Tuesday, September 16, 2014

Peta Perubahan Arus Lalu Lintas Kota Jember


Hari ini uji coba rekayasa lalu lintas di seputaran Pasar Tanjung.

Ngati-ati dulur, sik arep podo Belonjo nang Pasar Tanjung. Teko Jl. Trunojoyo ojo belok kanan nang Jl. Samanhudi. tapi belok kanan nang Jl. Wahidin. ( Lihat Peta )


Sumber :
https://twitter.com/Humas_Jember
https://www.facebook.com/100.KOber

Friday, September 12, 2014

Radio Prosalina FM 101.3 Jember


Prosalina fm semakin membumi , Di seluruh jam siaran, prosalina fm hanya menyuguhkan lagu-lagu indonesia pop dan dangdut. Tidak ada lagu barat. Mengapa begitu ? Inilah kiat baru untuk menjadikan prosalina fm membumi !! Dan bukan rahasia lagi…. "survey membuktikan..." lagu indonesia (pop dan dangdut)lebih digemari masyarakat.

Prosalina FM ditunjang equipment standart broadcast dan pemancar DB-KA 15000 dengan output 15000 watt, Antena JAMPRO 15000 6 bays dengan output 15000 watt. Sehingga dapat menjangkau ex karesidenan Besuki (Banyuwangi – Bondowoso – Situbondo) dan Kabupaten Lumajang serta Kabupaten Probolinggo.

Penetrasi PROSALINA FM Mengalahkan Televisi..!!
Segmentasi yang tajam (baca: tunggal), memang diperlukan bagi sebuah radio. Tapi cara itu bukan satu-satunya pilihan metode untuk menggaet pendengar. Prosalina fm memilih “multi segmen”, dengan pertimbangan spesifikasi masyarakat jember yang heterogen. Prosalina fm “menembak” semua lapisan masyarakat potensial, baik desa maupun kota, dengan klasifikasi sosial ekonomi b dan c, dari usia 15 – 40 tahun.
Bagaimana Semua itu Bisa Dilayani?

Memang sebuah pertanyaan besar. Tapi jawabannya pasti. Prosalina fm telah dan harus melakukannya. Masyarakat agraris di desa, masyarakat semi industri dan bisnis di kota, punya perilaku yang berbeda. Belum lagi kalangan muda, pelajar dan mahasiswa.

Wah Rumit Yah?

Tapi tidak bagi prosalina fm !! Semuanya bisa diatur !! Kuncinya tidak lain adalah memahami siklus kegiatan masyarakat. Misalnya, pelajar tidak akan mendengarkan radio dari jam 7 pagi sampai jam 13 siang. Sebab mereka masuk sekolah. Orang kantoran, juga kecil kemungkinannya mendengarkan radio. So… Jam siapa itu ? Ibu rumah tangga dan kalangan petani yang baru pulang sawah !! Demikian seterusnya, siklus kegiatan masyarakat ini menjadi dasar penyusunan menu acara.
Masih Ada Lagi …

Prosalina fm semakin membumi !! Itulah keputusannya ! Bagaimana bentuknya ?? Di seluruh jam siaran, prosalina fm hanya menyuguhkan lagu-lagu indonesia pop dan dangdut. Tidak ada lagu barat. Mengapa begitu ? Inilah kiat baru untuk menjadikan prosalina fm membumi !! Dan bukan rahasia lagi…. “survey membuktikan…” lagu indonesia (baca: pop dan dangdut) lebih digemari dari lagu barat !!!!
Mengapa tidak Realistis saja ???
di Jember, radio FM CUKUP PROSALINA

Sumber :
http://radiomaya.blogspot.com
http://www.prosalinaradio.com

Saturday, August 30, 2014

Kedai Steak Ayu

Saat kita merasa agak bosan dengan menu makanan di rumah, tidak salah untuk menggugah rasa dan nafsu makan kita sesekali makan diluar. Maksudnya bukan sambil bawa piring dengan berisi nasi dan lauk pauk dari dalam rumah terus kita ke teras atau ke pinggir jalan terus makan. Bukan

Maksudnya kita bolehlah kita sesekali ke luar rumah pergi ke warung, depot, cafe atau restoran untui mencoba menu di rumah makan tersebut.

Lalu menu apa yang patut dicoba. Umumnya menu yang sering ditawarkan adalah nasi goreng, ayam penyet dan lainnya. Nah, bagaimana kalau kita coba kuliner ala barat. Yaitu bisti atau steak.

Bistik atau setak atau steik adalah sepotong besar daging, biasanya daging sapi atau daging ayam dipotong untuk menjadi steik. Kebanyakan steik dipotong tegak lurus dengan serat otot, menambah kelegitan daging. Steik biasanya dimasak dengan dipanggang, meskipun dapat digoreng atau di-"broil".

Bagi yang mereka yang menjalani program diet, menu steak ini sangat cocok, karena daging sebenarnya memiliki banyak kandungan protein didalamnya yang dapat membantu pembentukan otot dan mendongkrak hormon dalam tubuh. Selain itu juga daging dalam steak ditemani dengan sayuran yang menyehatkan diantaranya wortel, kentang, tomat dan kacang polong.

Steak dikenal sebagai salah satu menu berharga mahal. Angka nominal yang relatif tinggi itu antara lain disebabkan oleh bahan baku utamanya, yakni daging sapi atau daging ayam tadi.

Daftar menu Kedai Steak Ayu

Namun di Jember ada satu cafe atau kedai yang menjual steak dengan harga kaki lima tapi rasa bintang lima, hmmm wajib dicoba. Kedai tersebut adalah Kedai Steak Ayu, dengan harganya menu steak yang paling mahal adalah Rp 14.000, tentunya cukup terjangkau.

Lokasi Kedai Steak Ayu berada dalam kompleks cafe yang banyak digandrungi anak muda, yaitu Dapur Coklat, di sebelah Pujasera jalan PB Sudirman no 54, tepatnya di depan Kodim Jember.

Sajian steak dari Kedai Steak Ayu

Steak di Kedai Steak Ayu ini disajikan dengan konsep hotplate dan tentunya dengan peralatan pisau steak khusus disediakan bersama dengan steak. Steak pisau lebih tajam dari pisau tabel paling dan biasanya bergerigi, meskipun pisau lurus juga bekerja, mereka juga sering memiliki pegangan kayu. Lalu apa itu hotplate? Hotplate adalah sebuah piring yang terbuat dari besi yang biasanya untuk menyajikan makanan seperti steak, yang dibuat dari besi tempa yang tahan karat. Karena itu biasanya berat. Piring ini dipanaskan di atas api sebelum dipakai sehingga saat makanan ditaruh di atas piring ini akan tetap terjaga kehangatannya sampai makanan habis disantap.


Sumber :

http://wikipedia.org
http://www.okefood.com
http://www.tipsdiet.web.id
http://ruangilmu17.wordpress.com

Saturday, August 23, 2014

Jember Fashion Carnival 2014

Jika tahun 2013 lalu, saat mudik ke Jember aku masih sempat melihat secara langsung persiapan Jember Fashion Carnival 2013, namun sayangnya untuk tahun ini aku tidak dapat menyaksikan seluruh pergelaran apik dari Jember Fashion Carnival 2014.



Dengan motto "Sebab kebudayaan itu sendiri selalu berawal dari ketiadaan", acara Jember Fashion Carnival 2014 dilangsungkan selama 5 hari, yaitu mulai dari tanggal 20 Agustus 2014 hingga berakhir pada puncaknya tanggal 24 Agustus 2014.

Ajang tahunan yang diprakarsai oleh desainer Dynand Fariz ini diadakan untuk membuat Kota Jember, Jawa Timur, sebagai pusat karnaval dan pusat fashion di Indonesia. 

Dalam keterangan yang dirilis via Twitter, Jember Fashion Carnaval XIII akan mengusung tema TRiANGLE, Dynamic in Harmony dan akan menampilkan 10 (sepuluh) defile dengan berbagai tema yang telah ditentukan oleh penyelenggara JFC. Kesepuluh tema tersebut adalah:

Mahabharata
Borobudur (Archipelago Defile)
Tabora (Sumba Mountain)
Phoenix (Firebird & Fantasy)
Wild Deer (Unique Thorn)
Stalagmite (Unique Nature Ice Phenomenon)
Flying Kite (Colorful Kite Festival)
Apache (Exotic Ethnic Indian Tribe Tents)
Pine Forest (Wonderful Tree Texture)
Chemistry (Atractive Color and Dance Party)


Jember Fashion Carnaval XIII akan diikuti oleh berbagai pelaku industri kreatif, penggemar dunia fashion dan berbagai sekolah mode yang akan turut berpartisipasi dalam pelaksanaan Jember Fashion Carnival. Catwalk yang akan digunakan untuk menampilkan arak-arakan karnaval fashion ini merupakan jalan utama Kota Jember sepanjang 3,6 kilometer.


http://www.jemberfashioncarnaval.com
http://www.internationalcarnivalinstitute.com
https://www.facebook.com/pages/Jember-Fashion-Carnaval
http://www.triptrus.com

Tuesday, August 12, 2014

Riza Shahab


Nama lahir Muhammad Riza Shahab
Lahir 25 Oktober 1989, Kaliwates
Agama Islam

Riza Shahab (lahir di Kaliwates, 25 Oktober 1989; umur 24 tahun) adalah seorang aktor Arab-Indonesia yang memulai karier perfilmannya di sinetron Cerita SMA. Di sinetron tersebut, ia dimemerankan tokoh yang bernama Fahri. Ia tercatat sebagai alumnus SMA Negeri 3 Jember.

Melihat prospek karir yang cerah di dunia akting, Riza memutuskan untuk meninggalkan tanah kelahirannya dan pindah ke ibukota, Jakarta. Setelah kepindahannya ke Ibukota, karir Riza mulai melesat.

Pada tahun 2009 ia membintangi sinetron Safa dan Marwah. Sinetron inilah yang membuat namanya semakin dikenal di dunia entertainment tanah air. Setelah itu namanya sering wara wiri di layar kaca dalam berbagai judul sinetron yang di bintanginya.

Mantan kekasih Fitri Tropica ini pernah digosipkan tengah dekat dengan aktris cantik Revalina S. Temat. Namun kedua selebritis ini membantah kabar tersebut. Kini ia tengah dekat dengan akris Deasy Bouman. 

Selain sibuk syuting sinetron, Riza saat ini juga sibuk syuting beberapa judul FTV. Berbagai peran telah ia lakoni, dan Riza masih ingin mengembangkan kemampuan aktingnya baik di layar kaca maupun layar lebar.

sinematografi:

Cerita SMA
Safa dan Marwah
Sejuta Cinta Marshanda
Dewa
Karunia


Sumber :
http://id.wikipedia.org
http://www.kapanlagi.com

Saturday, July 12, 2014

Opick


Aunur Rofiq Lil Firdaus atau lebih dikenal dengan nama Opick (lahir di Jember, Jawa Timur, 16 Maret 1974; umur 40 tahun) merupakan seorang pencipta lagu dan penyanyi religius beretnis Jawa berkebangsaan Indonesia.

Opick dilahirkan dari pasangan Dra. H. Lilik Sholelah dan Abdul Gofur, di Jember, Jawa Timur, 16 Maret 1974. Walaupun Opick kecil dikenal anak bandel, tetapi dalam hal mempelajari agama, ia termasuk anak yang rajin. Dari kedua orangtuanyalah pendidikan agama lebih banyak diperolehnya. Cucu K.H. Abdul Mukti, seorang kiai yang cukup ternama di daerahnya, ini memiliki jiwa mandiri, percaya diri, dan pikiran ke depan. 

Sebagai anak yang datang dari keluarga sederhana, Opick termasuk anak yang terbiasa menelan kehidupan lingkungan susah sebagaimana umumnya kehidupan di perkampungan.

Kali pertama Opick memahami arti kemandirian, bermula sejak di bangku SD ketika ia harus tinggal di tempat kos agar bisa dekat dengan sekolahnya. Di sinilah sebetulnya jiwa kepemimpinannya tertanam karena segala tindakan dan sikapnya harus diambil sendiri tanpa mengandalkan ibu-bapaknya yang berada jauh dari tempat kosnya. Sikap ini berlanjut hingga di masa remaja. 

Perasaan minder dengan keadaan yang dijalaninya acapkali ditutupi dengan perilaku-perilaku yang berani dan menunjukkan sikap-sikap yang menarik hati teman sebayanya. Opick berani mengambil sikap melawan arus untuk mempertahankan prinsip dan cita-cita yang dipegangnya. Meskipun begitu, ia dapat diterima oleh kawan sebayanya, bahkan dalam beberapa kesempatan, selalu dijadikan pemimpin oleh teman-temannya.

Sejak SMP, Opick sudah memiliki bakat bernyanyi dan mampu memainkan beberapa alat musik, bahkan mendirikan sebuah band. Perjalanan bermusik Opick dijalani dengan panjang. Namun, tekad dan kerja kerasnya terus tertanam untuk bisa mencapai kesuksesan. Ketika memasuki usia dewasa, Opick tetap memegang teguh prinsip hidupnya. 

Berbeda dengan ketika ia kecil, pada masa ini Opick lebih berpikir bagaimana mewujudkan cita-citanya, khususnya dalam berkarier di dunia kesenian (musik dan teater). Setelah tamat SMA, ia memutuskan untuk bisa berdomisili di Jakarta dalam mewujudkan cita-citanya.

Dengan modal rekaman lagu dengan alat yang serba terbatas, ia menawarkan lagu-lagunya. Namun, semuanya sia-sia. Tidak ada label yang menerimanya. Pada 1993, awalnya Opick berdomisili di Jakarta, tepatnya di Gang Sawo, Rawamangun. 

Selain aktif dalam kegiatan warga dan keagamaan serta ramah berbaur dengan lingkungan sekitarnya, Opick ikut kegiatan Komunitas Sawo atau dikenal dengan komunitas teater Bela Studio. Waktu itu, opick sangat bercita-cita bisa bergabung dan aktif di Bengkel Teater yang dipimpin Rendra. 

Kehidupan Opick di Jakarta di masa-masa itu jauh dari kemapanan. Modal di Jakarta adalah sedikit bakat dalam kesenian khususnya dalam hal musik dan ilmu agama secukupnya. 

Namun begitu, di lingkungannya ia dikenal sebagai seorang santri. Hal itulah yang membuat greget dalam dirinya. Dia menyesali betapa ia tidak mendalami agama sejak dari dahulu. Dengan itikad itulah, ia terdorong untuk lebih mendalami agama di Jakarta. Besar di lingkungan santri sedari kecil menjadi modal kuat baginya dalam berinteraksi dengan ilmu agamanya. 

Hidup sendiri di Jakarta, banyak pengalaman yang opick peroleh, khususnya mengenai hakikat hidup. Sebelum sukses, opick memiliki keyakinan apa yang dibuatnya baik akan menuai kebaikan. Dia teguhkan terus keyakinan ini dalam setiap doanya. 

Hingga ia akhirnya meyakini bahwa musik sebagai jalan hidupnya. Pengalaman menarik yang dimiliki Opick ialah kebiasaannya bernyanyi di pinggir jalan, di halte bus depan Arion, Rawamangun, Jakarta setiap habis subuh sampai pukul 7 pagi. 

Kebiasaan aneh ini dijalaninya selama 3 tahun. Alasannya, untuk melatih vokal, mencari inspirasi dari lalu lalangnya kendaraan dan para pengamen, serta meyakinkan diri untuk tetap mempertahankan cita-citanya, yaitu sukses di dunia musik.

Pada tahun 90-an, Opick memulai karier bermusiknya dengan membentuk sebuah band bernama Timor Band yang beraliran cadas, yang personilnya tak lain dan tak bukan sahabatnya di Jember. 

Sayang, album Nyanyian Perjalanan yang dirilisnya menuai protes dari banyak pihak karena liriknya menyinggung banyak orang. Kritikan dan masukan pun datang dari berbagai pihak. 

 

Album "Jejak Langkah" merupakan sebuah album musik dirilis pada tahun 1999 dengan lagu utamanya yang berjudul Yang Terindah. Album ini bergenre Pop Rock, berbeda dengan citra religius yang dimiliki Opick pada album-album berikutnya.


Album "Tak Ada Habisnya" merupakan sebuah album musik dirilis pada tahun 2003 dengan lagu utamanya yang berjudul Kenalilah. Album ini bergenre Pop Rock, berbeda dengan citra religius yang dimiliki Opick pada album-album berikutnya.

Karena tak mau menamatkan karier musiknya, Opick harus berpikir panjang untuk mengubah aliran dan penampilannya dalam bermusik. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya sang rocker mulai hijrah. Sorban dan baju koko jadi pilihan dalam tiap aktivitas penampilannya. 

Opick bisa dibilang satu dari sedikit penyanyi dan komposer lagu yang istiqamah pada karya religi Islami setelah sebelumnya sempat bertarung keberuntungan di jalur musik mainstream rock, tetapi menuai kegagalan. Ternyata, keberuntungan dan keberkahan justru didapatnya di jalur religi. 

Panjang dan berliku. Debut album religi pertamanya, Istighfar, yang digubah pada 2005-an menuai hasil maksimal. Album perdana Opick berhasil meraih dobel platinum dan penjualannya menembus angka satu juta keping. 

Album pertamanya ialah Istighfar dirilis tahun 2005. Sebulan pertama setelah dirilis, album ini mampu mencetak dobel platinum dengan penjualan lebih dari 300 ribu kopi. Dalam album tersebut, Opick memasukkan lagunya yang berjudul Tombo Ati ke dalam album solonya. 

Sebelumnya, Opick memasukkan lagu itu ke dalam album kompilasi Tausiyah Dzikir dan Nasyid. Album Istighfar sukses di pasaran, hingga menembus lebih dari 800 ribu kopi dan mendapat penghargaan lima platinum sekaligus. Karena aktivitasnya dalam lagu Islami, Opick dinobatkan sebagai duta grup musik Islami Nasyid oleh lembaga ANN (lembaga nasyid nusantara).

Tahun 2006 pria yang mengaku pernah memiliki band yang membawakan lagu-lagu rock itu merilis album keduanya berjudul Semesta Bertasbih (2006). Dalam album tersebut terdapat sepuluh lagu, diantaranya Taqwa, Irhamna, Akdir, Teranglah Hati, 25 Nabi, Semesta Bertasbih, Bismillah, Satu Rindu, Buka Mata Buka Hati dan Ya Rasul. 

Bila berbicara soal syair, isi lagu-lagunya adalah refleksi dari pengalaman hidupnya sejak masa kanak-kanak. Pengalaman hidup menjadi insiprasi dalam tiap napas lantunan syair yang diciptakannya. Tak heran, buku perdananya yang diterbitkan pada 2005 itu, merupakan bedahan syair-syairnya yang sedemikian rupa dan dikait-kaitkan dengan tiap kisah dalam hidupnya.

Berlanjut album berikutnya, Ya Rahman (2007), Cahaya Hati (2008), Di Bawah Langit-Mu (2009), dan pada akhir Juli 2010 bersama produser Nadahijrah-Forte Records, Opick meluncurkan album bertajuk Shollu Ala Muhammad. Kehadirannya yang konsisten setiap tahun dengan karya album baru, menjadikan ayah tiga anak ini sebagai ikon penyanyi religi Islami yang dipertimbangkan dalam dunia musik Tanah Air. 

Tak hanya solo, Opick juga sukses membawakan beragam hits dengan sejumlah kawan duet yang lain, seperti Melly Goeslaw untuk lagu Takdir yang terdapat dalam album Semesta Bertasbih, Wafiq Azizah, seorang juara Qariah internasional dalam lagu Ya Rasul, dan Rachel Amanda, pemain sinetron anak yang kini telah remaja. 

Ada pula kolaborasi Opick dengan grup nasyid Pandawa Lima di lagu Teranglah Hati. Bulan Agustus 2006, tak lama setelah meluncurkan album kedua, Opick mengeluarkan buku berjudul "Opick, Oase Spiritual Dalam Senandung".

Dalam hal bermusik, Opick bukan tanpa tim kreatif walaupun tidak secara khusus dimilikinya. Namun paling tidak, Opick telah melakukan terobosan baru dalam kariernya, yaitu menggelar kontes menyanyi lagu-lagu religi yang digelar untuk semua kontestan dari seluruh daerah di Indonesia. Alhasil, pada 2010, beberapa bulan lalu, 18 finalis terjaring dan akan terpilih tiga orang sebagai pemenangnya. Menurutnya, mereka bisa featuring di lagu-lagunya untuk membuat wajah baru di kancah musik religi Indonesia.

Kesuksesannya pun tak hanya di bidang bermusik. Opick juga sukses membintangi beberapa iklan di televisi. “Alhamdulillah, saya sering diminta untuk membintangi beberapa iklan di televisi maupun radio. Kita patut bersyukur ya, berkah dari menyanyikan lagu-lagu religi yang bisa diterima semua kalangan dan mungkin nama saya sudah dikenal bisa juga menjadi bintang iklan,” ungkapnya. 

Untuk mencapai kesuksesan, menurut Opick kita tak perlu muluk-muluk. “Do, go, and flow saja,” katanya. Selama kita yakin akan apa yang kita kerjakan itu baik untuk banyak orang, konsisten, dan banyak berdoa dalam menjalaninya, niscaya tidak sulit mendapatkan hasil dari apa yang diikhtiarkan. Satu hal lagi menurutnya, sabar adalah kunci yang tidak boleh diabaikan. 

Satu kali terlampui dalam bernyanyi, dua tiga dapat kesempatan main di dunia film. Yap. Itulah sang “tombo ati”. Opick telah hadir dalam kancah perfilman layar lebar. Tapi adakah motivasi lain bagi Opick bermain film? Jawabnya, iya banget. Konon, ada kegelisahan dalam dirinya. Antusiasme dalam batinnya adalah dorongan besar mengamini tawaran dalam bermain film. 

Sang penyanyi ini sudah cukup lama menaruh obsesi untuk membuat karya film. Tidak hanya berperan sebagai pemain, dalam filmnya yang berjudul Di Bawah Langit, Opick juga ikut andil dalam mendanai proses pembuatan layar lebar tersebut. Hal ini bisa dibilang tindakan berani sebab tidak semua penyanyi yang mau ambil risiko dalam bidang ini. 

Dalam film perdananya ini. Opick terlibat langsung dalam mengerjakan hampir keseluruhan proses mulai dari menjadi produser, sutradara, penata musik, penulis skenario, hingga pemain sekaligus. Makanya, idealisme Opick amat tegas dalam film ini. 

Salah satunya, ia ingin menampilkan film yang berbeda, yaitu sebuah film yang bisa menjadi alternatif tontonan bagi masyarakat dan bukan sekadar film-film yang nyaris sejenis. Film yang digarap Opick berisi cerita tentang orang-orang pesisir yang termarjinalkan. Intinya, kisah tentang orang-orang yang kalah, tetapi tetap taat beribadah. 

Karya-karya dari Opick
Pasar Malam Di Kepalamu (1999)
Tak Ada Habisnya (2003)
Istighfar (2005)
Semesta Bertasbih (2006)
Ya Rahman (2007)
Cahaya Hati (2008)
Di Bawah Langit Mu (2009)
Shollu Ala Muhammad (2010)
The Best of Opick (2011)
Salam Ya Rosulullah (2012)

Film
Kun Fayakuun (2008)
Di Bawah Langit (2010)





Sumber :
http://id.wikipedia.org
http://kolom-biografi.blogspot.com

Sahabat Sejati - Opick


Sejak tembang Tombo Ati yang populer di tahun 2004, hingga kini Opick selalu menelurkan album religi setiap tahunnya dan mencetak hit. Jelang ramadan ini, Opick kembali menyajikan  karya-karya emasnya lewat album bertajuk "Sahabat Sejati".

PENYANYI, pencipta lagu, dan bintang film, Opick tidak pernah kehilangan ide menciptakan lagu bertemakan religi. Hampir setiap tahun, karya-karyanya mewarnai bulan suci Ramadan.

Niat tulus itulah yang membuat ia tak mau keluar dari jalur musik religi. Album ini terbilang istimewa. Pemilik nama lengkap Aunur Rofiq Lil Firdaus ini melibatkan putri sulungnya, Ghaniya.

Lirik dalam tembang duet Opick-Ghaniya ini berangkat dari pemikiran sederhana seorang gadis cilik tentang arti sahabat sejati. Opick menyempurnakan karya sang putri, kemudian lahirlah tembang  itu dan menjadi judul album.

Opick pun selalu konsisten menunjukkan kteatifitasnya dalam mengemas aneka genre musik. Dalam album ke - 10 ini Opick menujukkan kematangan musikalitasnya. Proses pembuatan album tersebut, Opick membutuhkan waktu enam bulan.

Opick mengemasnya lebih modern. Karya-karya yang religius dan tertuang dalam lantunan lagunya itu pun tidak hanya untuk sekadar mengajak pendengarnya untuk lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta.

Akan tetapi, warna musik dan lirik lagunya pun bertemakan persahabatan. “Memang ini agak berbeda, ini agak modern, ini bisa menjadi warna bukan untuk orang tobat saja, tapi untuk senang-senang bisa, tentang sahabat, cinta semua saya gambarkan lewat liriknya,” kata pria kelahiran Jember, Jawa Timur, 16 Maret 1974 itu.

Namun, disempurnakan olehnya. “Lewat lagu ini kita seperti diingatkan. Oh, ternyata sahabat kita itu bisa jadi ayah, bisa ibu, nenek atau kerabat lainya. Dan lagu ini pun bisa berbicara tentang hubungan orang tua dan anak ataupun lebih luas lagi,” tandas Opick tentang lagu berirama riang itu.

Pemilihan Ghaniya, Putri sulungnya untuk berduet dengannya di album ke 10 ini pun penuh pertimbangan. Selain untuk mengasah bakatnya, Opick merasa putrinya memang sudah siap untuk melanjutkan perjuanganya di belantika musik tanah air.

“Dia (Ghania, Red) sudah lama nyanyi, tapi saya nggak mau langsung terjun sendiri bersolo karir. Dia harus belajar dulu, salah satunya dengan berduet,” katanya. Rupanya pemilihan putrinya sebagai teman duet di album terbarunya tersebut mengisyaratkan bahwa lirik lagunya tidak hanya untuk para dewasa.

Namun, hampir 10 album religinya yang telah dikeluarkanya setiap bulan Ramadan selalu ada satu tembang yang dinyanyikan anak-anak. “Saya punya gambaran, musik cuma pakaian saja, intinya adalah manusianya.

Apa yang disampaikan sebenarnya adalah syairnya. Dan syair itu bukan untuk yang dewasa. Anak-anak pun bisa mencernanya,” jelasnya. 

"Lewat lagu ini kita seperti diingatkan, ternyata bisa saja sahabat kita itu,  ayah, ibu, nenek atau kerabat lainnya. Ini berbicara tentang hubungan orang tua dan anak atau bahkan lebih luas lagi," kata Opick saat peluncuran Album barunya di Supermarket Indomart, di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (27/6).

Opick memang selalu membuat tembang duet, dan lagu-lagu yang diciptakannya sangat familiar dipendengar kanak-kanak. Namun keikutsertaan putrinya bukan semata-mata akan memasung perkembangaan anak-anaknya dengan mengikuti jejaknya. Untuk itulah Opick tetap mengharuskan pendidikan kepada Ghaniya. "Dia (Ghaniya) sekolah kelas 6," katanya.

Sebagai orang tua, ia pun sadar tumbuh kembang serta pendidikan adalah nomor satu yang harus diperoleh setiap anak-anaknya. Meski tanpa disadari, kegiatan sebagai penyanyi yang penuh dengan kegiatan panggung yang hampir tak bisa di prediksi waktunya nantinya akan membuat Ghaniya terlena dan kecapekan.

"kasihan nanti dia nggak punya ruang untuk belajar dan bermain bersama teman-temannya. Karena dunia panggung itu kejam ya. Kasihan dia kalau semua dia ikutin bisa kelenger dia," katanya.

Mengantisipasi itu semua, Opick tak mau menyerahkan manajemen anaknya kepada orang lain.

"Yang pegang manjemen itu istri saya sendiri, jadi dia sekarang tau apa yang menjadi kebutuhan kita. Karena selama ini kehidupan saya kaya bang Toyib jarang dirumah. Akhirnya anak-anak jarang sekolah dan sering kut sama saya. Saya sama Ghaniya itu sangat dekat kemana-mana selalu ikut. Makanya manajemen istri saya yang lebih tahu mengatur jadwalnya," imbuhnya.

Mendapat didikan serta arahan dari orang tuanya, Ghaniya pun sangat Senang. Kedekatan dirinya dengan ayahnya tak membuat dara yang tahun ini masih duduk dibangku Sekolah dasar (SD) itu tetap merasa nyaman berada didekat Opick.

"Senang bisa nyanyi sama ayah," Ghaniya mengungkapkan kalau orang tuanya tak pernah memaksa untuk melakukan keinginannya. seperti halnya berduet dengan Opick.

Tahun ini senandung islami Opick dialunkan lewat album 'Sahabat Sejati'.

Dibuka lewat lagu 'Maha Pemurah', lagu tersebut terdengar klasik di mana warna yang sama disajikan dengan lagu-lagu religi Opick sebelumnya. Memasuki lagu kedua 'Tuhan Beri Kami Cinta' sentuhan lebih berbeda.

Intro awal bernuansa musik gambus seraya membuat para pendengar cukup membuat orang tergoda. Selai itu, suara gitar akustik yang terdengar begitu dominan membuat lagu ini cukup nikmat untuk terus didengarkan.

Selanjutnya, ada track berjudul 'Karenamu' lebih menggali musik penyanyi asal Jember itu lebih dalam. Seperti beberapa lagu yang sukses membuat orang termenung seperti 'Bila Waktu Telah Berakhir' atau judul lainnya seperti coba disajikan di album ini.

'Kembalilah' dipilih menjadi track ke empat, sama hal yang dengan track sebelumnya lagu ini seperti ingin menampilkan kekhasan dari seorang Opick. Kuat dilirik yang penuh makna dan musik mudah dicerna kuping orang awam.

Sempat dipopulerkan dan beredar luar di sekitaran Jawa Tengah hingga Jawa Timur lagu daerah bertema islami 'Lir Ilir' dimasukkan jadi pembeda album ini. Sentuhan dibuat semodern mungkin oleh Opick hingga tak terdengar sebagai lagu lawas.

Nah, memasuki track keenam ada sosok putri Opick, Ghaniya yang sepertinya mencoba melanjutkan tahtanya. Berduet dengan sang ayah, di lagu 'Sahabat Sejati' kedua berkolaborasi dengan merdu dan tak heran lagu ini menjadi jagoan utama album ini.

Kemudian ada 'Sentuh Aku' dan 'Subhanallah - Ingat Ingatlah' mengisi selanjutnya dalam album ini. Lagu terakhir terdengar lebih modern dengan sentuhan biola hingga suling yang mengisi beberapa part dalam lagu ini.

'Ya Muhammad' dan 'Temukan Dirimu' menjadi lagu penutup di album 'Sahabat Sejati'. Lagu terakhir terdengar sedikit sentuhan musik blues yang tetap menjaga kearifan setiap lirik yang disampaikan dalam lagu tersebut.


Berikut daftar lagu di album 'Sahabat Sejati':
1. Maha Pemurah
2. Tuhan Beri Kami Cinta
3. Karenamu
4. Kembalilah
5. Lir Ilir
6. Sahabat Sejati feat Ghaniya
7. Sentuh Aku
8. Subhanallah - Ingat Ingatlah
9. Ya Muhammad
10. Temukan Dirimu


Sumber :
http://www.opicktomboati.com
http://www.indopos.co.id
http://www.harianterbit.com
http://hot.detik.com

Related Posts