Showing posts with label Jalan. Show all posts
Showing posts with label Jalan. Show all posts

Thursday, July 29, 2021

Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) Mulai Dibangun Tahun 2022

Ruas Pamungkas Dibangun, Tol Trans-Jawa dari Merak-Besuki Tersambung 2024 

Ruas pamungkas dari jaringan Jalan Tol Trans-Jawa yakni Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) dipastikan mulai dibangun pada Tahun 2022. Hal ini menyusul proses pembebasan lahan Tol Probowangi Seksi 1 Probolinggo-Besuki yang telah dilakukan dan menunjukkan progres 24,88 persen. 

Jika semuanya sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan, maka target konstruksi untuk Seksi I rampung Tahun 2024. Sebagaimana dikatakan Direktur Utama PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB) Adi Prasetyanto, dalam keterangan tertulis, Kamis (29/07/2021). 

Ruas Probolingo-Besuki yang merupakan Seksi I dari proyek Jalan Tol Probowangi dirancang sepanjang 29,6 kilometer. Sementara Seksi yang menghubungkan Besuki-Bajulmati dirancang sepanjang 110,875 kilometer, dan Seksi 3 Bajulmati-Ketapang sepanjang 31,041 kilometer. 

Menurut Adi, saat ini PT JPB mendukung Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Lahan untuk mempercepat proses pembebasan lahan di Seksi 1 Probolinggo-Besuki. 

"Hal ini dilakukan agar target yang sudah ditetapkan untuk pengerjaan konstruksi bisa selesai sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan," kata Adi. 

Upaya yang telah dilakukan PT JPB bersama PPK antara lain mengusulkan alokasi pengadaan pendanaan tanah di tahun 2021, berkoordinasi dengan Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). 

Saat ini yang menjadi prioritas dari PT JPB adalah seksi 1 Ruas Probolinggo-Besuki di Kabupaten Probolinggo, menyesuaikan dengan rencana alokasi pendanaan tanah dari Pemerintah. Selain melakukan pembebasan lahan di seksi satu, pembasan lahan untuk Seksi 2 Besuki-Bajulmati di Kabupaten Situbondo serta seksi 3 Bajulmati-Ketapang (Kabupaten Banyuwangi) terus dilakukan. 

"Pada Juni 2021 lalu juga telah dilaksanakan pembayaran Uang Ganti Kerugian (UGK) untuk 22 bidang menggunakan Pembayaran Langsung Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN),” ungkap Adi. 

Jalan Tol Probowangi yang dirancang dengan total panjang 171,516 kilometer ini terbagi menjadi tiga seksi. Seksi 1 Probolinggo-Besuki (29,6 kilometer), Seksi 2 Besuki-Bajulmati (110,875 kilometer), dan Seksi 3 Bajulmati-Ketapang (31,041 kilometer). Jalan bebas hambatan berbayar ini akan menjadi titik akhir jaringan Jalan Tol Trans-Jawa. 

Konsesi untuk pembangunan jalan tol ini adalah 35 tahun dengan total investasi Rp 23,3 triliun. Jika kelak terbangun nanti, maka ujung barat hingga ujung timur Pulau Jawa akan terhubung dengan jalan tol sehingga semakin mempermudah mobilitas orang, barang dan jasa.


Sumber :

https://www.kompas.com/properti/read/2021/07/30/113000421/ruas-pamungkas-dibangun-tol-trans-jawa-dari-merak-besuki-tersambung?page=all#page2.

Thursday, July 16, 2020

Pembangunan Tol Probowangi Mundur Jadi Akhir 2020

Pandemi, Pembangunan Tol Probowangi Mundur Jadi Akhir 2020


Jumat, 17 Juli 2020

Pembangunan jalan tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) seksi 1 yang ditargetkan dimulai proses kontruksinya bulan Juli 2020 ini, molor. Pengerjaan konstruksi akan dilakukan di akhir 2020 karena proses pembebasan lahan terganggu pandemi.

“Untuk Probolinggo sendiri kami sudah menyiapkan kontraktor jalan tol. Tapi tanah yang dilakukan pembebasan mengalami keterlambatan karena Covid-19. Mungkin akhir tahun ini baru bisa mengerjakan yang tol Probolinggo,” kata Hari Pratama Direktur Utama Jasa Marga Probolinggo-Banyuwangi kepada Radio Suara Surabaya dalam program Persprektif Bisnis, Jumat (17/7/2020).

Menurutnya, dalam proses pembebasan lahan lebih banyak mengumpulkan pemilik lahan dan masyarakat untuk musyawarah pemberian ganti rugi hingga pembayaran. Namun karena adanya protokol kesehatan untuk meminimalisir kegiatan yang melibatkan banyak orang, proses pembebasan lahan menjadi terhambat.

Dia mengatakan, soal ganti rugi lahan tidak ada hambatan dari pemilik lahan.

“Mereka menerima, masyarakat malah menunggu kapan bisa dilakukan pembayarannya, ya karena pandemi ini tim pembebasan lahan tidak bisa leluasa seperti sebelumnya,” kata Hari.

Ia mengatakan, hingga saat ini, total lahan yang sudah dibebaskan baru 48 hektar dari total 250 hektar atau sekitar 19 persen. Hal ini membuat pihak Jasa Marga terpaksa mengerjakan dahulu lahan yang sudah tersedia untuk pengerjaan Tol Probowangi yang ditergetkan tuntas pada 2025 mendatang.

“Target akhir tetap 2025 selesai. Karea itu, maka pembangunan yang dilakukan bertahap, jadi tidak menunggu tanah selesai 100% . Jadi kami melakukan pembangunan di tanah yang sudah selesai,” lanjut Hari.

Tentang jalur dan rute tol sepanjang 172 KM ini kata Hari tidak banyak mengalami perubahan. Meski begitu dia mengaku, pembangunan Tol Probowangi ini ada tantang tersendiri.

“Untuk pembangunan Tol Probolinggo, kami harus melewati Paiton dimana disitu ada PLTU. Sehingga kami harus melakukan penggalian tanah sedalam 25 meter, yang mana tanah tersebut berbatu.  Sehingga, perlu ada cara khusus untuk mempermudah penggalian, salah satunya dengan peledakan,” terangnya.

“Di lokasi yang dekat dengan PLTU Paiton, kita harus menggali tanah cukup dalam 25 meter dan hasil penyelidikan tanahnya berbatu tidak bisa dilakukan secara konvensional. Kita sudah koordinasi dengan PLN, PLTU, yang memungkinkan adanya peledakan, tapi perlu kita hitung agar tidak mengganggu Paiton,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kresnayana Yahya Enciety Business Consult mengatakan, pembangunan Tol Probolinggo-Banyuwangi ini akan mendukung pembangunan ekonomi di kawasan timur Jatim.

Apalagi saat ini, lanjut Kresna, Banyuwangi menjadi salah satu daerah di Jatim dengan daya tarik yang besar di dunia pariwisata. Terbukti dengan didukungnya Banyuwangi International Airport yang semakin memperbesar potensi ekonomi wisata Banyuwangi semakin berkembang.

“Mulai 10 tahun dari sekarang, aktivitas di timur Jatim akan semakin tinggi. Mungkin ke depan akan ada pelabuhan-pelabuhan laut yang aktif dan kemungkinan besar menunjang pariwisata Jatim,” imbuh Kresna.

Sementara Hari Pratama Direktur Utama Jasa Marga Probolinggo-Banyuwangi  (Probowangi) optimis, pembangunan tol koridor timur ini akan membangkitkan ekonomi.

“Saya berterimakasih pada pimpinan daerah Probolinggo, Situbondo dan Banyuwangi yang suppoort dalam pembangunan tol ini. Alangkah baiknya nanti ada bangkitan-bangkitan ekonomi setempat, apalagi tol Situbondo nanti juga akan melewati pemandangan pantai yang indah,” pungkasnya.


Sumber :
https://www.suarasurabaya.net/ekonomibisnis/2020/pandemi-pembangunan-tol-probowangi-mundur-jadi-akhir-2020/

Friday, April 10, 2020

Nama Desa, Kelurahan 7 Kecamatan di Jember

Jumlah dan Nama Desa / Kelurahan & Kecamatan di Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur

Provinsi Jawa Timur menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 56 Tahun 2015 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan disebutkan sebagai salah satu dari sebanyak 34 Provinsi di Indonesia. Di provinsi ini terdapat sebanyak 7.724 desa, 777 kelurahan, dan 664 kecamatan yang tersebar di 29 kabupaten dan 9 kota. Salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur adalah Kabupaten Jember.

Dari tabel di bawah ini dapat dilihat bahwa di Kabupaten Jember terdapat sebanyak 226 Desa, dan 22 Kelurahan yang tersebar di sebanyak 31 Kecamatan. Dengan sejumlah desa tersebut, Kabupaten Jember berada di Peringkat Ke – 16 dalam Daftar Kabupaten / Kota dengan Jumlah Desa Terbanyak di Provinsi Jawa Timur.

Sebanyak 3 kecamatan yaitu Kecamatan Kalisat, Kecamatan Puger, dan Kecamatan Sukowonodengan jumlah desa masing-masing sebanyak 12 desa merupakan Kecamatan dengan Jumlah Desa Terbanyak di Kabupaten Jember, dan Peringkat ke – 48 sebagai Kecamatan dengan Jumlah Desa Terbanyak di Provinsi Jawa Timur.

1. Kec. Ajung  (7 Desa)
● Desa Ajung ● Desa Klompangan ● Desa Mangaran ● Desa Pancakarya ● Desa Rowoindah ● Desa Sukamakmur ● Desa Wirowongso

2 Kec. Ambulu  (7 Desa)
● Desa Ambulu ● Desa Andongsari ● Desa Karanganyar ● Desa Pontang ● Desa Sabrang ● Desa Sumberejo ● Desa Tegalsari

3 Kec. Arjasa  (6 Desa)
● Desa Arjasa ● Desa Biting ● Desa Candijati ● Desa Darsono ● Desa Kamal ● Desa Kemuninglor

4 Kec. Balung  (8 Desa)
● Desa Balungkidul ● Desa Balungkulon ● Desa Balunglor ● Desa Curahlele ● Desa Gumelar ● Desa Karang Semanding ● Desa Karangduren ● Desa Tutul

5 Kec. Bangsalsari  (11 Desa)
● Desa Badean ● Desa Bangsalsari ● Desa Banjarsari ● Desa Curahkalong ● Desa Gambirono ● Desa Karangsono ● Desa Langkap ● Desa Petung ● Desa Sukorejo ● Desa Tisnogambar ● Desa Tugusari

6 Kec. Gumukmas  (8 Desa)
● Desa Bagorejo ● Desa Gumukmas ● Desa Karangrejo ● Desa Kepanjen ● Desa Mayangan ● Desa Menampu ● Desa Purwoasri ● Desa Tembokrejo

7 Kec. Jelbuk  (6 Desa)
● Desa Jelbuk ● Desa Panduman ● Desa Sucopangepok ● Desa Sugerkidul ● Desa Sukojember ● Desa Sukowiryo

8 Kec. Jenggawah  (8 Desa)
● Desa Cangkring ● Desa Jatimulyo ● Desa Jatisari ● Desa Jenggawah ● Desa Kemuningsarikidul ● Desa Kertonegoro ● Desa Sruni ● Desa Wonojati

9 Kec. Jombang  (6 Desa)
● Desa Jombang ● Desa Keting ● Desa Ngampelrejo ● Desa Padomasan ● Desa Sarimulyo ● Desa Wringinagung

10. Kec. Kalisat  (12 Desa)
● Desa Ajung ● Desa Gambiran ● Desa Glagahwero ● Desa Gumuksari ● Desa Kalisat ● Desa Patempuran ● Desa Plalangan ● Desa Sebanen ● Desa Sukoreno ● Desa Sumberjeruk ● Desa Sumberkalong ● Desa Sumberketempa

11 Kec. Kaliwates  (7 Kelurahan)
● Kel. Jemberkidul ● Kel. Kaliwates ● Kel. Kebonagung ● Kel. Kepatihan ● Kel. Mangli ● Kel. Sempusari ● Kel. Tegalbesar

12 Kec. Kencong  (5 Desa)
● Desa Cakru ● Desa Kencong ● Desa Kraton ● Desa Paseban ● Desa Wonorejo

13 Kec. Ledokombo  (10 Desa)
● Desa Karangpaiton ● Desa Ledokombo ● Desa Lembengan ● Desa Slateng ● Desa Sukogidri ● Desa Sumberanget ● Desa Sumberbulus ● Desa Sumberlesung ● Desa Sumbersalak ● Desa Suren

14 Kec. Mayang  (7 Desa)
● Desa Mayang ● Desa Mrawan ● Desa Seputih ● Desa Sidomukti ● Desa Sumberkejayan ● Desa Tegalrejo ● Desa Tegalwaru

15  Kec. Mumbulsari  (7 Desa)
● Desa Karang Kedawung ● Desa Kawangrejo ● Desa Lampeji ● Desa Lengkong ● Desa Mumbulsari ● Desa Suco ● Desa Tamansari

16 Kec. Pakusari  (7 Desa)
● Desa Bedadung ● Desa Jatian ● Desa Kertosari ● Desa Pakusari ● Desa Patemon ● Desa Subo ● Desa Sumberpinang

17  Kec. Panti  (7 Desa)
● Desa Glagahwero ● Desa Kemiri ● Desa Kemuning Sari Lor ● Desa Pakis ● Desa Panti ● Desa Serut ● Desa Suci

18 Kec. Patrang  (8 Kelurahan)
● Kel. Banjarsengon ● Kel. Baratan ● Kel. Bintoro ● Kel. Gebang ● Kel. Jemberlor ● Kel. Jumerto ● Kel. Patrang ● Kel. Slawu

19 Kec. Puger  (12 Desa)
● Desa Bagon ● Desa Grenden ● Desa Jambearum ● Desa Kasiyan ● Desa Kasiyan Timur ● Desa Mlokorejo ● Desa Mojomulyo ● Desa Mojosari ● Desa Pugerkulon ● Desa Pugerwetan ● Desa Wonosari ● Desa Wringintelu

20 Kec. Rambipuji  (8 Desa)
● Desa Curahmalang ● Desa Gugut ● Desa Kaliwining ● Desa Nogosari ● Desa Pecoro ● Desa Rambigundam ● Desa Rambipuji ● Desa Rowotamtu

21 Kec. Semboro  (6 Desa)
● Desa Pondokdalem ● Desa Pondokjoyo ● Desa Rejoagung ● Desa Semboro ● Desa Sidomekar ● Desa Sidomulyo

22 Kec. Silo  (9 Desa)
● Desa Garahan ● Desa Harjomulyo ● Desa Karangharjo ● Desa Mulyorejo ● Desa Pace ● Desa Sempolan ● Desa Sidomulyo ● Desa Silo ● Desa Sumberjati

23 Kec. Sukorambi  (5 Desa)
● Desa Dukuhmencek ● Desa Jubung ● Desa Karangpring ● Desa Klungkung ● Desa Sukorambi

24 Kec. Sukowono  (12 Desa)
● Desa Arjasa ● Desa Baletbaru ● Desa Dawuhanmangli ● Desa Mojogemi ● Desa Pocangan ● Desa Sukokerto ● Desa Sukorejo ● Desa Sukosari ● Desa Sukowono ● Desa Sumberdanti ● Desa Sumberwaru ● Desa Sumberwringin

25 Kec. Sumberbaru  (10 Desa)
● Desa Gelang ● Desa Jambesari ● Desa Jamintoro ● Desa Jatiroto ● Desa Kaliglagah ● Desa Karangbayat ● Desa Pringgowirawan ● Desa Rowotengah ● Desa Sumberagung ● Desa Yosorati

26 Kec. Sumberjambe  (9 Desa)
● Desa Cumedak ● Desa Gunungmalang ● Desa Jambearum ● Desa Plerean ● Desa Pringgondani ● Desa Randuagung ● Desa Rowosari ● Desa Sumberjambe ● Desa Sumberpakem

27 Kec. Sumbersari  (7 Kelurahan)
● Kel. Antirogo ● Kel. Karangrejo ● Kel. Kebonsari ● Kel. Kranjingan ● Kel. Sumbersari ● Kel. Tegalgede ● Kel. Wirolegi

28  Kec. Tanggul  (8 Desa)
● Desa Darungan ● Desa Klatakan ● Desa Kramat Sukoharjo ● Desa Manggisan ● Desa Patemon ● Desa Selodakon ● Desa Tanggulkulon ● Desa Tanggulwetan

29 Kec. Tempurejo  (8 Desa)
● Desa Andongrejo ● Desa Curahnongko ● Desa Curahtakir ● Desa Pondokrejo ● Desa Sanenrejo ● Desa Sidodadi ● Desa Tempurejo ● Desa Wonoasri

30 Kec. Umbulsari  (10 Desa)
● Desa Gadingrejo ● Desa Gunungsari ● Desa Mundurejo ● Desa Paleran ● Desa Sidorejo ● Desa Sukoreno ● Desa Tanjungsari ● Desa Tegalwangi ● Desa Umbulrejo ● Desa Umbulsari

31 Kec. Wuluhan  (7 Desa)
● Desa Ampel ● Desa Dukuhdempok ● Desa Glundengan ● Desa Kesilir ● Desa Lojejer ● Desa Tamansari ● Desa Tanjungrejo


Sumber :
http://desawirausaha.blogspot.com/2016/01/jumlah-dan-nama-nama-desa-kelurahan-di-kabupaten-jember-provinsi-jawa-timur-tahun-2015.html?m=1

Monday, October 7, 2019

Jalan Tol Probowangi

Target Selesai 2025, Pemprov Jatim Kebut Pengadaan Lahan Jalan Tol Probowangi
Kamis, 5 September 2019 08:32

Pemprov Jawa Timur bertekad untuk mempercepat pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) Seksi II. Harapannya jalan bebas hambatan tersebut selesai sesuai target nasional, yakni tahun 2025.

"Jalan tol Probowangi ini kan disambung dari Tol Trans Jawa yang merupakan program nasional yang dituangkan dalam Perpres. Program nasional ini harus selesai pada tahun 2025," kata Kabag Pemerintahan Pemprov Jatim, Dwi Mardiana, usai memberikan sosialisasi tentang rencana pembangunan Jalan Tol Trans Jawa, di Kantor Kecamatan Panarukan, Rabu (4/9) petang.

Karena itu, rencana pembangunan Jalan Tol Probowangi ini menjadi perhatian khusus dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Dari tiga seksi yang direncanakan, pembebasan lahan baru selesai di jalur yang melintasi Kabupaten Probolinggo.

"Pengadaan lahan yang belum dilakukan adalah yang di Situbondo untuk seksi II dan Banyuwangi untuk seksi III," jelasnya.

Saat ini, rencana pembangunan seksi II di Situbondo, Jawa Timur, baru memasuki tahap konsultasi publik berupa sosialisasi. Karena itulah, Pemprov Jatim sejak awal September ini terus melakukan sosialisasi dengan mengundang ratusan warga pemilik lahan secara bergiliran di beberapa titik.

"Uji publik ini merupakan proses pengadaan tanah untuk proyek jalan tol Probowangi. Ditargetkan, pengadaan tanah di Situbondo ini harus rampung bulan ini," ujar Dwi.

Pembangunan jalan tol Probowangi di Situbondo akan memiliki panjang 110 km. Untuk itu dibutuhkan lahan seluas 1.072 hektar yang tersebar di 46 desa di 14 kecamatan.

"Lahan itu 56 persen milik masyarakat dengan rincian, 41 persen merupakan lahan produktif, 15 persen pemukiman. Sedangkan 32 persen merupakan kawasan perhutani dan selebihnya milik instansi," papar Dwi.

Merujuk pada ketentuan dalam UU nomor 02 tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum, lanjut Dwi, pemberian ganti rugi bagi warga yang tanahnya terdampak, tidak hanya akan memperhatikan aspek fisik semata, tapi juga aspek non fisik.

"Memang tidak pakai istilah ganti untung, tetap ganti rugi. Tetapi gantinya akan menguntungkan secara adil dan memakmurkan masyarakat. Karena itu, penggantinya tidak cuma uang, tetapi bisa tanah, rumah atau lainnya. Tergantung nanti dari tim penilai," ungkapnya.

Proses penilaian secara fisik dan non-fisik nantinya akan dilakukan oleh tim dari Konsultan Jasa Penilai Publik (KJPP), setelah musyawarah rampung. Dwi memastikan, proses pembebasan lahan untuk proyek jalan tol Probowangi akan berjalan terbuka. Karena pembelinya pemerintah, maka tidak ada potongan apapun dalam proses jual beli, termasuk tidak ada potongan maupun pajak jual beli.

"Semua kebutuhan dalam rangka transaksi, seperti foto kopi, materai dan lainnya, menjadi tanggung jawab panitia. Untuk pembayarannya nanti akan langsung ke rekening masing-masing pemilik tanah," tandas Dwi.


Sumber :
https://www.merdeka.com/peristiwa/target-selesai-2025-pemprov-jatim-kebut-pengadaan-lahan-jalan-tol-probowangi.html



Rabu, 04 Sep 2019 18:00 WIB
Lahan Proyek Tol Probolinggo-Banyuwangi 1.000 Ha, Sebagian Sawah

Proyek pembangunan jalan tol Probolinggo - Banyuwangi (Probowangi) seksi II di Situbondo masuk tahap konsultasi publik, Rabu (4/9/2019). Ratusan warga di Kecamatan Panarukan dikumpulkan di kantor Kecamatan setempat mengikuti sosialisasi proyek jalan tol Trans Jawa tersebut.

Para warga itu merupakan pemilik lahan yang akan digunakan untuk proyek pembangunan jalan tol Probowangi Seksi II.

"Ini proses pengadaan tanah untuk proyek jalan tol Probowangi. Yang sudah selesai pengadaan tanahnya itu sampai Probolinggo. Situbondo dan Banyuwangi belum selesai. Situbondo masuk Seksi II dan Banyuwangi Seksi III," kata Kabag Pemerintahan Pemprov Jatim, Dwi Mardiana, di lokasi acara.

Dalam sosialisasi itu disampaikan pembangunan jalan tol Probowangi Seksi II di Situbondo akan memiliki panjang 110 Km, dengan lebar sekitar 60 meter. Untuk kepentingan itu, dibutuhkan lahan seluas 1.072 hektare (Ha). Lahan itu tersebar di 46 Desa dalam 14 Kecamatan di Situbondo. Dari lahan yang dibutuhkan proyek jalan tol ini, tanah masyarakat sekitar 56%, Perhutani 32%, instansi 2%, dan lainnya.

"Dari kebutuhan tersebut, masuk tanah sawah sekitar 439,5 hektar atau 41%, pemukiman 15%, selebihnya masuk kawasan Perhutani dan pemerintah," beber Agus Winarno, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementrian Pekerjaan Umum Dinas Bina Marga.

Semula pintu jalan tol di sepanjang Situbondo ini direncanakan hanya ada dua. Namun, sambung Agus, karena usulan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, pintu tol di Situbondo ditambah menjadi 4. Masing-masing, di Kecamatan Besuki, di Desa Pasir Putih Kecamatan Bungatan, Kecamatan Panji, dan di Desa Curah Kalak, Kecamatan Jangkar.

"Pengadaan tanah ini akan disesuaikan dengan UU nomor 02 tahun 2012. Prinsipnya, hak-hak masyarakat harus terpenuhi. Baik yang di atas maupun bawah tanah itu ada nilainya," papar Agus.

Karena itu, jika ada tim yang akan melakukan identifikasi dan inventarisasi pemilik tanah hendaknya bersikap kooperatif. Hasil identifikasi dan inventarisasi itu kemudian akan diumumkan secara terbuka di Balai Desa masing-masing. Sehingga, jika ada ketidaksesuaian pemilik lahan bisa langsung komplain.

"Kami juga akan membuka Posko di masing-masing Balai Desa. Sehingga, jika ada yang kurang jelas warga bisa langsung bertanya," papar Agus Winarno.

Pemerintah juga menjamin pengadaan tanah untuk proyek jalan tol ini akan berjalan terbuka. Keterbukaan itu sekaligus menjawab jaminan transparansi yang sering diragukan masyarakat. Menurut Agus, sesuai peraturan karena pembelinya adalah pemerintah, maka tidak ada potongan apapun dalam ganti rugi tersebut.

"Potongan dan pajak jual beli nol atau tidak ada, karena dibeli pemerintah. Kecuali yang pajak tanahnya sempat nunggak. Semua kebutuhan, baik foto kopi atau materai dan sebagainya, semuanya juga tanggung jawab panitia. Pembayarannya nanti akan langsung ke rekening," ujar Agus Winarno.

Sementara Dwi Mardiana menambahkan, sosialisasi dan konsultasi publik di Situbondo sudah dilakukan sejak Senin (2/9) lalu. Diharapkan sosialasi sudah selesai dalam bulan ini. Sehingga Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, bisa segera mengeluarkan keputusan ijin penetapan lokasi (penlok). Jika ijin penlok sudah terbit, maka tahapan pengadaan tanah bisa dilakukan.

"Sosialisasi ini untuk menjelaskan kepada warga bahwa tanahnya akan digunakan pembangunan jalan tol. Selain itu, agar warga juga mengetahui secara transparan mulai dari persiapan sampai pelaksanaan," tandasnya.

Sebagian pemilik lahan sempat mempertanyakan patokan harga ganti rugi yang disiapkan pemerintah. Salah seorang warga, Abdul Muis mewanti-wanti, agar patokan harga ganti rugi itu tidak hanya didasarkan pada penilaian saja. Tetapi juga harus didasarkan pada 'rasa-rasa' si pemilik lahan. Apalagi lahan pertanian, yang selama ini menjadi satu-satunya sandaran ekonomi masyarakat.

"Tentu ini akan sangat berdampak pada perekonomian kami. Selama ini hasil lahan itu juga menjadi penunjang pendidikan dan masa depan anak-anak kami. Karena itu, kami meminta agar pemerintah juga mengendepankan 'rasa-rasa' dalam menentukan harga ganti rugi nanti," tukas pria asal Desa Sumberkolak itu.

Dwi Mardiana menjelaskan, harga ganti rugi untuk pembebasan lahan itu akan disesuaikan dengan UU nomor 02 tahun 2012. Sehingga meski istilahnya tetap ganti rugi, namun penggantinya cukup menguntungkan, adil, dan layak untuk kemakmuran masyarakat.

"Namun, soal harga itu bukan kewenangan kami. Nanti akan ada tim tersendiri, yakni dari Konsultan Jasa Penilai Publik (KJPP). Jadi akan dinilai, baik secara fisik maupun non fisik. Ganti rugi juga tidak hanya berupa uang, bisa juga berbentuk rumah atau lainnya, yang itu juga atas penilaian dari tim KJPP," papar wanita berjilbab itu


Sumber :
https://finance.detik.com/infrastruktur/d-4693590/lahan-proyek-tol-probolinggo-banyuwangi-1000-ha-sebagian-sawah

Jalan tol Probowangi (Probolinggo-Banyuwangi)

Tol Probowangi Butuh Dua Tahun, JLS Jember-Banyuwangi Akan Didahulukan

Minggu, 17 Februari 2019 - 07:04

Menteri Badaan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno tengah mempertimbangkan untuk segera menyambungkan Jalan Lintas Selatan (JLS) Jember-Banyuwangi.

"Jalan tol Probowangi (Probolinggo-Banyuwangi) masih membutuhkan waktu 2 tahun untuk terealisasi, JLS Jember-Banyuwangi akan dipertimbangkan untuk didahulukan," kata Rini setelah mengikuti acara Chocolate Glenmore Run, di Perkebunan Kendeng Lembu, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu 16 Februari 2019.

Rini mengatakan mendapat informasi dari Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bahwa JLS dari Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, hanya kurang 12 kilometer untuk tersambung dengan Jember.

Karena itu, dia menyatakan akan segera membicarakan kemungkinan mendahulukan pembangunan JLS Jember-Banyuwangi dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono.

"Kemarin saya lewat (Gunung) Gumitir (dari Jember ke Banyuwangi) itu, aduh macetnya, sangat padat. Jadi ini kalau bisa ditambah akan sangat membantu. Insyaallah nanti ada jalan," katanya.

Ihwal kepastian jalur tol Probowangi akan melewati Situbondo atau Jember, Rini belum memberikan jawaban pasti. Menurutnya lebih baik fokus ke JLS yang lebih memungkinkan untuk cepat dibangun sehingga fungsinya bisa segera dirasakan masyarakat.

Sedangkan pembahasan mengenai tol Probowangi juga masih bergulir. Terakhir dinyatakan, kata Rini, bila tol Probowangi dipilih jalur Situbondo akan melewati pusat latihan marinir TNI di Karang Tekok, Taman Nasional Baluran, Situbondo.

Karena itu, harus dibangun tunnel atau terowongan jalan di bawah bukit agar aktivitas di jalan tol dan latihan tempur TNI sama-sama aman. Namun bukan berarti sudah diputuskan jalur Situbondo yang akan dilalui tol Probowangi.

"Memang kalau masih melewati situ (Situbondo), kita harus bikin semacam tunnel supaya aman semuanya. Jalan tol kalau melewati Situbondo memang harus melewati sana (pusat latihan TNI)," kata Rini.


Sumber :
https://jatimnet.com/tol-probowangi-butuh-dua-tahun-jls-jember-banyuwangi-akan-didahulukan



Sabtu, 22 Des 2018 20:24 WIB
Pembangunan Tol Trans Jawa Diubah Melewati Jember

Proyek jalan tol Trans Jawa akan dibelokkan arahya untuk melewati Jember. Dalam rencana sebelumnya, jalan tol ini tidak melewati Jember, namun dari Probolinggo langsung ke Situbondo dan Banyuwangi.

Bupati Jember, Faida menjelaskan, perubahan trase tol Trans Jawa melewati Kabupaten Jember telah dikomunikasikan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dalam komunikasi tersebut Pemkab Jember diminta berpartisipasi dalam penyiapan lahan untuk proyek jalan tol.

"Mengenai jalan tol, sesuai dengan keinginan masyarakat Jember, bahwa tol Trans Jawa melewati Jember akhirnya dipenuhi. Kita akan fasilitasi dan bantu semaksimal mungkin," ungkap Faida saat memberikan sambutan dalam acara Grand Opening Transmart di Jalan Hayam Wuruk, Jember dikutip dari laman resmi Pemkab Jember Jum'at, (21/12/2018).

Hal ini akan menjadi keuntungan bagi Jember, karena daerah tersebut direncanakan menjadi embarkasi umrah haji.

"Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen untuk mengawal perpindahan alur tol Trans Jawa," ungkap Faida.

Kabar perubahan arah pembangunan jalan tol Trans Jawa tersebut mendapatkan tanggapan dari Chairman CT Corp Chairul Tanjung. Dalam sambutannya, CT menjelaskan manfaat jalan tol Trans Jawa yang beralih arah pembangunannya ke Jember.

"Jalan tol yang menghubungkan Trans Jawa dan koneksi ke Jember tentu akan membangkitkan perekonomian Jember. Distribusi logistik dan transportasi akan lebih mudah dengan jalan tol tersebut," ungkap CT.


Sumber :
https://finance.detik.com/infrastruktur/d-4355482/pembangunan-tol-trans-jawa-diubah-melewati-jember

Tuesday, May 14, 2019

Polres Jember Bangun Sirkuit

Tekan Aksi Balap Liar, Polres Jember Bangun Sirkuit


Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo dan Kasatlantas Polres Jember AKP Edwin Nathanael menunjukkan belasan sepeda motor yang dipakai untuk aksi balap liar, Jumat (1/2/2019).

Aksi balap liar sudah sangat meresahkan. Polres Jember pun mengobok-obok aksi balap liar yang berlokasi di Jalan Gajah Mada, Kaliwates, Jember pada Jumat (1/2/2019) dini hari.

Dari operasi tersebut, sedikitnya 20 orang berhasil diamankan serta 15 sepeda motor yang digunakan untuk balapan liar.

“Tadi malam jajaran Satlantas Polres Jember berhasil melakukan razia terhadap aksi balap liar. Ada 20 joki yang kami data dan kami amankan beserta 15 kendaraan yang tidak memenuhi standar juga kami angkut,” ujar Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo yang didampingi Kasatlantas Polres Jember AKP Edwin Nathanael dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Jember, Jumat.

Kusworo menerangkan bahwa aksi balap liar terjadi karena para pembalap memanfaatkan waktu-waktu tertentu. Misal dengan memilih hari yang tidak ada operasi razia dari kepolisian.

"Mereka beranggapan kalau Satlantas Polres Jember hanya merazia balap liar pada malam Sabtu dan Minggu. Karena itu, mereka melakukan aksinya di luar hari tersebut," tuturnya.

Dia mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dispora Kabupaten Jember untuk menyediakan arena khusus untuk balap sepeda motor.

"Saat ini Polres Jember sudah melakukan koordinasi dengan Dispora dan dalam waktu dekat akan dibangun sirkuit balap. Hal ini selain untuk memberikan wadah penghobi balap sepeda motor, juga untuk mengantisipasi adanya aksi balap liar yang membahayakan masyarakat. Tentunya mereka yang akan menggunakan sirkuit ini tetap harus mematuhi peraturan dan syarat ketentuan yang berlaku,” imbuhnya. (*)


Sumber :
https://www.viva.co.id/berita/nasional/1117357-tekan-aksi-balap-liar-polres-jember-bangun-sirkuit

Sunday, November 5, 2017

Proyek tol Probolinggo-Banyuwangi

Tol Trans Jawa Segera Tersambung hingga Banyuwangi

Perkembangan tol Trans Jawa terus mengalami kemajuan. Saat ini, terdapat beberapa ruas tol tengah masuk proses lelang, termasuk tol Banyuwangi.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Herry TZ mengatakan, ada tiga ruas tol yang masuk proses lelang. Tiga ruas itu antara lain, Probolinggo-Banyuwangi, Jakarta-Cikampek II Selatan, dan Serang-Panimbang yang menjadi bagian pemerintah.

"Sedang kita lelang ada tiga ruas. Probolinggo-Banyuwangi, kemudian Jakarta-Cikampek Selatan. Sama availability payment (AP)-nya Serang Panimbang. Semarang-Demak masih tunggu tanahnya, masih tunggu penetapan lokasi (penlok) jadi sementara masih persiapan itu," kata dia di Kementerian PU-PR Jakarta, Jumat (29/9/2017).

Total panjang tol tersebut sekitar 260 km. Herry mengatakan, Probolinggo-Banyuwangi sekitar 170 km, Jakarta-Cikampek II Selatan 60 km, dan Serang-Panimbang 30 km. "Mudah-mudah yang bisa akhir tahun ini ditandatangani Probolinggo sama Jakarta-Cikampek," ungkap dia.

Herry menerangkan, Probolinggo-Banyuwangi merupakan ruas terakhir dari Tol Trans Jawa. Dia mengatakan, pemerintah akan mendorong pembangunan tol tersebut sehingga bisa rampung di 2019.

"Probolinggo-Banyuwangi terakhir di Trans Jawa makanya kita dorong betul untuk segera selesai prosesnya, karena dituntut selesai di ujung 2019," ungkap dia.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) Basuki Hadimuljono mengatakan, enam ruas tol mulai beroperasi pada 2017 ini. Tol yang akan beroperasi yakni terdiri dari Tol di Sumatera dan sisanya Jawa.

"Kami operasikan lima ruas tol baru, meliputi Medan-Binjai Seksi 2 (6,18 km) dan 3 (4,28 km), Palembang-Indralaya Seksi 1 (7,75 km), Kertosono-Mojokerto seksi 2 (20,15 km) dan 4 (0,9 km), Bawen-Salatiga (20,51 km), dan Gempol Junction-Bangil (7.8 km)," kata Basuki.

Khusus ruas tol Gempol Junction-Bangil tadi (7,8 km) akan tersambung dengan ruas tol Bangil-Rembang sepanjang 7,9 km yang sudah dioperasikan sebelumnya. Sehingga, secara keseluruhan ruas tol Gempol-Rembang 15,7 km sudah tuntas.

Sementara ruas tol keenam yang akan dioperasikan adalah sebagian ruas tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu). Basuki mengatakan akan dibuka pada akhir September 2017 mendatang.

"Becakayu Seksi 1 sepanjang 8,3 km (Cipinang-Jaka Sampurna) memang belum tersambung ke Jalan Kasablanka. Sekarang baru sampai Pasar Gembrong-Cipinang," ujarnya.

Tol Becakayu ini memiliki panjang total 21,04 km yang terdiri dari 2 seksi, yaitu Seksi 1 Casablanca-Cipinang-Jaka Sampurna 11 km dan Seksi 2 Jaka Sampurna–Duren Jaya 10,04 km. Untuk keseluruhan Seksi 1 ditargetkan penyelesaiannya pada awal 2018. Biaya investasi tol ini mencapai Rp 7,2 triliun.


Sumber :
http://bisnis.liputan6.com/read/3112441/tol-trans-jawa-segera-tersambung-hingga-banyuwangi


Membentang 172 Km, Tol Probolinggo-Banyuwangi Lewati 3 Kabupaten

Pemerintah telah membuka lelang proyek tol Probolinggo-Banyuwangi sejak akhir April lalu. Ruas tol dengan panjang 172,91 km ini bakal menjadi ruas yang melengkapi tersambungnya tol Trans Jawa, dari Merak hingga Banyuwangi.

Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) yang dikutip detikFinance, Kamis (4/5/2017), ruas ini akan memiliki 7 seksi. Ketujuh seksi tersebut dimulai dari Krakasan hingga Ketapang yang melewati tiga kabupaten, yakni Probolinggo, Situbondo, dan Banyuwangi.

IC Krakasan menjadi seksi pertama yang membentang sepanjang 6 km. Kemudian diteruskan ke IC kedua, yakni IC Paiton yang akan membentang sepanjang 16 km lagi. Setelah itu adalah IC Besuki yang memiliki panjang 44 km. Setelah 44 km pertama, IC selanjutnya berlanjut ke Situbondo yang membentang sepanjang 18 km. Melewati tiga kecamatan, bersambung lagi ke IC Asembagus sepanjang 43 km. Hingga akhirnya berakhir di IC Ketapang sepanjang 22 km.

Ruas tol ini akan memiliki lajur 2x2 dan 2x3 dengan lebar 3,6 meter, lebar bahu luar 3 meter dan lebar bahu dalam 1,5 meter.

Dengan dibukanya tender ini, diharapkan proses lelang akan selesai dalam waktu lima bulan ke depan, sehingga bisa segera dilakukan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) agar proses konstruksi segera dimulai. Pasalnya, ruas ini ditargetkan bakal selesai dalam dua tahun, sehingga Merak-Banyuwangi bisa tersambung tol pada 2019 mendatang.


Sumber :
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/3491375/membentang-172-km-tol-probolinggo-banyuwangi-lewati-3-kabupaten

Tuesday, May 26, 2015

Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi

Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi Dimulai 2015


Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Agus Siswanto, mengatakan bahwa tahapan pembangunan jalan tol Probolinggo-Banyuwangi akan dimulai 2015 mendatang. "Tahun depan Kementerian Pekerjaan Umum mulai melakukan studi kajian," kata Agus kepada Tempo, Jumat 7 Maret 2014.

Menurut Agus, pembangunan tol Probolinggo-Banyuwangi itu sudah masuk Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Nasional dan RTRW Provinsi Jawa Timur. Realisasi jalan tol ini sebelumnya ditargetkan pada 2010 lalu, namun molor karena terkendala harga lahan. Dia berharap supaya pembangunan jalan tol itu dipercepat karena tingginya beban kendaraan di jalur pantura Probolinggo-Banyuwangi.

Jalan tol tersebut, kata dia, akan meramaikan Pelabuhan Tanjung Wangi yang diproyeksikan menjadi pelabuhan ekspor-impor. Apalagi pemerintah Banyuwangi akan membangun kawasan industri terpadu di dekat jalur pantura tersebut. "Jalan tol akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Banyuwangi," kata dia.

Jalan tol sepanjang 156 kilometer ini melewati tiga kabupaten, yakni Probolinggo sepanjang 26 kilometer, Situbondo 103 kilometer, dan Banyuwangi 27 kilometer. Pembebasan lahan untuk jalan tol di tiga kabupaten ini direncanakan seluas total 1.325 hektare. Rinciannya sebanyak 434 hektare lahan permukiman, sawah 197 hektare, dan perkebunan 694 hektare.

Sesuai dengan data Kementerian Pekerjaan Umum di Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Banyuwangi, estimasi dana yang dibutuhkan untuk pembangunan jalan tol ini sebesar Rp 6,7 triliun. Jalan tol Probolinggo-Banyuwangi ini menjadi kelanjutan pembangunan jalan tol Pasuruan-Probolinggo, melalui jalur pantai utara atau pantura. Di Banyuwangi, jalan tol ini direncanakan akan berakhir di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro.


Sumber :
http://bisnis.tempo.co/read/news/2014/03/08/090560421/Jalan-Tol-Probolinggo-Banyuwangi-Dimulai-2015

Tuesday, May 19, 2015

Jalan Sudarman Jalan Terpendek

BUPATI JEMBER YANG BERNAMA SUDARMAN


Jalan Sudarman di Alun-alun Kota Jember merupakan jalan terpendek di Jember dengan hanya memiliki satu nomor rumah, yaitu Nomor 1 Pemerintah Kabupaten Jember. Nama Sudarman yang diambil dari nama Bupati Jember yang disahkan oleh Pemerintah RI di awal Proklamasi Kemerdekaan.

Masa jabatan M Sudarman menjabat Bupati Jember juga sependek jalan yang menggunakan namanya. Saat Agresi Militer I dilakukan pihak Belanda, pada tanggal 14 Oktober 1947, M. Soedarman ditangkap oleh tentara Belanda bersama KNIL di rumahnya.

Rumah M. Soedarman dikepung oleh tentara Belanda yang kemudia Soedarman dipaksa untuk ditahan. Sebelum meninggalkan rumahnya, berbagai perabotan rumah tangga diantaranya berupa funiture diangkut oleh empat truk tentara.

Soedarman bersama keluarganya kemudian dinaikkan dalam mobil yang kemudian dikawal dua mobil lapis baja menuju Surabaya. Soedarman beserta keluarganya menjadi tahanan kota di Surabaya.

(Kisah ditangkapnya Bupati Jember M. Soedarman dikisahkan dalam surat kabar Belanda "Dagblad Amigo De Curacao" halaman 2, Donderdag (Kamis) 13 November 1947) - ditulis ulang oleh Y. Setiyo Hadi

Sumber :
https://www.facebook.com/100.KOber?fref=nf

Related Posts