Tol Probowangi Butuh Dua Tahun, JLS Jember-Banyuwangi Akan Didahulukan
Minggu, 17 Februari 2019 - 07:04
Menteri Badaan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno tengah mempertimbangkan untuk segera menyambungkan Jalan Lintas Selatan (JLS) Jember-Banyuwangi.
"Jalan tol Probowangi (Probolinggo-Banyuwangi) masih membutuhkan waktu 2 tahun untuk terealisasi, JLS Jember-Banyuwangi akan dipertimbangkan untuk didahulukan," kata Rini setelah mengikuti acara Chocolate Glenmore Run, di Perkebunan Kendeng Lembu, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu 16 Februari 2019.
Rini mengatakan mendapat informasi dari Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bahwa JLS dari Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, hanya kurang 12 kilometer untuk tersambung dengan Jember.
Karena itu, dia menyatakan akan segera membicarakan kemungkinan mendahulukan pembangunan JLS Jember-Banyuwangi dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono.
"Kemarin saya lewat (Gunung) Gumitir (dari Jember ke Banyuwangi) itu, aduh macetnya, sangat padat. Jadi ini kalau bisa ditambah akan sangat membantu. Insyaallah nanti ada jalan," katanya.
Ihwal kepastian jalur tol Probowangi akan melewati Situbondo atau Jember, Rini belum memberikan jawaban pasti. Menurutnya lebih baik fokus ke JLS yang lebih memungkinkan untuk cepat dibangun sehingga fungsinya bisa segera dirasakan masyarakat.
Sedangkan pembahasan mengenai tol Probowangi juga masih bergulir. Terakhir dinyatakan, kata Rini, bila tol Probowangi dipilih jalur Situbondo akan melewati pusat latihan marinir TNI di Karang Tekok, Taman Nasional Baluran, Situbondo.
Karena itu, harus dibangun tunnel atau terowongan jalan di bawah bukit agar aktivitas di jalan tol dan latihan tempur TNI sama-sama aman. Namun bukan berarti sudah diputuskan jalur Situbondo yang akan dilalui tol Probowangi.
"Memang kalau masih melewati situ (Situbondo), kita harus bikin semacam tunnel supaya aman semuanya. Jalan tol kalau melewati Situbondo memang harus melewati sana (pusat latihan TNI)," kata Rini.
Sumber :
https://jatimnet.com/tol-probowangi-butuh-dua-tahun-jls-jember-banyuwangi-akan-didahulukan
Sabtu, 22 Des 2018 20:24 WIB
Pembangunan Tol Trans Jawa Diubah Melewati Jember
Proyek jalan tol Trans Jawa akan dibelokkan arahya untuk melewati Jember. Dalam rencana sebelumnya, jalan tol ini tidak melewati Jember, namun dari Probolinggo langsung ke Situbondo dan Banyuwangi.
Bupati Jember, Faida menjelaskan, perubahan trase tol Trans Jawa melewati Kabupaten Jember telah dikomunikasikan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dalam komunikasi tersebut Pemkab Jember diminta berpartisipasi dalam penyiapan lahan untuk proyek jalan tol.
"Mengenai jalan tol, sesuai dengan keinginan masyarakat Jember, bahwa tol Trans Jawa melewati Jember akhirnya dipenuhi. Kita akan fasilitasi dan bantu semaksimal mungkin," ungkap Faida saat memberikan sambutan dalam acara Grand Opening Transmart di Jalan Hayam Wuruk, Jember dikutip dari laman resmi Pemkab Jember Jum'at, (21/12/2018).
Hal ini akan menjadi keuntungan bagi Jember, karena daerah tersebut direncanakan menjadi embarkasi umrah haji.
"Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen untuk mengawal perpindahan alur tol Trans Jawa," ungkap Faida.
Kabar perubahan arah pembangunan jalan tol Trans Jawa tersebut mendapatkan tanggapan dari Chairman CT Corp Chairul Tanjung. Dalam sambutannya, CT menjelaskan manfaat jalan tol Trans Jawa yang beralih arah pembangunannya ke Jember.
"Jalan tol yang menghubungkan Trans Jawa dan koneksi ke Jember tentu akan membangkitkan perekonomian Jember. Distribusi logistik dan transportasi akan lebih mudah dengan jalan tol tersebut," ungkap CT.
Sumber :
https://finance.detik.com/infrastruktur/d-4355482/pembangunan-tol-trans-jawa-diubah-melewati-jember
Monday, October 7, 2019
Jalan tol Probowangi (Probolinggo-Banyuwangi)
Wednesday, August 7, 2019
Jember Fashion Carnaval Bersama Cinta Laura dan Puteri Indonesia
Cinta Laura dan Puteri Indonesia 2019 Tutup Jember Fashion Carnaval
Grand Carnaval Jember Fashion Carnaval (JFC) ke 18 tahun 2019, ditutup dengan iring-iringan mobil hias dari artis Cinta Laura Kiehl dan Putri Indonesia 2019 Frederika Alexis Cull. Bupati Jember Faida didampingi desainer Anne Avantie juga turut dalam pawai mobil hias tersebut.
Iring-iringan mobil hias itu diawali dari Bupati Jember Faida bersama Anne Avantie. Keduanya naik kendaraan roda empat yang dihias serupa candi. Belasan model yang berbalut busana rancangan Anne mengikuti di belakang mereka. Para model tersebut memakai busana yang merupakan persembahan khusus Anne untuk Dynand Fariz.
Iring-iringan mobil hias selanjutnya dinaiki oleh Putri Indonesia 2019 Frederika Alexis Cull yang menggunakan busana Bird of Paradise. Busana tersebut pernah dipakai oleh Puteri Indonesia 2018 Sonia Fergina saat mengikuti Miss Universe di Bangkok. Frederika memakai busana lengkap dengan hiasan kepala berbentuk burung Cendrawasih. Mobil yang dinaikinnya pun dihias berbentuk burung dari Papua tersebut.
Menyusul berikutnya ada artis Cinta Laura yang menjadi brand ambassador Jember Fashion Carnaval. Cinta berbalut kostum bertema Dayak.
Menjadi duta JFC, Cinta panggilan akrabnya, tak henti-hentinya melambaikan tangan, menyapa dengan setiap penonton JFC sepanjang runway sejauh 3,6 kilometer itu. Bintang film dan sinetron itu menaiki mobil hias paling terakhir berbentuk mahkota khas Viking.
"Senang sekali melihat artis Cinta Laura dari dekat. Orangnya tidak sombong, dan kalau dipanggil melambaikan tangannya," kata salah seorang penonton Desi saat ditemui di arena JFC, Minggu (4/8/2019).
Pada barisan terakhir juga ada iring-iringan Volunter JFC, dan official pendukung sembari membawa spanduk bertuliskan Tribute for Dynand Fariz. Juga ada tulisan pelaksanaan JFC ke 19 pada tahun mendatang, yang tepatnya direncanakan pada 6 - 9 Agustus 2020.
Dynand Fariz merupakan presiden Jember Fashion Carnaval. Sang presiden Jember Fashion Carnaval menghembuskan napas terakhirnya di RS Jember Klinik, Rabu (17/4/2019) pagi. Pria yang meninggal dunia di usia 55 tahun ini memang identik dengan acara karnaval yang melibatkan ratusan seniman setiap tahunnya.
Sumber :
https://wolipop.detik.com/fashion-news/d-4652164/cinta-laura-dan-puteri-indonesia-2019-tutup-jember-fashion-carnaval
https://surabaya.tribunnews.com/2019/08/04/cinta-laura-kiehl-tampil-dalam-kostum-hudoq-di-jfc-18
Thursday, August 1, 2019
Pemerintah Sepakat Jaga JFC sebagai Aset Budaya
Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. menyatakan Pemerintah Kabupaten Jember bersepakat untuk menjaga warisan Dynand Fariz untuk menjadi salah satu aset budaya dan daya tarik wisata Indonesia, khususnya Jember.
Hal ini disampaikan oleh Bupati ketika membuka rangkaian acara Jember Fashion Carnaval (JFC) ke-18 yang berlangsung di Jalan Sudarman Jember, Rabu, 31 Juli 2019
“Saya Faida, Bupati Jember, berjanji atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Jember, akan terus menjaga dan mendukung JFC untuk terus terselenggara,” kata Bupati.
Bupati menyampaikan, Dynan Fariz memang sudah berpulang. Tetapi, Pemerintah Kabupaten Jember telah berkomunikasi dengan pemerintah provinsi, bahkan Presiden Jokowi, bersepakat menjaga JFC untuk menjadi salah satu aset budaya dan daya tarik wisata bangsa.
Prestasi-prestasi JFC menunjukkan bahwa Jember telah lebih dulu mengawali transformasi struktural. Dunia telah bergeser kepada pergeseran dunia perdagangan, pelayanan jasa, dan industri, “Oleh karenanya, industri kreatif di JFC ini perlu dipertahankan dan kita terus kembangkan,” tandasnya.
Bupati juga menyampaikan bela sungkawa atas berpulangnya Presiden JFC, Dynand Fariz, ke pangkuan illahi. “Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi dan kontribusinya dalam mengharumkan nama Jember dimana nasional bahkan internasional,” tutur Bupati.
JFC ke- 18 ini, lanjut Bupati, pertama kali tanpa alm. Dynand. “Namun semangatnya akan kita teruskan,” Bupati.
Ketua Yayasan JFC, Budi Setiawan, dalam kesempatan yang sama mengajak masyarakat Jember untuk menjad tuan rumah yang baik dan bergembira. “Mari kita mempersiapkan diri menyambut kedatangan tamu untuk menyaksikan pergelaran even JFC,” ujar Budi.
Kegiatan JFC International Event tahun 2019, jelasnya, meliputi Pets Carnival, Kids Artware Carnival, Wonderful Archipelago Indonesia, dan Grand Carnival.
Sumber :
http://www.jemberkab.go.id/pemerintah-sepakat-jaga-jfc-sebagai-aset-budaya/
Hal ini disampaikan oleh Bupati ketika membuka rangkaian acara Jember Fashion Carnaval (JFC) ke-18 yang berlangsung di Jalan Sudarman Jember, Rabu, 31 Juli 2019
“Saya Faida, Bupati Jember, berjanji atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Jember, akan terus menjaga dan mendukung JFC untuk terus terselenggara,” kata Bupati.
Bupati menyampaikan, Dynan Fariz memang sudah berpulang. Tetapi, Pemerintah Kabupaten Jember telah berkomunikasi dengan pemerintah provinsi, bahkan Presiden Jokowi, bersepakat menjaga JFC untuk menjadi salah satu aset budaya dan daya tarik wisata bangsa.
Prestasi-prestasi JFC menunjukkan bahwa Jember telah lebih dulu mengawali transformasi struktural. Dunia telah bergeser kepada pergeseran dunia perdagangan, pelayanan jasa, dan industri, “Oleh karenanya, industri kreatif di JFC ini perlu dipertahankan dan kita terus kembangkan,” tandasnya.
Bupati juga menyampaikan bela sungkawa atas berpulangnya Presiden JFC, Dynand Fariz, ke pangkuan illahi. “Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi dan kontribusinya dalam mengharumkan nama Jember dimana nasional bahkan internasional,” tutur Bupati.
JFC ke- 18 ini, lanjut Bupati, pertama kali tanpa alm. Dynand. “Namun semangatnya akan kita teruskan,” Bupati.
Ketua Yayasan JFC, Budi Setiawan, dalam kesempatan yang sama mengajak masyarakat Jember untuk menjad tuan rumah yang baik dan bergembira. “Mari kita mempersiapkan diri menyambut kedatangan tamu untuk menyaksikan pergelaran even JFC,” ujar Budi.
Kegiatan JFC International Event tahun 2019, jelasnya, meliputi Pets Carnival, Kids Artware Carnival, Wonderful Archipelago Indonesia, dan Grand Carnival.
Sumber :
http://www.jemberkab.go.id/pemerintah-sepakat-jaga-jfc-sebagai-aset-budaya/
Sunday, June 30, 2019
Kampung Londo
Kampung Londo, Destinasi Wisata Peninggalan Zaman Belanda di Jember
Bagi Anda yang suka sejarah atau sekadar ingin bersantai, bisa mampir ke Kampung Londo yang ada di Jember. Pada zaman kolonial Belanda, tempat tersebut merupakan perumahan para pekerja pabrik gula.
Kampung Londo berada di Kecamatan Kencong Kabupaten Jember. Itu merupakan tempat liburan keluarga yang ingin merasakan suasana atau melihat bangunan zaman kolonial. Tempatnya berada di tepi jalur utama jalan raya Jember-Lumajang.
Kampung Londo merupakan konsep wisata yang dikembangkan pemerintah kecamatan setempat bersama masyarakat, yang merupakan bagian dari Jargon Kencong Kota Tua. Destinasi yang cocok untuk wisata keluarga itu berada di lahan milik PG Gunung Sari yang kini dikelola oleh PG Semboro PTPN 11.
Lokasi Kampung Londo merupakan lahan lapang yang dikelilingi pepohonan rindang dan dulu merupakan komplek perumahan bagi para pekerja pabrik gula zaman penjajahan Belanda. Dulu dibangun tahun 1925-1927, kemudian diresmikan satu tahun kemudian.
"Beroperasinya pabrik gula ini tahun 1930. Kemudian digunakan untuk tempat hunian sinder dan pegawainya," kata Penggiat Sejarah Bumi Puger Persada Jember, Setyo Hadi saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (30/6/2019) sore.
Kampung Londo memiliki luas sekitar 4,7 hektare. "Untuk lokasi yang disebut sebagai Kampung Londo ini, sekarang kami kelola lagi bersama pemerintah setempat untuk wisata keluarga yang ingin bersantai merasakan suasana santai di hari libur," imbuhnya.
Menurutnya dengan konsep wisata sejarah, pengunjung atau wisatawan serasa berada di zaman jadul. "Karena jajanannya adalah kue-kue pasar. Bangunan rumah berbentuk zaman dulu dan tidak dirubah bentuknya. Tetap aslinya khas kolonial Belanda. Jadi cocok buat berswafoto dan juga ada fasilitas sepeda ontel untuk berkeliling," ungkapnya.
"Jadi jika ingin merasakan suasana saat bersantai di zaman Belanda, bisa datang ke sini (Kampung Londo). Apalagi sore hari, suasananya semakin dingin dan nyaman," tamabahnya.
Lokasi wisata sejarah Kampung Londo juga menawarkan fasilitas permainan jadul. Seperti gobak sodor, balap karung dan lainnya. Juga ada pelaku UMKM kerajinan lampu dari batang bambu.
"Juga bonsai kelapa unik yang hidup. Jadi tidak hanya hiasan biasa," kata Camat Kencong, Susmiadi.
Destinasi wisata berbau sejarah itu, katanya, juga dikelola secara swadaya bersama masyarakat sekitar. "Sehingga wisata ini ada dari masyarakat dan untuk masyarakat sendiri. Jadi kita berupaya tidak hanya menunggu anggaran, tapi bagaimana caranya kita mengembangkan konsep secara kreatif untuk mendapatkan anggaran itu," katanya.
Susmiadi menyampaikan, segala fasilitas dari Kampung Londo akan dikembangkan. "Nanti akan ada bioskop misbar (gerimis bubar) yang dulu pernah tren, dengan menampilkan video film sejarah dari zaman perjuangan dan juga sejarah Kota Tua Kencong. Menciptakan rasa nasionalis dan cinta tanah air tentunya," ujarnya.
"Selain itu, untuk paket wisatanya kita juga berkoordinasi dengan Tamasya Bus Kota dan Angkot Lin itu. Di Kencong juga kan ada Dira Funtastic Night yang berkonsep modern. Nah Kampung Londo konsep sejarah. Jadi saling mendukung," pungkasnya.
Sumber :
https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4606502/kampung-londo-destinasi-wisata-peninggalan-zaman-belanda-di-jember?tag_from=news_newsfeed_8
Sumber foto :
http://www.instapuma.com/kjtvjember
Bagi Anda yang suka sejarah atau sekadar ingin bersantai, bisa mampir ke Kampung Londo yang ada di Jember. Pada zaman kolonial Belanda, tempat tersebut merupakan perumahan para pekerja pabrik gula.
Kampung Londo berada di Kecamatan Kencong Kabupaten Jember. Itu merupakan tempat liburan keluarga yang ingin merasakan suasana atau melihat bangunan zaman kolonial. Tempatnya berada di tepi jalur utama jalan raya Jember-Lumajang.
Kampung Londo merupakan konsep wisata yang dikembangkan pemerintah kecamatan setempat bersama masyarakat, yang merupakan bagian dari Jargon Kencong Kota Tua. Destinasi yang cocok untuk wisata keluarga itu berada di lahan milik PG Gunung Sari yang kini dikelola oleh PG Semboro PTPN 11.
Lokasi Kampung Londo merupakan lahan lapang yang dikelilingi pepohonan rindang dan dulu merupakan komplek perumahan bagi para pekerja pabrik gula zaman penjajahan Belanda. Dulu dibangun tahun 1925-1927, kemudian diresmikan satu tahun kemudian.
"Beroperasinya pabrik gula ini tahun 1930. Kemudian digunakan untuk tempat hunian sinder dan pegawainya," kata Penggiat Sejarah Bumi Puger Persada Jember, Setyo Hadi saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (30/6/2019) sore.
Kampung Londo memiliki luas sekitar 4,7 hektare. "Untuk lokasi yang disebut sebagai Kampung Londo ini, sekarang kami kelola lagi bersama pemerintah setempat untuk wisata keluarga yang ingin bersantai merasakan suasana santai di hari libur," imbuhnya.
Menurutnya dengan konsep wisata sejarah, pengunjung atau wisatawan serasa berada di zaman jadul. "Karena jajanannya adalah kue-kue pasar. Bangunan rumah berbentuk zaman dulu dan tidak dirubah bentuknya. Tetap aslinya khas kolonial Belanda. Jadi cocok buat berswafoto dan juga ada fasilitas sepeda ontel untuk berkeliling," ungkapnya.
"Jadi jika ingin merasakan suasana saat bersantai di zaman Belanda, bisa datang ke sini (Kampung Londo). Apalagi sore hari, suasananya semakin dingin dan nyaman," tamabahnya.
Lokasi wisata sejarah Kampung Londo juga menawarkan fasilitas permainan jadul. Seperti gobak sodor, balap karung dan lainnya. Juga ada pelaku UMKM kerajinan lampu dari batang bambu.
"Juga bonsai kelapa unik yang hidup. Jadi tidak hanya hiasan biasa," kata Camat Kencong, Susmiadi.
Destinasi wisata berbau sejarah itu, katanya, juga dikelola secara swadaya bersama masyarakat sekitar. "Sehingga wisata ini ada dari masyarakat dan untuk masyarakat sendiri. Jadi kita berupaya tidak hanya menunggu anggaran, tapi bagaimana caranya kita mengembangkan konsep secara kreatif untuk mendapatkan anggaran itu," katanya.
Susmiadi menyampaikan, segala fasilitas dari Kampung Londo akan dikembangkan. "Nanti akan ada bioskop misbar (gerimis bubar) yang dulu pernah tren, dengan menampilkan video film sejarah dari zaman perjuangan dan juga sejarah Kota Tua Kencong. Menciptakan rasa nasionalis dan cinta tanah air tentunya," ujarnya.
"Selain itu, untuk paket wisatanya kita juga berkoordinasi dengan Tamasya Bus Kota dan Angkot Lin itu. Di Kencong juga kan ada Dira Funtastic Night yang berkonsep modern. Nah Kampung Londo konsep sejarah. Jadi saling mendukung," pungkasnya.
Sumber :
https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4606502/kampung-londo-destinasi-wisata-peninggalan-zaman-belanda-di-jember?tag_from=news_newsfeed_8
Sumber foto :
http://www.instapuma.com/kjtvjember
Tuesday, May 14, 2019
Polres Jember Bangun Sirkuit
Tekan Aksi Balap Liar, Polres Jember Bangun Sirkuit
Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo dan Kasatlantas Polres Jember AKP Edwin Nathanael menunjukkan belasan sepeda motor yang dipakai untuk aksi balap liar, Jumat (1/2/2019).
Aksi balap liar sudah sangat meresahkan. Polres Jember pun mengobok-obok aksi balap liar yang berlokasi di Jalan Gajah Mada, Kaliwates, Jember pada Jumat (1/2/2019) dini hari.
Dari operasi tersebut, sedikitnya 20 orang berhasil diamankan serta 15 sepeda motor yang digunakan untuk balapan liar.
“Tadi malam jajaran Satlantas Polres Jember berhasil melakukan razia terhadap aksi balap liar. Ada 20 joki yang kami data dan kami amankan beserta 15 kendaraan yang tidak memenuhi standar juga kami angkut,” ujar Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo yang didampingi Kasatlantas Polres Jember AKP Edwin Nathanael dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Jember, Jumat.
Kusworo menerangkan bahwa aksi balap liar terjadi karena para pembalap memanfaatkan waktu-waktu tertentu. Misal dengan memilih hari yang tidak ada operasi razia dari kepolisian.
"Mereka beranggapan kalau Satlantas Polres Jember hanya merazia balap liar pada malam Sabtu dan Minggu. Karena itu, mereka melakukan aksinya di luar hari tersebut," tuturnya.
Dia mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dispora Kabupaten Jember untuk menyediakan arena khusus untuk balap sepeda motor.
"Saat ini Polres Jember sudah melakukan koordinasi dengan Dispora dan dalam waktu dekat akan dibangun sirkuit balap. Hal ini selain untuk memberikan wadah penghobi balap sepeda motor, juga untuk mengantisipasi adanya aksi balap liar yang membahayakan masyarakat. Tentunya mereka yang akan menggunakan sirkuit ini tetap harus mematuhi peraturan dan syarat ketentuan yang berlaku,” imbuhnya. (*)
Sumber :
https://www.viva.co.id/berita/nasional/1117357-tekan-aksi-balap-liar-polres-jember-bangun-sirkuit
Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo dan Kasatlantas Polres Jember AKP Edwin Nathanael menunjukkan belasan sepeda motor yang dipakai untuk aksi balap liar, Jumat (1/2/2019).
Aksi balap liar sudah sangat meresahkan. Polres Jember pun mengobok-obok aksi balap liar yang berlokasi di Jalan Gajah Mada, Kaliwates, Jember pada Jumat (1/2/2019) dini hari.
Dari operasi tersebut, sedikitnya 20 orang berhasil diamankan serta 15 sepeda motor yang digunakan untuk balapan liar.
“Tadi malam jajaran Satlantas Polres Jember berhasil melakukan razia terhadap aksi balap liar. Ada 20 joki yang kami data dan kami amankan beserta 15 kendaraan yang tidak memenuhi standar juga kami angkut,” ujar Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo yang didampingi Kasatlantas Polres Jember AKP Edwin Nathanael dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Jember, Jumat.
Kusworo menerangkan bahwa aksi balap liar terjadi karena para pembalap memanfaatkan waktu-waktu tertentu. Misal dengan memilih hari yang tidak ada operasi razia dari kepolisian.
"Mereka beranggapan kalau Satlantas Polres Jember hanya merazia balap liar pada malam Sabtu dan Minggu. Karena itu, mereka melakukan aksinya di luar hari tersebut," tuturnya.
Dia mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dispora Kabupaten Jember untuk menyediakan arena khusus untuk balap sepeda motor.
"Saat ini Polres Jember sudah melakukan koordinasi dengan Dispora dan dalam waktu dekat akan dibangun sirkuit balap. Hal ini selain untuk memberikan wadah penghobi balap sepeda motor, juga untuk mengantisipasi adanya aksi balap liar yang membahayakan masyarakat. Tentunya mereka yang akan menggunakan sirkuit ini tetap harus mematuhi peraturan dan syarat ketentuan yang berlaku,” imbuhnya. (*)
Sumber :
https://www.viva.co.id/berita/nasional/1117357-tekan-aksi-balap-liar-polres-jember-bangun-sirkuit
Saturday, March 30, 2019
Ruko di Atas Sungai Jompo Jember
Ruko di Atas Sungai Jompo Jember Akan Digusur
JEMBER, FaktualNews.co – Bangunan rumah dan toko (ruko) di Jalan Sultan Agung, Lingkungan Jompo, Kecamatan Kaliwates yang dibangun di atas sepadan sungai, terancam digusur.
Karena bangunan tersebut dinilai salah, dan secara aturan tidak boleh ada bangunan. Oleh karena itu, Dinas Pengairan Pemprov Jatim akan berkoordinasi dengan Pemkab Jember, untuk mencari solusi terkait bangunan tersebut. Diketahui juga, amblesnya Jalan nasional di wilayah tersebut, diduga akibat bangunan ruko yang ada di sana.
Kepala UPT Pengairan Provinsi Jawa Timur wilayah Jember-Lumajang, Djoko Wahjono menjelaskan, jika dilihat dari posisinya bangunan tersebut, bukan hanya berada di sepadan sungai. “Tetapi bangunan ruko itu menggantung di atas Sungai Jompo. Sesuai aturan, tidak boleh ada bangunan di atasnya,” kata Djoko, Sabtu (30/3/2019).
Dengan kondisi tersebut, diduga menjadi penyebab amblesnya jalan jalur nasional di wilayah itu. “Bangunan ruko itu mengganggu aliran sungai, selain itu, di atasnya bangunan ruko juga sudsh banyak renovasi bertingkat, ada papan reklame besar juga. Jadi rawan itu,” ujarnya.
Menurut Djoko, hingga saat ini, belum pernah ada pengajuan mendirikan bangunan. “Infonya bangunan itu sudah tua. Berdiri sejak tahun 1970 an. Tapi hingga saat ini, belum pernah ada pengajuan izin mendirikan bangunan di atas sungai Jompo. Kepada kami, Dinas Pengairan Provinsi JawaTimur,” katanya.
Lebih jau Joko menyampaikan, pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Pemkab Jember. “Karena ruko itu aset Pemkab, jadi perlu kita duduk bersama membahas persoalan ini,” tandasnya.
Sumber :
https://faktualnews.co/2019/03/30/ruko-di-atas-sungai-jompo-jember-akan-digusur/131843/
Jalan Ambles, Bupati Faida Minta Pertokoan Jompo Dikosongkan
JEMBER, Sabtu (30/3/2019) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Kabupaten Jember mengaku telah meminta belasan pemilik toko di pertokoan Jompo untuk mengosongkan tokonya. Hal ini merupakan imbas dari amblas dan retaknya jalan Sultan Agung sepanjang 90 meter di depan pertokoan tersebut.
Bupati Jember Faida menyebut ada 15 toko yang telah diminta dikosongkan. “Dari titik panjang jalan 150 meter, ada 90 meter yang kritis. Dan ada 15 toko di dekatnya. Sejak tiga hari lalu, kami sudah minta mereka kosongkan toko. Kami fasilitasi kendaraan untuk percepatan. Ini merupakan langkah pertama penyelamatan jiwa,” ujar Bupati Faida kepada suaraindonesia-news.com, Jumat (29/3/2019).
Belasan toko itu berada di Pertokoan Jompo itu merupakan aset Pemkab Jember. Akibat amblas dan retaknya jalan tersebut, sudah ditutup sejak beberapa hari lalu.
Faida menambahkan, sejak beberapa waktu lalu, pihaknya telah mendapatkan pengaduan warga tentang longsornya kawasan sungai di bawah Jalan Sultan Agung itu.
“Kami langsung melakukan penanganan darurat. Meskipun sungai itu wilayahnya Provinsi, kami lakukan langkah darurat memakai dana Pemkab Jember. Kami pasang bronjong sebagai langkah darurat. Karena itu kondisi emergensi dan masyarakat membutuhkan keselamatan,” kata Faida.
Namun hujan deras dan naiknya debit Sungai Jompo akhir pekan lalu membuat bronjong tersebut terbawa air. Debit sungai yang tinggi diduga turut menjadi salah satu faktor kondisi jalan semakin kritis. Jalan di titik tersebut amblas dan retak.
Tidak hanya jalan, bangunan di salah satu studio foto di kompleks pertokoan itu juga retak. Keretakan terlihat cukup lebar dan panjang di tembok lantai dua studi tersebut.
“Sekarang yang dibutuhkan bukan hanya duduk bersama, namun penanganan darurat karena menyangkut keselamatan warga Jember. Semua pihak sudah mengetahui tugasnya masing-masing,” tegas Faida.
Setelah penanganan darurat dilakukan, imbuhnya, bisa dilakukan langkah-langkah penanganan selanjutnya terkait amblas dan retaknya jalan tersebut.
Terkait aset Pemkab itu, Faida menambahkan lagi, pihaknya sudah menginstruksikan supaya pertokoan yang rawan untuk dikosongkan. Sementara analisa dan perbaikan jalan menjadi wewenang Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII, karena status jalan itu merupakan jalan nasional.
Sementara itu dari pantauan suaraindonesia-news.com di Pertokoan Jompo, pelaku usaha yang mengosongkan tempat usahanya tidak hanya studi foto saja, namun ada juga sebuah salon. Salon itu berada di sisi paling timur di deretan pertokoan tersebut. Salon itu berada di atas sempadan sungai, dan bangunanya menjorok di atas sungai.
Sejumlah karyawan salon tersebut mulai mengosongkan isi salon dan toko kecantikan tersebut. “Ya dikosongkan mulai hari ini. Pindah ke sisi barat sana,” kata seorang karyawan toko dan salon tersebut.
Sementara itu, karyawan studi foto yang sudah mulai pindah sejak kemarin, masih terus mengemasi barang dan mencopoti perlengkapan di studio foto tersebut. Studio foto itu terpisah beberapa toko dari salon. Namun karena tembok studio foto itu retak, maka pemilik usaha memutuskan untuk pindah dari tempat tersebut.
Untuk diketahui, ruas Jalan Sultan Agung di depan Pertokoan Jompo turun dan retak. Jalan aspal berstatus jalan nasional itu turun sekitar 10 sentimeter.
Sumber :
https://suaraindonesia-news.com/jalan-ambles-bupati-faida-minta-pertokoan-jompo-dikosongkan/
JEMBER, FaktualNews.co – Bangunan rumah dan toko (ruko) di Jalan Sultan Agung, Lingkungan Jompo, Kecamatan Kaliwates yang dibangun di atas sepadan sungai, terancam digusur.
Karena bangunan tersebut dinilai salah, dan secara aturan tidak boleh ada bangunan. Oleh karena itu, Dinas Pengairan Pemprov Jatim akan berkoordinasi dengan Pemkab Jember, untuk mencari solusi terkait bangunan tersebut. Diketahui juga, amblesnya Jalan nasional di wilayah tersebut, diduga akibat bangunan ruko yang ada di sana.
Kepala UPT Pengairan Provinsi Jawa Timur wilayah Jember-Lumajang, Djoko Wahjono menjelaskan, jika dilihat dari posisinya bangunan tersebut, bukan hanya berada di sepadan sungai. “Tetapi bangunan ruko itu menggantung di atas Sungai Jompo. Sesuai aturan, tidak boleh ada bangunan di atasnya,” kata Djoko, Sabtu (30/3/2019).
Dengan kondisi tersebut, diduga menjadi penyebab amblesnya jalan jalur nasional di wilayah itu. “Bangunan ruko itu mengganggu aliran sungai, selain itu, di atasnya bangunan ruko juga sudsh banyak renovasi bertingkat, ada papan reklame besar juga. Jadi rawan itu,” ujarnya.
Menurut Djoko, hingga saat ini, belum pernah ada pengajuan mendirikan bangunan. “Infonya bangunan itu sudah tua. Berdiri sejak tahun 1970 an. Tapi hingga saat ini, belum pernah ada pengajuan izin mendirikan bangunan di atas sungai Jompo. Kepada kami, Dinas Pengairan Provinsi JawaTimur,” katanya.
Lebih jau Joko menyampaikan, pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Pemkab Jember. “Karena ruko itu aset Pemkab, jadi perlu kita duduk bersama membahas persoalan ini,” tandasnya.
Sumber :
https://faktualnews.co/2019/03/30/ruko-di-atas-sungai-jompo-jember-akan-digusur/131843/
Jalan Ambles, Bupati Faida Minta Pertokoan Jompo Dikosongkan
JEMBER, Sabtu (30/3/2019) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Kabupaten Jember mengaku telah meminta belasan pemilik toko di pertokoan Jompo untuk mengosongkan tokonya. Hal ini merupakan imbas dari amblas dan retaknya jalan Sultan Agung sepanjang 90 meter di depan pertokoan tersebut.
Bupati Jember Faida menyebut ada 15 toko yang telah diminta dikosongkan. “Dari titik panjang jalan 150 meter, ada 90 meter yang kritis. Dan ada 15 toko di dekatnya. Sejak tiga hari lalu, kami sudah minta mereka kosongkan toko. Kami fasilitasi kendaraan untuk percepatan. Ini merupakan langkah pertama penyelamatan jiwa,” ujar Bupati Faida kepada suaraindonesia-news.com, Jumat (29/3/2019).
Belasan toko itu berada di Pertokoan Jompo itu merupakan aset Pemkab Jember. Akibat amblas dan retaknya jalan tersebut, sudah ditutup sejak beberapa hari lalu.
Faida menambahkan, sejak beberapa waktu lalu, pihaknya telah mendapatkan pengaduan warga tentang longsornya kawasan sungai di bawah Jalan Sultan Agung itu.
“Kami langsung melakukan penanganan darurat. Meskipun sungai itu wilayahnya Provinsi, kami lakukan langkah darurat memakai dana Pemkab Jember. Kami pasang bronjong sebagai langkah darurat. Karena itu kondisi emergensi dan masyarakat membutuhkan keselamatan,” kata Faida.
Namun hujan deras dan naiknya debit Sungai Jompo akhir pekan lalu membuat bronjong tersebut terbawa air. Debit sungai yang tinggi diduga turut menjadi salah satu faktor kondisi jalan semakin kritis. Jalan di titik tersebut amblas dan retak.
Tidak hanya jalan, bangunan di salah satu studio foto di kompleks pertokoan itu juga retak. Keretakan terlihat cukup lebar dan panjang di tembok lantai dua studi tersebut.
“Sekarang yang dibutuhkan bukan hanya duduk bersama, namun penanganan darurat karena menyangkut keselamatan warga Jember. Semua pihak sudah mengetahui tugasnya masing-masing,” tegas Faida.
Setelah penanganan darurat dilakukan, imbuhnya, bisa dilakukan langkah-langkah penanganan selanjutnya terkait amblas dan retaknya jalan tersebut.
Terkait aset Pemkab itu, Faida menambahkan lagi, pihaknya sudah menginstruksikan supaya pertokoan yang rawan untuk dikosongkan. Sementara analisa dan perbaikan jalan menjadi wewenang Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII, karena status jalan itu merupakan jalan nasional.
Sementara itu dari pantauan suaraindonesia-news.com di Pertokoan Jompo, pelaku usaha yang mengosongkan tempat usahanya tidak hanya studi foto saja, namun ada juga sebuah salon. Salon itu berada di sisi paling timur di deretan pertokoan tersebut. Salon itu berada di atas sempadan sungai, dan bangunanya menjorok di atas sungai.
Sejumlah karyawan salon tersebut mulai mengosongkan isi salon dan toko kecantikan tersebut. “Ya dikosongkan mulai hari ini. Pindah ke sisi barat sana,” kata seorang karyawan toko dan salon tersebut.
Sementara itu, karyawan studi foto yang sudah mulai pindah sejak kemarin, masih terus mengemasi barang dan mencopoti perlengkapan di studio foto tersebut. Studio foto itu terpisah beberapa toko dari salon. Namun karena tembok studio foto itu retak, maka pemilik usaha memutuskan untuk pindah dari tempat tersebut.
Untuk diketahui, ruas Jalan Sultan Agung di depan Pertokoan Jompo turun dan retak. Jalan aspal berstatus jalan nasional itu turun sekitar 10 sentimeter.
Sumber :
https://suaraindonesia-news.com/jalan-ambles-bupati-faida-minta-pertokoan-jompo-dikosongkan/
Sunday, February 10, 2019
Pendopo Ekspres
Launching Layanan Pendopo Ekspres, Upaya Pemkab Jember Distribusikan Ribuan Adminduk
Senin, 11-02-2019 - 11:00 WIB
Menumpuknya ribuan administrasi kependudukan (adminduk) milik warga Jember dan untuk mempercepat pendistribusian ke 31 kecamatan di Jember, Senin (11/2/2019) Bupati dr Hj Faida MMR secara resmi me-launching layanan Pendopo Ekspres.
Acara launching Pendopo Ekspres yang dihadiri jajaran OPD dan ketua Pengadilan Negeri Jember ini bertujuan untuk mengantar 10 ribu adminduk yang sampai saat ini ada di kantor Dispendukcapil dan belum diambil pemiliknya.
“Hari ini kita launching kayanan Pendopo Ekspres. Layanan ini sebenarnya sudah kita lakukan tahun tahun sebelumnya. Namun launching hari ini dibuat lebih resmi, dengan petugas yang berseragam serta armada roda dua yang di branding khusus,” ujar bupati.
Faida menambahkan, layanan Pendopo Ekspres ini juga bagian dari tindak lanjut layanan on the spot yang selama ini sudah dilakukan Dispendukcapil dengan ngantor di desa, “Jadi, layanan Pendopo Ekspres ini lanjutan dari layanan sebelumnya,” tambah bupati.
Menurut Faida, banyak hal mungkin dokumen kependudukan tersebut tidak diambil oleh pemiliknya. Mungkin karena sakit, difabel, pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan dan mungkin juga undangan pengambilan tidak sampai ke tangan warga saat ada pendistribusian melalui kegiatan ngantor di desa.
"Ini tugas mulia manfaatkan dengan sebaik - baiknya. Kapan lagi kita bisa berbuat baik selagi diberi kesempatan di dunia ini," kata Bupati Faida.
Dia menambahkan, petugas Pendopo Ekspres ini merupakan kepanjangtanganan dari bupati dan wakil bupati Jember kepada masyarakat. Tidak mungkin bupati dan wakil bupati Jember) turun sendiri untuk mendistribilusikan ribuan dokumen kependudukan kepada masyarakat. Untuk itu, maka dirinya menerjunkan puluhan petugas Pendopo Ekspres untuk melakukan pendistribusiannya.
"Sampaikan salam kami kepada warga. Jangan sampai ada yang pungli. Karena kalian semua sudah ada gaji resmi yang anggarannya dari APBD Pemkab Jember," tegas bupati.
Tentu banyak kendala nantinya di lapangan dalam pendistribusiannya. Sebab, setiap kecamatan atau desa yang ada di Jember medannya berbeda - beda. "Memang itu tugas kalian semua dengan adanya kegiatan melalui Pendopo Ekspress ini," terang Faida.
Bupati menargetkan, pendistribusian sebanyak 9.416 dokumen kependudukan ini akan rampung dalam waktu 10 hingga 14 hari kerja. "Hati- hati di jalan. Kalian petugas resmi yang fasilitas kendaraannya juga sudah dibranding titel Pemkab Jember,"pungkasnya.
Senin, 11-02-2019 - 11:00 WIB
Menumpuknya ribuan administrasi kependudukan (adminduk) milik warga Jember dan untuk mempercepat pendistribusian ke 31 kecamatan di Jember, Senin (11/2/2019) Bupati dr Hj Faida MMR secara resmi me-launching layanan Pendopo Ekspres.
Acara launching Pendopo Ekspres yang dihadiri jajaran OPD dan ketua Pengadilan Negeri Jember ini bertujuan untuk mengantar 10 ribu adminduk yang sampai saat ini ada di kantor Dispendukcapil dan belum diambil pemiliknya.
“Hari ini kita launching kayanan Pendopo Ekspres. Layanan ini sebenarnya sudah kita lakukan tahun tahun sebelumnya. Namun launching hari ini dibuat lebih resmi, dengan petugas yang berseragam serta armada roda dua yang di branding khusus,” ujar bupati.
Faida menambahkan, layanan Pendopo Ekspres ini juga bagian dari tindak lanjut layanan on the spot yang selama ini sudah dilakukan Dispendukcapil dengan ngantor di desa, “Jadi, layanan Pendopo Ekspres ini lanjutan dari layanan sebelumnya,” tambah bupati.
Menurut Faida, banyak hal mungkin dokumen kependudukan tersebut tidak diambil oleh pemiliknya. Mungkin karena sakit, difabel, pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan dan mungkin juga undangan pengambilan tidak sampai ke tangan warga saat ada pendistribusian melalui kegiatan ngantor di desa.
"Ini tugas mulia manfaatkan dengan sebaik - baiknya. Kapan lagi kita bisa berbuat baik selagi diberi kesempatan di dunia ini," kata Bupati Faida.
Dia menambahkan, petugas Pendopo Ekspres ini merupakan kepanjangtanganan dari bupati dan wakil bupati Jember kepada masyarakat. Tidak mungkin bupati dan wakil bupati Jember) turun sendiri untuk mendistribilusikan ribuan dokumen kependudukan kepada masyarakat. Untuk itu, maka dirinya menerjunkan puluhan petugas Pendopo Ekspres untuk melakukan pendistribusiannya.
"Sampaikan salam kami kepada warga. Jangan sampai ada yang pungli. Karena kalian semua sudah ada gaji resmi yang anggarannya dari APBD Pemkab Jember," tegas bupati.
Tentu banyak kendala nantinya di lapangan dalam pendistribusiannya. Sebab, setiap kecamatan atau desa yang ada di Jember medannya berbeda - beda. "Memang itu tugas kalian semua dengan adanya kegiatan melalui Pendopo Ekspress ini," terang Faida.
Bupati menargetkan, pendistribusian sebanyak 9.416 dokumen kependudukan ini akan rampung dalam waktu 10 hingga 14 hari kerja. "Hati- hati di jalan. Kalian petugas resmi yang fasilitas kendaraannya juga sudah dibranding titel Pemkab Jember,"pungkasnya.
Sumber :
http://m.jatimtimes.com/baca/187758/20190211/110000/launching-layanan-pendopo-ekspres-upaya-pemkab-jember-distribusikan-ribuan-adminduk/
Subscribe to:
Posts (Atom)
Related Posts
-
Lokasi kota Jember di timur propinsi Jawa Timur Layout Peta kota Jember Kecamatan dari kota Jember
-
Tato merupakan sebuah grup musik asal Indonesia yang berdomisli di Jember. Grup musik ini dibentuk pada tahun 1996. Anggotanya berjumlah ...
-
Daun Tembakau dan Ragam Tumbuhan Jadi Motif Khas Batik Jember Batik Jember menjadi salah satu kerajinan khas Jawa Timur yang dipamerkan...
-
Dr. Syafiq Riza Hasan Basalamah, Lc., M.A. (lahir 15 Desember 1977) adalah seorang ustadz Salafi, dosen, dan penulis yang berasal dari Jembe...
-
Situs Duplang, Artefak Zaman Megalithikum Di Kabupaten Jember 3 July 2019 Situs Duplang – Indonesia dikenal oleh masyarakat dunia sebagai n...





