkat sekitar pukul 08.30 WIB dari Surabaya dan kembali sesaat setelah tiba di kabupaten yang dikenal sebagai "Kota Tembakau" itu. Garuda menargetkan tempat duduk dapat terisi 70 persen dari jumlah kapasitas 70 tempat duduk seiring dengan menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2014, serta untuk menutupi beban operasional pada tahap awal.

Ruang penjualan tiket di bandara yang berada di Kecamatan Ajung tersebut juga sudah tersedia dan terdapat logo maskapai Garuda Indonesia, serta tercantum tarif Jember-Surabaya sebesar Rp275 ribu dan Surabaya-Jember sebesar Rp 350 ribu dengan lama perjalanan sekitar 30 menit.

Kondisi Bandara Notohadinegoro, Jember sepertinya sudah maksimal. Sebab, meski ATR 72-600 milik Garuda Indonesia belum melakukan pendaratan perdana, Rabu (2/7) Cessna Caravan C-208B milik Susi Air sudah nganyari Bandara Notohadinegoro.

Pesawat dengan kode register PK-VVH itu mengangkut rombongan Mahfud MD, ketua Tim Kampanye Nasional Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, yang hendak ke Bondowoso. Secara umum, M. Hagelamin, pilot SusiAir yang berkewarganegaraan Kanada, menilai bahwa kondisi Bandara Notohadinegoro sudah sangat bagus. Pesawat tersebut landing sekitar pukul 10.00.

Hagelamin memuji kondisi Bandara Notohadinegoro Jember. Dia mengakui, untuk bandara yang belum beroperasi secara komersial, kondisinya sudah sangat bagus. 
’’The runway, taxiway, apron and terminal not only good. It’s great! (Landasan, penghubung, parkir pesawat, dan terminal tidak hanya bagus. Ini luar biasa),’’ ujarnya sembari mengacungkan jempol kepada wartawan.

Luas bandara itu, menurut Hagelamin, sudah sangat memadai untuk didarati ATR 72-600. ’’It’s enough for ATR (Ini cukup untuk ATR, Red),’’ ujarnya.

Tetapi, dia mengakui, Bandara Notohadinegoro itu belum memadai untuk didarati pesawat jet. ’’For big plane, it’s too short (untuk pesawat besar, landasan ini terlalu pendek, Red),’’ katanya. Dia mengakui, Bandara Notohadinegoro tersebut cukup bagus. Demikian pula halnya dengan pemandangan di sekitar Bandara Notohadinegoro yang sangat alami.

Tidak hanya memuji fisik bandara, Hagelamin memuji sejumlah peralatan di bandara itu. ’’Communication with terminal control and ATC is good (komunikasi dengan terminal dan ATC bagus, Red),’’ ungkapnya. Karena itu, dia mengacungkan jempol untuk bandara yang belum beroperasi, namun sudah memiliki sarana dan prasana yang lengkap tersebut.

Tetapi, Hagelamin menyatakan, sejumlah pekerja dan masyarakat di sekitar area bandara itu agak mengganggu pilot. Meski demikian, pria yang jatuh cinta dengan masakan Indonesia itu, terutama nasi goreng dan rendang, masih bisa memaklumi hal tersebut karena masih dalam tahap perbaikan. Diharapkan tidak ada lagi orang yang berseliweran saat bandara tersebut benar-benar sudah beroperasi.

Cessna itu kemarin meninggalkan bandara sekitar pukul 14.30 dengan membawa rombongan Mahfud MD ke Surabaya. ’’From Surabaya to Jember, only 30 minutes,’’ ungkapnya. Dia kaget saat ada yang mengatakan bahwa dengan jalur darat dibutuhkan waktu lima jam dari Surabaya ke Jember.

Sampai kemarin, sejumlah pekerja masih berusaha menyelesaikan beberapa pekerjaan kecil. Misalnya, membersihkan rumput dekat landasan dan meratakan tanah yang jauh dari landasan itu. (ram/jum/mas/har/JPNN/c22/any)


Sumber :
http://www.jawapos.com
http://www.republika.co.id
http://www.jpnn.com

Friday, April 11, 2014

Karesidenan Besuki


Karesidenan adalah sebuah pembagian administratif dalam sebuah provinsi di Hindia Belanda dan kemudian Indonesia hingga tahun 1950-an. Sebuah karesidenan (regentschappen) terdiri atas beberapa afdeeling (kabupaten). Tidak di semua provinsi di Indonesia pernah ada karesidenan. Hanya di pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Bali, Lombok dan Sulawesi saja. Biasanya ini daerah-daerah yang penduduknya banyak.

Kata karesidenan berasal dari Bahasa Belanda Residentie. Sebuah karesidenan dikepalai oleh residen, yang berasal dari Bahasa Belanda Resident. Di atas residen adalah gubernur jenderal, yang memerintah atas nama Raja dan Ratu Belanda.

Semenjak krisis pada tahun 1950-an, sudah tidak ada karesidenan lagi dan yang muncul faktor kekuasaannya adalah kabupaten. Karesidenan kemudian dikenal dengan istilah "Pembantu Gubernur" (istilah ini sekarang tidak digunakan lagi). Namun demikian, sebutan "eks-karesidenan" masih dipakai secara informal.

Sebuah sisa pemakaian karesidenan adalah tanda kendaraan bermotor (pelat nomor). Pembagiannya, terutama di pulau Jawa masih banyak berdasarkan karesidenan.

Eks Karesidenan Besuki, sebuah karesidenan yang meliputi Probolinggo (kota dan kabupaten), Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Jember, dan Kabupaten Banyuwangi.

Sejarah tentang kota besuki kita awali dengan tokoh yang membabat yaitu Raden Bagus Kasim al Wirodipuro al Ki Pate Alos. beliau lahir pada minggu ketiga bulan Rabiul Awal 1162 H / 1741 M di Tanjung Jambul Pamekasan Madura. beliau Adalah putra Raden Abdurahman al Wirobroto. Orang yang pertamakali membabad tanah besuki. Beliau adalah cucu Raden Abdullah Surowikromo yang masih keluarga KRATON MATARAM (Susuhunan Pakubuwono II) Eyang Lelono dan akhirnya menetap di Tanjung Jambul Pamekasan Madura. 

Asal mula tanah besuki, berawal dari hijrahnya Raden Abdurahman al Wirobroto pada 10 Asyuro 1164 H / 1743 M ke desa Demung, dikarenakan daerah Tanjung Jambul Pamekasan terjadi NEMOR KARA ( kemarau panjang ) yang menyengsarakan rakyat. 

Waktu itu Raden Wirobroto memutuskan untuk hijrah ke tanah Jawa mencari tanah baru untuk bercocok tanam, akhirnya Beliau tiba di desa Demung yang dikenal dengan nama NAMBEKOR ( berasal dari kata NAMBEG / berlabuh ) dan membuka hutan disana, sedangkan untuk tempat berteduh dan istirahat Kiai Wirobroto membuat rumah dari ATAQ ( daun kelapa yang dirajut untuk dijadikan atap rumah tepatnya di Bujug Se Pacar ) pada waktu itu oleh Tumenggung Sentong dijadikan Kademangan. Pucuk dicita ulampun tiba, berkat kerja keras tanpa mengenal putus asa hasil panen Raden Wirobroto melimpah ruah. Dengan perasaan senang Raden Wirobroto membawa hasil panennya ke Tanjung Jambul Pamekasan Madura.

Berita tentang hal tersebut didengar oleh Tumenggung Sentong ( desa Demung adalah bagian dari kekuasaan Tumegung Sentong ) dan sang Tumenggung memanggil Raden Wirobroto. Namun Raden Wirobroto tidak mengindahkan perintah tersebut. Hingga terjadilah perseteruan diantaranya keduanya yang kemudian terjadi peperangan. Tercatat Tumenggung Sentong 3 kali menyerang Demung akan tetapi gagal dan akhirnya Tumenggung Sentong takluk pada Raden Bagus Kasim.

Berita tentang orang-orang Madura yang NAMBEG (hijrah/datang untuk merubah nasib/mencari pekerjaan) didesa Demung didengar pula olehTumenggung Banger dan beliau memanggil Raden Wirobroto dengan mengutus Wongso Mitro ke desa Demung dengan perantaraan Wongso Mitro, Raden Wirobroto berhasil diajak menghadap ke Tumenggung Banger. Sesampainya disana Raden Wirobroto disambut dengan baik dan dianugerahi hadiah oleh sang Tumenggung. Dan Raden Wirobroto pun pamit untuk kembali ke Demung.

Singkat cerita Raden Wirobroto sudah tua dan digantikan oleh putranya Raden Bagus Kasim (19 tahun) yang lahir di Desa Tanjung Umbul Pamekasan pada tahun 1734 M dan pada 12 Rabiul Awal 1181 H/1760 M diberi gelar WIRODIPURO (WIRO : Pahlawan, DIPURO : Daerah) oleh Tumenggung Joyo Lelono.

Sewaktu beliau menggantikan ayahnya, Demung semakin ramai dan akhirnya diganti nama menjadi Besuki oleh Tumenggung Banger
Tercatat dalam sejarah kepemimpinan Beliau beberapa kejadian penting antara lain :
1. Beliau diminta bantuan oleh Kompeni Belanda menyerang Sentong dan Sentongpun berhasil dikalahkan.
2.Beliau juga diminta bantuan oleh Belanda bersama - sama Tumenggung Banger dan Tumenggung Pasuruan menyerang Lumajang dan usaha tersebut berhasil.
3.Beliau bersama - sama para pemimpin, Tumenggung daerah Pesisir Timur Jawa ( Semarang Timur ) beserta bala tentara dari Sumenep dan Pamekasan berhasil menaklukkan Blambangan dan Nusa Barong, Dan beberapa kejadian penting lainnya.

Raden Bagus Kasim wafat dan dimakamkan di Besuki pada minggu pertama bulan Rajabiah 1221 H/1800 M dan digantikan oleh putranya yang bernama Raden Bagus Syahirudin juga bergelar WIRODIPURO 2 juga wafat pada minggu pertama bulan Rajabiah 1271 H/1850 M dan dimakamkan di Besuki, tepatnya di Dusun Kauman Barat Besuki Situbondo Jatim. Sampai dengan sekarang wafatnya beliau diperingati tiap tahun oleh masyarakat Besuki yang dipusatkan di Pasarean Asta Pate Alos.

Sumber :
http://id.wikipedia.org
http://ridwanfirmansyah.blogspot.com

Saturday, November 23, 2013

Universitas Jember


Berasal dari gagasan  dr. R. Achmad dengan R. Th. Soengedi dan R. M. Soerachman menjadi cikal bakal Universitas Jember dengan mendirikan perguruan tinggi di Jember. 

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut pada tanggal 1 April 1957, ketiganya membentuk panitia yang diberi nama Panitia Triumviraat dengan komposisi Ketua dr. R. Achmad; Penulis R. Th. Soengedi, dan Bendahara R. M. Soerachman.

Selanjutnya Panitia Triumviraat ini pada tanggal 5 Oktober 1957 membentuk yayasan dengan nama Yayasan Universitas Tawang Alun (disahkan dengan Akta Notaris tanggal 8 Maret 1958 Nomor 13 di Jember). Yayasan Universitas Tawang Alun inilah yang kemudian mendirikan universitas swasta di Jember dengan nama Universitas Tawang Alun yang kemudian disingkat UNITA. Dalam perjalanannya, ketiga tokoh tersebut mendapatkan dukungan penuh Bupati Jember saat itu, R. Soedjarwo.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri PTIP No. 151 Tahun 1964 tanggal 9 Nopember 1964, tentang didirikannya Universitas Negeri di Jember. Usaha tanpa kenal lelah sejak tahun 1957 itu akhirnya berhasil menjadi kenyataan, Universitas Negeri Djember berdiri !

Pada awal berdirinya pada tahun 1964, Universitas Negeri Djember yang disingkat UNED, memiliki lima fakultas, terdiri dari Fakultas Hukum di Jember, dengan cabangnya di Banyuwangi, Fakultas Sosial dan Politik dan Fakultas Pertanian di Jember, Fakultas Ekonomi dan Fakultas Sastra di Banyuwangi. Dengan rektor pertama dijabat oleh dr. R. Achmad.

Kepemimpinan dr. R. Achmad dilanjutkan oleh Letkol. Soedi Harjohoedojo (1967-1969), Letkol. Soetardjo, SH (1969-1978) dan Kol. Drs. H. R. Warsito (1978-1986). Baru semenjak tahun 1986, rektor Universitas Jember dijabat oleh sivitas akademika-nya sendiri, yakni oleh Prof. Dr. Simanhadi Widyaprakosa (1986-1995), Prof. Dr. Kabul Santoso, MS (1995-2003), Dr. Ir. T. Sutikto, MSc (2003-2011) dan Drs. Moh. Hasan, Msc Ph.D (2012 sampai sekarang). 

Didirikan 4 November 1957
Jenis Perguruan tinggi negeri
Rektor Dr. Ir. Tarsicius Sutikto, M.Sc.
Lokasi Jember, Indonesia

Status: Negeri
Alamat : Jl. Kalimantan II/24, Kampus Bumi Tegal Boto, Jember 68121, Jawa Timur 
Telepon : (0331) 330224, 336870, 337422, 339029 
Faks. : (0331) 339029, 337422
Website: www.unej.ac.id 
Rektor: Dr.Ir. T. Sutikto, M.Sc 
Masa jabatan :2003-2007

Profil
Jenjang pendidikan: D2, D3, S1, Pascasarjana 
Jumlah mahasiswa: 17.729 (S1 : 12.472, Diploma: 4652, S2: 605); 2004/2005: 18.179 (S1: 12.859, Diploma: 4.818, S2: 502) 
Jumlah lulusan: 2.654 (S1: 1.613, Diploma: 863, S2: 88); 2003/2004: 3.461 (S1: 1.874, Diploma: 1.367, S2: 220) 
Jumlah pendaftar, 2003/2004: 21.792 
(SPMB: 15.215, PMDK: 2.237, Lokal: 4.340);
2003/2004: 19.735 (SPMB: 14.608, PMDK: 1.937, Lokal: 3.190) 
Jumlah mahasiswa diterima, 2003/2004: 4.414 (S1: 2.628, Diploma: 1.619, S2: 167); 
2004/2005: 3.966 (SPMB: 1.651, PMDK: 620, Lokal: 1.695)
Jumlah alumni: 41.618; 2004: 45.986
Ikatan alumni: Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE) 
Jumlah dosen tetap: 868 (S1: 314, S2: 484, S3: 70, Profesor: 21); 2004: 909 (S1: 300, S2: 525, S3: 84, Profesor: 19)
Luas kampus: 940.839 m2

Universitas Jember (Unej) tengah menyiapkan empat program studi baru. Keempat program studi baru itu adalah Program Studi Teknik Pertambangan, Teknik Industri Pertanian, Teknik Informatika, dan Teknik Lingkungan.

Tujuan pembukaan empat program studi baru itu, untuk mendukung program Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia atau MP3EI yang merupakan rujukan pembangunan ekonomi Indonesia. 

Lulusan keempat program studi baru itu diharapkan menjadi sumber daya yang kompeten untuk mendukung MP3EI, terutama di Indonesia bagian timur. Sebagai salah satu perguruan tinggi di Jawa Timur, Unej mengemban tugas dan peran untuk menyediakan sumber daya manusia sesuai koridor ekonomi yang dituju dan potensi daerah. 


Sumber :
http://www.tempo.co
http://www.unej.ac.id
http://www.kampus-info.com

Friday, July 26, 2013

Pembangunan Masjid Jamik Lama Jember Di Masa Hindia Belanda

Masjid Jamik Lama Jember

(Y. Setiyo Hadi). Keterangan tentang Pembangunan Masjid Jamik di Kota Jember di masa Hindia Belanda berasal dari berita surat kabar (koran) Soerabaiasch Handelsblad, Dinsdag-28 April 1936 yang bertajukkan “Djember Nieuwe Moskes”. Selanjutnya adalah terjemahan deri berita koran tersebut berkaitan dengan Pembangunan Masjid Jamik di Kota Jember.

DJEMBER

Masjid Baru

Masjid Utama (Masjid Jamik) Jember, berada sisi barat dari aloon-aloon, sudut jalan utama, menghiasi, dibangun pada tahun 1894, pada masa Patih Djember yang meninggal sebagai Bupati Banyuwangi, Raden Pandji Koesoemonegoro.

Segera setelah datangnya Bupati Djember, R.T. Notohadinegoro, tahun 1928, menyatakan bahwa “keblat”, arah dalam beribadat / shalat, arah ke Mekkah dilihat dari Jember, yang di masjid dianggap salah / tidak tepat (penyimpangannya sekitar 24 derajat).

Setelah kedatangan Bupati muncul pemikiran yang istiqomah tentang pembangunan mesjid baru; bagaimanapun pembangunan ini memerlukan biaya yang besar; kemudian pada tahun 1932 dengan dianggarkan f 30.000., yang dianggap terlalu besar.

Akhir tahun 1935 Bupati menugaskan untuk menyusun anggaran; karena obyek lokasi masjid yang mengalami penyimpangan arah ke Mekkah (kiblat) maka dipertimbangkan sebagai berikut:

1e. kayu yang ada di masjid banyak yang busuk, sehingga pembangunan oleh Direktur Kerja Kabupaten ditolak dan

2e. harga bahan bangunan mulai menurun

Kemudian anggaran yang diajukan f.15.000., berdasarkan analisa ekonomi beberapa anggaran masjid dipangkas.

Dan mulai awal Maret 1936, oleh Patih Djember, sebagai ketua Komisi Masjid (dengan mengikutsertakan Wedono Kota, para penghoeloe dan dua orang pribumi asli), di Kantor Masjid diadakan Koempoelan Para Oelama.

Pertemuan ini memutuskan Pembangunan Masjid Baru berdasarkan ketentuan “kitab” (juga berkaitan dengan permasalahan “keblat”) dengan kantor arsitektor Soegarda di Jember. Ketika pelaksanaan / tender, pelaksanaan pembangunan. Tatkala pelaksanaan, pembangunan berada dalam  control dan pengendalian Komite Masjid dan Direktur Kerja Kabupaten, yang juga disebut Bouwk. Kerja yang berdedikasi.

Masjid lama diratakan dengan tanah: batu pertama diletakkan pada tanggal 22 Maret; gedung baru harus selesai sesuai kontrak dalam jangka waktu 6 (enam) bulan setelah tanggal pertama ditandatangani, berkat banyak dukungan dari banyak kalangan, diantaranya dari pihak Landbouw Mij. “Oud-Djember” (LMOD) yang dapat disebutkan di sini – nampaknya pada bulan Agustus masjid baru dapat diresmikan.

Beberapa rincian konstruksi bangunan baru yang harus diketahui: Masjid Baru tinggi 20 Meter (yang lama tingginya 12 meter) dan mempunyai ruang berdoa sepanjang 900 M (yang lama kurang 400 m).

Bersangkutan dengan gaya, gabungan / kombinasi dari yang lama dan model yang baru, yaitu: bagian depann (sisi aloon-aloon) sampai Kantor disebut dengan MOZES-STIJL (Gaya Musa), bagian samping (sisi utara, ruang utama) dalam DUDOK-STIJL (Gaya Dudok). Menara akan berjumlah 4, atau 5.

Masjid Baru, menjadi sebuah permata yang nyata bagi suatu kota, diduga yang pertama di Jawa, yang akan dibangun seperti ini.

Akhirnya, perlu ditekankan pentingnya gerakan, sampai selesainya pojok timur utara dari wilayah masjid, dimana kubah yang besar tempat diletakkannya “bedoek”.

(Penerjemah Y. Setiyo Hadi)

Sumber : http://kencongnews.com/

Tuesday, June 4, 2013

Bandara Notohadinegoro Kini Telah Bersertifikat


Setelah sekian lama terkatung- katung kini Bandara Notohadinegoro Jember akhirnya bersertifikat. Artinya Bandara telah dapat beroperasi dengan pesawat perintis berpenumpang dibawah 40 orang. 

Sertifikasi dari Badan Otoritas Bandar Udara Wilayah 3 Surabaya itu diungkapkan langsung oleh kepala Badan Otoritas Bandar Udara Wilayah 3 Surabaya M. Alwi dalam kunjungannya ke Universitas Jember siang hari tadi.

sertifikat bandara Notohadinegoro Jember / jemberpost

Menurut M. Alwi, Bandara Notohadinegoro sudah mendapatkan sertifikasi bandara dengan ketentuan pesawat yang masuk ke lokasi itu adalah pesawat perintis yang berpenumpang kurang dari 40 orang. Namun demikian tidak menutup kemungkinan jika nantinya pesawat besarpun juga dapat mendarat di bandara milik Pemkab Jember itu. 

Menurut Alwi, jika itu yang diinginkan oleh Pemkab Jember, maka panjang landasan pacu Bandara Notohadinegoro harus diperpanjang menjadi 1600 meter. Sedangkan saat ini masih 1200 meter. Menanggapi akan adanya infestor yang masuk ke Jember untuk membangun landasan Pacu itu, Alwi membantahnya. 

Sampai saat ini tidak ada Investor yang akan menggandeng pembangunan Bandara kecuali mendapatkan rekomendasi dari pihaknya. Sehingga Badan Otoritas Bandar Udara Wilayah 3 Surabaya menyarankan supaya ada perpanjangan landasan pacu terlebih dahulu jika ingin ada investor masuk ke Jember baik itu dari maskapai penerbangan Internasional dan Nasional dengan skala besar.

jemberpost.com

Friday, May 3, 2013

Pabrik Es Talangsari


pabrik-es-tegalsari.jpg

Pabrik es berada di Jalan KH Siddiq Lingkungan Talangsari Kelurahan Jember Kidul Kecamatan Kaliwates.

Pabrik itu berada di lahan seluas 6.015 meter persegi. Namun tidak semua areal dipakai sebagai lokasi pabrik. Pabrik tidak sampai menempati separo areal itu. Ia berada di pojok selatan timur di lahan tersebut.

Sisa lahan ditempati bangunan. Bangunan itu berupa kantor dan perumahan milik kantor tersebut. Sisanya masih kosong dan dijadikan halaman, tempat parkir dan jalan keluar masuk.

Bangunan selain pabrik es akan dibongkar karena akan digunakan menjadi sebuah pusat perbelanjaan dengan bentuk supermarket, dengan luas 3.000 meter persegi.

Sebuah perusahaan ritel ternama di Indonesia yang bentuknya sudah perusahaan terbuka. Perusahaan ritel ini bergerak di bidang perdagangan kelas menengah ke atas dan berbentuk supermarket dan hipermarket.

PT Panca Wira Usaha (Wira Jatim Group) merupakan BUMD milik Pemprov Jatim. BUMD ini mempunyai sejumlah unit usaha, di antaranya pabrik es. Pabrik Es Telengsari hanya satu unit usaha pabrik es dari sejumlah pabrik es yang dimiliki di kabupaten lain seperti di Situbondo, Banyuwangi, juga Pandaan Pasuruan.

Pabrik Es Telengsari merupakan aset yang diambil alih pemerintah pusat dari tangan kolonial Belanda. Aset itu kemudian diserahkan kepada Pemprov di tahun 1962.

Pabrik itu sendiri berdiri di tahun 1915. Tidak aneh, bangunan utama yang menjadi kantor pabrik tersebut berupa bangunan era kolonial.

Sedangkan pabrik es itu sendiri masih tetap beroperasi. Kini pabrik itu memproduksi 500 - 600 balok es setiap hari. Produksi yang terbilang tidak banyak jika dibandingkan beberapa tahun silam. Ketika jaya, pabrik itu bisa memproduksi 1.200 balok per hari.

Pabrik itu memenuhi kebutuhan es skala industri dan perdagangan. Nelayan di Puger membeli es di pabrik ini untuk mengawetkan ikan. Mitra Tani, perusahaan yang memproduksi kedelai edamame beku juga menjadi pelanggan tetap pabrik tersebut.

Rencananya nanti pabrik akan bersebelahan dengan perbelanjaan itu.



Sumber : surabaya.tribunnews.com

Related Posts