Showing posts with label Khas. Show all posts
Showing posts with label Khas. Show all posts

Friday, December 24, 2021

Potensi Lokal Soal Kopi dan Kakao

DPC PKB Jember Minta Pemkab Segera Tangkap Potensi Lokal Soal Kopi dan Kakao

21 Desember 2021, 15:03 WIB

Pemerintah Kabupaten Jember saat ini berencana mengembangkan sektor wisata di Jember. Baik wisata yang ada di Jember dan potensi produk lokal sendiri diantaranya kopi dan kakao yang produksinya melimpah.

Ketua DPC PKB Jember Ayub Junaedi mengatakan, Jember memiliki potensi yang sangat besar yang belum dikembangkan.

"Potensi kita sangat besar sekali dan ini yang masih belum ditangkap sejak dulu," ungkapnya saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Selasa 21 Desember 2021.

Ayub mencontohkan, saat ini Jember sudah ada beberapa event dan membangun brand cerutu serta kopi robusta yang banyak.

"Kita sudah punya sumber daya nya dan sudah ada Puslitkoka di Jember, ini harusnya ditangkap dan dimaksimalkan oleh Pemkab Jember," terangnya.

Dalam pengembangan ini, pihaknya menyampaikan image soal kopi saja sekarang sudah diambil oleh Kabupaten Bondowoso yang mengembangkan lebih dulu.

"Padahal Jember potensinya lebih besar kalau soal kopi, misal ada kopi durjo dan beberapa jenis kopi Jember lainnya," imbuhnya.

Ayub mengungkapkan, dengan adanya potensi ini segera ditangkap dan dibangunkan sentra-sentra yang ada karena ini menjadi kekuatan bagi Jember kedepan.

"Salah satunya jika dikembangkan dengan maksimal akan meningkatkan PAD Jember kedepan dan pastinya mengangkat produk lokal," tutupnya.


Sumber :

https://portaljember.pikiran-rakyat.com/jemberan/pr-163286547/dpc-pkb-jember-minta-pemkab-segera-tangkap-potensi-lokal-soal-kopi-dan-kakao

Thursday, December 9, 2021

Kopi Asal Jember Didorong Agar Mendunia

Kopi Asal Jember Didorong Agar Mendunia

Kondisi geografis Kabupaten Jember, Jawa Timur berada di antara pegunungan Hyang Argopuro dan Raung membuat daerah ini cocok untuk pertanian kopi. Diketahui, ada tiga jenis kopi yang dihasilkan di Jember, jenis pertama adalah kopi Robusta dengan cita rasa pahit, jenis kedua kopi arabika dengan citarasa cenderung asam, dan ketiga adalah kopi Liberika dengan aroma buah nangka.

Bupati Jember Hendy Siswanto menjelaskan, daerah tersebut sangat kaya dengan sumber daya alam berlimpah. Apa saja bisa tumbuh di sini karena tanahnya subur. Ia memiliki komitmen penuh untuk mengangkat produk lokal khas Jember agar dikenal lebih luas lagi. Khususnya produk unggulan seperti Kopi dan Kakao.

“Kabupaten Jember memiliki 18 ribu hektar wilayah pertanian kopi robusta yang mampu memproduksi sekitar 11 ribu ton pertahun, bahkan masih ada 32 ribu hektar lagi lahan yang berpotensi untuk ditanami kopi robusta tersebar di berbagai kecamatan,” kata Hendy melalui siaran persnya, Kamis (9/12).

Di samping Jember memiliki  potensi budidaya kopi jenis robusta yang tumbuh subur, juga memiliki kualitas terbaik bukan saja di Indonesia, bahkan mungkin didunia. “Karena kita juga memiliki jenis kopi rengganis namanya, yang tumbuh dilereng gunung argopuro,” kata dia.

Komoditas kopi, lanjut Hendy, memiliki multiplier effect ekonomi ke warga Jember, mulai dari tingkat hulu (on-farm) sampai hilir (off-farm). "Kami ingin menyatukan visi dan langkah, serta bersinergi memajukan sektor perkebunan kopi ini. Adanya penguatan produk mulai dari hulu sampai hilir," tegasnya.

Ke depan, Bupati Hendy berharap para petani lokal tidak lagi menjual langsung biji kopi, namun sudah memiliki nilai tambah berupa produk kopi kemasan dengan harga yang lebih tinggi. “Ke depan saya akan membawa dan turut memasarkan produk lokal khas Jember khususnya kopi agar tidak kalah dengan daerah lainnya,” ujar dia.


Sumber :

https://www.republika.co.id/berita/r3vfk6456/kopi-asal-jember-didorong-agar-mendunia

Wednesday, April 14, 2021

Edamame Jember yang Mendunia

Bagi para vegetarian, mendengar kata “edamame” mungkin sudah tidak asing lagi. Edamame biasa ditemui pada beberapa restoran Jepang atau masakan Asia Timur. Edamame merupakan kacang kedelai berwarna hijau yang lebih muda daripada kacang kedelai pada umumnya.

Menurut sejarah, edamame adalah tanaman yang dibudidayakan di Tiongkok pada tahun 200 SM sebagai tanaman obat. Kemudian edamame pun mulai dipasarkan di Jepang pada tahun 972 M.

Semakin berkembangnya perdagangan antarnegara, pada abad ke-19 edamame mulai tersebar ke berbagai penjuru negara tujuan perdagangan, antara lain Jepang, Korea, India, Australia, Amerika, dan Indonesia.

Di Indonesia sendiri, edamame adalah salah satu komoditi ekspor andalan Jember, Jawa Timur (Jatim). Bahkan, edamame sudah mendunia sejak 20 tahun lalu. Edamame diproduksi oleh salah satu perusahaan perkebunan, dengan memproduksi sebanyak 9.000 ton setiap tahunnya yang dipanen oleh para petani Jember di atas lahan kebun seluas 1.500 hektare.

Dikutip dari Liputan6, dari 9.000 ton setiap tahunnya, sebesar 85 persen untuk ekspor dan 15 persen lainnya untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik. Jika dihitung kembali, sekitar 7.650 ton untuk pasar ekspor dan sisanya 1.350 ton untuk dijual di dalam negeri.

Edamame biasa dipanen ketika masih muda, lunak, dan hijau. Kacang kedelai ini sering dijadikan sebagai camilan karena tinggi akan protein nabati. Selain tinggi nutrisi, edamame juga tinggi antioksidan, rendah kalori, bebas gula, dan tidak mengandung kolesterol.

Selain manfaat di atas, ternyata edamame juga memiliki banyak manfaat lainnya. Berikut manfaatnya.

Meningkatkan daya tahan tubuh

Cuaca yang tidak menentu dapat memengaruhi daya tahan tubuh. Dengan mengonsumsi edamame, daya tahan tubuh dapat terpenuhi dengan baik. Hal tersebut dikarenakan edamame memiliki kandungan gizi berupa vitamin C dan B.


Menjaga kesehatan jantung

Kandungan antioksidan yang tinggi dalam edamame dapat menghancurkan lemak yang menumpuk di dalam tubuh. Lemak tersebut dapat memicu penyakit jantung dan darah tinggi.

Pada sebuah studi, 50 gram protein kedelai per hari mampu membantu menurunkan kadar kolesterol LDL sebesar 3 persen.

Studi ulasan lain juga menunjukkan bahwa konsumsi 47 gram protein kedelai setiap hari dapat mengurangi kadar kolesterol sebanyak 9,3 persen dan kolesterol LDL sebesar 12,9 persen.


Mengurangi risiko kanker

Kacang edamame yang mengandung isoflavin mampu mengurangi risiko kanker prostat dan kanker payudara.

Isovlafin merupakan senyawa yang berperan dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia sebagai pencegah sel kanker.

Menurut Journal of Agricultural and Food Chemistry, salah satu isoflavin utama yang disebut genistein dinilai memiliki kandungan antioksidan yang tinggi dan mampu menghambat pertumbuhan sel kanker.


Melancarkan pencernaan

Memiliki kandungan serat yang tinggi, kacang edamame dapat meningkatkan kerja sistem pencernaan pada manusia. Dengan begitu, cocok untuk dikonsumsi Kawan GNFI yang sedang dalam program diet.

Tidak hanya itu, edamame juga berfungsi sebagai penahan nafsu makan secara alami karena kandungan kabohidrat kompleks yang ada.


Mempercepat proses pembekuan darah

Kandungan vitamin K pada edamame dapat mempercepat proses pembekuan darah. Hal tersebut sangat baik untuk mempercepat proses penyembuhan saat ada bagian tubuh yang terluka.


Menjaga kesehatan mata

Dengan mengandung vitamin A, kacang edamame baik dikonsumsi untuk menjaga kesehatan mata dan mencegah penyakit mata, seperti katarak.

Pada proses melihat vitamin A berperan sebagai retinal yang merupakan komponen dari zat penglihat rhodopsin. Zat tersebut yang membuat mata kita dapat melihat dalam kondisi minim cahaya.


Itulah manfaat dari edamame. Bagi Kawan GNFI yang akan mengonsumsi edamame, pilihlah edamame yang segar.

Namun, bagi Kawan GNFI yang memiliki alergi terhadap kedelai, sebaiknya tidak mengonsumsi edamame karena akan menimbulkan gejala, seperti gatal dan bengkak pada kulit.


Sumber :

https://www.goodnewsfromindonesia.id/2020/01/17/edamame-jember-mendunia

Friday, January 15, 2021

Olahan Tape Singkong Khas Jember

Jajanan Olahan Tape Singkong Khas Jember yang Siap Memanjakan Lidah

25 NOVEMBER 2016


Begitu menyebut kota Jember, sebagian besar masyarakat tertuju pada gelaran Jember Fashion Carnival (JFC). Hal ini sangatlah wajar, karena JFC sendiri adalah salah satu yang paling ikonik dari kota Jember. Gelaran JFC dihelat setiap tahun, tepatnya pada bulan Agustus yang bersamaan dengan bulan kemerdekaan dan agenda Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ). Namun, tak lengkap rasanya jika mengunjungi kota ini tanpa membeli oleh-oleh khasnya, termasuk makanannya.

Sebagai kota yang dianugerahi kesuburan alam, Jember memiliki produktivitas singkong yang cukup besar. Tak heran jika kemudian kota yang berjarak 200 kilometer dari Surabaya ini dijuluki sebagai kota singkong. Keberadaan singkong yang melimpah ruah pada akhirnya dijadikan sebagai makanan tape singkong yang manis dan legit. Tak berhenti sampai disitu, tape-tape singkong ini kemudian diolah lagi menjadi makanan olahan yang memiliki cita rasa yang tak kalah nikmatnya. Berikut adalah makanan olahan dari tape khas Jember yang menggugah selera.


Suwar-Suwir

Makanan yang satu ini mirip dengan dodol, tapi teksturnya lembut dan agak sedikit keras. Bentuknya persegi panjang kecil dengan tampilan warna-warni yang menarik. Rasanya pun beragam, mulai dari stroberi sampai yang original. Suwar-suwir tergolong sebagai salah satu permen tradisional khas Jember.


Prol Tape

Sepintas makanan ini mirip dengan kue cake pada umumnya. Bahannya terbuat dari tepung terigu, tape singkong, telur, susu dan mentega. Aroma tapenya terasa sekali yakni paduan antara manis, kecut (asam), dan gurih. Varian rasanya juga bermacam-macam, mulai dari cokelat, keju, cokelat keju, kismis, dan original. Ketika sudah sampai di mulut, kue ini terasa lumer dan legit.


Pia Tape

Jika Jogjakarta terkenal akan Bakpia Pathok, Jember lain lagi. Disini Anda akan merasakan kelezatan pia tape yang lembut. Walaupun terbuat dari tepung terigu, rasa khas tape singkongnya sangat kuat terasa. Yang membuat rasanya semakin unik lagi, untuk rasa keju agak sedikit asin karena campuran kejunya. Dan sedikit lebih manis dan legit untuk yang rasa cokelat.


Brownies Tape

Selanjutnya ada brownies tape. Tidak beda jauh dengan brownies-brownies biasanya. Namun, keunikannya terletak pada rasa manis khs tapenya. Tersedia juga brownies tape dengan rasa cokelat dan juga keju. Soal harga pun juga cukup terjangkau bagi semua kalangan.


Dodol Tape

Dimana-mana hampir di berbagai kota di Indonesia dodol selalu ada, begitu juga di Jember. Disini juga ada dodol yang manis nan legit . Bedanya dengan dodol lain adalah bahan bakunya yang didominasi oleh tape singkong. Rasakan sensasi rasa tape manis dari dodol ini di setiap gigitannya.


Tape Bakar

Tape bakar sebenarnya adalah makanan khas dari kota Bondowoso, kota tetangga di sebelah utara Jember. Karena secara geografis kedua kota ini berdekatan, tape bakar ini juga banyak dijumpai di Jember. Makanan ini sangat unik, tape singkong dibuang bagian tengahnya kemudian diisi dengan campuran gula merah, selai buah, atau cokelat. Lalu dibalut dengan menggunakan daun pisang. Setelah itu dibakar menggunakan arang, setelah matang rasanya sangat nikmat, apalagi kalau dimakan saat masih hangat.


Nah, itu tadi beberapa makanan olahan tape singkong khas Jember. Bagi Anda yang hendak berkunjung ke kota ini jangan lewatkan untuk mencicipi kuliner nikmat ini. Bisa juga untuk oleh-oleh keluarga dirumah. Mendapatkannya pun tidak susah, karena banyak dijual di toko pusat oleh-oleh Jember. Seperti di sekitaran Jalan Trunojoyo dan Jalan Gajah Mada Jember. 

Dan waktu yang tepat untuk ke Jember adalah bulan Agustus. Karena selain dapat menyaksikan JFC, Anda juga dapat menyaksikan gelaran BBJ, seni dan budaya Pandhalungan khas Jember. Serta menikmati keindahan wisata alamnya seperti Pantai Tanjung Papuma, Bukit Payangan, Bukit J-88, Teluk Love dan masih banyak lagi yang lainnya.

Selamat menjelajah dan menikmati jajanan khas Jember.



Sumber :

https://www.goodnewsfromindonesia.id/2016/11/25/jajanan-olahan-tape-singkong-khas-jember-yang-siap-memanjakan-lidah

Thursday, August 20, 2020

Komunitas Free Fly Burung Peliharaan

Serunya Latihan Free Fly Burung Peliharaan

Kamis, 16 Juli 2020 | 13:51 WIB


Sekelompok pecinta burung di Jember, Jawa Timur, mempunyai cara unik memanjakan burung kesayangannya.

Dengan latihan khusus, mereka sengaja melepas burung hingga terbang bebas di udara.

Uniknya, burung-burung mereka akan kembali hinggap setelah mendengar tanda panggilan khusus dari sang pemilik.

Sekilas, hobi ini mempunyai resiko tinggi, burung kesayangan bisa saja hilang dan tak kembali. Namun dengan latihan khusus sejak usia anakan, akan membuat burung-burung tersebut menurut perintah pemiliknya.

Burung yang dilepas bebas dan akan kembali menjadi kepuasan tersendiri bagi pemiliknya, dan dari segi harga akan mendongkrak nilai jual burung hingga dua kali lipat dari harga normal. Bahkan hingga puluhan juta rupiah.

Burung yang mereka miliki berjenis paruh bengkok yang terlihat cantik dan lucu, seperti seperti burung love bird, burung nuri, burung makau bahkan burung layang laying.

Pemilik burung menuturkan latihan khusus ini dimulai sejak burung berusia anakan. Lama waktu latihan biasanya memakan waktu 2-3 bulan latihan.


Sumber :
https://www.kompas.tv/article/94356/serunya-latihan-free-fly-burung-peliharaan

Friday, April 10, 2020

Nama Desa, Kelurahan 7 Kecamatan di Jember

Jumlah dan Nama Desa / Kelurahan & Kecamatan di Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur

Provinsi Jawa Timur menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 56 Tahun 2015 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan disebutkan sebagai salah satu dari sebanyak 34 Provinsi di Indonesia. Di provinsi ini terdapat sebanyak 7.724 desa, 777 kelurahan, dan 664 kecamatan yang tersebar di 29 kabupaten dan 9 kota. Salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur adalah Kabupaten Jember.

Dari tabel di bawah ini dapat dilihat bahwa di Kabupaten Jember terdapat sebanyak 226 Desa, dan 22 Kelurahan yang tersebar di sebanyak 31 Kecamatan. Dengan sejumlah desa tersebut, Kabupaten Jember berada di Peringkat Ke – 16 dalam Daftar Kabupaten / Kota dengan Jumlah Desa Terbanyak di Provinsi Jawa Timur.

Sebanyak 3 kecamatan yaitu Kecamatan Kalisat, Kecamatan Puger, dan Kecamatan Sukowonodengan jumlah desa masing-masing sebanyak 12 desa merupakan Kecamatan dengan Jumlah Desa Terbanyak di Kabupaten Jember, dan Peringkat ke – 48 sebagai Kecamatan dengan Jumlah Desa Terbanyak di Provinsi Jawa Timur.

1. Kec. Ajung  (7 Desa)
● Desa Ajung ● Desa Klompangan ● Desa Mangaran ● Desa Pancakarya ● Desa Rowoindah ● Desa Sukamakmur ● Desa Wirowongso

2 Kec. Ambulu  (7 Desa)
● Desa Ambulu ● Desa Andongsari ● Desa Karanganyar ● Desa Pontang ● Desa Sabrang ● Desa Sumberejo ● Desa Tegalsari

3 Kec. Arjasa  (6 Desa)
● Desa Arjasa ● Desa Biting ● Desa Candijati ● Desa Darsono ● Desa Kamal ● Desa Kemuninglor

4 Kec. Balung  (8 Desa)
● Desa Balungkidul ● Desa Balungkulon ● Desa Balunglor ● Desa Curahlele ● Desa Gumelar ● Desa Karang Semanding ● Desa Karangduren ● Desa Tutul

5 Kec. Bangsalsari  (11 Desa)
● Desa Badean ● Desa Bangsalsari ● Desa Banjarsari ● Desa Curahkalong ● Desa Gambirono ● Desa Karangsono ● Desa Langkap ● Desa Petung ● Desa Sukorejo ● Desa Tisnogambar ● Desa Tugusari

6 Kec. Gumukmas  (8 Desa)
● Desa Bagorejo ● Desa Gumukmas ● Desa Karangrejo ● Desa Kepanjen ● Desa Mayangan ● Desa Menampu ● Desa Purwoasri ● Desa Tembokrejo

7 Kec. Jelbuk  (6 Desa)
● Desa Jelbuk ● Desa Panduman ● Desa Sucopangepok ● Desa Sugerkidul ● Desa Sukojember ● Desa Sukowiryo

8 Kec. Jenggawah  (8 Desa)
● Desa Cangkring ● Desa Jatimulyo ● Desa Jatisari ● Desa Jenggawah ● Desa Kemuningsarikidul ● Desa Kertonegoro ● Desa Sruni ● Desa Wonojati

9 Kec. Jombang  (6 Desa)
● Desa Jombang ● Desa Keting ● Desa Ngampelrejo ● Desa Padomasan ● Desa Sarimulyo ● Desa Wringinagung

10. Kec. Kalisat  (12 Desa)
● Desa Ajung ● Desa Gambiran ● Desa Glagahwero ● Desa Gumuksari ● Desa Kalisat ● Desa Patempuran ● Desa Plalangan ● Desa Sebanen ● Desa Sukoreno ● Desa Sumberjeruk ● Desa Sumberkalong ● Desa Sumberketempa

11 Kec. Kaliwates  (7 Kelurahan)
● Kel. Jemberkidul ● Kel. Kaliwates ● Kel. Kebonagung ● Kel. Kepatihan ● Kel. Mangli ● Kel. Sempusari ● Kel. Tegalbesar

12 Kec. Kencong  (5 Desa)
● Desa Cakru ● Desa Kencong ● Desa Kraton ● Desa Paseban ● Desa Wonorejo

13 Kec. Ledokombo  (10 Desa)
● Desa Karangpaiton ● Desa Ledokombo ● Desa Lembengan ● Desa Slateng ● Desa Sukogidri ● Desa Sumberanget ● Desa Sumberbulus ● Desa Sumberlesung ● Desa Sumbersalak ● Desa Suren

14 Kec. Mayang  (7 Desa)
● Desa Mayang ● Desa Mrawan ● Desa Seputih ● Desa Sidomukti ● Desa Sumberkejayan ● Desa Tegalrejo ● Desa Tegalwaru

15  Kec. Mumbulsari  (7 Desa)
● Desa Karang Kedawung ● Desa Kawangrejo ● Desa Lampeji ● Desa Lengkong ● Desa Mumbulsari ● Desa Suco ● Desa Tamansari

16 Kec. Pakusari  (7 Desa)
● Desa Bedadung ● Desa Jatian ● Desa Kertosari ● Desa Pakusari ● Desa Patemon ● Desa Subo ● Desa Sumberpinang

17  Kec. Panti  (7 Desa)
● Desa Glagahwero ● Desa Kemiri ● Desa Kemuning Sari Lor ● Desa Pakis ● Desa Panti ● Desa Serut ● Desa Suci

18 Kec. Patrang  (8 Kelurahan)
● Kel. Banjarsengon ● Kel. Baratan ● Kel. Bintoro ● Kel. Gebang ● Kel. Jemberlor ● Kel. Jumerto ● Kel. Patrang ● Kel. Slawu

19 Kec. Puger  (12 Desa)
● Desa Bagon ● Desa Grenden ● Desa Jambearum ● Desa Kasiyan ● Desa Kasiyan Timur ● Desa Mlokorejo ● Desa Mojomulyo ● Desa Mojosari ● Desa Pugerkulon ● Desa Pugerwetan ● Desa Wonosari ● Desa Wringintelu

20 Kec. Rambipuji  (8 Desa)
● Desa Curahmalang ● Desa Gugut ● Desa Kaliwining ● Desa Nogosari ● Desa Pecoro ● Desa Rambigundam ● Desa Rambipuji ● Desa Rowotamtu

21 Kec. Semboro  (6 Desa)
● Desa Pondokdalem ● Desa Pondokjoyo ● Desa Rejoagung ● Desa Semboro ● Desa Sidomekar ● Desa Sidomulyo

22 Kec. Silo  (9 Desa)
● Desa Garahan ● Desa Harjomulyo ● Desa Karangharjo ● Desa Mulyorejo ● Desa Pace ● Desa Sempolan ● Desa Sidomulyo ● Desa Silo ● Desa Sumberjati

23 Kec. Sukorambi  (5 Desa)
● Desa Dukuhmencek ● Desa Jubung ● Desa Karangpring ● Desa Klungkung ● Desa Sukorambi

24 Kec. Sukowono  (12 Desa)
● Desa Arjasa ● Desa Baletbaru ● Desa Dawuhanmangli ● Desa Mojogemi ● Desa Pocangan ● Desa Sukokerto ● Desa Sukorejo ● Desa Sukosari ● Desa Sukowono ● Desa Sumberdanti ● Desa Sumberwaru ● Desa Sumberwringin

25 Kec. Sumberbaru  (10 Desa)
● Desa Gelang ● Desa Jambesari ● Desa Jamintoro ● Desa Jatiroto ● Desa Kaliglagah ● Desa Karangbayat ● Desa Pringgowirawan ● Desa Rowotengah ● Desa Sumberagung ● Desa Yosorati

26 Kec. Sumberjambe  (9 Desa)
● Desa Cumedak ● Desa Gunungmalang ● Desa Jambearum ● Desa Plerean ● Desa Pringgondani ● Desa Randuagung ● Desa Rowosari ● Desa Sumberjambe ● Desa Sumberpakem

27 Kec. Sumbersari  (7 Kelurahan)
● Kel. Antirogo ● Kel. Karangrejo ● Kel. Kebonsari ● Kel. Kranjingan ● Kel. Sumbersari ● Kel. Tegalgede ● Kel. Wirolegi

28  Kec. Tanggul  (8 Desa)
● Desa Darungan ● Desa Klatakan ● Desa Kramat Sukoharjo ● Desa Manggisan ● Desa Patemon ● Desa Selodakon ● Desa Tanggulkulon ● Desa Tanggulwetan

29 Kec. Tempurejo  (8 Desa)
● Desa Andongrejo ● Desa Curahnongko ● Desa Curahtakir ● Desa Pondokrejo ● Desa Sanenrejo ● Desa Sidodadi ● Desa Tempurejo ● Desa Wonoasri

30 Kec. Umbulsari  (10 Desa)
● Desa Gadingrejo ● Desa Gunungsari ● Desa Mundurejo ● Desa Paleran ● Desa Sidorejo ● Desa Sukoreno ● Desa Tanjungsari ● Desa Tegalwangi ● Desa Umbulrejo ● Desa Umbulsari

31 Kec. Wuluhan  (7 Desa)
● Desa Ampel ● Desa Dukuhdempok ● Desa Glundengan ● Desa Kesilir ● Desa Lojejer ● Desa Tamansari ● Desa Tanjungrejo


Sumber :
http://desawirausaha.blogspot.com/2016/01/jumlah-dan-nama-nama-desa-kelurahan-di-kabupaten-jember-provinsi-jawa-timur-tahun-2015.html?m=1

Sunday, April 22, 2018

Batik Meru Betiri


Ini Dia Yang Baru dari Jember, Batik Meru Betiri

Kabupaten Jember Jember mempunyai batik tulis khas yakni batik Meru Betiri. Batik tulis itu diproduksi oleh ibu-ibu di Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember yang merupakan desa penyangga Taman Nasional Meru Betiri (TNMB).

Perkenalan dan peluncuran batik Meru Betiri dilaksanakan Selasa sore, 20 Maret 2018, di balai Desa Wonoasri. Terdapat 13 motif batik yang semuanya bersumber dari kekayaan hayati TNMB. Semua batik tulis Meru Betiri karya ibu-ibu Desa Wonoasri adalah batik tulis yang menggunakan pewarna alami.

Supmini Wardhani, desainer kelompk itu, mengatakan ada 13 motif batik Meru Betiri yang telah dibuat. Misalnya: motif bunga raflesia, cabe jawa, dan blarak atau daun kelapa. Sementara motif elang Jawa, sisik trenggiling, dan macan tutul mengambil dari fauna yang menghuni TNMB.

“Ada juga motif perpaduan antara flora dengan fauna, yakni tawon raflesia,” ujar Supmini Wardhani Pembentukan kelompok pembatik ini difasilitasi para peneliti Universitas Jember.

Kelompok Kehati Meru Betiri beranggotakan 46 anggota yang telah mendapatkan pelatihan membatik selama 14 hari. Mereka mendapat bimbingan dari Soediono (Sanggar batik Godhong Mbako, Jember).

Semua batik diproses dengan pewarnaan alami tanpa bahan kimia. Untuk mendapatkan warna hitam mereka menggunakan akar dan batang tanaman mangrove. “Lalu warna merah dari daun jati, warna krem dari daun tumbuhan Putri Malu, serta pewarna alami lainnya yang tersedia di lingkungan sekitar kami,” tutur Aris Rudiarso yang bertugas memberikan warna setelah kain batik selesai di canting.

Untuk mendapatkan pewarnaan yang maksimal, selembar kain harus melewati proses pewarnaan minimal enam kali pencelupan. Dan setiap kali proses pewarnaan membutuhkan waktu sekitar 36 jam.

Itu hanya untuk satu warna saja. Jadi prosesnya makin lama jika dalam selembar kain batik ada dua warna atau lebih. “Penggunaan pewarna alami inilah yang membuat batik produksi kami umumnya bernuansa warna pastel, tidak ada warna yang mencolok,” kata Aris Rudiarso lagi.

Solikin, staf di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jember mengatakan batik tulis dengan pewarnaan alami memiliki peluang pasar menjanjikan, terutama di pasar luar negeri. “Batik tulis seperti ini jika sudah masuk butik di Surabaya atau Jakarta harganya minimal Rp 750 ribu hingga 1 juta rupiah,” kata dia.

Ketua Program Mitigasi Berbasis Lahan Universitas Jember, Wachju Subchan mengatakan pemberian pelatihan membatik kepada ibu-ibu di Desa Wonoasri ITU bertujuan memberikan ketrampilan untuk mencari tambahan pemasukan. “Program Mitigasi Bencana Berbasis Lahan tidak hanya melakukan rehabilitasi hutan saja, tetapi juga memberikan berbagai keterampilan yang berbasis pada potensi desa seperti pembuatan jamu, budidaya semut rang-rang dan batik tulis ini," kata dia.

Sumber :
https://www.msn.com/id-id/travel/other/ini-dia-yang-baru-dari-jember-batik-meru-betiri/ar-BBKxtpI


Perkenalkan: Inilah Batik Tulis Meru Betiri

Para perempuan Desa Wonosari, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur memproduksi 13 motif batik tulis khas Meru Betiri. Desa tersebut merupakan desa penyangga Taman Nasional Meru Betiri.

Batik tulis ini merupakan bagian dari sub program Mitigasi Bencana Berbasis Lahan yang diselenggarakan Universitas Jember dengan dukungan Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, dan USAID.

Motif-motif tersebut didesain Kehati Meru Betiri, kelompok pembatik yang pembentukannya difasilitasi para peneliti Universitas Jember.

Kelompok ini beranggotakan 46 anggota dan telah mendapatkan pelatihan membatik selama 14 hari oleh Soediono dari sanggar batik Godhong Mbako, Jember. 

Supmini Wardhani, desainer kelompok mengatakan, 13 motif batik bersumber dari kekayaan flora TNMB, seperti motif bunga raflesia, cabe jawa, dan blarak atau daun kelapa. "Sementara motif elang Jawa, sisik trenggiling, dan macan tutul mengambil dari fauna yang menghuni TNMB, ada juga motif perpaduan antara flora dengan fauna, yakni tawon raflesia," katanya, sebagaimana dilansir Humas dan Protokoler Universitas Jember.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha TNMB Khairunnisa mengatakan, motif batik tersebut mengangkat potensi taman nasional. TNMB berrencana mengembangkan program wana wisata dengan objek flora dan fauna, pantaim hingga air terjun.

"Dengan adanya produk batik khas Meru Betiri, harapan kamipara wisatawan bakal lebih tertarik untuk datang. Apalagi Desa Wonoasri ini adalah gerbang menuju TNMB,"kata Khairunnisa.

Khairunnisa mengusulkan agar para pembatik memperhatikan detail motif flora dan fauna penghuni TNMB. "jadi benar-benar khas dan berbeda dengan batik tulis lainnya," katanya.

sumber :
http://beritajatim.com/gaya_hidup/324240/perkenalkan:_inilah_batik_tulis_meru_betiri.html


Batik Meru Betiri dan Budidaya Semut Rangrang Cita-cita Warga Wonoasri Jember

Inisiatif mulia yang diprakarsai oleh The Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) Universitas Jember dan Taman Nasional Meru Betiri, patut diberi apresiasi tinggi.

Pelatihan yang diberikan kepada masyarakat melalui produksi Batik Meru Betiri dan Budidaya Semut Rangrang menjadi sebuah representasi untuk mewujudkan cita-cita memberdayakan masyarakat Desa Wonoasri,Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember untuk menjadi lebih lebih baik.

Dikenal sebagai batik baru di Kabupaten Jember, produksi Batik Meru Betiri yang diproduksi sanggar Batik Warna Alam Kehati Meru Betiri ini terus menunjukkan tren perkembangan. Selaras dengan tingginya antusias dari para ibu rumah tangga di Desa Wonoasri.

Sukmini Wardani selaku anggota sanggar sekaligus designer batik Meru Betiri, merasa mengaku sangat bangga dengan pencapaian hasil karya menunjukkan gairah produksi yang tinggi.

"Produksi batik ini sangat membantu finansial ibu-ibu. Paling tidak ada masukan untuk mereka," ujar Sukmini saat ditemui di Rumah Produksi Batik di Jalan Majapahit Gg 8 RT 8 RW 4 Kraton Wonoasri, Jember, (1/4/2018).

Batik Meru Betiri memiliki nilai seni tinggi dan dari segi bahan baku terbuat dari bahan-bahan alami yang ramah lingkungan, maka dari itu batik ini memiliki nilai jual tinggi mulai Rp 150.000 sampai dengan Rp 450.000.

"Tidak pernah menyangka sebelumnya goresan saya bisa terjual. Intinya saling melengkapi, karena goresan saya tidak ada artinya tanpa tangan ibu-ibu dan tim pewarna," katanya riang.

Tak hanya batik Meru Betiri,Budidaya Semut Rangrang atau Angrang menjelma menjadi profesi sampingan yang cukup prospektif secara ekonomi bagi masyarakat Desa Wonoasri, Kabupaten Jember.

Budidaya tersebut menghasilkan kroto sebagai pakan burung berkicau.

Baca: Ditemukan Cacing dalam Produk Ikan Makarel Kaleng, MUI Tak akan Cabut Label Halal

Perawatan dalam budidaya ini relatif mudah dan sederhana. Untuk pakan, cukup dengan memberikan belalang, jangkrik, tulang ayam, ikan dan air gula. Sehingga mudah dibudidayakan.

 Wachju Subchan selaku ketua ICCTF Universitas Jember turut terjun ke lapangan dengan menanyakan perkembangan budidaya semut rangrang kepada peternak (1/4/2018).

Pihaknya juga memberikan evaluasi mengenai perawatan dan memberikan dukungan terhadap warga agar supaya telaten dalam merawat budidaya semut rangrang tersebut.

"Kata kuncinya telaten, harapannya kedepan masyarakat bisa melihat kisah sukses salah satu budidaya dan masyarakat lain mengikuti" terang Wachju.

Hasil dari budidaya semut rangrang ini cukup bernilai, Wachju mengatakan harga per kilogram kroto dihargai
Rp 120.000 di pasaran, dengan panen yang lebih cepat.

Baca: Syifa Adik Ayu Ting Ting Pamer Foto Kondangan Bareng Pacar, Sepatu Sang Kekasih Malah Bikin Ngakak!

"Harga kroto per kilogramnya lebih tinggi dari harga ikan ayam. Panennya pun lebih cepat," kata Wachju saat mengunjungi Desa Wonoasri, Jember.

The Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) Universitas Jember dan Taman Nasional Meru Betiri terus berinovasi dalam memajukan masyarakat sekitar Taman Nasional sebagai langkah maju memandirikan perekonomian masyarakat.


Sumber :
http://jatim.tribunnews.com/2018/04/02/batik-meru-betiri-dan-budidaya-semut-rangrang-cita-cita-warga-wonoasri-jember?page=all.

Sumber foto :
http://pojokpitu.com/baca.php?idurut=61931&&top=1&ktg=J

Related Posts