Showing posts with label Lain-lain. Show all posts
Showing posts with label Lain-lain. Show all posts

Wednesday, April 28, 2021

Situs Batu Megalitikum

Situs Duplang, Artefak Zaman Megalithikum Di Kabupaten Jember

3 July 2019 


Situs Duplang – Indonesia dikenal oleh masyarakat dunia sebagai negara yang memiliki kekayaan budaya dan peninggalan yang mengagumkan. Jawa Timur memiliki banyak warisan peninggalan budaya, khususnya benda bersejarah dan purbakala yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten. Salah satu peninggalan bersejarah tersebut terletak di wilayah Kabupaten Jember.

Kepercayaan manusia purba di Jember adalah animisme dan dinamisme. Mereka menyembah roh nenek moyang dan benda-benda yang dianggap memiliki kekuatan spiritual. Kepercayaan masyarakat purbakala dibuktikan dengan adanya situs Duplang di kecamatan Arjasa. Situs yang di Arjasa tersebut menyimpan banyak peninggalan dan salah satunya dolmen yang digunakan sebagai tempat meletekkan sesajen untuk sarana pemujaan.

Bukti arkeologis berupa artefak yang ditemukan di Kabupaten Jember ini menjadi bukti bahwa daerah ini pernah menjadi lintasan sejarah, ataupun pilihan tempat hunian bagi manusia pada masa lalu dalam pengembaraannya mencari kehidupan yang layak dari masa ke masa baik masa prasejarah sampai masa sejarah. Jadi, tidak mengherankan apabila banyak temuan-temuan artefak cagar budaya.

Kebudayaan megalithikum sangat berpengaruh terhadap langkah manusia modern saat ini. Di sini kita bisa belajar dan bahkan melihat langsung bagaimana peninggalan pada saat prasejarah


Situs Duplang Masih Berdiri Kokoh Hingga Sekarang

Situs Duplang terletak di lereng Gunung Argopuro tepatnya di Desa Kamal, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur, sekitar 15 km utara kota Jember. Situs Duplang menyimpan cerita sejarah panjang mengenai peradaban manusia nusantara di masa lalu. Menurut Bapak Sudarman (nama aslinya Abdurahim, lahir tahun 1938), yaitu jupel (juru pelihara), Situs Duplang merupakan peninggalan kuno sebagai salah satu perkampungan purbakala di Provinsi Jawa Timur”.

Situs Duplang merupakan situs peninggalan pada zaman megalithikum. Berdasarkan info dari pemelihara, di dalam situs yang berlokasi di ketinggian antara 270-290 mdpl ini memiliki sekitar 69 buah batu kenong, 6 buah dolmen, 2 buah batu menhir dan 1 lumpang batu dan kubur peti batu. Di desa Kamal sendiri, berdasarkan keterangan bapak Sudarman, telah diketemukan sebanyak 3600an batu kenong yang tersebar di beberapa dusun.

Situs Duplang sangat bernilai besar dan sangat bepengaruh pada mulanya peradaban manusia di dunia, situs ini merupakan simbol dari akar kekayaan budaya bangsa di masa dulu. Maka dari itu sebagai warga negara Indonesia yang memiliki situs ini sangatlah bangga serta memiliki kewajiban untuk merawat dan menjaga kelestariannya.


Jenis Artefak Di Situs Duplang


Kubur Batu Atau Dolmen

Merupakan sebuah batu besar yang ditopang dengan 4 sampai 6 batu dan di sampingnya ditutup dengan batu. Kubur batu atau dolmen ini berfungsi sebagai meja atau kubur batu. Selain itu, Dolmen juga berfungsi sebagai tempat meletakkan saji-sajian untuk pemujaan.


Menhir

Merupkan sebuah bangunan yang berupa tugu batu yang didirikan untuk upacara menghormati roh nenek moyang. Menhir berfungsi sebagai benda pemujaan. Menhir yang terdapat di situs Duplang ini adalah sebuah batu berbentuk tegak.


Batu Kenong

Merupakan merupakan istilah penduduk setempat, bentuknya silinder dengan tonjolan di puncaknya. Menurut jenisnya tonjolan yang ad di batu kenong dapat berupa dua tonjolan ataupun satu tonjolan.

Batu kenong berfungsi sebagai umpak, merupakan unsur bangunan bagian bawah atau pondasi. Bahan bangunan lainnya (bagian atas) berupa kayu atau bambu dan atapnya dari daun-daun atau jenis rumput-rumputan, yang tidak tahan lama sehingga tidak ditemukan sisa-sisanya.


Lesung

Lesung merupakan sebuah batu yang di tengahnya terdapat lubang kecil sebagai tempat untuk memenuhi kehidupan masyarakat megalithikum pada saat itu. Pada masa itu, manusia purba (masyarakat megalithikum) menggunakan lesung dengan ukuran lubang kecil ini untuk menumbuk kopi, padi, dan lain sebagainya namun dalam jumlah yang sedikit.

Menurut kepercayaan, lesung yang terdapat di situs Duplang ini melambangkan suatu kesuburan atau biasa yang disebut lingga yoni. Pada lesung ini disebut sebagai yoni karena fungsinya sendiri melambangkan kesuburan. Sedangkan pasangannya disebut dengan lingga sebagai penutup lubang dari yoni.


Peti Kubur Batu

Peti kubur batu adalah peti jenazah yang terbuat dari batu pipih. Sebagaimana kebiasaan atau adat jaman purbakala yang dikenal dengan jaman batu masyarakat purba seringa memanfaatkan batu sebagai alat utama, tidak hanya digunakan untuk memasak, alat bercocok tanam tetapi batu pun juga di gunakan sebagai alat untuk menyimpan jenazah.


Lokasi Situs Duplang

Untuk mengunjungi wisata ini anda harus menempuh perjalanan yang cukup lama, dikarenakan lokasi di atas terletak di sebuah desa terpencil yang memiliki akses jalan yang cukup rusak dan sempit. Situs Duplang yang berada di Desa Kamal, Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember. Untuk menuju situs ini, dari alun-alun Kota Jember ke Desa Kamal hanya berjarak 16 km.


Fasilitas

Adapun fasilitas yang dapat Anda temui di tempat wisata ini adalah pondok wisata, area parkir, toilet, dan musholla.


Akses Sarana Transportasi

Bagi Anda yang ingin mengunjungi keindahan situs Duplang Jember, harus menempuh jarak 16 km. Anda bisa menggunakan kendaraan motor ataupun kendaraan roda empat untuk datang ketempat ini. Namun akses jalan yang rusak dan sempit membuat perjalanan menuju ke lokasi menjadi sedikit lebih lama.


Jam Buka Dan Harga Tiket Masuk

Untuk jam buka dari objek wisata ini adalah 24 jam dan Anda tidak akan diminta retribusi dalam bentuk apapun agar dapat memasuki kawasan situs Duplang, jadi bagi kamu yang berada di luar kota bebas untuk datang kemari kapanpun. Akan tetapi, Anda hanya diminta untuk mengisi buku tamu oleh juru pelihara. Dan alangkah baiknya, Anda memberikan uang sebagai biaya perawatan dan juga sebagai ucapan rasa terima kasih.


Tips Berlibur Ke Objek Wisata Situs Duplang

Jika Anda telah menyiapkan rencana untuk berkunjung ke objek wisata ini bersama dengan kerabat ataupun keluarga, ada beberapa hal yang harus  diperhatikan. Hal pertama adalah jangan membuang sampah sembarangan untuk menjaga keasrian dan keindahan dari objek wisata tersebut. Siapkan juga kamera ataupun ponsel dalam keadaan baterai yang telah terisi penuh jika kamu ingin berfoto ria ketika berada di sana.

Persiapkan juga berbagai perbekalan dan perlengkapan yang berguna untuk kebutuhan Anda nanti dan dimohon untuk tidak melakukan berbagai tindakan merugikan selama berada di situs Duplang, namun yang terpenting adalah jangan lupa untuk berdoa dan memohon keselamatan selama di perjalanan ataupun ketika berada di tempat wisata.


Sumber :

https://wongjember.com/situs-duplang-jember/

Wednesday, June 3, 2020

Tukang Reparasi di Jember Ciptakan Mobil Listrik

Modal Rp12 Juta, Tukang Reparasi di Jember Sukses Ciptakan Mobil Listrik


Masyarakat Indonesia emang terkenal dengan kekreatifitasannya, seperti halnya yang dilakukan seorang tukang reparasi barang elektronik asal Jember, Sasmito.

Berbekal ilmu yang didapatkannya dari YouTube, ayah dua anak tersebut berhasil menciptakan sebuah mobil listrik menggunakan kedua tangannya sendiri.

Seperti dilansir dari Kompas.com, ide membuat mobil listrik sendiri bermula dari grup Facebook komunitas sepeda motor listrik tempat dia bergabung pada tahun 2016 silam.

Dari situ lah, Sasmito kemudian berkenalan dengan teman-teman yang mempunyai kemampuan untuk menciptakan mobil listrik.

Bermodal sepeda listrik yang dia beli pada tahun 2012, pria asal Dusun Kraton, Desa Wonoasri ini pun membeli baterai dan control baru sebelum kemudian melakukan modifikasi.

Menghabiskan waktu selama setengah bulan untuk proses perakitan, total Sasmito mengeluarkan uang Rp 12 juta hingga mobil listrik ciptaannya tersebut benar-benar jadi.

“Setengah bulan sudah bisa dirakit, tapi perlu penyempurnaan,” cerita pria lulusan SMP PGRI 1 Tumpurejo tersebut.

Saat ini, mobil tersebut seringkali digunakan Sasmito untuk sehari-hari seperti mengantarkan anak ke sekolah ataupun pergi ke pasar yang memiliki jarak 20 kilometer dari rumah.

Sasmito menambahkan, mobil listrik ciptaannya tersebut membuat pengeluaran yang selama ini digunakan untuk membeli bahan bakar berkurang drastis.

Sebagai perbandingan, jika sepeda motor menghabiskan satu liter bensin seharga Rp 8.000, mobil ini hanya memerlukan daya 900 watt atau sekitar Rp 1.600.

Selain irit, Sasmito merasa bahwa penggunaan mobil listrik tersebut dapat mengurangi polusi udara yang makin hari semakin memprihatinkan.

“Naik mobil listrik ini juga untuk mengurangi polusi udara,” tutupnya.

Wah, keren ya sob! Gimana, kalian juga pada tertarik nggak nih bikin mobil listrik sendiri seperti Pak Sasmito?


Sumber :
https://hai.grid.id/read/072178449/modal-rp12-juta-tukang-reparasi-di-jember-sukses-ciptakan-mobil-listrik?page=all

Friday, April 10, 2020

Nama Desa, Kelurahan 7 Kecamatan di Jember

Jumlah dan Nama Desa / Kelurahan & Kecamatan di Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur

Provinsi Jawa Timur menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 56 Tahun 2015 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan disebutkan sebagai salah satu dari sebanyak 34 Provinsi di Indonesia. Di provinsi ini terdapat sebanyak 7.724 desa, 777 kelurahan, dan 664 kecamatan yang tersebar di 29 kabupaten dan 9 kota. Salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur adalah Kabupaten Jember.

Dari tabel di bawah ini dapat dilihat bahwa di Kabupaten Jember terdapat sebanyak 226 Desa, dan 22 Kelurahan yang tersebar di sebanyak 31 Kecamatan. Dengan sejumlah desa tersebut, Kabupaten Jember berada di Peringkat Ke – 16 dalam Daftar Kabupaten / Kota dengan Jumlah Desa Terbanyak di Provinsi Jawa Timur.

Sebanyak 3 kecamatan yaitu Kecamatan Kalisat, Kecamatan Puger, dan Kecamatan Sukowonodengan jumlah desa masing-masing sebanyak 12 desa merupakan Kecamatan dengan Jumlah Desa Terbanyak di Kabupaten Jember, dan Peringkat ke – 48 sebagai Kecamatan dengan Jumlah Desa Terbanyak di Provinsi Jawa Timur.

1. Kec. Ajung  (7 Desa)
● Desa Ajung ● Desa Klompangan ● Desa Mangaran ● Desa Pancakarya ● Desa Rowoindah ● Desa Sukamakmur ● Desa Wirowongso

2 Kec. Ambulu  (7 Desa)
● Desa Ambulu ● Desa Andongsari ● Desa Karanganyar ● Desa Pontang ● Desa Sabrang ● Desa Sumberejo ● Desa Tegalsari

3 Kec. Arjasa  (6 Desa)
● Desa Arjasa ● Desa Biting ● Desa Candijati ● Desa Darsono ● Desa Kamal ● Desa Kemuninglor

4 Kec. Balung  (8 Desa)
● Desa Balungkidul ● Desa Balungkulon ● Desa Balunglor ● Desa Curahlele ● Desa Gumelar ● Desa Karang Semanding ● Desa Karangduren ● Desa Tutul

5 Kec. Bangsalsari  (11 Desa)
● Desa Badean ● Desa Bangsalsari ● Desa Banjarsari ● Desa Curahkalong ● Desa Gambirono ● Desa Karangsono ● Desa Langkap ● Desa Petung ● Desa Sukorejo ● Desa Tisnogambar ● Desa Tugusari

6 Kec. Gumukmas  (8 Desa)
● Desa Bagorejo ● Desa Gumukmas ● Desa Karangrejo ● Desa Kepanjen ● Desa Mayangan ● Desa Menampu ● Desa Purwoasri ● Desa Tembokrejo

7 Kec. Jelbuk  (6 Desa)
● Desa Jelbuk ● Desa Panduman ● Desa Sucopangepok ● Desa Sugerkidul ● Desa Sukojember ● Desa Sukowiryo

8 Kec. Jenggawah  (8 Desa)
● Desa Cangkring ● Desa Jatimulyo ● Desa Jatisari ● Desa Jenggawah ● Desa Kemuningsarikidul ● Desa Kertonegoro ● Desa Sruni ● Desa Wonojati

9 Kec. Jombang  (6 Desa)
● Desa Jombang ● Desa Keting ● Desa Ngampelrejo ● Desa Padomasan ● Desa Sarimulyo ● Desa Wringinagung

10. Kec. Kalisat  (12 Desa)
● Desa Ajung ● Desa Gambiran ● Desa Glagahwero ● Desa Gumuksari ● Desa Kalisat ● Desa Patempuran ● Desa Plalangan ● Desa Sebanen ● Desa Sukoreno ● Desa Sumberjeruk ● Desa Sumberkalong ● Desa Sumberketempa

11 Kec. Kaliwates  (7 Kelurahan)
● Kel. Jemberkidul ● Kel. Kaliwates ● Kel. Kebonagung ● Kel. Kepatihan ● Kel. Mangli ● Kel. Sempusari ● Kel. Tegalbesar

12 Kec. Kencong  (5 Desa)
● Desa Cakru ● Desa Kencong ● Desa Kraton ● Desa Paseban ● Desa Wonorejo

13 Kec. Ledokombo  (10 Desa)
● Desa Karangpaiton ● Desa Ledokombo ● Desa Lembengan ● Desa Slateng ● Desa Sukogidri ● Desa Sumberanget ● Desa Sumberbulus ● Desa Sumberlesung ● Desa Sumbersalak ● Desa Suren

14 Kec. Mayang  (7 Desa)
● Desa Mayang ● Desa Mrawan ● Desa Seputih ● Desa Sidomukti ● Desa Sumberkejayan ● Desa Tegalrejo ● Desa Tegalwaru

15  Kec. Mumbulsari  (7 Desa)
● Desa Karang Kedawung ● Desa Kawangrejo ● Desa Lampeji ● Desa Lengkong ● Desa Mumbulsari ● Desa Suco ● Desa Tamansari

16 Kec. Pakusari  (7 Desa)
● Desa Bedadung ● Desa Jatian ● Desa Kertosari ● Desa Pakusari ● Desa Patemon ● Desa Subo ● Desa Sumberpinang

17  Kec. Panti  (7 Desa)
● Desa Glagahwero ● Desa Kemiri ● Desa Kemuning Sari Lor ● Desa Pakis ● Desa Panti ● Desa Serut ● Desa Suci

18 Kec. Patrang  (8 Kelurahan)
● Kel. Banjarsengon ● Kel. Baratan ● Kel. Bintoro ● Kel. Gebang ● Kel. Jemberlor ● Kel. Jumerto ● Kel. Patrang ● Kel. Slawu

19 Kec. Puger  (12 Desa)
● Desa Bagon ● Desa Grenden ● Desa Jambearum ● Desa Kasiyan ● Desa Kasiyan Timur ● Desa Mlokorejo ● Desa Mojomulyo ● Desa Mojosari ● Desa Pugerkulon ● Desa Pugerwetan ● Desa Wonosari ● Desa Wringintelu

20 Kec. Rambipuji  (8 Desa)
● Desa Curahmalang ● Desa Gugut ● Desa Kaliwining ● Desa Nogosari ● Desa Pecoro ● Desa Rambigundam ● Desa Rambipuji ● Desa Rowotamtu

21 Kec. Semboro  (6 Desa)
● Desa Pondokdalem ● Desa Pondokjoyo ● Desa Rejoagung ● Desa Semboro ● Desa Sidomekar ● Desa Sidomulyo

22 Kec. Silo  (9 Desa)
● Desa Garahan ● Desa Harjomulyo ● Desa Karangharjo ● Desa Mulyorejo ● Desa Pace ● Desa Sempolan ● Desa Sidomulyo ● Desa Silo ● Desa Sumberjati

23 Kec. Sukorambi  (5 Desa)
● Desa Dukuhmencek ● Desa Jubung ● Desa Karangpring ● Desa Klungkung ● Desa Sukorambi

24 Kec. Sukowono  (12 Desa)
● Desa Arjasa ● Desa Baletbaru ● Desa Dawuhanmangli ● Desa Mojogemi ● Desa Pocangan ● Desa Sukokerto ● Desa Sukorejo ● Desa Sukosari ● Desa Sukowono ● Desa Sumberdanti ● Desa Sumberwaru ● Desa Sumberwringin

25 Kec. Sumberbaru  (10 Desa)
● Desa Gelang ● Desa Jambesari ● Desa Jamintoro ● Desa Jatiroto ● Desa Kaliglagah ● Desa Karangbayat ● Desa Pringgowirawan ● Desa Rowotengah ● Desa Sumberagung ● Desa Yosorati

26 Kec. Sumberjambe  (9 Desa)
● Desa Cumedak ● Desa Gunungmalang ● Desa Jambearum ● Desa Plerean ● Desa Pringgondani ● Desa Randuagung ● Desa Rowosari ● Desa Sumberjambe ● Desa Sumberpakem

27 Kec. Sumbersari  (7 Kelurahan)
● Kel. Antirogo ● Kel. Karangrejo ● Kel. Kebonsari ● Kel. Kranjingan ● Kel. Sumbersari ● Kel. Tegalgede ● Kel. Wirolegi

28  Kec. Tanggul  (8 Desa)
● Desa Darungan ● Desa Klatakan ● Desa Kramat Sukoharjo ● Desa Manggisan ● Desa Patemon ● Desa Selodakon ● Desa Tanggulkulon ● Desa Tanggulwetan

29 Kec. Tempurejo  (8 Desa)
● Desa Andongrejo ● Desa Curahnongko ● Desa Curahtakir ● Desa Pondokrejo ● Desa Sanenrejo ● Desa Sidodadi ● Desa Tempurejo ● Desa Wonoasri

30 Kec. Umbulsari  (10 Desa)
● Desa Gadingrejo ● Desa Gunungsari ● Desa Mundurejo ● Desa Paleran ● Desa Sidorejo ● Desa Sukoreno ● Desa Tanjungsari ● Desa Tegalwangi ● Desa Umbulrejo ● Desa Umbulsari

31 Kec. Wuluhan  (7 Desa)
● Desa Ampel ● Desa Dukuhdempok ● Desa Glundengan ● Desa Kesilir ● Desa Lojejer ● Desa Tamansari ● Desa Tanjungrejo


Sumber :
http://desawirausaha.blogspot.com/2016/01/jumlah-dan-nama-nama-desa-kelurahan-di-kabupaten-jember-provinsi-jawa-timur-tahun-2015.html?m=1

Sunday, February 10, 2019

Pendopo Ekspres

Launching Layanan Pendopo Ekspres, Upaya Pemkab Jember Distribusikan Ribuan Adminduk

Senin, 11-02-2019 - 11:00 WIB


Menumpuknya ribuan administrasi kependudukan (adminduk) milik warga Jember dan untuk mempercepat pendistribusian ke 31 kecamatan di Jember, Senin (11/2/2019) Bupati dr Hj Faida MMR secara resmi me-launching layanan Pendopo Ekspres.

Acara launching Pendopo Ekspres yang dihadiri jajaran OPD dan ketua Pengadilan Negeri Jember ini bertujuan untuk mengantar 10 ribu adminduk yang sampai saat ini ada di kantor Dispendukcapil dan belum diambil pemiliknya.

“Hari ini kita launching kayanan Pendopo Ekspres. Layanan ini sebenarnya sudah kita lakukan tahun tahun sebelumnya. Namun launching hari ini dibuat lebih resmi, dengan petugas yang berseragam serta armada roda dua yang di branding khusus,” ujar bupati.

Faida menambahkan, layanan Pendopo Ekspres ini juga bagian dari tindak lanjut layanan on the spot yang selama ini sudah dilakukan Dispendukcapil dengan ngantor di desa, “Jadi, layanan Pendopo Ekspres ini lanjutan dari layanan sebelumnya,” tambah bupati.

Menurut Faida, banyak hal mungkin dokumen kependudukan tersebut tidak diambil oleh pemiliknya. Mungkin karena sakit, difabel, pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan dan mungkin juga undangan pengambilan tidak sampai ke tangan warga saat ada pendistribusian melalui kegiatan ngantor di desa.

"Ini tugas mulia manfaatkan dengan sebaik - baiknya. Kapan lagi kita bisa berbuat baik selagi diberi kesempatan di dunia ini," kata Bupati Faida.

Dia menambahkan, petugas Pendopo Ekspres ini merupakan kepanjangtanganan dari bupati dan wakil bupati Jember kepada masyarakat. Tidak mungkin bupati dan wakil bupati Jember) turun sendiri untuk mendistribilusikan ribuan dokumen kependudukan kepada masyarakat. Untuk itu, maka dirinya menerjunkan puluhan petugas Pendopo Ekspres untuk melakukan pendistribusiannya.

"Sampaikan salam kami kepada warga. Jangan sampai ada yang pungli. Karena kalian semua sudah ada gaji resmi yang anggarannya dari APBD Pemkab Jember," tegas bupati.

Tentu banyak kendala nantinya di lapangan dalam pendistribusiannya. Sebab,  setiap kecamatan atau desa yang ada di Jember medannya berbeda - beda. "Memang itu tugas kalian semua dengan adanya kegiatan melalui Pendopo Ekspress ini," terang Faida.

Bupati menargetkan, pendistribusian sebanyak 9.416 dokumen kependudukan ini akan rampung  dalam waktu 10 hingga 14 hari kerja. "Hati- hati di jalan. Kalian petugas resmi yang fasilitas kendaraannya juga sudah dibranding titel Pemkab Jember,"pungkasnya.


Sumber :
http://m.jatimtimes.com/baca/187758/20190211/110000/launching-layanan-pendopo-ekspres-upaya-pemkab-jember-distribusikan-ribuan-adminduk/

Friday, February 2, 2018

Banjir genangi 23 desa di Kabupaten Jember

Jumat, 2 Februari 2018 09:15 WIB

Banjir menggenangi sedikitnya 23 desa yang tersebar di 11 kecamatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Kamis (1/2) malam, akibat hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di kabupaten setempat selama beberapa jam.

"Kami sudah melakukan pendataan terhadap sejumlah lokasi yang direndam banjir dengan ketinggian yang bervariasi dan banjir menerjang 23 desa di 11 kecamatan di Jember," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember Heru Widagdo di Jember, Jumat.

Wilayah yang terdampak banjir, yakni Desa Harjomulyo di Kecamatan Silo; Desa Wonoasri dan Desa Sanenrejo di Kecamatan Tempurejo; Desa Glundengan di Kecamatan Wuluhan; kemudian Desa Yosorati, Desa Sumberagung, Desa Jatiroto, dan Desa Gelang di Kecamatan Sumberbaru; Desa Curahlele dan Desa Karangsemanding di Kecamatan Balung.

Banjir juga melanda Desa Bagorejo dan Desa Kepanjen di Kecamatan Gumukmas; Desa Sukorejo, Desa Bangsalsari, dan Desa Karangsono di Kecamatan Bangsalsari; Desa Kraton dan Desa Paseban di Kecamatan Kencong; Desa Pondokjoyo, Desa Sidomekar, dan Desa Semboro Lor di Kecamatan Semboro; Desa Tanggul Wetan dan Desa Klatakan di Kecamatan Tanggul; serta Desa Kaliwining di Kecamatan Rambipuji.

"Hujan dengan intensitas sedang dan deras mengguyur sebagian besar wilayah Jember, terutama di wilayah lereng selatan Pegunungan Argopuro dan bagian barat, sehingga air meluap ke jalan dan permukiman warga di Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru," katanya.

Pihak BPBD Jember, lanjut dia, sudah berkoordinasi dengan penjaga pintu air DAM Pondok Waluh untuk mengantisipasi genangan di hilir di antaranya Desa Paseban dan Desa Cakru di Kecamatan Kencong, beberapa desa di Balung.

Heru menegaskan tidak ada korban jiwa dalam kejadian banjir yang menerjang belasan kecamatan di Jember dan rumah warga yang terdampak banjir masih didata oleh petugas dan sukarelawan BPBD Jember.

Sementara itu, banjir yang menggenangi Sumberbaru juga menyebabkan halaman Pondok Pesantren Miftahul Ulum di Desa Yosorati terendam dan masuk di sejumlah kamar santri, sehingga ratusan santri terpaksa dievakuasi ke tempat yang aman pada Kamis (1/2) malam.

"Di pesantren setempat terdapat sekitar 300 santri, sehingga kami evakuasi dulu anak-anak dan orang tua dengan menggunakan perahu karet untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir di Sumberbaru," kata Kapolsek Sumberbaru AKP Subagio.

Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2018


Sumber :
https://www.antaranews.com/berita/682582/banjir-genangi-23-desa-di-kabupaten-jember

Tuesday, December 5, 2017

Kode Pos Jember


DAFTAR NAMA KECAMATAN KELURAHAN/DESA & KODEPOS DI KOTA/KABUPATEN JEMBER JAWA TIMUR (JATIM)

Berikut ini adalah daftar nama-nama Kelurahan / Desa dan Kecamatan beserta nomor kode pos (postcode / zip code) pada Kota/Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur (Jatim), Republik Indonesia.

Negara : Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
Provinsi : Jawa Timur (Jatim)
Kota/Kabupaten : Jember

1. Kecamatan Ajung
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Ajung di Kota/Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur (Jatim) :
- Kelurahan/Desa Ajung (Kodepos : 68175)
- Kelurahan/Desa Klompangan (Kodepos : 68175)
- Kelurahan/Desa Mangaran (Kodepos : 68175)
- Kelurahan/Desa Pancakarya (Kodepos : 68175)
- Kelurahan/Desa Rowo Indah (Kodepos : 68175)
- Kelurahan/Desa Sukamakmur (Kodepos : 68175)
- Kelurahan/Desa Wirowongso (Kodepos : 68175)

2. Kecamatan Ambulu
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Ambulu di Kota/Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur (Jatim) :
- Kelurahan/Desa Karang Anyar (Kodepos : 68132)
- Kelurahan/Desa Ambulu (Kodepos : 68172)
- Kelurahan/Desa Andongsari (Kodepos : 68172)
- Kelurahan/Desa Pontang (Kodepos : 68172)
- Kelurahan/Desa Sabrang (Kodepos : 68172)
- Kelurahan/Desa Sumberrejo (Kodepos : 68172)
- Kelurahan/Desa Tegalsari (Kodepos : 68172)

3. Kecamatan Arjasa
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Arjasa di Kota/Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur (Jatim) :
- Kelurahan/Desa Arjasa (Kodepos : 68191)
- Kelurahan/Desa Biting (Kodepos : 68191)
- Kelurahan/Desa Candijati (Kodepos : 68191)
- Kelurahan/Desa Darsono (Kodepos : 68191)
- Kelurahan/Desa Kamal (Kodepos : 68191)
- Kelurahan/Desa Kemuningllor (Kodepos : 68191)

4. Kecamatan Balung
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Balung di Kota/Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur (Jatim) :
- Kelurahan/Desa Balung Kidul (Kodepos : 68161)
- Kelurahan/Desa Balung Kulon (Kodepos : 68161)
- Kelurahan/Desa Balung Lor (Kodepos : 68161)
- Kelurahan/Desa Curahlele (Kodepos : 68161)
- Kelurahan/Desa Gumelar (Kodepos : 68161)
- Kelurahan/Desa Karang Duren (Kodepos : 68161)
- Kelurahan/Desa Karang Semanding (Kodepos : 68161)
- Kelurahan/Desa Tutul (Kodepos : 68161)

5. Kecamatan Bangsalsari
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Bangsalsari di Kota/Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur (Jatim) :
- Kelurahan/Desa Badean (Kodepos : 68154)
- Kelurahan/Desa Bangsalsari (Kodepos : 68154)
- Kelurahan/Desa Banjarsari (Kodepos : 68154)
- Kelurahan/Desa Curah Kalong (Kodepos : 68154)
- Kelurahan/Desa Gambirono (Kodepos : 68154)
- Kelurahan/Desa Karangsono (Kodepos : 68154)
- Kelurahan/Desa Langkap (Kodepos : 68154)
- Kelurahan/Desa Petung (Kodepos : 68154)
- Kelurahan/Desa Sukorejo (Kodepos : 68154)
- Kelurahan/Desa Tisnogambar (Kodepos : 68154)
- Kelurahan/Desa Tugusari (Kodepos : 68154)

6. Kecamatan Gumuk Mas
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Gumuk Mas di Kota/Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur (Jatim) :
- Kelurahan/Desa Bagorejo (Kodepos : 68165)
- Kelurahan/Desa Gumukmas (Kodepos : 68165)
- Kelurahan/Desa Karang Rejo (Kodepos : 68165)
- Kelurahan/Desa Kepanjen (Kodepos : 68165)
- Kelurahan/Desa Mayangan (Kodepos : 68165)
- Kelurahan/Desa Menampu (Kodepos : 68165)
- Kelurahan/Desa Purwoasri (Kodepos : 68165)
- Kelurahan/Desa Tembokrejo (Kodepos : 68165)

7. Kecamatan Jelbuk
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Jelbuk di Kota/Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur (Jatim) :
- Kelurahan/Desa Jelbuk (Kodepos : 68192)
- Kelurahan/Desa Panduman (Kodepos : 68192)
- Kelurahan/Desa Suco Pangepok (Kodepos : 68192)
- Kelurahan/Desa Suger Kidul (Kodepos : 68192)
- Kelurahan/Desa Suko Jember (Kodepos : 68192)
- Kelurahan/Desa Sukowiryo (Kodepos : 68192)

8. Kecamatan Jenggawah
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Jenggawah di Kota/Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur (Jatim) :
- Kelurahan/Desa Cangkring (Kodepos : 68171)
- Kelurahan/Desa Jatimulyo (Kodepos : 68171)
- Kelurahan/Desa Jatisari (Kodepos : 68171)
- Kelurahan/Desa Jenggawah (Kodepos : 68171)
- Kelurahan/Desa Kemuning Sari Kidul (Kodepos : 68171)
- Kelurahan/Desa Kertonegoro (Kodepos : 68171)
- Kelurahan/Desa Seruni (Kodepos : 68171)
- Kelurahan/Desa Wonojati (Kodepos : 68171)

9. Kecamatan Jombang
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Jombang di Kota/Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur (Jatim) :
- Kelurahan/Desa Jombang (Kodepos : 68168)
- Kelurahan/Desa Keting (Kodepos : 68168)
- Kelurahan/Desa Ngampelrejo (Kodepos : 68168)
- Kelurahan/Desa Padomasan (Kodepos : 68168)
- Kelurahan/Desa Wringin Agung (Kodepos : 68168)

10. Kecamatan Kalisat
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Kalisat di Kota/Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur (Jatim) :
- Kelurahan/Desa Plalangan (Kodepos : 68113)
- Kelurahan/Desa Ajung (Kodepos : 68193)
- Kelurahan/Desa Gambiran (Kodepos : 68193)
- Kelurahan/Desa Glagahwero (Kodepos : 68193)
- Kelurahan/Desa Gumuksari (Kodepos : 68193)
- Kelurahan/Desa Kalisat (Kodepos : 68193)
- Kelurahan/Desa Patempuran (Kodepos : 68193)
- Kelurahan/Desa Sebanen (Kodepos : 68193)
- Kelurahan/Desa Sukoreno (Kodepos : 68193)
- Kelurahan/Desa Sumber Jeruk (Kodepos : 68193)
- Kelurahan/Desa Sumber Kalong (Kodepos : 68193)
- Kelurahan/Desa Sumber Ketempah (Kodepos : 68193)

11. Kecamatan Kaliwates
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Kaliwates di Kota/Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur (Jatim) :
- Kelurahan/Desa Jember Kidul (Kodepos : 68131)
- Kelurahan/Desa Tegal Besar (Kodepos : 68132)
- Kelurahan/Desa Kaliwates (Kodepos : 68133)
- Kelurahan/Desa Sempusari (Kodepos : 68135)
- Kelurahan/Desa Mangli (Kodepos : 68136)
- Kelurahan/Desa Kebon Agung (Kodepos : 68137)
- Kelurahan/Desa Kepatihan (Kodepos : 68137)

12. Kecamatan Kencong
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Kencong di Kota/Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur (Jatim) :
- Kelurahan/Desa Cakru (Kodepos : 68167)
- Kelurahan/Desa Kencong (Kodepos : 68167)
- Kelurahan/Desa Kraton (Kodepos : 68167)
- Kelurahan/Desa Paseban (Kodepos : 68167)
- Kelurahan/Desa Wonorejo (Kodepos : 68167)

13. Kecamatan Ledokombo
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Ledokombo di Kota/Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur (Jatim) :
- Kelurahan/Desa Karang Paiton (Kodepos : 68196)
- Kelurahan/Desa Ledokombo (Kodepos : 68196)
- Kelurahan/Desa Lembengan (Kodepos : 68196)
- Kelurahan/Desa Slateng (Kodepos : 68196)
- Kelurahan/Desa Sukogidri (Kodepos : 68196)
- Kelurahan/Desa Sumber Anget (Kodepos : 68196)
- Kelurahan/Desa Sumber Bulus (Kodepos : 68196)
- Kelurahan/Desa Sumber Lesung (Kodepos : 68196)
- Kelurahan/Desa Sumber Salak (Kodepos : 68196)
- Kelurahan/Desa Suren (Kodepos : 68196)

14. Kecamatan Mayang
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Mayang di Kota/Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur (Jatim) :
- Kelurahan/Desa Tegalrejo (Kodepos : 68118)
- Kelurahan/Desa Mayang (Kodepos : 68182)
- Kelurahan/Desa Mrawan (Kodepos : 68182)
- Kelurahan/Desa Seputih (Kodepos : 68182)
- Kelurahan/Desa Sidomukti (Kodepos : 68182)
- Kelurahan/Desa Sumber Kejayan (Kodepos : 68182)
- Kelurahan/Desa Tegal Waru (Kodepos : 68182)

15. Kecamatan Mumbulsari
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Mumbulsari di Kota/Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur (Jatim) :
- Kelurahan/Desa Karangkedawung (Kodepos : 68174)
- Kelurahan/Desa Kawangrejo (Kodepos : 68174)
- Kelurahan/Desa Lampeji (Kodepos : 68174)
- Kelurahan/Desa Lengkong (Kodepos : 68174)
- Kelurahan/Desa Mumbulsari (Kodepos : 68174)
- Kelurahan/Desa Suco (Kodepos : 68174)
- Kelurahan/Desa Tamansari (Kodepos : 68174)

16. Kecamatan Pakusari
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Pakusari di Kota/Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur (Jatim) :
- Kelurahan/Desa Bedadung (Kodepos : 68181)
- Kelurahan/Desa Jatian (Kodepos : 68181)
- Kelurahan/Desa Kertosari (Kodepos : 68181)
- Kelurahan/Desa Pakusari (Kodepos : 68181)
- Kelurahan/Desa Patemon (Kodepos : 68181)
- Kelurahan/Desa Subo (Kodepos : 68181)
- Kelurahan/Desa Sumber Pinang (Kodepos : 68181)

17. Kecamatan Panti
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Panti di Kota/Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur (Jatim) :
- Kelurahan/Desa Glagahwero (Kodepos : 68153)
- Kelurahan/Desa Kemiri (Kodepos : 68153)
- Kelurahan/Desa Kemuningsari Lor (Kodepos : 68153)
- Kelurahan/Desa Pakis (Kodepos : 68153)
- Kelurahan/Desa Panti (Kodepos : 68153)
- Kelurahan/Desa Serut (Kodepos : 68153)
- Kelurahan/Desa Suci (Kodepos : 68153)

18. Kecamatan Patrang
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Patrang di Kota/Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur (Jatim) :
- Kelurahan/Desa Patrang (Kodepos : 68111)
- Kelurahan/Desa Baratan (Kodepos : 68112)
- Kelurahan/Desa Bintoro (Kodepos : 68113)
- Kelurahan/Desa Jumerto (Kodepos : 68114)
- Kelurahan/Desa Slawu (Kodepos : 68116)
- Kelurahan/Desa Gebang (Kodepos : 68117)
- Kelurahan/Desa Banjar Sengon (Kodepos : 68118)
- Kelurahan/Desa Jember Lor (Kodepos : 68118)

19. Kecamatan Puger
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Puger di Kota/Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur (Jatim) :
- Kelurahan/Desa Bagon (Kodepos : 68164)
- Kelurahan/Desa Grenden (Kodepos : 68164)
- Kelurahan/Desa Jambearum (Kodepos : 68164)
- Kelurahan/Desa Kasiyan (Kodepos : 68164)
- Kelurahan/Desa Kasiyan Timur (Kodepos : 68164)
- Kelurahan/Desa Mlokorejo (Kodepos : 68164)
- Kelurahan/Desa Mojomulyo (Kodepos : 68164)
- Kelurahan/Desa Mojosari (Kodepos : 68164)
- Kelurahan/Desa Puger Kulon (Kodepos : 68164)
- Kelurahan/Desa Puger Wetan (Kodepos : 68164)
- Kelurahan/Desa Wonosari (Kodepos : 68164)
- Kelurahan/Desa Wringin Telu (Kodepos : 68164)

20. Kecamatan Rambipuji
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Rambipuji di Kota/Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur (Jatim) :
- Kelurahan/Desa Curahmalang (Kodepos : 68152)
- Kelurahan/Desa Gugut (Kodepos : 68152)
- Kelurahan/Desa Kaliwining (Kodepos : 68152)
- Kelurahan/Desa Nogosari (Kodepos : 68152)
- Kelurahan/Desa Pecoro (Kodepos : 68152)
- Kelurahan/Desa Rambigundam (Kodepos : 68152)
- Kelurahan/Desa Rambipuji (Kodepos : 68152)
- Kelurahan/Desa Rowotamtu (Kodepos : 68152)

21. Kecamatan Semboro
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Semboro di Kota/Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur (Jatim) :
- Kelurahan/Desa Pondok Dalem (Kodepos : 68157)
- Kelurahan/Desa Pondok Joyo (Kodepos : 68157)
- Kelurahan/Desa Rejo Agung (Kodepos : 68157)
- Kelurahan/Desa Semboro (Kodepos : 68157)
- Kelurahan/Desa Sidomekar (Kodepos : 68157)
- Kelurahan/Desa Sidomulyo (Kodepos : 68157)

22. Kecamatan Silo
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Silo di Kota/Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur (Jatim) :
- Kelurahan/Desa Garahan (Kodepos : 68184)
- Kelurahan/Desa Harjomolyo (Kodepos : 68184)
- Kelurahan/Desa Karangharjo (Kodepos : 68184)
- Kelurahan/Desa Mulyorejo (Kodepos : 68184)
- Kelurahan/Desa Pace (Kodepos : 68184)
- Kelurahan/Desa Sempolan (Kodepos : 68184)
- Kelurahan/Desa Sidomulyo (Kodepos : 68184)
- Kelurahan/Desa Silo (Kodepos : 68184)
- Kelurahan/Desa Sumberjati (Kodepos : 68184)

23. Kecamatan Sukorambi
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Sukorambi di Kota/Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur (Jatim) :
- Kelurahan/Desa Dukuh Mencek (Kodepos : 68151)
- Kelurahan/Desa Jubung (Kodepos : 68151)
- Kelurahan/Desa Karangpring (Kodepos : 68151)
- Kelurahan/Desa Kelungkung (Kodepos : 68151)
- Kelurahan/Desa Sukorambi (Kodepos : 68151)

24. Kecamatan Sukowono
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Sukowono di Kota/Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur (Jatim) :
- Kelurahan/Desa Arjasa (Kodepos : 68194)
- Kelurahan/Desa Balet Baru (Kodepos : 68194)
- Kelurahan/Desa Dawuhan Mangli (Kodepos : 68194)
- Kelurahan/Desa Mojogeni (Kodepos : 68194)
- Kelurahan/Desa Pocangan (Kodepos : 68194)
- Kelurahan/Desa Sukokerto (Kodepos : 68194)
- Kelurahan/Desa Sukorejo (Kodepos : 68194)
- Kelurahan/Desa Sukosari (Kodepos : 68194)
- Kelurahan/Desa Sukowono (Kodepos : 68194)
- Kelurahan/Desa Sumber Wringin (Kodepos : 68194)
- Kelurahan/Desa Sumberdanti (Kodepos : 68194)
- Kelurahan/Desa Sumberwaru (Kodepos : 68194)

25. Kecamatan Sumber Baru
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Sumber Baru di Kota/Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur (Jatim) :
- Kelurahan/Desa Gelang (Kodepos : 68156)
- Kelurahan/Desa Jambesari (Kodepos : 68156)
- Kelurahan/Desa Jamintoro (Kodepos : 68156)
- Kelurahan/Desa Jatiroto (Kodepos : 68156)
- Kelurahan/Desa Kaliglagah (Kodepos : 68156)
- Kelurahan/Desa Karang Bayat (Kodepos : 68156)
- Kelurahan/Desa Pringgowirawan (Kodepos : 68156)
- Kelurahan/Desa Rowo Tengah (Kodepos : 68156)
- Kelurahan/Desa Sumber Agung (Kodepos : 68156)
- Kelurahan/Desa Yosorati (Kodepos : 68156)

26. Kecamatan Sumber Jambe
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Sumber Jambe di Kota/Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur (Jatim) :
- Kelurahan/Desa Cumedak (Kodepos : 68195)
- Kelurahan/Desa Gunung Malang (Kodepos : 68195)
- Kelurahan/Desa Jambe Arum (Kodepos : 68195)
- Kelurahan/Desa Plereyan (Kodepos : 68195)
- Kelurahan/Desa Pringgondani (Kodepos : 68195)
- Kelurahan/Desa Randu Agung (Kodepos : 68195)
- Kelurahan/Desa Rowosari (Kodepos : 68195)
- Kelurahan/Desa Sumber Pakem (Kodepos : 68195)
- Kelurahan/Desa Sumberjambe (Kodepos : 68195)

27. Kecamatan Sumber Sari
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Sumber Sari di Kota/Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur (Jatim) :
- Kelurahan/Desa Sumbersari (Kodepos : 68121)
- Kelurahan/Desa Kebonsari (Kodepos : 68122)
- Kelurahan/Desa Karangrejo (Kodepos : 68124)
- Kelurahan/Desa Tegal Gede (Kodepos : 68124)
- Kelurahan/Desa Wirolegi (Kodepos : 68124)
- Kelurahan/Desa Antirogo (Kodepos : 68125)
- Kelurahan/Desa Keranjingan (Kodepos : 68126)

28. Kecamatan Tanggul
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Tanggul di Kota/Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur (Jatim) :
- Kelurahan/Desa Darungan (Kodepos : 68155)
- Kelurahan/Desa Klatakan (Kodepos : 68155)
- Kelurahan/Desa Kramat Sukoharjo (Kodepos : 68155)
- Kelurahan/Desa Manggisan (Kodepos : 68155)
- Kelurahan/Desa Patemon (Kodepos : 68155)
- Kelurahan/Desa Selodakon (Kodepos : 68155)
- Kelurahan/Desa Tanggul Kulon (Kodepos : 68155)
- Kelurahan/Desa Tanggul Wetan (Kodepos : 68155)

29. Kecamatan Tempurejo
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Tempurejo di Kota/Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur (Jatim) :
- Kelurahan/Desa Andongrejo (Kodepos : 68173)
- Kelurahan/Desa Curahnongko (Kodepos : 68173)
- Kelurahan/Desa Curahtakir (Kodepos : 68173)
- Kelurahan/Desa Pondokrejo (Kodepos : 68173)
- Kelurahan/Desa Sanenrejo (Kodepos : 68173)
- Kelurahan/Desa Sidodadi (Kodepos : 68173)
- Kelurahan/Desa Tempurejo (Kodepos : 68173)
- Kelurahan/Desa Wonoasri (Kodepos : 68173)

30. Kecamatan Umbulsari
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Umbulsari di Kota/Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur (Jatim) :
- Kelurahan/Desa Gadingrejo (Kodepos : 68166)
- Kelurahan/Desa Gunungsari (Kodepos : 68166)
- Kelurahan/Desa Mundurejo (Kodepos : 68166)
- Kelurahan/Desa Paleran (Kodepos : 68166)
- Kelurahan/Desa Sidorejo (Kodepos : 68166)
- Kelurahan/Desa Sukoreno (Kodepos : 68166)
- Kelurahan/Desa Tanjungsari (Kodepos : 68166)
- Kelurahan/Desa Tegal Wangi (Kodepos : 68166)
- Kelurahan/Desa Umbulrejo (Kodepos : 68166)
- Kelurahan/Desa Umbulsari (Kodepos : 68166)

31. Kecamatan Wuluhan
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Wuluhan di Kota/Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur (Jatim) :
- Kelurahan/Desa Ampel (Kodepos : 68162)
- Kelurahan/Desa Dukuh Dempok (Kodepos : 68162)
- Kelurahan/Desa Glundengan (Kodepos : 68162)
- Kelurahan/Desa Kesilir (Kodepos : 68162)
- Kelurahan/Desa Lojejer (Kodepos : 68162)
- Kelurahan/Desa Tamansari (Kodepos : 68162)
- Kelurahan/Desa Tanjung Rejo (Kodepos : 68162)


Sumber :
http://www.organisasi.org/1970/01/daftar-nama-kecamatan-kelurahan-desa-kodepos-di-kota-kabupaten-jember-jawa-timur-jatim.html#.Wid8WUqWbIU

Sunday, July 12, 2015

Sejarah Letusan Gunung Raung

Ternyata Gunung Raung Telah Meletus Sebanyak 61 Kali

Gunung raung merupakan gunung berapi aktif dengan ketinggian 3.332 mdpl. Sejarah letusan tercatat gunung raung telah meletus sebanyak 61 meletus.

Gunung raung meletus pertama kali pada tahun 1586. Letusan pertama ini merupakan letusan yang dahsyat karena mengakibatkan semua wilayah disekitarnya rusak dan memakan banyak korban jiwa.

Selama periode 1953 hingga 1903 tercatat terdapat 20 letusan gunung raung.

Pada tahun 1597 tepatnya 11 tahun setelah meledaknya letusan pertama, gunung ini kembali meletus dengan dahsyat yang tak kalah dengan letusan yang pertama. Pada letusan ini terjadi erupsi eksplosif yang menelan korban jiwa.

Letusan dahsyat kembali terjadi pada tahun 1638. Kali ini gunung raung mengakibatkan bencana banjir besar dan lahar yang menerjang di daerah antara kali setail, kecamatan sempu dan kali klatak, kecamatan kalipuro, banyuwangi.

Namun letusan yang paling dahsyat terjadi pada tahun 1730. Pada letusan ini erupsi eksplosif disertai dengan hujan abu serta lahar. Bahkan wilayah terdampak erupsi meluas dibanding letusan dahsyat pertama, kedua dan ketiga. Korban jiwa pun kembali berjatuhan pada letusan ini.

Setelah letusan pada tahun 1730 terjadi, gunung raung meletus lagi namun tidak sampai menimbulkan korban. Hanya terjadi hujan abu lebat dan suara bergerumuh yang menyelimuti 3 kabupaten disekitarnya, yaitu besuki, situbondo dan probolinggo.

Sempat 44 tahun tenang, akhirnya gunung raung menunjukkan aktivitasnya pada tahun 1859. 5 tahun kemudian tepatnya pada tanggal 6 juli 1864 gunung raung mengeluarkan abu vulkaniknya disertai suara gemuruh yang mengakibatkan sinar matahari tertutup hingga siang hari menjadi gelap.

Selanjutnya tahun 1881, 1885, 1890, 1896, terjadi aktivitas vulkanik yang mengakibatkan suara gemuruh, Paroksisma, hujan abu tipis di kawasan Banyuwangi. Dan gempa bumi di kawasan Besuki, Situbondo. Hingga akhirnya pada 16 Februari 1902 muncul kerucut pusat.

Pada periode 1913-1924 terdapat 7 letusan yang terjadi secara berturut turut di tahun selanjutnya. Ledakan pertama terjadi 1913 antara bulan Mei hingga Desember Gunung Raung kembeli bergemuruh, bahkan terjadi dentuman keras. Hal yang sama terjadi tiga tahun berturut-turut. Yakni tahun 1915, 1916 dan 1917. Aliran lava di dalam kaldera terjadi tahun 1921 dan 1924.


Pada tahun 1927 aktivitas vulkanik gunung raung kembali meningkat. Letusan asap cendewan dan hujan abu sejauh 30 kilometer keluar dari puncaknya. Ditahun yang sama, tepatnya 2 Agustus-Oktober terdengar dentuman bom dan terlontar sejauh 500 meter. setahun berikutnya, 1928 terlihat celah merah di dasar kaldera dan mengeluarkan lava.

Pada periode 1928 hingga 1999 tercata terdapat 31 catatan letusan Gunung Raung yang terjadi antara tahun 1928-1999, yaitu letusan pada tahun 1928, 1929, 1933, 1936, 1937, 1938-1939, 1940, 1941, 1943, 1944-1945, 1953, 1955, 1956, 1971, 1973, 1974, 1975, 1976, 1977, 1978, 1982, 1985, 1987-1989, 1990, 1991, 1993, 1994, 1995, 1995(?), 1997, dan 1999.

Setelah sekian lama tidak menunjukkan aktivitasnya, akhirnya aktivitas vulkanik Gunung Raung kembali meningkat pada 17 Oktober 2012. Statusnya yang normal naik menjadi waspada. satu hari kemudian. Satellite nasa mendeteksi adanya satu lubang magma. Tak berapa lama kemudian, tepatnya 22 Oktober 2012 statusnya kembali naik menjadi siaga.

Dan baru baru ini pada 2015, gunung raung mengeluarkan abu vulkaniknya hingga mencapai pulau bali dan mengeluarkan larva yang memijar. Hal ini mengakibatkan 5 bandara yang berada di sekitar gunung raung tutup. 5 bandara tersebut diantaranya adalah bandara blimbingsari (banyuwangi), Bandara Notohadinegoro (Jember) Bandara Ngurah Rai (Bali), Bandara Internasional Lombok (Lombok), dan Bandara Selaparang (Lombok). Selain itu penerbangan yang melewati langit gunung raung dibatalkan.

Jika ditotal dengan data yang ada di Wikipedia, gunung raung pernah meletus sebanyak 61 kali. Termasuk pada tahun 2015 ini.


Sumber :
http://www.asliindonesia.net/2015/07/ternyata-gunung-raung-telah-meletus.html

Wednesday, July 8, 2015

Update Gunung Raung

Gunung Raung tahun 1956

Erupsi Gunung Raung di Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Banyuwangi, dan Kabupaten Jember, Jawa Timur masih terus berlangsung hingga saat ini. ‎Suara dentumannya pun masih terdengar nyaring.

Tipe letusan strombolian, artinya erupsi berlangsung secara terus-menurus dengan ketinggian bervariasi 100-400 meter, dengan lavanya cukup pijar.

Sutopo melanjutkan, karena itu tremor ataupun kegempaan juga masih terus terjadi di kawasan itu. Sementara dentuman juga masih terdengar hingga radius 20 kilometer.

Menurut dia, posisi kawah Gunung Raung yang dalam menjadi penyebab suara dentuman itu masih terdengar sampai puluhan kilometer.

Karena posisi kawahnya berada sangat dalam, selain itu juga masih ada lubang yang besar sehingga setiap terjadi gemuruh menggema. Nah itu yang sering menimbulkan kepanikan pada masyarakat.

Sejarah mencatat, di peradaban modern gunung setinggi 3.332 meter di atas permukaan laut (MDPL) itu pernah meletus besar pada 1956.



Gunung Raung Berstatus Siaga, Rute Penerbangan Surabaya-Bali Dialihkan

Rute penerbangan Surabaya-Bali dialihkan menyusul meningkatnya aktivitas Gunung Raung di Jawa Timur. Pengalihan merupakan antisipasi terhadap potensi gangguan penerbangan karena sejak ditetapkan berstatus siaga, gunung setinggi 3.332 mdpl itu terus mengeluarkan asap.

Rute penerbangan Surabaya-Bali dialihkan dari W45 ke W33 melalui arah utara. Sejak berstatus siaga pada 29 Juni lalu, Gunung Raung terus mengeluarkan asap dan mengarah ke timur ke kawasan Bali.

Rute penerbangan yang dipilih lebih aman karena tinggi asap gunung hanya setinggi 15.000 kaki. Sementara itu, penerbangan Surabaya-Bali biasanya lebih dari 15.000 kaki.

Selain mengeluarkan asap, Gunung Raung juga mengeluarkan pijaran api yang terlihat jelas pada malam hari. Tidak hanya itu, gunung di Perbatasan Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember itu juga mengeluarkan suara gemuruh yang terdengar hingga 20 kilometer dari pusat kawah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jatim mengaku sudah memasang ribuan rambu evakuasi dan menyiapkan 33 posko dan jalur evakuasi jika Gunung Raung erupsi.



Abu Gunung Raung Lewati Bali Utara

Pergerakan abu vulkanis akibat erupsi Gunung Raung di wilayah Banyuwangi, Jawa Timur, melewati wilayah Bali Utara, tepatnya di Kabupaten Buleleng, sehingga mengenai rumah-rumah warga.
Abu vulkanis Gunung Raung bergerak ke arah timur utara sehingga sampai di Buleleng.

Abu vulkanis yang mengotori rumah warga tergolong tipis dan tidak setebal abu yang menimpa rumah warga yang dekat dengan gunung yang masih aktif tersebut.

Berdasarkan data yang diterima, lanjut dia, memang pergerakan abu vulkanis Gunung Raung berada pada level 13 sampai 15 kaki, mengarah timur melewati Banyuwangi sehingga wilayah Bali Utara turut terdampak.

Sementara menurut Suardana, dampak yang agak besar dirasakan pada saat aktivitas Gunung Raung meletus beberapa hari lalu, bahkan sampai mengganggu penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Oleh karena itu, otoritas bandara setempat sampai mengeluarkan notice to airmen (NOTAM) ke maskapai dalam maupun luar negeri.

Maskapai asal Australia, Virgin Air, bahkan sempat membatalkan penerbangan ke Pulau Bali, namun tak berlangsung lama. Kini maskapai tersebut sudah beroperasi normal.



Gunung Raung Harus Steril dari Warga dalam Radius 6 Km

Gubernur Jatim Soekarwo memerintahkan kawasan sekitar Gunung Raung hingga radius 6 kilometer dari puncak steril dan tidak ada aktivitas warga sama sekali. Perintah tersebut disampaikan menyikapi kentut Raung, yang mulai berdampak kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung.

Untuk zona 7 sampai 10 kilometer dari puncak, pihaknya masih melihat perkembangan erupsi, apakah akan mengungsikan 236 kepala keluarga (KK) yang tinggal disana.

Sebenarnya jika Gunung Raung sering batuk, maka hal itu tidak berbahaya. Karena material vulkanik bisa akan keluar secara perlahan-lahan.

Saat ini, pasca berstatus siaga pada 29 Juni 2015 lalu, aktivitas batuk Gunung Raung yang menebar abu vulkanik terus meningkat.

Akibatnya, selain mulai mengganggu kesehatan warga sekitar, abu juga mengharuskan penerbangan pesawat mengubah untuk menghindari langit di atas Gunung Raung.

Mulai intensif berkoordinasi dan meng-update status terbaru, menyiapkan tempat pengungsian, melakukan evakuasi dengan cepat, hingga menyiapkan anggaran sesuai kebutuhan.



Sumber :
http://news.okezone.com/read/2015/07/09/340/1178736/abu-gunung-raung-lewati-bali-utara
http://regional.kompas.com/read/2015/07/06/19281001/Gunung.Raung.Berstatus.Siaga.Rute.Penerbangan.Surabaya-Bali.Dialihkan
http://news.liputan6.com/read/2267063/gunung-raung-masih-berdentum-bakal-meletus-besar-seperti-1956#
http://www.tribunnews.com/regional/2015/07/08/gunung-raung-harus-steril-dari-warga-dalam-radius-6-km

Thursday, April 2, 2015

Arek Jember Cinta Damai

PELAKU PENGHINAAN WARGA JEMBER MEMINTA MAAF


Penghina warga Jember dengan akun Hvq Sang Bonex Prolink telah dilacak dan ditemukan domisilinya oleh Tim KOber (pengurus grup Dari Jember Oleh Jember Untuk Jember, DJOJUJ) - [26/03/2015].

Pelaku dengan nama asli HARIYANTO beralamat di RT.02/RW.04 dusun Gerdu Kelurahan Pakistaji Kota Probolinggo menyatakan penyesalannya dan meminta maaf kepada masyarakat Jember.

Berikut ini isi pernyataannya;

Surat Pernyataan
Yang bertanda tangan dibawah ini Saya;
Nama: Hariyanto (Hvq Sang Bonex Prolink)
No Ktp: 3574021705880001
TTL : 17 Mei 1988
Jenis Kelamin: Laki-laki
Alamat: Dusun Gerdo RT.02/RW.04 Kelurahan Pakistaji Kec. Wonoasih, Kota Probolinggo.

Dengan ini menyatakan dengan sebenarnya, bahwa Saya meminta ma'af atas postingan Saya di Facebook (FB) terutama di grup Jember dan seluruh warga jember yang berkaitan dengan postingan saya yang tidak mengenakkan. (Group Dari Jember Oleh Jember Untuk Jember)

Demikian surat pernyataan ini Saya buat, dan saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan Saya, dan apabila Saya mengulangi, Saya bersedia dituntut sesuai hukum yang berlaku.

Probolinggo, 26 Maret 2015

Yang Membuat Pernyataan

TT

Hariyanto

Saksi-Saksi;
_ Wawan 
_Oesman
_Perangkat Desa (moh Hasyim)

Menanggapi permintaan maaf ini, Tim KOber menerima dan memaafkan pelaku, "Kami menerima permintaan maafnya, sebagai sesama muslim kami itu bersaudara, tidak ada yang sulit Mas kalau berurusan dengan orang Jember yang cinta damai. Kami juga tidak melanjutkan gugatan class action, kejadian ini sudah cukup menjadi pelajaran bagi pelaku." Kata Kang Oesmana (pengurus grup DJOJUJ) kepada kontributor Komunitas Orang Jawa Timur

Seperti diberitakan di media beberapa waktu yang lalu, dalam statusnya laki-laki warga Probolinggo ini menulis kata-kata jorok berbahasa Madura;

“Jember Banjir Dulat… Mader tambaah rajah Benjir reh… Molela Mate kabih reng Jember jiah Jember Taeh” 
(Biarin Jember Banjir, Semoga bertambah besar banjirnya… Biar semuanya mati … Jember Taek “Kotoran Manusia”.)

Penghinaan dilakukan di Group Facebook “Dari Jember Oleh Jember Untuk Jember” yang beranggotakan sekitar 78 ribu ini dianggap meresahkan. Sontak saja membuat merah telinga “Ini sudah menghina kami mas, status tersebut menghina Jember, demikian ujar Febri Ary Sumbersari di Mapolres bersama 6 warga lainnya.

Hal senada disampaian Wawan, laporan ini dikarenakan coment di medsos ini sudah rame, bahkan, salah satu anggota berencana meluruk ke Probolinggo, “Kalau sampai teman-teman kesana terus terjadi keributan kan tambah bahaya mas, makanya kami ke Polres tujuannya untuk konsultasi, harapan kami hal ini dapat dijadikan pelajaran, agar dapat saling menhargai dan menghormati” ujar warga Cangkring Jenggawah.

Laporan ini dipicu oleh kejadian banjir yang meluas dibeberapa tempat akibat hujan deras yang melanda Kabupaten Jember Jumat (6/3) siang, karena banjir, Hvq Sang Bonek Prollink membuat status yang menyulut kemarahan penikmat media sosial facebook Jember.

Pihak polres Jember sendiri melalu ipetugas yang piket menyarankan agar kasus penghinaan yang terjadi di komunitas group di facebook tersebut dilaporkan ke Polda Jatim, sebab antara pelapor dan terlapor beda kabupaten dan penyidik di Mapolda lebih bisa menangani kasus seperti ini.

“Lebih baik sampean semua lapor ke Polda saja mas, soalnya menyangkut wilayah lain dan kasusnya terjadi di jejaring sosial, dan saran saya, warga kalau melapor jangan setengah-setengah, jangan sampai setelah lapor terus ditinggal, tapi harus ada yang bertanggung jawab,” ujar petugas dari Satreskrim saat menerima para pelapor.

“Kami akan koordinasi dengan teman-teman dulu, mungkin ada yang lebih tau soal hukum terutama IT, akan kami ajak ke polda, syukur kalau warga Jember yang tergabung dalam group DJOJUJ yang ada di Surabaya membantu kami untuk lapor lebih dulu,” ujar Febri sambil meninggalkan halaman Mapolres Jember.

(mam/eros Majalah Gempur Online)

Friday, October 17, 2014

Gerhana Langka dan Uranus Berhasil Diabadikan dari Jember


Warga Jakarta boleh gagal mengamati gerhana Bulan total Rabu (8/10/2014) karena faktor cuaca. Tapi di Jember, seorang astronom amatir bukan hanya bisa mengamati gerhana, tetapi juga mengabadikannya bersama planet Uranus.

Chandra Firmansyah, astronom amatir asal Jember, mengabadikan gerhana Bulan total dan Uranus dengan kamera tanpa bantuan teleskop. Ia mengunggah foto hasil jepretannya di akun Facebook-nya dan grup Penjelajah Langit.

Dalam foto tersebut, gerhana tampak merah kekuningan. Sementrara, Uranus tampak berada di sebelah kanan Bulan dan sangat redup. Magnitudo Uranus saat gerhana Bulan kemarin sekitar +5, hampir tidak mungkin disaksikan dengan mata telanjang.

Kepada Kompas.com, Kamis (9/10/2014), Chandra mengatakan, "Dengan mata telanjang Uranus sebenarnya tidak kelihatan." Ia mengatakan, Uranus berhasil dipotret "dengan lensa 55 mm, setting-an kamera ISO tinggi, dan long exposure 15 detik."

Gerhana Bulan total kemarin adalah gerhana langka. Gerhana itu salah satu dari tetrad, seri gerhana yang terdiri dari 4 gerhana berturut-turut. Selama tahun 2001 - 3000, hanya ada 32 gerhana tetrad. Seri gerhana tetrad berikutnya baru ada tahun 2032.

Uranus adalah planet gas yang berjarak 2,8 miliar kilometer dari Matahari. Karena jarak yang jauh, planet ini hampir tak mungkin disaksikan dengan mata telanjang. Perlu situasi yang sangat ideal untuk menyaksikannya, antara lain langit yang benar-benar gelap.


Sumber :
http://sains.kompas.com

Tuesday, September 16, 2014

Peta Perubahan Arus Lalu Lintas Kota Jember


Hari ini uji coba rekayasa lalu lintas di seputaran Pasar Tanjung.

Ngati-ati dulur, sik arep podo Belonjo nang Pasar Tanjung. Teko Jl. Trunojoyo ojo belok kanan nang Jl. Samanhudi. tapi belok kanan nang Jl. Wahidin. ( Lihat Peta )


Sumber :
https://twitter.com/Humas_Jember
https://www.facebook.com/100.KOber

Saturday, August 30, 2014

Kedai Steak Ayu

Saat kita merasa agak bosan dengan menu makanan di rumah, tidak salah untuk menggugah rasa dan nafsu makan kita sesekali makan diluar. Maksudnya bukan sambil bawa piring dengan berisi nasi dan lauk pauk dari dalam rumah terus kita ke teras atau ke pinggir jalan terus makan. Bukan

Maksudnya kita bolehlah kita sesekali ke luar rumah pergi ke warung, depot, cafe atau restoran untui mencoba menu di rumah makan tersebut.

Lalu menu apa yang patut dicoba. Umumnya menu yang sering ditawarkan adalah nasi goreng, ayam penyet dan lainnya. Nah, bagaimana kalau kita coba kuliner ala barat. Yaitu bisti atau steak.

Bistik atau setak atau steik adalah sepotong besar daging, biasanya daging sapi atau daging ayam dipotong untuk menjadi steik. Kebanyakan steik dipotong tegak lurus dengan serat otot, menambah kelegitan daging. Steik biasanya dimasak dengan dipanggang, meskipun dapat digoreng atau di-"broil".

Bagi yang mereka yang menjalani program diet, menu steak ini sangat cocok, karena daging sebenarnya memiliki banyak kandungan protein didalamnya yang dapat membantu pembentukan otot dan mendongkrak hormon dalam tubuh. Selain itu juga daging dalam steak ditemani dengan sayuran yang menyehatkan diantaranya wortel, kentang, tomat dan kacang polong.

Steak dikenal sebagai salah satu menu berharga mahal. Angka nominal yang relatif tinggi itu antara lain disebabkan oleh bahan baku utamanya, yakni daging sapi atau daging ayam tadi.

Daftar menu Kedai Steak Ayu

Namun di Jember ada satu cafe atau kedai yang menjual steak dengan harga kaki lima tapi rasa bintang lima, hmmm wajib dicoba. Kedai tersebut adalah Kedai Steak Ayu, dengan harganya menu steak yang paling mahal adalah Rp 14.000, tentunya cukup terjangkau.

Lokasi Kedai Steak Ayu berada dalam kompleks cafe yang banyak digandrungi anak muda, yaitu Dapur Coklat, di sebelah Pujasera jalan PB Sudirman no 54, tepatnya di depan Kodim Jember.

Sajian steak dari Kedai Steak Ayu

Steak di Kedai Steak Ayu ini disajikan dengan konsep hotplate dan tentunya dengan peralatan pisau steak khusus disediakan bersama dengan steak. Steak pisau lebih tajam dari pisau tabel paling dan biasanya bergerigi, meskipun pisau lurus juga bekerja, mereka juga sering memiliki pegangan kayu. Lalu apa itu hotplate? Hotplate adalah sebuah piring yang terbuat dari besi yang biasanya untuk menyajikan makanan seperti steak, yang dibuat dari besi tempa yang tahan karat. Karena itu biasanya berat. Piring ini dipanaskan di atas api sebelum dipakai sehingga saat makanan ditaruh di atas piring ini akan tetap terjaga kehangatannya sampai makanan habis disantap.


Sumber :

http://wikipedia.org
http://www.okefood.com
http://www.tipsdiet.web.id
http://ruangilmu17.wordpress.com

Saturday, July 12, 2014

Sahabat Sejati - Opick


Sejak tembang Tombo Ati yang populer di tahun 2004, hingga kini Opick selalu menelurkan album religi setiap tahunnya dan mencetak hit. Jelang ramadan ini, Opick kembali menyajikan  karya-karya emasnya lewat album bertajuk "Sahabat Sejati".

PENYANYI, pencipta lagu, dan bintang film, Opick tidak pernah kehilangan ide menciptakan lagu bertemakan religi. Hampir setiap tahun, karya-karyanya mewarnai bulan suci Ramadan.

Niat tulus itulah yang membuat ia tak mau keluar dari jalur musik religi. Album ini terbilang istimewa. Pemilik nama lengkap Aunur Rofiq Lil Firdaus ini melibatkan putri sulungnya, Ghaniya.

Lirik dalam tembang duet Opick-Ghaniya ini berangkat dari pemikiran sederhana seorang gadis cilik tentang arti sahabat sejati. Opick menyempurnakan karya sang putri, kemudian lahirlah tembang  itu dan menjadi judul album.

Opick pun selalu konsisten menunjukkan kteatifitasnya dalam mengemas aneka genre musik. Dalam album ke - 10 ini Opick menujukkan kematangan musikalitasnya. Proses pembuatan album tersebut, Opick membutuhkan waktu enam bulan.

Opick mengemasnya lebih modern. Karya-karya yang religius dan tertuang dalam lantunan lagunya itu pun tidak hanya untuk sekadar mengajak pendengarnya untuk lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta.

Akan tetapi, warna musik dan lirik lagunya pun bertemakan persahabatan. “Memang ini agak berbeda, ini agak modern, ini bisa menjadi warna bukan untuk orang tobat saja, tapi untuk senang-senang bisa, tentang sahabat, cinta semua saya gambarkan lewat liriknya,” kata pria kelahiran Jember, Jawa Timur, 16 Maret 1974 itu.

Namun, disempurnakan olehnya. “Lewat lagu ini kita seperti diingatkan. Oh, ternyata sahabat kita itu bisa jadi ayah, bisa ibu, nenek atau kerabat lainya. Dan lagu ini pun bisa berbicara tentang hubungan orang tua dan anak ataupun lebih luas lagi,” tandas Opick tentang lagu berirama riang itu.

Pemilihan Ghaniya, Putri sulungnya untuk berduet dengannya di album ke 10 ini pun penuh pertimbangan. Selain untuk mengasah bakatnya, Opick merasa putrinya memang sudah siap untuk melanjutkan perjuanganya di belantika musik tanah air.

“Dia (Ghania, Red) sudah lama nyanyi, tapi saya nggak mau langsung terjun sendiri bersolo karir. Dia harus belajar dulu, salah satunya dengan berduet,” katanya. Rupanya pemilihan putrinya sebagai teman duet di album terbarunya tersebut mengisyaratkan bahwa lirik lagunya tidak hanya untuk para dewasa.

Namun, hampir 10 album religinya yang telah dikeluarkanya setiap bulan Ramadan selalu ada satu tembang yang dinyanyikan anak-anak. “Saya punya gambaran, musik cuma pakaian saja, intinya adalah manusianya.

Apa yang disampaikan sebenarnya adalah syairnya. Dan syair itu bukan untuk yang dewasa. Anak-anak pun bisa mencernanya,” jelasnya. 

"Lewat lagu ini kita seperti diingatkan, ternyata bisa saja sahabat kita itu,  ayah, ibu, nenek atau kerabat lainnya. Ini berbicara tentang hubungan orang tua dan anak atau bahkan lebih luas lagi," kata Opick saat peluncuran Album barunya di Supermarket Indomart, di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (27/6).

Opick memang selalu membuat tembang duet, dan lagu-lagu yang diciptakannya sangat familiar dipendengar kanak-kanak. Namun keikutsertaan putrinya bukan semata-mata akan memasung perkembangaan anak-anaknya dengan mengikuti jejaknya. Untuk itulah Opick tetap mengharuskan pendidikan kepada Ghaniya. "Dia (Ghaniya) sekolah kelas 6," katanya.

Sebagai orang tua, ia pun sadar tumbuh kembang serta pendidikan adalah nomor satu yang harus diperoleh setiap anak-anaknya. Meski tanpa disadari, kegiatan sebagai penyanyi yang penuh dengan kegiatan panggung yang hampir tak bisa di prediksi waktunya nantinya akan membuat Ghaniya terlena dan kecapekan.

"kasihan nanti dia nggak punya ruang untuk belajar dan bermain bersama teman-temannya. Karena dunia panggung itu kejam ya. Kasihan dia kalau semua dia ikutin bisa kelenger dia," katanya.

Mengantisipasi itu semua, Opick tak mau menyerahkan manajemen anaknya kepada orang lain.

"Yang pegang manjemen itu istri saya sendiri, jadi dia sekarang tau apa yang menjadi kebutuhan kita. Karena selama ini kehidupan saya kaya bang Toyib jarang dirumah. Akhirnya anak-anak jarang sekolah dan sering kut sama saya. Saya sama Ghaniya itu sangat dekat kemana-mana selalu ikut. Makanya manajemen istri saya yang lebih tahu mengatur jadwalnya," imbuhnya.

Mendapat didikan serta arahan dari orang tuanya, Ghaniya pun sangat Senang. Kedekatan dirinya dengan ayahnya tak membuat dara yang tahun ini masih duduk dibangku Sekolah dasar (SD) itu tetap merasa nyaman berada didekat Opick.

"Senang bisa nyanyi sama ayah," Ghaniya mengungkapkan kalau orang tuanya tak pernah memaksa untuk melakukan keinginannya. seperti halnya berduet dengan Opick.

Tahun ini senandung islami Opick dialunkan lewat album 'Sahabat Sejati'.

Dibuka lewat lagu 'Maha Pemurah', lagu tersebut terdengar klasik di mana warna yang sama disajikan dengan lagu-lagu religi Opick sebelumnya. Memasuki lagu kedua 'Tuhan Beri Kami Cinta' sentuhan lebih berbeda.

Intro awal bernuansa musik gambus seraya membuat para pendengar cukup membuat orang tergoda. Selai itu, suara gitar akustik yang terdengar begitu dominan membuat lagu ini cukup nikmat untuk terus didengarkan.

Selanjutnya, ada track berjudul 'Karenamu' lebih menggali musik penyanyi asal Jember itu lebih dalam. Seperti beberapa lagu yang sukses membuat orang termenung seperti 'Bila Waktu Telah Berakhir' atau judul lainnya seperti coba disajikan di album ini.

'Kembalilah' dipilih menjadi track ke empat, sama hal yang dengan track sebelumnya lagu ini seperti ingin menampilkan kekhasan dari seorang Opick. Kuat dilirik yang penuh makna dan musik mudah dicerna kuping orang awam.

Sempat dipopulerkan dan beredar luar di sekitaran Jawa Tengah hingga Jawa Timur lagu daerah bertema islami 'Lir Ilir' dimasukkan jadi pembeda album ini. Sentuhan dibuat semodern mungkin oleh Opick hingga tak terdengar sebagai lagu lawas.

Nah, memasuki track keenam ada sosok putri Opick, Ghaniya yang sepertinya mencoba melanjutkan tahtanya. Berduet dengan sang ayah, di lagu 'Sahabat Sejati' kedua berkolaborasi dengan merdu dan tak heran lagu ini menjadi jagoan utama album ini.

Kemudian ada 'Sentuh Aku' dan 'Subhanallah - Ingat Ingatlah' mengisi selanjutnya dalam album ini. Lagu terakhir terdengar lebih modern dengan sentuhan biola hingga suling yang mengisi beberapa part dalam lagu ini.

'Ya Muhammad' dan 'Temukan Dirimu' menjadi lagu penutup di album 'Sahabat Sejati'. Lagu terakhir terdengar sedikit sentuhan musik blues yang tetap menjaga kearifan setiap lirik yang disampaikan dalam lagu tersebut.


Berikut daftar lagu di album 'Sahabat Sejati':
1. Maha Pemurah
2. Tuhan Beri Kami Cinta
3. Karenamu
4. Kembalilah
5. Lir Ilir
6. Sahabat Sejati feat Ghaniya
7. Sentuh Aku
8. Subhanallah - Ingat Ingatlah
9. Ya Muhammad
10. Temukan Dirimu


Sumber :
http://www.opicktomboati.com
http://www.indopos.co.id
http://www.harianterbit.com
http://hot.detik.com

Friday, July 11, 2014

Jalan Sudarman, Terpendek di Kota Jember


Dulu saya pernah berpikir, kenapa ya kok di Kota Jember, Jawa Timur nggak ada JL Sudarman No 2? Atau nomor 3, 4, 5, dan seterusnya? Kenapa Jalan Sudarman hanya ada satu yaitu di depan Kantor Pemda, Kabupaten Jember dari ujung ke ujung, yang panjangnya kurang lebih hanya 100 meter itu.

Saat SMP,barulah saya ketahui ternyata jalan tersebut (Jalan Sudarman) diambil dari nama Bupati ketiga Jember era 1943 – 1947. Waktu itu, namanya masih menggunakan ejaan lama, R. Soedarman.

Ketika Belanda melangsungkan Agresi Militer pertama di Indonesia, mereka juga melakukan perombakan terhadap struktur pemerintahan nusantara, khususnya di Jawa bagian timur. Nah, waktu itu Bapak Sudarman tidak mau berkompromi dengan Belanda.

Seolah-olah Pak Darman berkata, sekali merdeka tetap merdeka. Alhasil, pembangkangan ini menyebabkan pihak Belanda gusar. Kemudian pihak Belanda mencopot jabatan Pak Sudarman dan menggantikannya dengan Bupati baru yang dirasa bisa memenuhi kehendak mereka para kolonial Belanda.

Bagaimana nasib Bapak Sudarman? Pada akhirnya beliau dipenjarakan. Saya lupa, dipenjarakan dimana ya beliau? Kalau tidak salah, di sebuah penjara di Sidoarjo (mohon koreksi jika saya salah). Di tahun yang sama, 1947, Bapak Sudarman meninggal dunia, dalam keadaan masih di dalam penjara.

Haripun berlalu. Para pejuang revolusi seperti Dr. Soebandi, Letkol Moch. Sroedji, dan lain-lain di seluruh negeri ini, berhasil mengusir Belanda dan kembali mengibarkan sang saka merah putih dengan jiwa merdeka. Untuk mengenang jasa Bapak Sudarman yang telah berani berkata tidak, nama beliau dijadikan nama jalan di jantung kota kecil Jember.

Itulah sekelumit kisah tentang JL. Sudarman. Bisa dibilang, ini adalah jalan terpendek di Jember. Sebab, sampai hari ini saya masih belum menemukan jalan lain yang lebih pendek dari JL. Sudarman.

Saya tambahi cerita dari salah satu cucunya yang saya kenal di Jakarta, Ibu Ria Azis Basoeki yang menceritakan Eyang Soedarman meninggal sebagai tahanan rumah di Sidoarjo. Sebelum beliau menjadi Bupati Jember, pernah menjadi wedana di Sidoarjo. (Penulis: RZ Hakim, Editor: Asita DK)



sumber : 
http://cintajember.com

Saturday, May 24, 2014

Nasib Tembakau dan Rokok di Jember


PT HM Sampoerna memutuskan untuk menutup dua dari tujuh pabrik Sigaret Kretek Tangan (SKT) dan melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap 4.900 karyawannya. Mulai tanggal 31 Mei 2014, PT HM Sampoerna menutup pabrik SKT di Lumajang dan Jember, Jawa Timur.

Keputusan restrukturisasi dilakukan karena terus menurunnya pangsa pasar SKT skala nasional yang menghantam telak pabrik-pabrik rokok dalam negeri, termasuk pabrik sekelas PT HM Sampoerna.

Masih terdapat 33.500 karyawan Sampoerna di mata rantai operasional SKT Sampoerna, termasuk memastikan nasib yang bekerja pada lima pabrik yang tersisa.

Saat ini terjadi perubahan preferensi perokok dari SKT ke produk sigaret kretek mesin. Tekanan lain juga datang dari berbagai instrumen regulasi dalam negeri, seperti cukai, pajak daerah, dan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif.

Selain dari dalam negeri, tekanan lain datang dari luar negeri seperti wacana aksesi FCTC (Framework Convention on Tobacco Control) dan aturan negara lain seperti kemasan polos untuk produk rokok seperti yang telah diterapkan oleh Australia.

Akibatnya, penjualan rokok SKT terus turun secara nasional dalam tiga tahun belakangan, dari 30,4 persen pada tahun 2009 menjadi 23,1 persen pada 2013.
Penurunan volume ini berlanjut hingga kuartal 1 Tahun 2014, yakni sebesar 20-25 persen, yang berdampak langsung pada pabrikan besar seperti Bentoel, Gudang Garam, dan Sampoerna.

Selanjutnya, terhadap nasib ke-4.900 karyawannya yang terkena restrukturisasi, kata Maharani, perusahaan akan memberikan pelatihan kewirausahaan.

Industri rokok kretek tangan diliputi asap hitam. Turunnya minat masyarakat terhadap sigaret kretek tangan (SKT) membuat penjualan ikut merosot. Dampaknya dalam beberapa tahun terakhir, banyak pabrik yang tutup. Tahun ini, hanya tersisa 300 pabrik sigaret kretek tangan (SKT) yang bertahan.

Sebelum Sampoerna, sudah banyak pabrik SKT yang lebih dahulu tutup. Salah satunya adalah Bentoel. Kebanyakan lokasi pabrik yang tutup di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Dari sekitar 6.000 pabrik SKT di Indonesia, saat ini tinggal sekitar 300 pabrik.

Telah terjadi pergeseran selera konsumen dari rokok kretek konvensional menjadi rokok kretek mild/ filter. Rokok kretek yang panjang, lama habisnya. Sekarang orang itu sibuk, tidak bisa merokok lama. Berbeda yang dengan rokok filter.

Dua tahun terakhir, produksi rokok kretek tangan Sampoerna bisa mencapai 74 miliar batang. Dalam empat bulan pertama tahun ini, produksi Sampoerna hanya 15 miliar batang. Maka, di akhir tahun ini, produksi rokok kretek tangan Sampoerna hanya 45 miliar batang.

Tahun 2013 lalu, penjualan rokok nasional mencapai 346 miliar batang. Kontribusi dari SKT sebesar 26,07% atau sekitar 90,2 miliar batang. Angka ini turun 4,12% dibandingkan penjualan SKT tahun 2012 sebanyak 94,08 miliar batang.

Di tahun kuda kayu ini, omzet nasional industri rokok ditargetkan bisa naik 3% menjadi 356,38 miliar batang. Hasan memperkirakan, pangsa pasar SKT tahun ini bakal naik 3% menjadi 29% dari total produksi rokok. Artinya, sampai akhir tahun, penjualan SKT ditargetkan mencapai 103,35 miliar batang.

Petani tembakau di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengaku khawatir harga tembakau akan jeblok pasca-penutupan pabrik PT Sampoerna di Kabupaten Jember.

Ada kekhawatiran pada saat musim panen nanti bahwa para pengepul tembakau akan memainkan harga.

Terlebih lagi menurut dia, penutupan tersebut bersamaan dengan musim tanam tembakau.

Dari hasil pendataan di lapangan, sudah ada sekitar 17% petani di Jember yang mulai menanam tembakau.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung menilai penutupan dua pabrik sigaret kretek tangan (SKT) PT HM Sampoerna sebagai hal wajar. Pasalnya, pasar SKT di Indonesia sudah tidak ada.

CT menegaskan langkah penutupan bukan merupakan bentuk abai pemerintah terhadap industri. Selama suatu industri masih berpeluang berkembang di tanah air, Menko berjanji akan mendorong laju industri tersebut.

Sebagai langkah konkret, CT akan menemui Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) pekan depan untuk pemetaan masalah dan penentuan solusi. CT mengaku fokus menyelesaikan isu jangka pendek mengingat masa jabatannya terhitung cukup singkat, hanya 5 bulan.

Keputusan PT HM Sampoerna menutup pabrik dan memutus kerja dengan ribuan karyawan tersebut dinilai bisa dimaklumi. Sebab, langkah tersebut didasari modernisasi industri. Kalau mesin lebih efisien, kita tidak bisa salahkan perusahaan.

Sumber :
http://industri.kontan.co.id

Friday, April 11, 2014

Karesidenan Besuki


Karesidenan adalah sebuah pembagian administratif dalam sebuah provinsi di Hindia Belanda dan kemudian Indonesia hingga tahun 1950-an. Sebuah karesidenan (regentschappen) terdiri atas beberapa afdeeling (kabupaten). Tidak di semua provinsi di Indonesia pernah ada karesidenan. Hanya di pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Bali, Lombok dan Sulawesi saja. Biasanya ini daerah-daerah yang penduduknya banyak.

Kata karesidenan berasal dari Bahasa Belanda Residentie. Sebuah karesidenan dikepalai oleh residen, yang berasal dari Bahasa Belanda Resident. Di atas residen adalah gubernur jenderal, yang memerintah atas nama Raja dan Ratu Belanda.

Semenjak krisis pada tahun 1950-an, sudah tidak ada karesidenan lagi dan yang muncul faktor kekuasaannya adalah kabupaten. Karesidenan kemudian dikenal dengan istilah "Pembantu Gubernur" (istilah ini sekarang tidak digunakan lagi). Namun demikian, sebutan "eks-karesidenan" masih dipakai secara informal.

Sebuah sisa pemakaian karesidenan adalah tanda kendaraan bermotor (pelat nomor). Pembagiannya, terutama di pulau Jawa masih banyak berdasarkan karesidenan.

Eks Karesidenan Besuki, sebuah karesidenan yang meliputi Probolinggo (kota dan kabupaten), Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Jember, dan Kabupaten Banyuwangi.

Sejarah tentang kota besuki kita awali dengan tokoh yang membabat yaitu Raden Bagus Kasim al Wirodipuro al Ki Pate Alos. beliau lahir pada minggu ketiga bulan Rabiul Awal 1162 H / 1741 M di Tanjung Jambul Pamekasan Madura. beliau Adalah putra Raden Abdurahman al Wirobroto. Orang yang pertamakali membabad tanah besuki. Beliau adalah cucu Raden Abdullah Surowikromo yang masih keluarga KRATON MATARAM (Susuhunan Pakubuwono II) Eyang Lelono dan akhirnya menetap di Tanjung Jambul Pamekasan Madura. 

Asal mula tanah besuki, berawal dari hijrahnya Raden Abdurahman al Wirobroto pada 10 Asyuro 1164 H / 1743 M ke desa Demung, dikarenakan daerah Tanjung Jambul Pamekasan terjadi NEMOR KARA ( kemarau panjang ) yang menyengsarakan rakyat. 

Waktu itu Raden Wirobroto memutuskan untuk hijrah ke tanah Jawa mencari tanah baru untuk bercocok tanam, akhirnya Beliau tiba di desa Demung yang dikenal dengan nama NAMBEKOR ( berasal dari kata NAMBEG / berlabuh ) dan membuka hutan disana, sedangkan untuk tempat berteduh dan istirahat Kiai Wirobroto membuat rumah dari ATAQ ( daun kelapa yang dirajut untuk dijadikan atap rumah tepatnya di Bujug Se Pacar ) pada waktu itu oleh Tumenggung Sentong dijadikan Kademangan. Pucuk dicita ulampun tiba, berkat kerja keras tanpa mengenal putus asa hasil panen Raden Wirobroto melimpah ruah. Dengan perasaan senang Raden Wirobroto membawa hasil panennya ke Tanjung Jambul Pamekasan Madura.

Berita tentang hal tersebut didengar oleh Tumenggung Sentong ( desa Demung adalah bagian dari kekuasaan Tumegung Sentong ) dan sang Tumenggung memanggil Raden Wirobroto. Namun Raden Wirobroto tidak mengindahkan perintah tersebut. Hingga terjadilah perseteruan diantaranya keduanya yang kemudian terjadi peperangan. Tercatat Tumenggung Sentong 3 kali menyerang Demung akan tetapi gagal dan akhirnya Tumenggung Sentong takluk pada Raden Bagus Kasim.

Berita tentang orang-orang Madura yang NAMBEG (hijrah/datang untuk merubah nasib/mencari pekerjaan) didesa Demung didengar pula olehTumenggung Banger dan beliau memanggil Raden Wirobroto dengan mengutus Wongso Mitro ke desa Demung dengan perantaraan Wongso Mitro, Raden Wirobroto berhasil diajak menghadap ke Tumenggung Banger. Sesampainya disana Raden Wirobroto disambut dengan baik dan dianugerahi hadiah oleh sang Tumenggung. Dan Raden Wirobroto pun pamit untuk kembali ke Demung.

Singkat cerita Raden Wirobroto sudah tua dan digantikan oleh putranya Raden Bagus Kasim (19 tahun) yang lahir di Desa Tanjung Umbul Pamekasan pada tahun 1734 M dan pada 12 Rabiul Awal 1181 H/1760 M diberi gelar WIRODIPURO (WIRO : Pahlawan, DIPURO : Daerah) oleh Tumenggung Joyo Lelono.

Sewaktu beliau menggantikan ayahnya, Demung semakin ramai dan akhirnya diganti nama menjadi Besuki oleh Tumenggung Banger
Tercatat dalam sejarah kepemimpinan Beliau beberapa kejadian penting antara lain :
1. Beliau diminta bantuan oleh Kompeni Belanda menyerang Sentong dan Sentongpun berhasil dikalahkan.
2.Beliau juga diminta bantuan oleh Belanda bersama - sama Tumenggung Banger dan Tumenggung Pasuruan menyerang Lumajang dan usaha tersebut berhasil.
3.Beliau bersama - sama para pemimpin, Tumenggung daerah Pesisir Timur Jawa ( Semarang Timur ) beserta bala tentara dari Sumenep dan Pamekasan berhasil menaklukkan Blambangan dan Nusa Barong, Dan beberapa kejadian penting lainnya.

Raden Bagus Kasim wafat dan dimakamkan di Besuki pada minggu pertama bulan Rajabiah 1221 H/1800 M dan digantikan oleh putranya yang bernama Raden Bagus Syahirudin juga bergelar WIRODIPURO 2 juga wafat pada minggu pertama bulan Rajabiah 1271 H/1850 M dan dimakamkan di Besuki, tepatnya di Dusun Kauman Barat Besuki Situbondo Jatim. Sampai dengan sekarang wafatnya beliau diperingati tiap tahun oleh masyarakat Besuki yang dipusatkan di Pasarean Asta Pate Alos.

Sumber :
http://id.wikipedia.org
http://ridwanfirmansyah.blogspot.com

Tapal Kuda


Tapal Kuda, adalah nama sebuah kawasan di provinsi Jawa Timur, tepatnya di bagian timur provinsi tersebut. Dinamakan Tapal Kuda, karena bentuk kawasan tersebut dalam peta mirip dengan bentuk tapal kuda. Kawasan Tapal Kuda meliputi Pasuruan (bagian timur), Probolinggo, Lumajang, Jember, Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi.

Menurut sejarahnya, daerah Tapal Kuda ini dahulu disebut dengan Blambangan atau dalam budaya Jawa disebut daerah bang wetan (seberang timur), karena kawasan ini tidak pernah menjadi bagian dari kerajaan Mataram, karena tidak dikenal sebelum imigran dari kawasan Mataraman berpindah mengisi kawasan pesisir selatan. Namun kini istilah Blambangan hanya ditujukan untuk wilayah yang sekarang masuk Kabupaten Banyuwangi.[1]

Kawasan Tapal Kuda terdapat tiga pegunungan besar: Pegunungan Bromo-Tengger-Semeru, Pegunungan Iyang (dengan puncak tertingginya Gunung Argopuro), dan Dataran Tinggi Ijen (dengan puncak tertingginya Gunung Raung).

Ciri khas kawasan ini adalah dihuni oleh Suku Madura dan Suku Jawa. Suku Madura bahkan mayoritas di beberapa tempat, khususnya di bagian utara; sebagian besar tidak dapat berbahasa Jawa, meski tinggal di lingkungan Jawa. Kawasan tapal kuda seringkali dianggap sebagai daerah terbelakang di Jawa Timur, karena berdasarkan peta Indeks Pembangunan Manusia di Jawa Timur, kawasan ini berada pada jajaran yang paling rendah.

Kota-kota besar di kawasan Tapal Kuda adalah Probolinggo, Pasuruan, dan Jember. Jember merupakan kota pendidikan, dimana terdapat perguruan tinggi negeri Universitas Jember.


Tapal kuda merupakan wilayah subkultur di Jawa Timur yang memiliki sejarah panjang pemberontakan. Penghuni tapal kuda mayoritas adalah etnis Madura. Meski ada minoritas etnis Jawa, namun pengaruh Madura yang sangat kuat menyebabkan karakter budaya di wilayah ini lebih beraroma Madura. Orang-orang tapal kuda juga sangat identik dengan Islam. Lebih spesifik lagi, Nahdatul Ulama.

Pada masa Majapahit, tapal kuda masuk menjadi wilayah Majapahit Timur. Sedangkan pada masa Mataram, tapal kuda disebut Blambangan. Keberanian luar biasa adalah karakter masyarakat tapal kuda. Konon, menurut Pramudya Ananta Toer di Probolinggo, Majapahit pernah direpotkan oleh pemberontakan Minak Djinggo. Selain Majapahit, VOC juga mendapat kesulitan di sini. Untung Suropati, anak Bali yang diasuh Belanda dan akhirnya diburu oleh tuannya sendiri itu memperoleh dukungan yang amat kuat di sini, hingga akhirnya sanggup membangun kerajaan di Pasuruan.

Di Pasuruan, ada cerita rakyat yang populer dengan sebutan ” Sakera ”, pembangkang kompeni di ladang tebu Pasuruan yang kemana-mana membawa Clurit. Banyak pula beredar cerita-cerita tentang pahlawan rakyat : Pangeran Situbondo yang patungnya bisa ditemui di Alas Malang, Panarukan( sekarang Situbondo ) dan Pangeran Tawang Alun di Jember.

Disamping itu potensi wisata yang ada di kawasan ini ternyata juga tidak kalah menarik, bahkan sangat luar biasa jika dikembangkan dengan lebih serius. Antara lain :

Kawasan Taman Nasional Tengger-Semeru (Pasuruan, Probolinggo, Lumajang dan Malang)
Taman Nasional Meru Betiri (Jember & Banyuwangi)
Taman Nasional Kawah Ijen (Bondowoso & Banyuwangi)
Taman Nasional Baluran (Situbondo & Banyuwangi)
Prigen, Nongkojajar, Ranu Grati (Pasuruan)
Pantai Bambang, Ranu Pane, Ranu Klakah, Gunung Semeru dll (Lumajang)
Pantai Bentar, Gunung Lamongan, dll (Probolinggo)
Pantai Pasir Putih (Situbondo)
Bukit Arak-Arak, Situs purbakala (diseluruh Bondowoso), Gerbong Maut dll (Bondowoso)
Pantai Watu Ulo-Papuma (Jember)
Taman Nasional Alas Purwo, Pantai Sukomade, Pantai Plengkung, Situs Puputan Bayu, Watu Dodol, Desa Wisata Osing dll (Banyuwangi)

Secara tradisional, kawasan Tapal Kuda merupakan kawasan yang diwarnai nuansa keislaman yang kental. Nahdlatul Ulama mempunyai akar yang sangat kuat diwilayah ini, kendatipun mistisme juga ditemukan utamanya di Banyuwangi. Tahun 1998 wilayah ini pernah diguncang gangguan keamanan dengan isu dukun santet yang menewaskan beberapa puluh jiwa yang terdiri dari warga biasa dan ulama, terutama di Banyuwangi dan mencekam hampir seluruh kawasan Tapal Kuda selama beberapa waktu, dan sampai sekarang siapa dalang dari semua itu masih merupakan tabir gelap yang belum terpecahkan.

Kendatipun berada di pulau Jawa, namun mayoritas penduduk Tapal Kuda adalah masyarakat Madura atau berbahasa Madura. Tapi anehnya mereka banyak yang enggan disebut Madura dan lebih suka disebut sebagai orang pendhalungan atau campuran, dikarenakan nenek moyang mereka yang merupakan pembauran antara etnis Jawa dan Madura.

Sedangkan etnis Jawa sendiri lebih banyak menghuni kawasan selatan Tapal Kuda, utamanya Lumajang, Jember Selatan dan Banyuwangi Selatan. Bahkan uniknya kebanyakan penduduk Tapal Kuda tidak mengerti bahasa Jawa. Sedangkan komunitas lainnya adalah Masyarakat Budaya Osing yang menghuni kawasan tengah Banyuwangi, Masyarakat Tengger di wilayah Bromo, kelompok kecil etnis Bali di wilayah Banyuwangi dan tentunya suku Tionghoa dan Arab yang tersebar dikota-kota utama kawasan itu.

Sedangkan ditinjau dari segi kebudayaan, budaya yang dominan sudah pasti budaya Madura yang akan tetapi memiliki beberapa perbedaan dengan budaya Madura di tanah leluhurnya. Kebudayaan Jawapun terbagi antara budaya Arekan (Jawa Timuran) dan Mataraman yang terpusat dipantai selatan. Sedangkan masyarakat Tengger dan Osing membentuk budayanya sendiri. Namun yang paling populer adalah kebudayaan masyarakat Osing yang sangat berwarna karena pengaruh Jawa-Madura dan Bali yang kuat, dan menjadi ikon khas bagi Jawa Timur, seperti Gandrung Banyuwangi hingga Banyuwangi dijuluki sebagai Kota Gandrung dan banyak seni budaya lokal yang tidak dijumpai didaerah manapun di Jawa. Wayang Topeng berbahasa Madura dan Ludruk berbahasa Madurapun juga populer di Tapal Kuda selain kesenian-kesenian bernafaskan Islam.

Sumber :
http://imatacommunity.wordpress.com
http://id.wikipedia.org

Related Posts