Kostum The Chronicle of Borobudur buatan Presiden Jember Fashion Carnival - Dynand Fariz - Menang di Ajang Miss Universe
TANGIS bahagia Dynand Fariz tak terbendung saat tahu kostum nasional Indonesia menjadi yang terbaik di Miss Universe. Pasalnya, Dynand merupakan sosok di balik kostum tersebut.
Dynand Fariz pertama kali tahu menang ketika dihubungi langsung pihak Yayasan Puteri Indonesia (YPI). Presiden Jember Fashion Carnaval ini mengaku terkejut karenanya.
“Iya, saya masih shock. Baru saja dihubungi pihak Yayasan Puteri Indonesia (YPI), yang memonitor di final Miss Universe, kalau kostum saya menang sebagai Best National Costume,” katanya sambil menangis bahagia kepada Okezone melalui sambungan telefon, Senin (26/1/2015).
Dynand sebelumnya sangat optimistis bisa menang. Kemenangan ini menambah sederet prestasi Dynand yang luar biasa di kancah internasional.
“Ke depannya saya berharap semoga Indonesia bisa ditakuti dalam ajang kostum nasional, dan kita harus menjadi pemimpinnya. Dengan kekayaan pesona alam dan segala macam budaya negara kita, banyak yang bisa diangkat. Seperti keajaiban dunia, Borobudur, yang saya jadikan kostum untuk Elvira memang berkelas di mata dunia,” timpalnya.
Dynand membuat kostum untuk Elvira Devinamira dengan tema “The Chronicle of Borobudur” untuk ajang Miss Universe. Sesuai temanya, kostum tersebut memiliki detail Candi Borobodur, yang terbuat dari berbagai material. Secara keseluruhan, kostum tersebut memiliki berat sebesar 20 kilogram.
“Saya juga ingin berterima kasih kepada para pendukung yang telah mem-vote kostum nasional Indonesia sehingga menghantarkan Elvira menjadi pemenang Best National Costume di Miss Universe,” tutup Dynand Fariz dengan bangga.
Putri Indonesia 2014 Elvira Devinamira meraih gelar busana nasional terbaik di ajang kontes kecantikan ratu sejagad, pada 26 Januari 2015 di Florida International University, Doral, Miami, Amerika Serikat.
Ini menjadi prestasi yang bisa mengobati kekecewaaan Elvira yang langkahnya terhenti, setelah tidak masuk 10 besar Miss Universe, melainkan hanya lolos 15 besar.
Bahan kostum tersebut terbuat dari tafeta sutra dan dipadukan dengan motif songket. Dari bahan itu, dibuatlah relief Candi Borobudur serta diberi detail manik-manik dan kristal. (Baca: Puteri Indonesia Pakai Baju 20 Kg di Miss Universe)
Untuk melengkapi penampilan, ada rangka membentuk stupa dengan berat sekitar lima kilogram yang dipasangkan pada bagian punggung. Pengerjaan kostum ini dilakukan Dynan sejak September 2014 dengan melalukan riset selama sebulan.
Busana Borobudur yang dikenakan Elvira ini mengalahkan empat negara lainnya yang sebelumnya terpilih sebagai lima kostum nasional terbaik. Negara yang berhasil dikalahkan Indonesia adalah Argentina, Kanada, Jerman, dan India.
Tahun ini, dua wakil Indonesia meraih best national costume dalam kontes kecantikan internasional. Elfin Pertiwi yang meraih gelar best national costume dalam kontes Miss International 2014 dengan kostum Tale of Siger Crown asal Lampung. Dan Estelita Liana dalam kontes Miss Supranational 2014 dengan kostum Warrior Princess of Borneo.
Pria lulusan ESMOD ini merasa semua kostum yang didesainnya pada ajang kontes kecantikan mempunyai tingkat kerumitan tersendiri. "Tiap kostum ada cerita pembuatannya, jadi tingkat kesulitannya juga berbeda-beda. Yang jelas bikin kostum ini nggak boleh asal-asalan karena kita membawa nama Indonesia," paparnya lagi.
Dengan terpilihnya Indonesia sebagai pemenang kostum nasional terbaik pada ajang Miss Universe 2014, Dynand berharap Indonesia menjadi negara yang paling disegani dari sisi kostum nasional oleh negara lainnya. Hal ini pulalah yang membawa pelajaran berarti untuknya, yakni dalam mendesain kostum tidak boleh sembarangan, selalu mematangkan konsep, memperkaya detail dan menunjukkan penampilan yang kuat.
"Kalau aku pribadi harapannya ke negara, kita punya museum karnaval di Jember. Jadi bisa menyimpan semua kostum-kostum yang pernah menang dalam kontes. Semoga saja bisa menjadi salah satu destinasi wisata terbaru," tutupnya.
Sumber :
http://lifestyle.okezone.com
http://www.tempo.co
http://wolipop.detik.com
Wednesday, January 28, 2015
Kostum The Chronicle of Borobudur
Monday, January 12, 2015
Rumah Sakit Pertamina di Jember
Rumah Sakit Pertamina Akan Dibangun di Jember
PT Pertamina Bina Medika berencana berinvestasi senilai Rp150 miliar dengan membangun Rumah Sakit senilai Rp150 miliar di wilayah Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Hal tersebut terungkap dari kunjungan Direktur Utama PT Pertamina Bina Medika DR Mardjo Soebiandono ke Kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Senin (12/1).
"RS Pertamina yang akan dibangun di Jember ini menjadi RS Pertamina pertama di Jawa Timur dan RS Pertamina ke-26 di Indonesia," kata Direktur Utama PT Pertamina Bina Medika DR Mardjo Soebiandono.
Dalam kunjungannya, mantan ketua tim dokter kepresidenan di era Soeharto itu ditemui langsung oleh Sekretaris Kabupaten Jember Sugiarto dan memaparkan rencana pembangunan RS Pertamina di kabupaten setempat.
Menurut dia, pihaknya sudah melihat lokasi tanah yang akan dibangun RS Pertamina dengan kapasitas 100 tempat tidur untuk melayani masyarakat Jember dan sekitarnya.
"Perkiraan dana investasi mencapai Rp150 miliar untuk pembebasan lahan dan sejumlah kebutuhan lain yang diperlukan dalam pembangunan rumah sakit tersebut," tuturnya.
Sejumlah alat medis yang canggih, lanjut dia, siap didatangkan untuk menunjang operasional RS Pertamina, sehingga pihaknya mengedepankan keunggulan yang tidak dimiliki oleh rumah sakit lainnya di Kabupaten Jember.
"Kami datangkan alat-alat canggih seperti transplantasi liver, catlab jantung, chemoteraphy dan lainnya. RS Pertamina selalu memiliki brand sebagai RS dengan kualitas unggulan," jelas dokter spesialis bedah itu.
RS Pertamina, lanjutnya, akan mendatangkan dokter spesialis dan sub spesialis dari Jakarta dan luar negeri untuk penunjang pelayanan rumah sakit setempat.
Dibangunnya rumah sakit tersebut diharapkan menjadi salah satu rujukan masyarakat di Jatim, dan bukan hanya warga di Kabupaten Jember.
"Jika lokasi strategis sudah didapat, persyaratan pendirian sudah beres, kita akan segera dirikan," tegas mantan Direktur RSUD Gatot Subroto Jakarta itu.
Sementara Sekkab Jember Sugiarto menyambut baik kedatangan pihak PT Pertamina Bina Medika ke Jember karena untuk menjadikan suatu daerah maju, maka iklim investasi harus diperbaiki.
"Kami sangat membuka lebar investasi yang masuk ke Jember untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tuturnya.
Sumber :
http://www.antarajatim.com
http://www.harianterbit.com
PT Pertamina Bina Medika berencana berinvestasi senilai Rp150 miliar dengan membangun Rumah Sakit senilai Rp150 miliar di wilayah Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Hal tersebut terungkap dari kunjungan Direktur Utama PT Pertamina Bina Medika DR Mardjo Soebiandono ke Kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Senin (12/1).
"RS Pertamina yang akan dibangun di Jember ini menjadi RS Pertamina pertama di Jawa Timur dan RS Pertamina ke-26 di Indonesia," kata Direktur Utama PT Pertamina Bina Medika DR Mardjo Soebiandono.
Dalam kunjungannya, mantan ketua tim dokter kepresidenan di era Soeharto itu ditemui langsung oleh Sekretaris Kabupaten Jember Sugiarto dan memaparkan rencana pembangunan RS Pertamina di kabupaten setempat.
Menurut dia, pihaknya sudah melihat lokasi tanah yang akan dibangun RS Pertamina dengan kapasitas 100 tempat tidur untuk melayani masyarakat Jember dan sekitarnya.
"Perkiraan dana investasi mencapai Rp150 miliar untuk pembebasan lahan dan sejumlah kebutuhan lain yang diperlukan dalam pembangunan rumah sakit tersebut," tuturnya.
Sejumlah alat medis yang canggih, lanjut dia, siap didatangkan untuk menunjang operasional RS Pertamina, sehingga pihaknya mengedepankan keunggulan yang tidak dimiliki oleh rumah sakit lainnya di Kabupaten Jember.
"Kami datangkan alat-alat canggih seperti transplantasi liver, catlab jantung, chemoteraphy dan lainnya. RS Pertamina selalu memiliki brand sebagai RS dengan kualitas unggulan," jelas dokter spesialis bedah itu.
RS Pertamina, lanjutnya, akan mendatangkan dokter spesialis dan sub spesialis dari Jakarta dan luar negeri untuk penunjang pelayanan rumah sakit setempat.
Dibangunnya rumah sakit tersebut diharapkan menjadi salah satu rujukan masyarakat di Jatim, dan bukan hanya warga di Kabupaten Jember.
"Jika lokasi strategis sudah didapat, persyaratan pendirian sudah beres, kita akan segera dirikan," tegas mantan Direktur RSUD Gatot Subroto Jakarta itu.
Sementara Sekkab Jember Sugiarto menyambut baik kedatangan pihak PT Pertamina Bina Medika ke Jember karena untuk menjadikan suatu daerah maju, maka iklim investasi harus diperbaiki.
"Kami sangat membuka lebar investasi yang masuk ke Jember untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tuturnya.
Sumber :
http://www.antarajatim.com
http://www.harianterbit.com
Thursday, December 4, 2014
Jember United Juara Piala Soeratin
Jember United sukses menjadi kampiun Piala Soeratin 2014 setelah mengalahkan Persis Solo di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Selasa (2/12) lalu. Jember United mengangkat Piala Soeratin setelah menang dengan skor 3-1.
Seperti dilansir website PSSI, pada laga tersebut, Persis sempat unggul lebih dulu pada menit ke-15 melalui M. Edo. Namun, Jember membalasnya pada babak kedua.
Faisol Yunus menyamakan kedudukan pada menit ke-62. Sepuluh menit berselang, Jember diganjar penalti lantaran pelanggaran pemain Persis.
Sempat melakukan protes keras dan mogok, para pemain Persis akhirnya tetap mau melanjutkan pertandingan. Dian Sasongko mengeksekusinya untuk membuat Jember berbalik unggul.
Dian mempertegas keunggulan Jember pada pengujung laga. Jember pun dinobatkan sebagai juara Piala Soeratin 2014 berkat kemenangan 3-1 atas Persis
Usai laga arsitek Jember United, Achmad Jainuri mengatakan hasil juara ini berkat perjuangan anak asuhnya. "Mereka bisa mendongkrak semangat sendiri. Di babak pertama permainan masih sama seperti semifinal, pemain tegang dan tidak leluasa. Namun di babak kedua bisa menunjukkan terbaik jadi bisa buat gol kemenangan,"kata Jainuri.
"Sejak awal memang kita programkan disiplin. Di tim kita memang luar biasa, kami ini sudah seperti keluarga. Semua pemain nurut jika disuruh latihan,"urai Jainuri.
Sementara pelatih Persis, Agus Pratikno kecewa akan kekalahan ini. "Hasil ini tidak sesuai harapan. Kedepannya tim ini akan kami siapkan untuk Porprov. Semoga tim ini menjadi cikal bakal skuad Persis di masa depan nanti," kata Agus.
Sumber :
http://www.tribunnews.com
Tuesday, November 18, 2014
Jaran Kencak
Hindari Kepunahan, Para Pelaku Seni Gelar Kesenian Jaran Kencak
Jember memiliki seni tradisional yang dikenal sebagai "Jaran Kencak" atau "Kuda Menari". Tarian ini dibawakan saat digelar satu pesta besar.
Kuda Menari adalah sebuah tarian yang unik yang dapat ditemukan di Jember. Saat ini, seni kuda menari tidak hanya digunakan untuk pesta-pesta tetapi juga untuk karnaval dan festival. Dengan kata lain, seni kuda menari telah menjadi obyek wisata di Jember.
Salah satu warisan budaya dan seni di masyarakat Jember adalah jaran kencak (kuda menari). Bagi masyarakat desa Jember bagian selatan mempunyai kegemaran bilamana mempunyai hajat akan menggelar jaran kencak untuk menghibur para tamu yang diundang. Kuda atau jaran kencak (bhs Jawa) yang dipakai bukan sembarang kuda, namun kuda jenis ini adalah kuda yang senang menari dengan mengikuti irama musik tradisional yang ditabuh oleh pengiringnya. Untuk melengkapi keunikan dan lebih menarik maka kudakuda itu dihias sedemikian rupa.
Ciri unik kuda kencak ini adalah pertunjukan atraksi kuda, seperti kuda yang bisa berdiri dan atraksi menarik lainnya. Kuda-kuda ini dihias dengan pernak pernik berwarna menambah kemeriahan acara.
Dalam memperingati hari jadi kota Lumajang ke 758 yang lalu, panitia festival kuda kencak mendatangkan sekitar 200 ekor kuda untuk mengikuti festival.
Acara yang disaksikan ribuan masyarakat Lumajang ini diawali dengan pertunjukan tarian “jaran slining” atau tarian kuda buatan. Puluhan peserta mengenakan akesesoris khusus menari mengikuti irama dari pemusik. Selanjutnya diikuti ratusan peserta festival kuda kencak se- lumajang
Ketua Paguyuban kuda kencak, A’ak Abdullah Kudus mengatakan tujuan digelarnya festival ini untuk membangkitkan seni kuda kencak yang hampir punah di Lumajang karena kesenian ini asli dari lumajang
Dalam kesenian ‘jaran kencak’, kuda-kuda yang sudah terlatih ini sedang menunjukkan tariannya. (huda/wartajember)Dalam kesenian ‘jaran kencak’, kuda-kuda yang sudah terlatih ini sedang menunjukkan tariannya. Jaran kencak atau kuda yang bisa berjoget merupakan sebuah kesenian dan hiburan yang unik, yang berkembang di masyarakat. Seiring perkembangan jaman, kesenian ini sudah hampir punah. Untuk mempertahankan dan membangkitkan kembali minat generasi pada kesenian itu, para pelaku seni Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, kemarin (19/8/13) menggelar seni jaran kencak tersebut.
Puluhan warga, dengan membawa serta buah hati masing-masing berbondong-bondong menyaksikan kesenian unik Jaran Kencak yang digelar di pelataran rumah Mualimin, di Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, Jember. “Ini merupakan pertunjukan langka. Dulu sering ada. Namun beberapa tahun terakhir, pertunjukan seperti ini jarang kita jumpai,” kata Rido’i, salah seorang warga Sukorejo.
Dijelaskan, dirinya mengajak buah hatinya untuk melihat langsung agar buah hatinya bisa tahu dan kenal dengan kesenian yang sudah turun temurun tersebut. Karena menurutnya, anak jaman sekarang sangat jarang yang tahu dan kenal dengan kesenian tradisional.
“Ayo nari,” perintah sang pemilik kuda mengawali gelaran atraksi kuda-kuda yang bisa berjoget. Berbagai akseksoris yang membuat suasana semakin meriah juga terpasang di tubuh sang kuda. Warga pun semakin larut dalam jogetan kuda-kuda kencak.
Supa’at warga Balung, Jember, salah satu pemilik kuda kencak menjelaskan jika seni jaran kencak merupakan kesenian dari leluhur yang harus dipertahankan. Namun, perkembangan jaman membuat kesenian yang sudah digelutinya sejak kecil ini hampir punah.
Agar terkesan tidak monoton dan penonton menjadi bosan, Supa’at mengubah penampilan kuda dan alur penampilannya menjadi lebih menarik. “Saya beri modifikasi akseksoris seperti pakaian dan tanduk, agar lebih kelihatan menarik dan disenangi,” terangnya.
Selebihnya, Supa’at berharap pada pemerintah agar tergugah hingga memberi perhatian lebih pada komunitas seni, terutama jaran kencak. Dengan begitu, akan memancing minat generasi muda untuk menyukai kesenian tersebut. “Selama ini, saya menilai, perhatian dari pemerintah Jember sangat sedikit dalam bidang seni, terutama pada seni jaran kencak. Kedepan, saya berharap pemerintah lebih perhatian lagi pada kesenian ini,” terang bapak dua anak ini.
Sumber :
http://jembertourism.com
http://wartajember.com
http://www.jtvjember.net
http://www.eastjava.com
Jember memiliki seni tradisional yang dikenal sebagai "Jaran Kencak" atau "Kuda Menari". Tarian ini dibawakan saat digelar satu pesta besar.
Kuda Menari adalah sebuah tarian yang unik yang dapat ditemukan di Jember. Saat ini, seni kuda menari tidak hanya digunakan untuk pesta-pesta tetapi juga untuk karnaval dan festival. Dengan kata lain, seni kuda menari telah menjadi obyek wisata di Jember.
Salah satu warisan budaya dan seni di masyarakat Jember adalah jaran kencak (kuda menari). Bagi masyarakat desa Jember bagian selatan mempunyai kegemaran bilamana mempunyai hajat akan menggelar jaran kencak untuk menghibur para tamu yang diundang. Kuda atau jaran kencak (bhs Jawa) yang dipakai bukan sembarang kuda, namun kuda jenis ini adalah kuda yang senang menari dengan mengikuti irama musik tradisional yang ditabuh oleh pengiringnya. Untuk melengkapi keunikan dan lebih menarik maka kudakuda itu dihias sedemikian rupa.
Ciri unik kuda kencak ini adalah pertunjukan atraksi kuda, seperti kuda yang bisa berdiri dan atraksi menarik lainnya. Kuda-kuda ini dihias dengan pernak pernik berwarna menambah kemeriahan acara.
Dalam memperingati hari jadi kota Lumajang ke 758 yang lalu, panitia festival kuda kencak mendatangkan sekitar 200 ekor kuda untuk mengikuti festival.
Acara yang disaksikan ribuan masyarakat Lumajang ini diawali dengan pertunjukan tarian “jaran slining” atau tarian kuda buatan. Puluhan peserta mengenakan akesesoris khusus menari mengikuti irama dari pemusik. Selanjutnya diikuti ratusan peserta festival kuda kencak se- lumajang
Ketua Paguyuban kuda kencak, A’ak Abdullah Kudus mengatakan tujuan digelarnya festival ini untuk membangkitkan seni kuda kencak yang hampir punah di Lumajang karena kesenian ini asli dari lumajang
Dalam kesenian ‘jaran kencak’, kuda-kuda yang sudah terlatih ini sedang menunjukkan tariannya. (huda/wartajember)Dalam kesenian ‘jaran kencak’, kuda-kuda yang sudah terlatih ini sedang menunjukkan tariannya. Jaran kencak atau kuda yang bisa berjoget merupakan sebuah kesenian dan hiburan yang unik, yang berkembang di masyarakat. Seiring perkembangan jaman, kesenian ini sudah hampir punah. Untuk mempertahankan dan membangkitkan kembali minat generasi pada kesenian itu, para pelaku seni Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, kemarin (19/8/13) menggelar seni jaran kencak tersebut.
Puluhan warga, dengan membawa serta buah hati masing-masing berbondong-bondong menyaksikan kesenian unik Jaran Kencak yang digelar di pelataran rumah Mualimin, di Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, Jember. “Ini merupakan pertunjukan langka. Dulu sering ada. Namun beberapa tahun terakhir, pertunjukan seperti ini jarang kita jumpai,” kata Rido’i, salah seorang warga Sukorejo.
Dijelaskan, dirinya mengajak buah hatinya untuk melihat langsung agar buah hatinya bisa tahu dan kenal dengan kesenian yang sudah turun temurun tersebut. Karena menurutnya, anak jaman sekarang sangat jarang yang tahu dan kenal dengan kesenian tradisional.
“Ayo nari,” perintah sang pemilik kuda mengawali gelaran atraksi kuda-kuda yang bisa berjoget. Berbagai akseksoris yang membuat suasana semakin meriah juga terpasang di tubuh sang kuda. Warga pun semakin larut dalam jogetan kuda-kuda kencak.
Supa’at warga Balung, Jember, salah satu pemilik kuda kencak menjelaskan jika seni jaran kencak merupakan kesenian dari leluhur yang harus dipertahankan. Namun, perkembangan jaman membuat kesenian yang sudah digelutinya sejak kecil ini hampir punah.
Agar terkesan tidak monoton dan penonton menjadi bosan, Supa’at mengubah penampilan kuda dan alur penampilannya menjadi lebih menarik. “Saya beri modifikasi akseksoris seperti pakaian dan tanduk, agar lebih kelihatan menarik dan disenangi,” terangnya.
Selebihnya, Supa’at berharap pada pemerintah agar tergugah hingga memberi perhatian lebih pada komunitas seni, terutama jaran kencak. Dengan begitu, akan memancing minat generasi muda untuk menyukai kesenian tersebut. “Selama ini, saya menilai, perhatian dari pemerintah Jember sangat sedikit dalam bidang seni, terutama pada seni jaran kencak. Kedepan, saya berharap pemerintah lebih perhatian lagi pada kesenian ini,” terang bapak dua anak ini.
Sumber :
http://jembertourism.com
http://wartajember.com
http://www.jtvjember.net
http://www.eastjava.com
Friday, October 17, 2014
Gerhana Langka dan Uranus Berhasil Diabadikan dari Jember
Warga Jakarta boleh gagal mengamati gerhana Bulan total Rabu (8/10/2014) karena faktor cuaca. Tapi di Jember, seorang astronom amatir bukan hanya bisa mengamati gerhana, tetapi juga mengabadikannya bersama planet Uranus.
Chandra Firmansyah, astronom amatir asal Jember, mengabadikan gerhana Bulan total dan Uranus dengan kamera tanpa bantuan teleskop. Ia mengunggah foto hasil jepretannya di akun Facebook-nya dan grup Penjelajah Langit.
Dalam foto tersebut, gerhana tampak merah kekuningan. Sementrara, Uranus tampak berada di sebelah kanan Bulan dan sangat redup. Magnitudo Uranus saat gerhana Bulan kemarin sekitar +5, hampir tidak mungkin disaksikan dengan mata telanjang.
Kepada Kompas.com, Kamis (9/10/2014), Chandra mengatakan, "Dengan mata telanjang Uranus sebenarnya tidak kelihatan." Ia mengatakan, Uranus berhasil dipotret "dengan lensa 55 mm, setting-an kamera ISO tinggi, dan long exposure 15 detik."
Gerhana Bulan total kemarin adalah gerhana langka. Gerhana itu salah satu dari tetrad, seri gerhana yang terdiri dari 4 gerhana berturut-turut. Selama tahun 2001 - 3000, hanya ada 32 gerhana tetrad. Seri gerhana tetrad berikutnya baru ada tahun 2032.
Uranus adalah planet gas yang berjarak 2,8 miliar kilometer dari Matahari. Karena jarak yang jauh, planet ini hampir tak mungkin disaksikan dengan mata telanjang. Perlu situasi yang sangat ideal untuk menyaksikannya, antara lain langit yang benar-benar gelap.
Sumber :
http://sains.kompas.com
Tuesday, September 16, 2014
Peta Perubahan Arus Lalu Lintas Kota Jember
Hari ini uji coba rekayasa lalu lintas di seputaran Pasar Tanjung.
Ngati-ati dulur, sik arep podo Belonjo nang Pasar Tanjung. Teko Jl. Trunojoyo ojo belok kanan nang Jl. Samanhudi. tapi belok kanan nang Jl. Wahidin. ( Lihat Peta )
Sumber :
https://twitter.com/Humas_Jember
https://www.facebook.com/100.KOber
https://twitter.com/Humas_Jember
https://www.facebook.com/100.KOber
Friday, September 12, 2014
Radio Prosalina FM 101.3 Jember
Prosalina fm semakin membumi , Di seluruh jam siaran, prosalina fm hanya menyuguhkan lagu-lagu indonesia pop dan dangdut. Tidak ada lagu barat. Mengapa begitu ? Inilah kiat baru untuk menjadikan prosalina fm membumi !! Dan bukan rahasia lagi…. "survey membuktikan..." lagu indonesia (pop dan dangdut)lebih digemari masyarakat.
Prosalina FM ditunjang equipment standart broadcast dan pemancar DB-KA 15000 dengan output 15000 watt, Antena JAMPRO 15000 6 bays dengan output 15000 watt. Sehingga dapat menjangkau ex karesidenan Besuki (Banyuwangi – Bondowoso – Situbondo) dan Kabupaten Lumajang serta Kabupaten Probolinggo.
Penetrasi PROSALINA FM Mengalahkan Televisi..!!
Segmentasi yang tajam (baca: tunggal), memang diperlukan bagi sebuah radio. Tapi cara itu bukan satu-satunya pilihan metode untuk menggaet pendengar. Prosalina fm memilih “multi segmen”, dengan pertimbangan spesifikasi masyarakat jember yang heterogen. Prosalina fm “menembak” semua lapisan masyarakat potensial, baik desa maupun kota, dengan klasifikasi sosial ekonomi b dan c, dari usia 15 – 40 tahun.
Bagaimana Semua itu Bisa Dilayani?
Memang sebuah pertanyaan besar. Tapi jawabannya pasti. Prosalina fm telah dan harus melakukannya. Masyarakat agraris di desa, masyarakat semi industri dan bisnis di kota, punya perilaku yang berbeda. Belum lagi kalangan muda, pelajar dan mahasiswa.
Wah Rumit Yah?
Tapi tidak bagi prosalina fm !! Semuanya bisa diatur !! Kuncinya tidak lain adalah memahami siklus kegiatan masyarakat. Misalnya, pelajar tidak akan mendengarkan radio dari jam 7 pagi sampai jam 13 siang. Sebab mereka masuk sekolah. Orang kantoran, juga kecil kemungkinannya mendengarkan radio. So… Jam siapa itu ? Ibu rumah tangga dan kalangan petani yang baru pulang sawah !! Demikian seterusnya, siklus kegiatan masyarakat ini menjadi dasar penyusunan menu acara.
Masih Ada Lagi …
Prosalina fm semakin membumi !! Itulah keputusannya ! Bagaimana bentuknya ?? Di seluruh jam siaran, prosalina fm hanya menyuguhkan lagu-lagu indonesia pop dan dangdut. Tidak ada lagu barat. Mengapa begitu ? Inilah kiat baru untuk menjadikan prosalina fm membumi !! Dan bukan rahasia lagi…. “survey membuktikan…” lagu indonesia (baca: pop dan dangdut) lebih digemari dari lagu barat !!!!
Mengapa tidak Realistis saja ???
di Jember, radio FM CUKUP PROSALINA
Sumber :
http://radiomaya.blogspot.com
http://www.prosalinaradio.com
Subscribe to:
Posts (Atom)
Related Posts
-
Lokasi kota Jember di timur propinsi Jawa Timur Layout Peta kota Jember Kecamatan dari kota Jember
-
Tato merupakan sebuah grup musik asal Indonesia yang berdomisli di Jember. Grup musik ini dibentuk pada tahun 1996. Anggotanya berjumlah ...
-
Daun Tembakau dan Ragam Tumbuhan Jadi Motif Khas Batik Jember Batik Jember menjadi salah satu kerajinan khas Jawa Timur yang dipamerkan...
-
Situs Duplang, Artefak Zaman Megalithikum Di Kabupaten Jember 3 July 2019 Situs Duplang – Indonesia dikenal oleh masyarakat dunia sebagai n...
-
Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, berencana membangun sebuah stadion olahraga senilai Rp 200 miliar. Menurut Bupati Jember M.Z.A....







