Tuesday, January 7, 2020

Dira Garden dan Resto

Liburan ke Dira Garden dan Resto, Serasa di Negeri Belanda


Kemana anda membawa keluarga dalam mengisi liburan? Jika belum menemukan tujuannya, lebih baik ke Dira Garden dan Resto Ambulu Jember, disini liburan anda akan serasa di negeri Kincir angin Belanda, selain beraneka tanaman bunga, juga terdapat miniatur rumah ala eropa lengkap dengan kincir angin mini yang dibuat seperti aslinya yang ada di Belanda.

“Taman bunga atau garden yang lengkap dengan restonya, hanya disini tempatnya, dan Insya Alloh ini satu-satunya yang ada di Jember, dan tujuan dibuatnya miniatur negeri kincir anging, agar masyarakat tau bahwa Indonesia besar juga karena belanda yang sudah menjajah Indonesia selama 3 abad,” ujar Arif Nur Cahyo pengelola Dira Garden dan Resto kepada media ini.

Menurut Arif, selain sebagai tempat wisata, tujuan dibuatnya taman mirip negeri kincir angin ini, adalah untuk mengingatkan sejarah kepada masyarakat, tidak hanya bangunan yang dibuat seperti rumah ala eropa, tanaman bunganya pun juga diambilkan dari kebun milik PTPN yang ada di Jember.

“Tanaman ini kita ambil dari kebun PTPN yang ada di Jember, dimana PTPN juga merupakan peninggalan dari Belanda, sehingga tidak rugi jika datang ke sini untuk merasakan sensasi eropa, selain itu, kami juga menyediakan kolam renang, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, sehingga cocok untuk rekreasi bersama keluarga,” beber Arif.

Selain itu, taman bunga dan bangunan ala eropa yang ada, juga sangat cocok untuk dibuat spot swafoto bagi pengunjung, terutama kalangan anak muda yang lagi kasmaran, sehingga momen-momen indahnya bisa diabadikan di Dira Garden dan Resto Ambulu Jember.


Sumber :
http://barathapos.com/liburan-ke-dira-garden-dan-resto-serasa-di-negeri-belanda/

Sunday, December 22, 2019

Tol Probolinggo – Lumajang Dirancang 2020, Dikerjakan 2021

Impian masyarakat Lumajang untuk memilik jalur bebas hambatan bakal jadi nyata. Sebab, setelah terbit Perpres, tahapan berikutnya adalah perencanaan sampai pembukaan lahan. Baru pada 2021 pekerjaan sudah bisa dimulai.

Terbitnya Perpres itu membuat semua pihak gembira. Rasanya mimpi punya tol Lumajang-Probolinggo jadi nyata. “Perencanaan dan pembukaan lahan pada 2020. Pengerjaan proyeknya kemungkinan akan dilakukan pada 2021,” ungkap Bupati Thoriqul Haq, kemarin.

Cak Thoriq sapaan akrab bupati menjelaskan, Presiden RI Ir Joko Widodo sudah menyetujui, bahkan menandatangani jalan tol Probolinggo-Lumajang sebagai pekerjaan prioritas program nasional. Anggaran yang akan tergelontorkan untuk jalan tol nanti senilai Rp 4,7 triliun bersumber dari APBN.

Perencanaan awal adalah sosialisasi kepada warga khususnya daerah Randuagung, Klakah, dan Ranuyoso. Karena daerah tersebut adalah daerah yang bakal dilewati jalan tol nanti. Tentunya ada pembebasan lahan yang nanti akan dilakukan negosiasi.

Bupati juga menjelaskan tentang pelebaran jalan yang saat ini sudah dalam pengerjaan. Jalan yang menghubungkan 2 kecamatan tersebut adalah senilai Rp 454 miliar.

Retno Wulan Andari, Plt Kepala Bappeda Lumajang, mengatakan proses pengerjaan proyek tol tersebut masih dalam tahap perencanaan. “Masih merencanakan dan membahas Perpres yang baru turun dari pusat,” jelasnya.

Dalam tahap pelaksanaannya menurut dia sangat tidak memungkinkan proyek terselenggara pada 2020. Sebab, tinggal hitungan hari. Sama dengan bupati, Retno mengatakan kemungkinan tol itu dikerjakan mulai 2021. “Kemungkinan besar begitu. Karena sekarang masih perencanaan,” pungkasnya.


Sumber :
https://radarjember.jawapos.com/berita-daerah/lumajang-hari-ini/21/12/2019/tol-probolinggo-lumajang-dirancang-2020-dikerjakan-2021

Wednesday, December 4, 2019

Daun Tembakau Jadi Motif Khas Batik Jember


Daun Tembakau dan Ragam Tumbuhan Jadi Motif Khas Batik Jember

Batik Jember menjadi salah satu kerajinan khas Jawa Timur yang dipamerkan di Batik Fashion Fair 2019 pada 27 hingga 1 Desember 2019, di Exhibition Hall Grand City Surabaya.

Dalam pameran yang digelar oleh Debindo Mitra Tama itu, Batik Jember dipamerkan di booth Pemerintah Kabupaten Jember dengan ornamen kayu menjulang tinggi.

Jadi, tak susah untuk menemukan booth Batik Jember di pameran Batik Fashion Fair 2019.

Melalui pameran ini, baik pengrajin hingga Pemkab Jember memiliki satu visi yakni, mengenalkan Batik Jember ke khalayak luas sebagai salah satu kerajinan khas Jawa Timur.

Hal itu seperti yang disampaikan Nurul Hidayah, salah seorang pengrajin Batik Jember saat ditemui, Jumat (29/11/2019).

Nurul mengatakan, para pengrajin batik maupun kerajinan tangan lainnya tak pernah putus komunikasi dengan pemerintah.

“Sehingga, ketika mereka memiliki info pameran, entah di dalam kota maupun di luar kota atau bahkan luar pulau sekalipun, pihak terkait akan memberikan info kepada kami,” terang Nurul.


Sejarah Batik Jember

Dilansir dari situs infobatik.id, Batik Jember banyak bergambarkan daun tembakau. Bukan tanpa alasan, hal itu karena Jember banyak dikenal sebagai kota penghasil tembakau tebesar di Indonesia.

Selain tembakau, Batik Jember juga banyak berhiaskan rokok, cokat, serta budaya. Hal ini selaras dengan identitas Jember yang terdiri dari 4C yakni, coklat, tembakau, kopi, dan budaya.

Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 10 Jember, Marnis menjelaskan, kebanyakan Batik Jember menggunakan motif daun tembakau atau tumbuhan yang terkenal di Jember seperti kopi dan coklat.

Di Jember, kegiatan membatik sudah ada sejak zaman Belanda atau saat Batik Pekalongan populer di Eropa.

Meski sejarah tak pernah mencatat kapan kegiatan membatik di Jember dimulai, namun pada 2010 lalu produsen Batik Rolla kembali mengangkat Batik Jember hingga ditasbihkan sebagai kerajinan khas daerah.

Pada saat itu, Batik Jember sudah tidak lagi mengikuti motif seperti Batik Solo maupun Yogyakarta, melainkan motif yang bebas dan kontemporer.


Ciri Motif Batik Jember

Motif batik di tiap daerah tentu memiliki ciri yang memiliki arti filosofis atau merepresentasikan suatu daerah.

Batik Jember pun begitu. Motif yang digunakan Batik Jember adalah daun tembakau, selain dua tumbuhan lain seperti kopi dan coklat.

Daun tembakau dipilih sebagai motif Batik Jember lantaran memiliki kedekatan makna dengan Jember.

Jember merupakan kabupaten penghasil tembakau terbesar di Indonesia.

Kedekatan masyarakat Jember dengan tembakaunya yang khas itu bahkan sudah menyatu dengan kehidupan sehari-hari.

Misalkan ada acara seperti pernikahan, syukuran, atau tahlilan, tembakau akan menjadi suguhan untuk tamu.

Maka dari itu, kedekatan masyarakat Jember terhadap tembakau memberikan semacam pengaruh terhadap batik khas Jember.

Selain daun tembakau, masyarakat Jember juga kerap memproduksi kain batik dengan motif tanaman lainnya, seperti Ornamen Daun Kopi, Buah Naga, dan sebagainya.

Sama halnya dengan tembakau, kopi dan buah naga juga termasuk hasil pertanian yang cukup terkenal di Jember.

Ciri khas kekayaan alam inilah yang menjadi inspirasi lahirnya motif kain batik di Jember.


Sumber
https://surabaya.tribunnews.com/2019/11/30/daun-tembakau-dan-ragam-tumbuhan-jadi-motif-khas-batik-jember?page=all.
https://www.facebook.com/pg/Batik-Sumberjambe-Batik-Khas-Jember-1741959492733437/posts/

Monday, November 25, 2019

80 Kostum Unik di Lippo Village Festival

Peragaan 80 Kostum Unik di Lippo Village Festival Angkat Budaya Lokal


JawaPos.com – Indonesia adalah negara yang kaya dengan busana adat dan budaya. Dalam ajang Jember Fashion Carnaval (JFC) yang mengusung tema Tribal Grandeur di Lippo Village Festival, sebanyak 80 kostum unik ditampilkan dan dibawakan untuk mengusung keagungan busana Indonesia dan dunia.

Lebih dari 80 kostum unik dibawakan oleh model dewasa dan juga anak-anak dari JFC Kids yang mewakili budaya Indonesia seperi Garuda, Hudog, dan yang lainnya. Mereka juga memperlihatkan kostum dari suku-suku negara lain seperti Aztec dari Meksiko, Karen dari Thailand, dan Viking dari Norwegia.

”JFC sengaja kami hadirkan di Provinsi Banten untuk pertama kalinya untuk mempromosikan festival budaya. JFC sendiri sudah dikenal di dunia melalui prestasinya,” kata Chief Executive Director (CEO) PT. Lippo Karawaci John Riady.

Event Director JFC Intan Ayundavira menjelaskan banyak cara untuk memperkenalkan kostum daerah kepada milenial. JFC selama ini menjadi salah satu karnaval yang telah mendapatkan pengakuan.

“Kami ingin membuat masyarakat lebih mengenal budaya Indonesia dan budaya negara-negara lain yang kami tampilkan dalam kemasan karnaval yang menarik,” tutupnya.


Sumber :
https://radarjember.jawapos.com/2019/11/26/peragaan-80-kostum-unik-di-lippo-village-festival-angkat-budaya-lokal

Citilink Hentikan Rute Penerbangan Surabaya-Jember


Jakarta, airmagz.com – Maskapai Citilink menghentikan operasional penerbangan rute Surabaya-Jember-Surabaya yang baru berlangsung sekitar enam bulan dan tidak beroperasi lagi di Bandara Notohadinegoro Kabupaten Jember, Jawa Timur, sejak 14 November 2019 hingga batas waktu yang belum ditentukan.

“Memang benar hampir sepekan lebih Citilink sudah tidak menerbangi rute Surabaya-Jember, sehingga hanya maskapai Wings Air yang beroperasi di Bandara Notohadinegoro,” kata Kepala UPT Bandara Notohadinegoro Edy Purnomo di Kabupaten Jember, Jumat.

Menurutnya, keputusan penghentian operasional maskapai Citilink tersebut merupakan keputusan manajemen Citilink pusat, sehingga pihak Citilink di Jember sudah menyampaikan surat pemberitahuan pemberhentian operasional penerbangan itu, dilansir dari Antara.

“Sebenarnya okupansi penumpang sudah mulai bagus, namun pihak UPT Bandara Notohadinegoro juga tidak bisa berbuat banyak terkait dengan keputusan manajemen Citilink,” tuturnya.

Sementara Station Manager Citilink Jember Yogi Ardi Asmoko melalui surat pemberitahuan pemberhentian operasional penerbangan yang ditujukan kepada Kepala UPT Bandara Notohadinegoro Jember menyebutkan penghentian operasional Citilink mengacu pada pemberitahuan dari kantor pusat.

Mengenai pemberhentian penerbangan, Yogi menuturkan bahwa operasional penerbangan ATR-72 rute Surabaya-Jember-Surabaya mulai efektif diberhentikan pada 14 November 2019 sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Dalam surat pemberitahuan penghentian operasional di Bandara Notohadinegoro Jember, pihak manajemen Citilink pusat tidak menyebutkan alasan secara detil dihentikan penerbangan rute Surabaya-Jember-Surabaya tersebut.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada UPT Bandara Notohadinegoro atas kerja sama yang baik selama ini, sehingga operasional penerbangan Citilink Indonesia dapat berjalan lancar,” ujarnya.

Kementeriaan Perhubungan dan Direktorat Jenderal Perhubungan secara resmi telah mengeluarkan surat izin rute penerbangan bagi maskapai Citilink Indonesia rute Surabaya-Jember-Surabaya untuk menunjang kebutuhan transportasi udara di Bandara Notohadinegoro Jember sejak 26 April 2019. (IMN/Liputan6.com)


Sumber :
https://www.airmagz.com/52039/citilink-hentikan-rute-penerbangan-surabaya-jember.html

Sunday, November 10, 2019

Bis Perintis ke Pantai Papuma & Payangan

Yuk Piknik Naik Bus Wisata Jember


Dinas Perhubungan Kabupaten Jember memperkenalkan bus perintis yang difungsikan sebagai bus wisata Jember. Mode transportasi massal ini mempunyai rute ke tempat wisata di kota karnaval dunia.

Harganya pun terjangkau, cukup merogoh kocek sejumlah Rp. 12.000 bagi umum dan Rp. 6000 bagi pelajar, kamu pun bisa mengunjungi destinasi wisata seperti Pasir Putih Malika (Papuma), serta payangan.

Lebih lengkapnya, bus ini memiliki trayek Terminal Tawang Alun – Mangli – Ajung – Jenggawah – Ambulu – Sabrang – Papuma – Payangan – PP.

“Perlu kami sampaikan bahwa di Jember sudah ada bis perintis yang bisa melayani bapak-ibu untuk menuju Papuma,” ucap Sekda Jember, Ir. Mirfano dalam sambutan acara Jember Transportation Fiesta yang digelar oleh Dishub setempat sebagai puncak perayaan Hari Perhubungan Nasional, Minggu (14/10/2018) pagi.

Bus wisata Jember
Bus perintis ini merupakan aset DAMRI yang merupakan Perusahaan Otobus BUMN. Untuk bus wisata, pihak DAMRI mengoperasikan sejumlah 4 unit bus setiap harinya.

“Khusus perintis ada 4 unit. Ada 2 waktu keberangkatan setiap harinya yaitu pada jam 06:30 dan 11:30 WIB, masyarakat bisa berangkat dari terminal tawang alun atau langsung nyetop langsung di jalan. Bus wisata ini merupakan program Dishub sini,” terang staf DAMRI Jember, Walis.

Dalam acara Jember Transportation Fiesta, Dishub Jember memberangkatkan 1 unit bus wisata bagi warga Jember tanpa dipungut biaya.

“Kita coba memberangkatkan bus wisata dari sini dan gratis, dan hanya untuk acara ini,” terang Plt. Kadishub Jember, Slamet Sugianto.


Sumber :
https://suaraindonesia-news.com/yuk-piknik-naik-bus-wisata-jember/

Penggagas Tamasya Bus Kota Jember, Dipuji Bupati Banyuwangi

Sabtu, 21 September 2019 - 09:36


Penggagas wisata tamasya Bus Kota Kabupaten Jember Hasti Utami, mendapatkan pujian dari Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Apresiasi itu, diungkapkan Anas, saat diskusi wisata yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Jember di kantor Bank Indonesia Bali, Sabtu (20/09/2019).

Dalam acara yang dihadiri oleh petinggi Bank Indonesia Bali dan perwakilan Dinas Pariwisata Provinsi Bali itu,  Hasti menceritakan, awal mula dirinya berani mengembangkan wisata karena terinspirasi dengan Banyuwangi.

"Terus terang saya terinspirasi dari Banyuwangi, dimana semua lapisan terlibat untuk memajulan sektor pariwisata," akui Hasti.

Dari itulah Hasti mencoba menciptakan hal baru dengan asas pemberdayaan sumberdaya alam dan melibatkan masyarakat sekitar secara langsung.

“Kami membangun pariwisata Jember dengan pemberdayaan masyarakat. Yang kami lakukukan adalah mengedukasi masyarakat lokal destinasi untuk menjadi pelaku event pariwisata yang profesional,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, bahwa  konsep pariwisata yang diterapkannya melalui Tamasya Bus Kota dan kegiatan lainnya sudah berjalan beberapa tahun lalu.

"Kami membangun pariwisata Jember dengan pemberdayaan masyarakat. Yang kami lakukukan adalah mengedukasi masyarakat lokal destinasi untuk menjadi pelaku event pariwisata yang profesional,” katanya.

Hasti kembali mempertegas, bahwa agenda pariwisata Tamasya Bus Kota, tidak melibatkan pemerintah daerah secara langsung.

Tapi, Hasti mengaku sudah mencoba melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat, terkait agenda wisata untuk memperkenalkan potensi desa di Kabupaten Jember.

Ia berkomitmen dan berupaya menciptakan desa-desa yang menjadi destinasi wisata secara mandiri, meskipun harus dengan swadaya.

Namun, anehnya, kata Hesti, ada saja pihak yang mengklaim bahwa kegiatan pariwisata inovasi Hasti diakui oleh pihak lain.

“Semua kami bikin konsepnya. Tapi setiap saya melangkah sedikit, ada foto orang lain di sana. Kalau terus-terusan kayak begini, saya capek,” keluhnya dihadapan peserta diskusi.

Kendati demikian, Hasti banyak mendapat tawaran dari beberapa daerah lain untuk mengembangkan pariwisata di Kabupaten Jember.

Namun ia mengaku menolak karena ingin mengembangkan wisata di Jember lebih terlebih dulu. “Satu bulan terakhir saya akui sudah mulai lelah,” katanya.

Menanggapi pejelasan Hasti, Anas justru memuji kreativitasnya yang telah berjuang memperkenalkan pariwisata Kabupaten Jember dengan kemasan unik.

“Hebat menurut saya di Jember ada orang volunteer seperti Mbak Hasti ini. Tepuk tangan untuk Mbak Hasti dan teman-teman,” ucap Anas disambut tepuk tengan.

Anas meminta Hasti untuk tetap ikhlas dan tetap berjuang sekalipun tidak mendapat pengakuan.

 “Jadikan itu amal ibadah. (Perbuatan baik) sebiji timun akan bermakna kebaikan. Setiap kebaikan pasti akan melahirkan kebaikan,” lugasnya.

Diakhir komentarnya, Anas juga sempat bercerita singkat terkait beratnya tantangan perjuangannya di Kabupaten Banyuwangi saat dulu masih merintis.

“Dulu, Banyuwangi dari kota yang enggak banget menjadi keren banget. Jangan-jangan bisa jadi tukang-tukang santet menggunakan ilmu pelet agar orang-orang datang ke Banyuwangi. Sekarang, Banyuwangi sudah menjadi tempat wisata favorit wisatawan,” pungkas Anas sambil tersenyum.


Sumber :
https://www.suaraindonesia.co.id/read/9972/20190921/093614/penggagas-tamasya-bus-kota-jember-dipuji-bupati-banyuwangi#!-_-

Related Posts