BUPATI JEMBER YANG BERNAMA SUDARMAN
Jalan Sudarman di Alun-alun Kota Jember merupakan jalan terpendek di Jember dengan hanya memiliki satu nomor rumah, yaitu Nomor 1 Pemerintah Kabupaten Jember. Nama Sudarman yang diambil dari nama Bupati Jember yang disahkan oleh Pemerintah RI di awal Proklamasi Kemerdekaan.
Masa jabatan M Sudarman menjabat Bupati Jember juga sependek jalan yang menggunakan namanya. Saat Agresi Militer I dilakukan pihak Belanda, pada tanggal 14 Oktober 1947, M. Soedarman ditangkap oleh tentara Belanda bersama KNIL di rumahnya.
Rumah M. Soedarman dikepung oleh tentara Belanda yang kemudia Soedarman dipaksa untuk ditahan. Sebelum meninggalkan rumahnya, berbagai perabotan rumah tangga diantaranya berupa funiture diangkut oleh empat truk tentara.
Soedarman bersama keluarganya kemudian dinaikkan dalam mobil yang kemudian dikawal dua mobil lapis baja menuju Surabaya. Soedarman beserta keluarganya menjadi tahanan kota di Surabaya.
(Kisah ditangkapnya Bupati Jember M. Soedarman dikisahkan dalam surat kabar Belanda "Dagblad Amigo De Curacao" halaman 2, Donderdag (Kamis) 13 November 1947) - ditulis ulang oleh Y. Setiyo Hadi
Sumber :
https://www.facebook.com/100.KOber?fref=nf
Tuesday, May 19, 2015
Tuesday, May 5, 2015
Kabupaten Peduli Olahraga
Jember Raih Penghargaan Kabupaten Peduli Olahraga
Bupati Jember MZA Djalal menerima penghargaan kategori Kabupaten/Kota Peduli Olahraga dari Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Jawa Timur. Penghargaan tersebut diberikan pada acara Anugerah Olahraga 2014 di Yani Golf Surabaya pada Senin 23/3. Penghargaan diserahkan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur yang diterima secara langsung oleh Bupati Jember.Kabupaten Jember mendapat penghargaan sebagai kabupaten peduli olahraga dikarenakan penilaian dari beberapa kriteria.
Yang pertama adalah dimasukkannya olahraga pencak silat dalam muatan lokal kurikulum sekolah menengah. Kemudian Kabupaten Jember dinilai sukses membina Jember United hingga mampu meraih Juara pada Kejuaraan Piala Suratin 2014. Dan berdirinya stadion megah Jember Sport Garden di kecamatan Ajung dinilai mampu memberikan kontribusi positif pada infrastruktur dunia olahraga.
Sekdaprov Jawa Timur menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya dengan menyebutnya sebagai pejuang olahraga kepada para penerima penghargaan. “Apa yang dilakukan oleh para atlit dan kepedulian para insan olahraga merupakan suatu perjuangan untuk mengharumkan nama bangsa” ucap Sekdaprov.
Sementara Bupati Jember menyampaikan bahwa penghargaan ini sebagai penyemangat bagi masyarakat Jember untuk meningkatkan prestasi olahraga. Djalal juga berharap bahwa kepedulian terhadap olahraga ini juga dilakukan oleh semua kabupaten/kota di Jawa Timur guna turut serta memajukan dunia olahraga Jawa Timur. “Saya berharap tidak hanya Jember tapi juga dari semua kabupaten/kota di Jawa Timur, mari kita bersama-sama membesarkan Jawa Timur di bidang olahraga” ajak Djalal.
Keberadaan JSG juga diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit atlit sepakbola muda berprestasi. “Dengan berbagai sarana yang kami siapkan, khususnya selesainya JSG, maka saya berharap dapat lahir atlit sepakbola” tutur Djalal.
Pada acara ini juga diserahkan penghargaan kategori Pembina Olahraga terbaik pada Sirajuddin sebagai manager Jember United.
Sumber :
http://www.jemberpost.com/berita-utama/jember-raih-penghargaan-kabupaten-peduli-olahraga/
Bupati Jember MZA Djalal menerima penghargaan kategori Kabupaten/Kota Peduli Olahraga dari Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Jawa Timur. Penghargaan tersebut diberikan pada acara Anugerah Olahraga 2014 di Yani Golf Surabaya pada Senin 23/3. Penghargaan diserahkan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur yang diterima secara langsung oleh Bupati Jember.Kabupaten Jember mendapat penghargaan sebagai kabupaten peduli olahraga dikarenakan penilaian dari beberapa kriteria.
Yang pertama adalah dimasukkannya olahraga pencak silat dalam muatan lokal kurikulum sekolah menengah. Kemudian Kabupaten Jember dinilai sukses membina Jember United hingga mampu meraih Juara pada Kejuaraan Piala Suratin 2014. Dan berdirinya stadion megah Jember Sport Garden di kecamatan Ajung dinilai mampu memberikan kontribusi positif pada infrastruktur dunia olahraga.
Sekdaprov Jawa Timur menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya dengan menyebutnya sebagai pejuang olahraga kepada para penerima penghargaan. “Apa yang dilakukan oleh para atlit dan kepedulian para insan olahraga merupakan suatu perjuangan untuk mengharumkan nama bangsa” ucap Sekdaprov.
Sementara Bupati Jember menyampaikan bahwa penghargaan ini sebagai penyemangat bagi masyarakat Jember untuk meningkatkan prestasi olahraga. Djalal juga berharap bahwa kepedulian terhadap olahraga ini juga dilakukan oleh semua kabupaten/kota di Jawa Timur guna turut serta memajukan dunia olahraga Jawa Timur. “Saya berharap tidak hanya Jember tapi juga dari semua kabupaten/kota di Jawa Timur, mari kita bersama-sama membesarkan Jawa Timur di bidang olahraga” ajak Djalal.
Keberadaan JSG juga diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit atlit sepakbola muda berprestasi. “Dengan berbagai sarana yang kami siapkan, khususnya selesainya JSG, maka saya berharap dapat lahir atlit sepakbola” tutur Djalal.
Pada acara ini juga diserahkan penghargaan kategori Pembina Olahraga terbaik pada Sirajuddin sebagai manager Jember United.
Sumber :
http://www.jemberpost.com/berita-utama/jember-raih-penghargaan-kabupaten-peduli-olahraga/
Letkol. Moch. Sroedji
Sekilas Sejarah Letkol. Moch. Sroedji
Moch. Sroedji adalah putra dari pasangan Bapak H. Hasan dan Ibu Hj. Amni. Sroedji dilahirkan di Bangkalan-Madura, pada 1 Februari 1915. Istri Sroedji bernama Hj. Mas Roro Rukmini, yang lahir dari pasangan Mas Tajib Nitisasmito dan Siti Mariyam. Dari perkawinan tersebut terlahir 4 orang anak, diantaranya Drs. H. Sucahjo, Drs. H Supomo, Sudi Astuti, Pudji Redjeki Irawati.
Pendidikan
Moch. Sroedji bersekolah di Hollands Indische School atau lebih dikenal dengan HIS. Kemudian menimba ilmu di Ambacts Leergang. Ambacts Leergang adalah semacam sekolah pertukangan. Pemerintah Belanda sengaja mendirikan sekolah-sekolah kejuruan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja. Diharapkan, alumni sekolah jenis ini dapat langsung memperoleh pekerjaan sesuai dengan bidangnya.
Bidang pertukangan dibagi menjadi dua. Yang pertama, Ambacthsshool. Sekolah ini menerima lulusan dari HIS, HCS, dan sekolah Peralihan. Berikutnya, Ambachts Leergang, yang menerima lulusan Sekolah Bumiputra Kelas Dua dan vervolgschool. Keduanya memiliki masa pendidikan 3 tahun. Ambachts leergang mencetak tukang listrik, mebel, dan lain-lain, sedangkan Ambacthsshool mencetak mandornya. Moch. Sroedji menempuh pendidikan di Ambachts leergang.
Sesudah menjalani masa pendidikan formal, pada tahun 1938 sampai tahun 1943, Moch. Sroedji bekerja sebagai Pegawai Jawatan Kesehatan sebagai Mantri Malaria di RS Kreongan Jember (kini menjadi RS Paru).
Karir Moch. Sroedji di Bidang Militer
Moch. Sroedji memulai karir militernya di Jember pada akhir tahun 1943. Semula pangkatnya adalah komandan kompi alias Chuudanchoo (Chuu: menengah, Danchoo: pimpinan/perwira) di Peta Besuki. Jabatan sebagai komandan kompi ia dapat setelah mengikuti Pendidikan Perwira Tentara PETA angkatan I di Bogor (sengkatan dengan Ahmad yani dan Soeharto-sumber sang patriot-red). Begitu lulus PETA, ia ditugaskan sebagai komandan kompi untuk Karesidenan Besuki – Batalyon 1 Kencong – Jember di bawah Daidancho Soewito Soediro.
Moch. Sroedji juga turut berperan aktif dalam memelopori terbentuknya BKR dan TKR untuk wilayah Karesidenan Besuki. Pada bulan September 1945 sampai dengan Desember 1946, ia berturut-turut dilantik sebagai Komandan Batalyon 1 Resimen IV Divisi VII TKR yang berdomisili di wilayah Kencong, Jember.
Renville
Dengan –dianggap– berakhirnya pemberontakan PKI, pimpinan Angkatan Perang negeri ini mulai memikirkan kembali kemungkinan serangan militer Belanda. Gejala akan datangnya serangan Belanda telah nampak. Belanda mangkir dari isi kesepakatan perjanjian Renville.
Perundingan Renville dimulai pada tanggal 8 Desember 1947, dan kesepakatannya ditandatangani pada 17 Januari 1948. Intinya, perjanjian tersebut memuat tiga poin.
1. Belanda hanya mengakui Jawa tengah, Yogyakarta, dan Sumatera sebagai bagian wilayah Republik Indonesia
2. Disetujuinya sebuah garis demarkasi yang memisahkan wilayah Indonesia dan daerah pendudukan Belanda
3. TNI harus ditarik mundur dari daerah-daerah selain yang disebutkan di poin satu.
Sebagai hasil Persetujuan Renville, pihak Republik harus mengosongkan wilayah-wilayah yang dikuasai TNI. Perjanjian Renville banyak ditentang rakyat. Indonesia kacau, dan sejarah mencatatnya.
Jika saja Panglima Besar TNI Jenderal Soedirman (yang kala itu sedang sakit) tidak memiliki kewibawaan yang besar, mungkin banyak para pejuang yang menentangnya. Hijrah, itulah yang akhirnya ditempuh oleh para pejuang. Tidak terkecuali dengan pejuang Jember.
Terhitung sejak Januari 1948, hijrah massal mulai dilaksanakan. Di beberapa tempat (batas wilayah Indonesia sesuai hasil perjanjian Renville) sudah ada panitia yang mengatur dan mendistribusikan jalannya hijrah.
Antara Mei 1948 hingga Oktober 1948, Moch. Sroedji menjadi Komandan Resimen 40 Damarwoelan pada Divisi VIII. Pada tanggal 25 Oktober 1948, sesuai hasil keputusan Menteri Pertahanan RI. No. A/532/42, Resimen 40 Damarwoelan dilebur dan dirubah namanya menjadi Brigade III Damarwoelan Divisi I T.N.I. Jawa Timur.
Survive di Blitar
Tempat pengungsian pasukan Damarwoelan terpencar di berbagai daerah. Namun kemudian dapat disatukan di Blitar. Mereka mengungsi lebih dari 3 bulan. Kesemuanya diurus panitia. Waktu terus bergulir, beban konsumsi dan akomodasi seluruh anggota resimen semakin membengkak. Pada akhirnya, kesemua itu ditanggung oleh Komandan Sroedji.
Wingate Action
Brigade III Damarwoelan Divisi I T.N.I. Jawa Timur mengadakan Wingate Action (dari daerah Blitar ke daerah Besuki) menuju jalur Lumajang – Klakah – Jember – Banyuwangi. Wingate Action tersebut berlangsung selama 51 hari. Menempuh perjalanan panjang, dengan jarak sekitar 500 km.
Sepanjang perjalanan, Brigade Brigade III Damarwoelan Divisi I T.N.I. Jawa Timur mengalami banyak pertempuran. Puncak pertempuran terjadi pada 8 Februari 1949 di Desa Karangkedawung, Mumbulsari, Jember. Letkol Moch. Sroedji gugur di medan perang, setelah berhari-hari bertahan dari gempuran dan kejaran pihak Belanda. Jenasah Letkol Moch. Sroedji dikebumikan di Pemakaman Umum Kreongan. Sementara di bekas wilayah pertempuran dibangun sebuah monumen untuk memperingati apa yang telah terjadi pada 8 Februari 1949.
Letkol Moch. Sroedji di Mata Kita
Ketika melintas di alun-alun kota Jember, tepatnya di depan kantor Pemkab Jember, terdapat sebuah patung yang menjulang tinggi. Patung tersebut mewakili sosok pejuang lokal Jember yang namanya dijadikan nama jalan di wilayah kota. Letkol Moch. Sroedji. Patung tersebut merupakan salah satu simbol perjuangan Jember saat mempertahankan kemerdekaan dari penjajahan Kolonial Belanda. Ia merupakan patriot lokal yang belum banyak didengungkan dalam bangku sekolah. Banyak anak-anak di Jember tidak tahu, siapa sosok yang dijadikan patung di pelataran Pemkab Jember tersebut. Masih sedikit sekali pelajaran sejarah yang membahas tentang perjuangan beliau secara khusus.
Dalam sudut pandang penulisan sejarah baru di Indonesia, definisi pahlawan tidak harus orang-orang besar yang harus memberi pengaruh dalam skala nasional. Dalam tingkat kota sampai desa, seseorang yang berjuang demi kepentingan bersama bisa disebut pahlawan. Keberadaan patung Letkol Moch. Sroedji bisa dijadikan pemantik rasa ingin tahu untuk mengenalnya lebih jauh. Mengenal kisah-kisah perjuangannya dan kemudian membawa semangatnya dalam kehidupan kita sehari-hari.
Ada banyak sudut pandang yang bisa kita kupas mengenai sosok pahlawan lokal kita yang satu ini. Perjuangannya, kepemimpinannya, rasa nasionalismenya yang kuat dan juga kesetiaannya dalam membela tanah air.
Sumber :
http://www.jemberpost.com/pendidikan/tokoh-prestasi/sekilas-sejarah-letkol-moch-sroedji/
Moch. Sroedji adalah putra dari pasangan Bapak H. Hasan dan Ibu Hj. Amni. Sroedji dilahirkan di Bangkalan-Madura, pada 1 Februari 1915. Istri Sroedji bernama Hj. Mas Roro Rukmini, yang lahir dari pasangan Mas Tajib Nitisasmito dan Siti Mariyam. Dari perkawinan tersebut terlahir 4 orang anak, diantaranya Drs. H. Sucahjo, Drs. H Supomo, Sudi Astuti, Pudji Redjeki Irawati.
Pendidikan
Moch. Sroedji bersekolah di Hollands Indische School atau lebih dikenal dengan HIS. Kemudian menimba ilmu di Ambacts Leergang. Ambacts Leergang adalah semacam sekolah pertukangan. Pemerintah Belanda sengaja mendirikan sekolah-sekolah kejuruan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja. Diharapkan, alumni sekolah jenis ini dapat langsung memperoleh pekerjaan sesuai dengan bidangnya.
Bidang pertukangan dibagi menjadi dua. Yang pertama, Ambacthsshool. Sekolah ini menerima lulusan dari HIS, HCS, dan sekolah Peralihan. Berikutnya, Ambachts Leergang, yang menerima lulusan Sekolah Bumiputra Kelas Dua dan vervolgschool. Keduanya memiliki masa pendidikan 3 tahun. Ambachts leergang mencetak tukang listrik, mebel, dan lain-lain, sedangkan Ambacthsshool mencetak mandornya. Moch. Sroedji menempuh pendidikan di Ambachts leergang.
Sesudah menjalani masa pendidikan formal, pada tahun 1938 sampai tahun 1943, Moch. Sroedji bekerja sebagai Pegawai Jawatan Kesehatan sebagai Mantri Malaria di RS Kreongan Jember (kini menjadi RS Paru).
Karir Moch. Sroedji di Bidang Militer
Moch. Sroedji memulai karir militernya di Jember pada akhir tahun 1943. Semula pangkatnya adalah komandan kompi alias Chuudanchoo (Chuu: menengah, Danchoo: pimpinan/perwira) di Peta Besuki. Jabatan sebagai komandan kompi ia dapat setelah mengikuti Pendidikan Perwira Tentara PETA angkatan I di Bogor (sengkatan dengan Ahmad yani dan Soeharto-sumber sang patriot-red). Begitu lulus PETA, ia ditugaskan sebagai komandan kompi untuk Karesidenan Besuki – Batalyon 1 Kencong – Jember di bawah Daidancho Soewito Soediro.
Moch. Sroedji juga turut berperan aktif dalam memelopori terbentuknya BKR dan TKR untuk wilayah Karesidenan Besuki. Pada bulan September 1945 sampai dengan Desember 1946, ia berturut-turut dilantik sebagai Komandan Batalyon 1 Resimen IV Divisi VII TKR yang berdomisili di wilayah Kencong, Jember.
Renville
Dengan –dianggap– berakhirnya pemberontakan PKI, pimpinan Angkatan Perang negeri ini mulai memikirkan kembali kemungkinan serangan militer Belanda. Gejala akan datangnya serangan Belanda telah nampak. Belanda mangkir dari isi kesepakatan perjanjian Renville.
Perundingan Renville dimulai pada tanggal 8 Desember 1947, dan kesepakatannya ditandatangani pada 17 Januari 1948. Intinya, perjanjian tersebut memuat tiga poin.
1. Belanda hanya mengakui Jawa tengah, Yogyakarta, dan Sumatera sebagai bagian wilayah Republik Indonesia
2. Disetujuinya sebuah garis demarkasi yang memisahkan wilayah Indonesia dan daerah pendudukan Belanda
3. TNI harus ditarik mundur dari daerah-daerah selain yang disebutkan di poin satu.
Sebagai hasil Persetujuan Renville, pihak Republik harus mengosongkan wilayah-wilayah yang dikuasai TNI. Perjanjian Renville banyak ditentang rakyat. Indonesia kacau, dan sejarah mencatatnya.
Jika saja Panglima Besar TNI Jenderal Soedirman (yang kala itu sedang sakit) tidak memiliki kewibawaan yang besar, mungkin banyak para pejuang yang menentangnya. Hijrah, itulah yang akhirnya ditempuh oleh para pejuang. Tidak terkecuali dengan pejuang Jember.
Terhitung sejak Januari 1948, hijrah massal mulai dilaksanakan. Di beberapa tempat (batas wilayah Indonesia sesuai hasil perjanjian Renville) sudah ada panitia yang mengatur dan mendistribusikan jalannya hijrah.
Antara Mei 1948 hingga Oktober 1948, Moch. Sroedji menjadi Komandan Resimen 40 Damarwoelan pada Divisi VIII. Pada tanggal 25 Oktober 1948, sesuai hasil keputusan Menteri Pertahanan RI. No. A/532/42, Resimen 40 Damarwoelan dilebur dan dirubah namanya menjadi Brigade III Damarwoelan Divisi I T.N.I. Jawa Timur.
Survive di Blitar
Tempat pengungsian pasukan Damarwoelan terpencar di berbagai daerah. Namun kemudian dapat disatukan di Blitar. Mereka mengungsi lebih dari 3 bulan. Kesemuanya diurus panitia. Waktu terus bergulir, beban konsumsi dan akomodasi seluruh anggota resimen semakin membengkak. Pada akhirnya, kesemua itu ditanggung oleh Komandan Sroedji.
Wingate Action
Brigade III Damarwoelan Divisi I T.N.I. Jawa Timur mengadakan Wingate Action (dari daerah Blitar ke daerah Besuki) menuju jalur Lumajang – Klakah – Jember – Banyuwangi. Wingate Action tersebut berlangsung selama 51 hari. Menempuh perjalanan panjang, dengan jarak sekitar 500 km.
Sepanjang perjalanan, Brigade Brigade III Damarwoelan Divisi I T.N.I. Jawa Timur mengalami banyak pertempuran. Puncak pertempuran terjadi pada 8 Februari 1949 di Desa Karangkedawung, Mumbulsari, Jember. Letkol Moch. Sroedji gugur di medan perang, setelah berhari-hari bertahan dari gempuran dan kejaran pihak Belanda. Jenasah Letkol Moch. Sroedji dikebumikan di Pemakaman Umum Kreongan. Sementara di bekas wilayah pertempuran dibangun sebuah monumen untuk memperingati apa yang telah terjadi pada 8 Februari 1949.
Letkol Moch. Sroedji di Mata Kita
Ketika melintas di alun-alun kota Jember, tepatnya di depan kantor Pemkab Jember, terdapat sebuah patung yang menjulang tinggi. Patung tersebut mewakili sosok pejuang lokal Jember yang namanya dijadikan nama jalan di wilayah kota. Letkol Moch. Sroedji. Patung tersebut merupakan salah satu simbol perjuangan Jember saat mempertahankan kemerdekaan dari penjajahan Kolonial Belanda. Ia merupakan patriot lokal yang belum banyak didengungkan dalam bangku sekolah. Banyak anak-anak di Jember tidak tahu, siapa sosok yang dijadikan patung di pelataran Pemkab Jember tersebut. Masih sedikit sekali pelajaran sejarah yang membahas tentang perjuangan beliau secara khusus.
Dalam sudut pandang penulisan sejarah baru di Indonesia, definisi pahlawan tidak harus orang-orang besar yang harus memberi pengaruh dalam skala nasional. Dalam tingkat kota sampai desa, seseorang yang berjuang demi kepentingan bersama bisa disebut pahlawan. Keberadaan patung Letkol Moch. Sroedji bisa dijadikan pemantik rasa ingin tahu untuk mengenalnya lebih jauh. Mengenal kisah-kisah perjuangannya dan kemudian membawa semangatnya dalam kehidupan kita sehari-hari.
Ada banyak sudut pandang yang bisa kita kupas mengenai sosok pahlawan lokal kita yang satu ini. Perjuangannya, kepemimpinannya, rasa nasionalismenya yang kuat dan juga kesetiaannya dalam membela tanah air.
Sumber :
http://www.jemberpost.com/pendidikan/tokoh-prestasi/sekilas-sejarah-letkol-moch-sroedji/
Tuesday, April 14, 2015
Tanjung Papuma Pantai Terbaik no 9
10 Pantai Terbaik di Indonesia
INDONESIA memiliki banyak pantai indah tak kalah dengan pantai lain di dunia. Bahkan, ada beberapa pantai terbaik diakui situs perjalanan Trip Advisor.
Bulan ini, situs perjalanan Trip Advisor mengumumkan daftar 10 pantai terbaik di Indonesia melalui Travelers’ Choice Award 2015.
Lima pantai di Bali mendominasi daftar pantai terbaik di Indonesia dengan tiga pantainya menduduki tiga pantai teratas. Pantai Nusa Dua ditetapkan sebagai pantai terbaik di Indonesia.
Pantai ini terletak 40 kilometer di selatan Denpasar. Dengan pasir putih yang indah dan aman untuk berenang, reviewer membuat pantai ini masuk ke peringkat pertama.
Pantai terbaik kedua diduduki Pantai Padang Padang di Pecatu, Uluwatu. Pantai ini menawarkan keindahan ombak dan menjadi tempat yang bagus untuk berenang.
Sementara Pantai Balangan di Kuta berada di posisi ketiga pantai terbaik di Indonesia. Pantai ini dikenal dengan ombaknya yang indah untuk peselancar.
Penghargaan ini mendapat sambutan hangat dari Direktorat Jenderal Pemasaran Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuty.
“Indonesia dikenal sebagai salah satu tujuan wisata pantai terbaik di dunia. Merupakan kehormatan mengetahui bahwa pantai kami mendapatkan penghargaan dari komunitas perjalanan TripAdvisor,” ujar Esthy dalam siaran pers yang diterima Okezone, Kamis (19/2/2015).
Berikut adalah daftar lengkap 10 pantai terbaik di Indonesia dalam Travelers’ Choice Award 2015 versi TripAdvisor:
1. Pantai Nusa Dua, Bali
2. Pantai Padang Padang, Bali
3. Pantai Balangan, Bali
4. Pantai Tanjung Aan, Lombok
5. Pantai Tanjung Tinggi, Belitung
6. Pantai Pasir Putih, Bali
7. Pantai Jemeluk, Bali
8. Pantai Pink, Pulau Komodo
9. Tanjung Papuma, Jember
10. Pantai Klayar, Pacitan.
Sumber :
http://lifestyle.okezone.com/read/2015/02/19/406/1108003/pantai-terbaik-di-indonesia
INDONESIA memiliki banyak pantai indah tak kalah dengan pantai lain di dunia. Bahkan, ada beberapa pantai terbaik diakui situs perjalanan Trip Advisor.
Bulan ini, situs perjalanan Trip Advisor mengumumkan daftar 10 pantai terbaik di Indonesia melalui Travelers’ Choice Award 2015.
Lima pantai di Bali mendominasi daftar pantai terbaik di Indonesia dengan tiga pantainya menduduki tiga pantai teratas. Pantai Nusa Dua ditetapkan sebagai pantai terbaik di Indonesia.
Pantai ini terletak 40 kilometer di selatan Denpasar. Dengan pasir putih yang indah dan aman untuk berenang, reviewer membuat pantai ini masuk ke peringkat pertama.
Pantai terbaik kedua diduduki Pantai Padang Padang di Pecatu, Uluwatu. Pantai ini menawarkan keindahan ombak dan menjadi tempat yang bagus untuk berenang.
Sementara Pantai Balangan di Kuta berada di posisi ketiga pantai terbaik di Indonesia. Pantai ini dikenal dengan ombaknya yang indah untuk peselancar.
Penghargaan ini mendapat sambutan hangat dari Direktorat Jenderal Pemasaran Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuty.
“Indonesia dikenal sebagai salah satu tujuan wisata pantai terbaik di dunia. Merupakan kehormatan mengetahui bahwa pantai kami mendapatkan penghargaan dari komunitas perjalanan TripAdvisor,” ujar Esthy dalam siaran pers yang diterima Okezone, Kamis (19/2/2015).
Berikut adalah daftar lengkap 10 pantai terbaik di Indonesia dalam Travelers’ Choice Award 2015 versi TripAdvisor:
1. Pantai Nusa Dua, Bali
2. Pantai Padang Padang, Bali
3. Pantai Balangan, Bali
4. Pantai Tanjung Aan, Lombok
5. Pantai Tanjung Tinggi, Belitung
6. Pantai Pasir Putih, Bali
7. Pantai Jemeluk, Bali
8. Pantai Pink, Pulau Komodo
9. Tanjung Papuma, Jember
10. Pantai Klayar, Pacitan.
Sumber :
http://lifestyle.okezone.com/read/2015/02/19/406/1108003/pantai-terbaik-di-indonesia
Pulau Nusa Barong
Pulau Nusa Barong terletak di selatan Pulau Jawa dan masih termasuk dalam Kabupaten Jember. Pulau ini adalah salah satu pulau terluar di Indonesia yang terletak di Samudera Hindia dan berbatasan dengan Australia. Untuk mencapai Pulau Nusa Barong, Anda dapat naik perahu dari Tanjung Papuma selama 1-2 jam. Menuju Pulau Nusa Barong, maka Anda menantang keganasan ombak laut selatan. Perjalanan yang berat, namun keindahan Pulau Nusa Barong akan membayarnya dengan impas.
Pulau Nusa Barong, adalah pulau dengan gugusan batu-batu yang indah dan hamparan pantai pasir putih serta hutan yang masih alami. Tidak hanya itu, di pulau ini juga terdapat banyak flora dan fauna yang akan menemani Anda. Beberapa fauna seperti kera, tupai dan berbagai jenis burung dapat Anda temukan di pulau ini. Kesejukan udaranya jangan dipertanyakan, tempatnya yang masih belum terjamah membuat pulau ini begitu sejuk dan tenang.
Keindahan bawah lautnya tidak kalah memukau. Anda bisa snorkling di sekitar pantai sambil ditemani ikan-ikan laut dan terumbu karang yang cantik. Lautnya sangat biru dan jernih. Namun, Anda disarankan untuk tidak berenang terlalu jauh ke tengah. Pulau Nusa Barong terletak di Samudera Hindia, maka yang akan Anda jumpai adalah ombak dan arus yang kuat.
Pulau Nusa Barong terkenal dengan gugusan batu-batu yang indah. Batu-batu tersebut memiliki ukuran yang besar dan menjulang dengan kokoh, sekilas nampak seperti candi. Selain itu, keindahan tebing di sekitar pantai akan membuat Anda kagum. Jangan lupa menyiapkan kamera! Karena tempat ini merupakan tempat yang unik dan mempesona.
Pulau Nusa Barong, suatu pulau yang tidak kalah cantik dengan Phi-phi Island di Phuket. Keindahan tiada dua!
Sumber :
http://travel.detik.com/read/2012/01/31/102233/1830009/1025/2/pulau-nusa-barong-di-jember-phi-phi-island-ala-indonesia#menu_stop
Thursday, April 2, 2015
Arek Jember Cinta Damai
PELAKU PENGHINAAN WARGA JEMBER MEMINTA MAAF
Penghina warga Jember dengan akun Hvq Sang Bonex Prolink telah dilacak dan ditemukan domisilinya oleh Tim KOber (pengurus grup Dari Jember Oleh Jember Untuk Jember, DJOJUJ) - [26/03/2015].
Pelaku dengan nama asli HARIYANTO beralamat di RT.02/RW.04 dusun Gerdu Kelurahan Pakistaji Kota Probolinggo menyatakan penyesalannya dan meminta maaf kepada masyarakat Jember.
Berikut ini isi pernyataannya;
Surat Pernyataan
Yang bertanda tangan dibawah ini Saya;
Nama: Hariyanto (Hvq Sang Bonex Prolink)
No Ktp: 3574021705880001
TTL : 17 Mei 1988
Jenis Kelamin: Laki-laki
Alamat: Dusun Gerdo RT.02/RW.04 Kelurahan Pakistaji Kec. Wonoasih, Kota Probolinggo.
Dengan ini menyatakan dengan sebenarnya, bahwa Saya meminta ma'af atas postingan Saya di Facebook (FB) terutama di grup Jember dan seluruh warga jember yang berkaitan dengan postingan saya yang tidak mengenakkan. (Group Dari Jember Oleh Jember Untuk Jember)
Demikian surat pernyataan ini Saya buat, dan saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan Saya, dan apabila Saya mengulangi, Saya bersedia dituntut sesuai hukum yang berlaku.
Probolinggo, 26 Maret 2015
Yang Membuat Pernyataan
TT
Hariyanto
Saksi-Saksi;
_ Wawan
_Oesman
_Perangkat Desa (moh Hasyim)
Menanggapi permintaan maaf ini, Tim KOber menerima dan memaafkan pelaku, "Kami menerima permintaan maafnya, sebagai sesama muslim kami itu bersaudara, tidak ada yang sulit Mas kalau berurusan dengan orang Jember yang cinta damai. Kami juga tidak melanjutkan gugatan class action, kejadian ini sudah cukup menjadi pelajaran bagi pelaku." Kata Kang Oesmana (pengurus grup DJOJUJ) kepada kontributor Komunitas Orang Jawa Timur
Seperti diberitakan di media beberapa waktu yang lalu, dalam statusnya laki-laki warga Probolinggo ini menulis kata-kata jorok berbahasa Madura;
“Jember Banjir Dulat… Mader tambaah rajah Benjir reh… Molela Mate kabih reng Jember jiah Jember Taeh”
(Biarin Jember Banjir, Semoga bertambah besar banjirnya… Biar semuanya mati … Jember Taek “Kotoran Manusia”.)
Penghinaan dilakukan di Group Facebook “Dari Jember Oleh Jember Untuk Jember” yang beranggotakan sekitar 78 ribu ini dianggap meresahkan. Sontak saja membuat merah telinga “Ini sudah menghina kami mas, status tersebut menghina Jember, demikian ujar Febri Ary Sumbersari di Mapolres bersama 6 warga lainnya.
Hal senada disampaian Wawan, laporan ini dikarenakan coment di medsos ini sudah rame, bahkan, salah satu anggota berencana meluruk ke Probolinggo, “Kalau sampai teman-teman kesana terus terjadi keributan kan tambah bahaya mas, makanya kami ke Polres tujuannya untuk konsultasi, harapan kami hal ini dapat dijadikan pelajaran, agar dapat saling menhargai dan menghormati” ujar warga Cangkring Jenggawah.
Laporan ini dipicu oleh kejadian banjir yang meluas dibeberapa tempat akibat hujan deras yang melanda Kabupaten Jember Jumat (6/3) siang, karena banjir, Hvq Sang Bonek Prollink membuat status yang menyulut kemarahan penikmat media sosial facebook Jember.
Pihak polres Jember sendiri melalu ipetugas yang piket menyarankan agar kasus penghinaan yang terjadi di komunitas group di facebook tersebut dilaporkan ke Polda Jatim, sebab antara pelapor dan terlapor beda kabupaten dan penyidik di Mapolda lebih bisa menangani kasus seperti ini.
“Lebih baik sampean semua lapor ke Polda saja mas, soalnya menyangkut wilayah lain dan kasusnya terjadi di jejaring sosial, dan saran saya, warga kalau melapor jangan setengah-setengah, jangan sampai setelah lapor terus ditinggal, tapi harus ada yang bertanggung jawab,” ujar petugas dari Satreskrim saat menerima para pelapor.
“Kami akan koordinasi dengan teman-teman dulu, mungkin ada yang lebih tau soal hukum terutama IT, akan kami ajak ke polda, syukur kalau warga Jember yang tergabung dalam group DJOJUJ yang ada di Surabaya membantu kami untuk lapor lebih dulu,” ujar Febri sambil meninggalkan halaman Mapolres Jember.
(mam/eros Majalah Gempur Online)
Penghina warga Jember dengan akun Hvq Sang Bonex Prolink telah dilacak dan ditemukan domisilinya oleh Tim KOber (pengurus grup Dari Jember Oleh Jember Untuk Jember, DJOJUJ) - [26/03/2015].
Pelaku dengan nama asli HARIYANTO beralamat di RT.02/RW.04 dusun Gerdu Kelurahan Pakistaji Kota Probolinggo menyatakan penyesalannya dan meminta maaf kepada masyarakat Jember.
Berikut ini isi pernyataannya;
Surat Pernyataan
Yang bertanda tangan dibawah ini Saya;
Nama: Hariyanto (Hvq Sang Bonex Prolink)
No Ktp: 3574021705880001
TTL : 17 Mei 1988
Jenis Kelamin: Laki-laki
Alamat: Dusun Gerdo RT.02/RW.04 Kelurahan Pakistaji Kec. Wonoasih, Kota Probolinggo.
Dengan ini menyatakan dengan sebenarnya, bahwa Saya meminta ma'af atas postingan Saya di Facebook (FB) terutama di grup Jember dan seluruh warga jember yang berkaitan dengan postingan saya yang tidak mengenakkan. (Group Dari Jember Oleh Jember Untuk Jember)
Demikian surat pernyataan ini Saya buat, dan saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan Saya, dan apabila Saya mengulangi, Saya bersedia dituntut sesuai hukum yang berlaku.
Probolinggo, 26 Maret 2015
Yang Membuat Pernyataan
TT
Hariyanto
Saksi-Saksi;
_ Wawan
_Oesman
_Perangkat Desa (moh Hasyim)
Menanggapi permintaan maaf ini, Tim KOber menerima dan memaafkan pelaku, "Kami menerima permintaan maafnya, sebagai sesama muslim kami itu bersaudara, tidak ada yang sulit Mas kalau berurusan dengan orang Jember yang cinta damai. Kami juga tidak melanjutkan gugatan class action, kejadian ini sudah cukup menjadi pelajaran bagi pelaku." Kata Kang Oesmana (pengurus grup DJOJUJ) kepada kontributor Komunitas Orang Jawa Timur
Seperti diberitakan di media beberapa waktu yang lalu, dalam statusnya laki-laki warga Probolinggo ini menulis kata-kata jorok berbahasa Madura;
“Jember Banjir Dulat… Mader tambaah rajah Benjir reh… Molela Mate kabih reng Jember jiah Jember Taeh”
(Biarin Jember Banjir, Semoga bertambah besar banjirnya… Biar semuanya mati … Jember Taek “Kotoran Manusia”.)
Penghinaan dilakukan di Group Facebook “Dari Jember Oleh Jember Untuk Jember” yang beranggotakan sekitar 78 ribu ini dianggap meresahkan. Sontak saja membuat merah telinga “Ini sudah menghina kami mas, status tersebut menghina Jember, demikian ujar Febri Ary Sumbersari di Mapolres bersama 6 warga lainnya.
Hal senada disampaian Wawan, laporan ini dikarenakan coment di medsos ini sudah rame, bahkan, salah satu anggota berencana meluruk ke Probolinggo, “Kalau sampai teman-teman kesana terus terjadi keributan kan tambah bahaya mas, makanya kami ke Polres tujuannya untuk konsultasi, harapan kami hal ini dapat dijadikan pelajaran, agar dapat saling menhargai dan menghormati” ujar warga Cangkring Jenggawah.
Laporan ini dipicu oleh kejadian banjir yang meluas dibeberapa tempat akibat hujan deras yang melanda Kabupaten Jember Jumat (6/3) siang, karena banjir, Hvq Sang Bonek Prollink membuat status yang menyulut kemarahan penikmat media sosial facebook Jember.
Pihak polres Jember sendiri melalu ipetugas yang piket menyarankan agar kasus penghinaan yang terjadi di komunitas group di facebook tersebut dilaporkan ke Polda Jatim, sebab antara pelapor dan terlapor beda kabupaten dan penyidik di Mapolda lebih bisa menangani kasus seperti ini.
“Lebih baik sampean semua lapor ke Polda saja mas, soalnya menyangkut wilayah lain dan kasusnya terjadi di jejaring sosial, dan saran saya, warga kalau melapor jangan setengah-setengah, jangan sampai setelah lapor terus ditinggal, tapi harus ada yang bertanggung jawab,” ujar petugas dari Satreskrim saat menerima para pelapor.
“Kami akan koordinasi dengan teman-teman dulu, mungkin ada yang lebih tau soal hukum terutama IT, akan kami ajak ke polda, syukur kalau warga Jember yang tergabung dalam group DJOJUJ yang ada di Surabaya membantu kami untuk lapor lebih dulu,” ujar Febri sambil meninggalkan halaman Mapolres Jember.
(mam/eros Majalah Gempur Online)
Thursday, February 19, 2015
Badrodin Haiti
Komjen. Pol. Drs. Badrodin Haiti (lahir di Paleran, Umbulsari, Jember, Jawa Timur, 24 Juli 1958; umur 56 tahun) saat ini adalah Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), sejak Presiden Joko Widodo memberhentikan dengan hormat Jenderal Pol. Sutarman sebagai Kapolri pada tanggal 16 Januari 2015.
Sebelumnya ia menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri), dan sebelum itu mengemban tugas sebagai Kabaharkam Mabes Polri, dimana ia dikenal karena kesederhanaan, integritas, ketegasannya, dari 2 Agustus 2013 hingga pengangkatannya sebagai Wakapolri pada 27 Februari 2014.
Badrodin merupakan alumnus terbaik Akpol 1982 (meraih Adhi Makayasa) yang pernah menjabat Kapolda Banten, Kapolda Sulawesi Tengah dan Kapolda Sumatera Utara. Dia beristri satu dengan dua orang putera. Setelah menjabat Kapolda Jatim sekitar tujuh bulan, dia ditarik ke Mabes Polri dan menjabat Koorsahli Kapolri.
Badrodin menjadi orang nomor dua (Wakapolri) di Korps Bhayangkara menggantikan seniornya, Komjen. Pol. Drs. Oegroseno yang pensiun. Pengangkatan Badrodin diumumkan sendiri oleh Kapolri Jend. Pol. Sutarman.
Pada 16 Januari 2015 malam, Badrodin ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo menjadi pelaksana tugas (Plt.) Kapolri menggantikan Sutarman yang resmi diberhentikan dan selagi menunggu pelantikan Kapolri terpilih Budi Gunawan yang dijadikan tersangka oleh Ketua KPK Abraham Samad dan kini menjalani proses pra-peradilan.
Ketua PC GP Ansor Jember Ayub Junaedi Mukhson mengatakan, sebagai warga Jember tentunya bangga. Karena ada putra daerah yang bakal menjadi orang nomor satu di tubuh Korps Bhayangkara.
"Ya, tentu turut bangga dan senang. Ada orang Jember yang bisa jadi orang nomor satu di tubuh Polri. Kami sangat bangga," kata Ayub kepada Okezone, Kamis (19/2/2015).
Ia berharap, dengan terpilihnya Badrodin sebagai Kapolri, mampu menyelesasikan konflik yang terjadi selama ini. Artinya, Badrodin bisa mencairkan lagi hubungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Polri yang hingga kini masih berkonflik.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jember ini mengaku, tidak mengenal lebih dekat dengan Badrodin Haiti. Ia mengetahui pemberitaan sejumlah media dan yang bersangkutan juga pernah menjabat sebagai Kapolda Jatim tahun 2010-2011.
Riwayat Pendidikan
Akpol (1982)
PTIK (1989)
Sespim (1998)
Lemhanas RI (2003)
TMT Kepangkatan
Ipda (1982)
Iptu (1984)
AKP (1987)
Kompol (1993)
AKBP (1997)
Kombes Pol (2001)
Brigjen Pol (2006)
Irjen Pol (2009)
Komjen Pol (2013)
Riwayat jabatan
Danton Sabhara Dit Samapta Polda Metro Jaya (1982)
Kasubro Ops Polres Metro Depok Polda Metro Jaya (1983)
Kapolsek Pancoran Mas Polres Metro Depok Polda Metro Jaya (1983)
Kabin Info PPKO Polda Metro Jaya (1984)
Kabag Min Polres Aileu Polwil Timor Timur (1985)
Kasat Serse Polres Metro Bekasi Polda Metro Jaya (1990)
Kapolsek Metro Sawah Besar Polres Metro Jakpus Polda Metro Jaya (1993)
Kasat Serse Polres Metro Jakbar Polda Metro Jaya (1994)
Wakapolres Metro Jaktim Polda Metro Jaya (1995)
Pabungkol Spri Kapolri (1996)
Pamen Mabes Polri (1997)
Paban Madya Dukminops Paban II/Ops Sops Polri (1998)
Kapolres Probolinggo Polwil Malang Polda Jatim (1999)
Kapoltabes Medan (2000)
Dir Reskrim Polda Jatim (2003)
Kapolwiltabes Semarang Polda Jateng (2004)
Kapolda Banten (2004)
Seslem Lemdiklat Polri (2005)
Kapolda Sulawesi Tengah (2006)
Dir I Bareskrim Polri (2008-2009)
Kapolda Sumatera Utara (2009-2010)
Kadivkum Polri (2010)
Kapolda Jawa Timur (2010-2011)
Sahli Kapolri (2011)
Asops Kapolri (2011-2013)
Kabaharkam (2013-2014)
Wakapolri (2014-Sekarang)
Pelaksana Tugas (Plt.) Kapolri (2015-Sekarang)
Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Badrodin_Haiti
http://news.okezone.com/read/2015/02/19/340/1107921/warga-jember-bangga-badrodin-ditunjuk-calon-kapolri
http://jatim.metrotvnews.com/read/2015/02/19/360397/warga-jember-bangga-jokowi-calonkan-badrodin-haiti-jadi-kapolri
Subscribe to:
Posts (Atom)
Related Posts
-
Lokasi kota Jember di timur propinsi Jawa Timur Layout Peta kota Jember Kecamatan dari kota Jember
-
Tato merupakan sebuah grup musik asal Indonesia yang berdomisli di Jember. Grup musik ini dibentuk pada tahun 1996. Anggotanya berjumlah ...
-
Situs Duplang, Artefak Zaman Megalithikum Di Kabupaten Jember 3 July 2019 Situs Duplang – Indonesia dikenal oleh masyarakat dunia sebagai n...
-
Daun Tembakau dan Ragam Tumbuhan Jadi Motif Khas Batik Jember Batik Jember menjadi salah satu kerajinan khas Jawa Timur yang dipamerkan...
-
Kota Jember mempunyai beberapa tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi bersama pasangan ataupun bersama keluarga. Berikut ini beberapa ...




