Showing posts with label Batik. Show all posts
Showing posts with label Batik. Show all posts

Tuesday, June 1, 2021

Tembakau Jember, Sumber Inspirasi Budaya

01 AGUSTUS 2019 18.00 WIB • 2 MENIT

    

Tembakau memang merupakan salah satu anugerah Tuhan kepada Tanah Jawa, khususnya Kota Jember. Bahkan sejak ratusan tahun yang lalu, ketika Portugis mendaratkan kaki mereka ke Bumi Nusantara, mereka telah mengenal Tanah Jawa sebagai penghasil tembakau.

Salah satu wilayah di Jawa (Jawa Timur) yang menjadi tempat perkebunan tembakau sejak masa kolonial adalah Jember. Para pengusaha Belanda berlomba-lomba mendirikan perusahaan tembakau di kota ini, salah satunya adalah Landbouw Maatschapij Oud Djember (LMOD) yang didirikan tahun 1859 oleh controleur George Bernie.

Beberapa tahun berikutnya, nama Landbouw Maatschapij Oud Djember diubah menjadi Oud Djember saja. Kisah panjang tentang historiografi tembakau di Tanah Jawa, khususnya di Jember, akan penulis ulas, pada kesempatan lain.

Kali ini penulis sedikit ingin mengulas tentang dua ikon budaya Jember yang lahir karena terinspirasi dari komoditas tembakau.


Tari Lahbako dan Musik Patrol

Nampaknya, tembakau memang menjadi anugerah Tuhan yang penuh berkah bagi masyarakat Jember. Tembakau tidak hanya sekedar sebagai komoditas utama saja, namun berikutnya menjelma sebagai inspirasi terbentuknya ikon budaya Kota Jember.

Setidaknya ada dua identitas kultural Jember yang lahir dari inspirasi tembakau. Pertama, daun tembakau mengilhami para perajin batik di Jember menjadikannya sebagai motif batik.

Kedua, aktivitas harian petani tembakau mengilhami terciptanya Tari Lahbako. Akronim “Lahbako” terambil dari kata “Lah” dan “Bako” yang artinya adalah mengolah tembakau.

Tari tersebut diciptakan pada tahun 1980-an atas prakarsa Kolonel Suryadi Setiawan, yang menjabat Bupati Jember kala itu, tokoh masyarakat, dan beberapa seniman yang terlibat sebagai inisiator.

Mereka mengundang Bagong Kussudiardja, seorang koreografer dan pelukis Indonesia terkemuka untuk datang ke Jember. Dari situlah akhirnya Tari Lahbako tercipta berdasarkan pengamatan Bagong Kussudiardja dan para inisiator terhadap aktivitas para buruh tembakau mulai dari saat bekerja di ladang, hingga ketika mereka bekerja di gudang.

Tari Lahbako biasa diiringi dengan alat musik kendang, seruling, dan alat musik dari bambu. Perpaduan alat-alat musik itulah yang disebut sebagai musik patrol, yang juga khas Jember.


Batik Jember

Jika ngobrol mengenai batik, tentu tidak lepas dari Jogja, Solo, atau Pekalongan sebagai kota-kota pusat kerajinan batik. Siapa sangka, meskipun tidak sepopuler tiga kota tadi, Jember ternyata memiliki tradisi kerajinan batik dengan motif yang unik dan khas.

Tembakau, kopi, dan coklat, sebagai tanaman komoditas andalan Jember menginspirasi para perajin batik Jember untuk menjadikannya sebagai motif karyanya.

Selain tiga motif itu, pengrajin batik Jember adakalanya juga menggunakan motif gambar buah naga dan burung. Namun di antara motif-motif tersebut, batik bermotif tembakau atau Batik Labako adalah motif yang dominan digunakan sebagai ikon Batik Jember.

Produk kerajinan batik Nusantara yang terkenal umumnya bermotif Keraton, Parang Rusak, Mega Mendung, Kawung, dan lain sebagainya.

Pemilihan tembakau dan tanaman komoditas lainnya sebagai motif, tentu membuat batik Jember keluar dari pakem motif batik pada umumnya.

Di Jember, setidaknya terdapat dua lokasi yang terkenal sebagai sentra kerajinan Batik khas Jember.

Pertama, sentra kerajinan batik yang terletak di Desa Sumberpakem Kecamatan Sumberjambe. Di sini, kerajinan batik telah berlangsung turun-temurun. Motif batik yang dikembangkan di sentra ini adalah batik bermotif tembakau atau Batik Labako.

Kedua, Rumah Batik Rolla yang terletak di Jl. Mawar, Kelurahan Jember Lor Kecamatan Patrang. Sentra batik yang dikelola oleh Iriane Chairani Megahwati ini memproduksi dan mengembang aneka ragam corak dan motif batik khas Jember, serta terobsesi untuk mewujudkan Kampung Batik Jember.

Batik Jember selain tidak luput diperagakan dalam Jember Fashion Carnival (JFC) juga pernah go international dalam peragaan busana di Paris Fashion Week 2018.


Sumber :

https://www.goodnewsfromindonesia.id/2019/08/01/tembakau-jember-sumber-inspirasi-budaya

Wednesday, December 4, 2019

Daun Tembakau Jadi Motif Khas Batik Jember


Daun Tembakau dan Ragam Tumbuhan Jadi Motif Khas Batik Jember

Batik Jember menjadi salah satu kerajinan khas Jawa Timur yang dipamerkan di Batik Fashion Fair 2019 pada 27 hingga 1 Desember 2019, di Exhibition Hall Grand City Surabaya.

Dalam pameran yang digelar oleh Debindo Mitra Tama itu, Batik Jember dipamerkan di booth Pemerintah Kabupaten Jember dengan ornamen kayu menjulang tinggi.

Jadi, tak susah untuk menemukan booth Batik Jember di pameran Batik Fashion Fair 2019.

Melalui pameran ini, baik pengrajin hingga Pemkab Jember memiliki satu visi yakni, mengenalkan Batik Jember ke khalayak luas sebagai salah satu kerajinan khas Jawa Timur.

Hal itu seperti yang disampaikan Nurul Hidayah, salah seorang pengrajin Batik Jember saat ditemui, Jumat (29/11/2019).

Nurul mengatakan, para pengrajin batik maupun kerajinan tangan lainnya tak pernah putus komunikasi dengan pemerintah.

“Sehingga, ketika mereka memiliki info pameran, entah di dalam kota maupun di luar kota atau bahkan luar pulau sekalipun, pihak terkait akan memberikan info kepada kami,” terang Nurul.


Sejarah Batik Jember

Dilansir dari situs infobatik.id, Batik Jember banyak bergambarkan daun tembakau. Bukan tanpa alasan, hal itu karena Jember banyak dikenal sebagai kota penghasil tembakau tebesar di Indonesia.

Selain tembakau, Batik Jember juga banyak berhiaskan rokok, cokat, serta budaya. Hal ini selaras dengan identitas Jember yang terdiri dari 4C yakni, coklat, tembakau, kopi, dan budaya.

Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 10 Jember, Marnis menjelaskan, kebanyakan Batik Jember menggunakan motif daun tembakau atau tumbuhan yang terkenal di Jember seperti kopi dan coklat.

Di Jember, kegiatan membatik sudah ada sejak zaman Belanda atau saat Batik Pekalongan populer di Eropa.

Meski sejarah tak pernah mencatat kapan kegiatan membatik di Jember dimulai, namun pada 2010 lalu produsen Batik Rolla kembali mengangkat Batik Jember hingga ditasbihkan sebagai kerajinan khas daerah.

Pada saat itu, Batik Jember sudah tidak lagi mengikuti motif seperti Batik Solo maupun Yogyakarta, melainkan motif yang bebas dan kontemporer.


Ciri Motif Batik Jember

Motif batik di tiap daerah tentu memiliki ciri yang memiliki arti filosofis atau merepresentasikan suatu daerah.

Batik Jember pun begitu. Motif yang digunakan Batik Jember adalah daun tembakau, selain dua tumbuhan lain seperti kopi dan coklat.

Daun tembakau dipilih sebagai motif Batik Jember lantaran memiliki kedekatan makna dengan Jember.

Jember merupakan kabupaten penghasil tembakau terbesar di Indonesia.

Kedekatan masyarakat Jember dengan tembakaunya yang khas itu bahkan sudah menyatu dengan kehidupan sehari-hari.

Misalkan ada acara seperti pernikahan, syukuran, atau tahlilan, tembakau akan menjadi suguhan untuk tamu.

Maka dari itu, kedekatan masyarakat Jember terhadap tembakau memberikan semacam pengaruh terhadap batik khas Jember.

Selain daun tembakau, masyarakat Jember juga kerap memproduksi kain batik dengan motif tanaman lainnya, seperti Ornamen Daun Kopi, Buah Naga, dan sebagainya.

Sama halnya dengan tembakau, kopi dan buah naga juga termasuk hasil pertanian yang cukup terkenal di Jember.

Ciri khas kekayaan alam inilah yang menjadi inspirasi lahirnya motif kain batik di Jember.


Sumber
https://surabaya.tribunnews.com/2019/11/30/daun-tembakau-dan-ragam-tumbuhan-jadi-motif-khas-batik-jember?page=all.
https://www.facebook.com/pg/Batik-Sumberjambe-Batik-Khas-Jember-1741959492733437/posts/

Tuesday, September 25, 2018

Batik Jember di Paris Fashion Week 2018


Ada Batik Jember di Paris Fashion Week 2018

Lia Afif, desainer muslim Indonesia, berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Jember akan memamerkan batik Jember ke kancah internasional melalui peragaan busana di Paris Fashion Week 2018 pada 25 September 2018.

"Kami mengangkat batik Jember yang merupakan bentuk dukungan untuk batik-batik di Jawa Timur go international," kata Lia Afif di sela-sela pemotretan model batik Jember di Pantai Pasir Putih Malikan (Papuma) Jember, Jawa Timur, Sabtu (15/9/2018).

Pada kegiatan "Paris Fashion Week 2018", desainer asal Surabaya itu akan membawa 20 koleksi batik khas Kabupaten Jember karena warisan budaya Indonesia menjadi tema koleksi para desainer Indonesia pada kegiatan parade busana bergengsi tersebut.

"Batik Jember sangat bagus dan menarik, bahkan sebelum pemotretan yang berlangsung di Pantai Papuma, batik-batik tersebut sudah terpajang dan mendapat daya tarik dari peminat batik," tuturnya.

Ia mengatakan pihaknya membawa semangat dari Jember dengan membawa karya batik khas Jember yang menggunakan batik warna alam.

"Motif batik Jember yang berbeda menjadi daya tarik bagi desainer dengan mengangkat motif dari hasil bumi Kabupaten Jember, seperti coklat, kopi, dan tembakau karena setiap daerah harus punya karakter, dan batik Jember berkarakter," katanya.

Dalam momentum itu, lanjut dia, pihaknya ingin menunjukkan koleksi dari Indonesia dengan kain-kain nusantara seperti kain batik yang menggunakan warna dari bahan alam bisa mengikuti ajang peragaan busana di Paris Fashion Week 2018.

"Banyaknya pengalaman dalam kegiatan peragaan busana akan menjadi pelajaran dan evaluasi dalam mengikuti Paris Fashion Week 2018," ujarnya.

Lia Afif ingin menjadikan Indonesia sebagai kiblat fashion batik model muslim dunia dengan mengenalkan batik-batik yang memiliki karakter yang kuat seperti batik Solo, sehingga diharapkan jadi tren pakaian muslim di dunia.

Sementara Dedi Winarno pelaksana tugas Kepala Dinas Pariwisata Jember menyambut baik rencana desainer Lia Afif yang mempromosikan batik Jember dalam peragaan busana di Paris Fashion Week, sehingga batik Jember bisa go international.

"Digunakan batik Jember dalam peragaan busana di Prancis akan berdampak positif bagi Kabupaten Jember," katanya.


Sumber :
http://senggang.suarasurabaya.net/news/2018/209673-Ada-Batik-Jember-di-Paris-Fashion-Week-2018

Sumber foto :
https://jemberkab.go.id/wp-content/uploads/2018/09/

Related Posts