Thursday, September 9, 2021

Ta-Buta’an

Ta-Buta’an, Tarian Seni Budaya Jember Menjadi Warisan Budaya

5 September 2021 6:20 PM

“Dengan begitu, diharapkan menjadi keunikan khusus yang orang lain atau daerah lain tidak punya. Jadi, harus kita catatkan agar tidak hilang.” DHEBORA KRISNOWATI - Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember

Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) berupaya untuk mencatatkan salah satu seni budaya menjadi warisan budaya tak benda. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisparbud) Kabupaten Jember Dhebora Krisnowati seusai menggelar forum group discussion (FGD), belum lama ini.

Menurut dia, pencatatan kesenian ta-buta’an untuk warisan budaya tak benda (WBTB) pantas untuk dilakukan. Tujuannya agar warisan tersebut tetap lestari. “Dengan begitu, diharapkan menjadi keunikan khusus yang orang lain atau daerah lain tidak punya. Jadi, harus kita catatkan agar tidak hilang,” lanjutnya.

Selain itu, dia menerangkan bahwa warisan budaya itu juga bisa menjadi bahan pembelajaran untuk generasi-generasi selanjutnya. Sebab, ada warisan sikap, perilaku, dan tatanan kehidupan yang terkandung dalam tarian itu. Selain itu, banyak filosofi yang terkandung di dalamnya. Baik sebagai ritus atau tindakan maupun sebagai tarian pertunjukkan.

Lebih lanjut, Ketua Jurusan Sejarah FIB Universitas Jember Dr Eko Crys Endrayadi menambahkan bahwa perlu ada upaya atau strategi untuk bisa mencapai pengusulan ta–buta’an menjadi warisan budaya tak benda. “Kita perlu segera melakukan identifikasi terkait bentuk, fungsi, dan makna dari ta-buta’an,” ungkapnya. Tentu saja, perlu proses yang serius untuk bisa menggali sejarah dan budayanya.

Selain itu, harus mengidentifikasi ukuran, sehingga tarian ini betul-betul khas berasal dari Kabupaten Jember, khususnya dari Desa Kamal, Kecamatan Arjasa. “Dengan begitu, bisa kita usulkan menjadi tarian khas masyarakat Jember,” tegasnya.

Sementara itu, pendampingan dari para akademisi nantinya bakal berupa penggalian sisi historis dari tarian tersebut. Selain itu, pihaknya juga bakal bekerja sama dengan pihak DPRD, para praktisi, pemerintah melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, serta para seniman ta-buta’an terkait. Tujuannya untuk mengeksplorasi supaya bisa terdedikasi dan bisa segera diusulkan menjadi warisan budaya tak benda.

Lebih lanjut, anggota Komisi D DPRD Kabupaten Jember Nyoman Aribowo menerangkan bahwa pihaknya bakal melakukan pendampingan terkait anggaran setiap program selama proses pengusulan tarian ta-buta’an menjadi warisan budaya tak benda. “Selain itu, kami melakukan controlling dari pihak eksekutif,” paparnya.

Dia menegaskan bahwa dengan mengangkat seni budaya itu menjadi WBTB, bukan semata-mata hanya untuk pencatatan. Namun, juga harus berdampak dan berkelanjutan. “Apalagi, ada keluhan bahwa secara ekonomi mereka kurang,” ujarnya.

Karena itu, dia menyatakan bahwa pemerintah bertugas untuk memfasilitasi agar seni tersebut bisa dikemas supaya mempunyai nilai ekonomi. Baik kepada pelaku seni maupun untuk masyarakat. “Kalau bisa dikemas dengan baik, bisa benar-benar berdampak untuk masyarakat,” pungkasnya. Dia mencontohkan, jika kesenian tersebut digelar, tentu akan menggerakkan roda ekonomi UMKM di sekitar lokasi pertunjukan.


Sumber :

https://radarjember.jawapos.com/budaya/05/09/2021/ta-butaan-tarian-seni-budaya-jember-menjadi-warisan-budaya/2/

Monday, August 23, 2021

Artis di Jember Fashion Carnaval 2021

6 Gaya Pemotretan Seleb untuk Jember Fashion Carnaval 2021, Bikin Pangling

23 Agu 2021, 18:05 WIB

Tiara Andini

Jember Fashion Carnaval (JFC) jadi pionir gelaran fashion show yang menampilkan busana-busana istimewa dan kaya akan identitas lokal. Setiap tahun, kehadiran JFC selalu dinanti-nantikan, baik oleh masyarakat lokal hingga para wisatawan mancanegara.

Bahkan, JFC juga menjadi ruang ekspresi keberagaman bangsa Indonesia. Rancangan-rancangan busana yang dikenakan para modelnya mengambil unsur lokal dari berbagai daerah. Pada 2021 ini, Jember Fashion Carnaval bertajuk Virtue Fantasty.

Diselenggarakan pada Oktober mendatang, Jember Fashion Carnaval hadir dengan bertabur bintang. Seperti diketahui, beberapa waktu lalu dalam akun Instagram resmi JFC @jemberfashioncarnaval, Cinta Laura terpilih sebagai The Face of JFC. Tak hanya Cinta Laura, beberapa selebriti juga akan meramaikan panggung JFC 2021.

Penampilan selebriti dalam pemotretan Jember Fashion Carnaval 2021 ini pun berhasil memukau. Dengan kostum apik khas JFC, penampilan para seleb sukses bikin pangling. Berikut 6 gaya pemotretan selebriti untuk Jember Fashion Carnaval 2021, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin (23/8/2021).

  1. Pada Jember Fashion Carnaval 2021, Cinta Laura ditunjuk sebagai ikon sekaligus pengisi official soundtack.
  2. Anya Geraldine terlihat tampil memukau mengenakan kostum komodo. Busana tersebut nantinya akan dibawakan oleh Anya Geraldine di acara JFC 2021.
  3. Puteri Indonesia 2019, Frederika Alexis Cull kali ini turut kembali memeriahkan Jember Fashion Carnaval.
  4. Dengan hiasan tanduk di kepalanya dan makeup bold, membuat Luna Maya tampil maksimal.
  5. Mengenakan kostum sosok Sea Dragon dengan nuansa biru, makeup yang menghiasi wajah Tiara Andini berhasil bikin pangling.
  6. Model cantik, Dara Warganegara tampil dengan kostum dan hiasan colorful untuk JFC 2021.


Sumber :

https://surabaya.liputan6.com/read/4638944/6-gaya-pemotretan-seleb-untuk-jember-fashion-carnaval-2021-bikin-pangling

Thursday, July 29, 2021

Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) Mulai Dibangun Tahun 2022

Ruas Pamungkas Dibangun, Tol Trans-Jawa dari Merak-Besuki Tersambung 2024 

Ruas pamungkas dari jaringan Jalan Tol Trans-Jawa yakni Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) dipastikan mulai dibangun pada Tahun 2022. Hal ini menyusul proses pembebasan lahan Tol Probowangi Seksi 1 Probolinggo-Besuki yang telah dilakukan dan menunjukkan progres 24,88 persen. 

Jika semuanya sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan, maka target konstruksi untuk Seksi I rampung Tahun 2024. Sebagaimana dikatakan Direktur Utama PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB) Adi Prasetyanto, dalam keterangan tertulis, Kamis (29/07/2021). 

Ruas Probolingo-Besuki yang merupakan Seksi I dari proyek Jalan Tol Probowangi dirancang sepanjang 29,6 kilometer. Sementara Seksi yang menghubungkan Besuki-Bajulmati dirancang sepanjang 110,875 kilometer, dan Seksi 3 Bajulmati-Ketapang sepanjang 31,041 kilometer. 

Menurut Adi, saat ini PT JPB mendukung Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Lahan untuk mempercepat proses pembebasan lahan di Seksi 1 Probolinggo-Besuki. 

"Hal ini dilakukan agar target yang sudah ditetapkan untuk pengerjaan konstruksi bisa selesai sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan," kata Adi. 

Upaya yang telah dilakukan PT JPB bersama PPK antara lain mengusulkan alokasi pengadaan pendanaan tanah di tahun 2021, berkoordinasi dengan Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). 

Saat ini yang menjadi prioritas dari PT JPB adalah seksi 1 Ruas Probolinggo-Besuki di Kabupaten Probolinggo, menyesuaikan dengan rencana alokasi pendanaan tanah dari Pemerintah. Selain melakukan pembebasan lahan di seksi satu, pembasan lahan untuk Seksi 2 Besuki-Bajulmati di Kabupaten Situbondo serta seksi 3 Bajulmati-Ketapang (Kabupaten Banyuwangi) terus dilakukan. 

"Pada Juni 2021 lalu juga telah dilaksanakan pembayaran Uang Ganti Kerugian (UGK) untuk 22 bidang menggunakan Pembayaran Langsung Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN),” ungkap Adi. 

Jalan Tol Probowangi yang dirancang dengan total panjang 171,516 kilometer ini terbagi menjadi tiga seksi. Seksi 1 Probolinggo-Besuki (29,6 kilometer), Seksi 2 Besuki-Bajulmati (110,875 kilometer), dan Seksi 3 Bajulmati-Ketapang (31,041 kilometer). Jalan bebas hambatan berbayar ini akan menjadi titik akhir jaringan Jalan Tol Trans-Jawa. 

Konsesi untuk pembangunan jalan tol ini adalah 35 tahun dengan total investasi Rp 23,3 triliun. Jika kelak terbangun nanti, maka ujung barat hingga ujung timur Pulau Jawa akan terhubung dengan jalan tol sehingga semakin mempermudah mobilitas orang, barang dan jasa.


Sumber :

https://www.kompas.com/properti/read/2021/07/30/113000421/ruas-pamungkas-dibangun-tol-trans-jawa-dari-merak-besuki-tersambung?page=all#page2.

Tari Lahbako

Menyaksikan Tari Lahbako, Bentuk Penghargaan untuk Petani Tembakau Jember

Indonesia memiliki ragam budaya yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Salah satu bentuk keragaman tersebut adalah tari tradisional khas daerah masing-masing yang memiliki corak, karakteristik, dan keunikan yang berbeda-beda.

Salah satu provinsi yang memiliki ragam tari adalah Provinsi Jawa Timur. Misalnya tari remo, tari gandrung, tari topeng guro gudho, dan masih banyak lainnya. Nah, pada kali ini kita akan membahas tari yang yang berasal dari Kabupaten Jember, yaitu tari lahbako. Seperti apa itu tari lahbako?

Pada tahun 1985, Bupati Jember bernama Suryadi Setiawan, mengusulkan untuk menciptakan seni tari yang berasal dari Jember. Tari ini terinspirasi dari kegiatan masyarakat Jember yang mayoritas merupakan petani tembakau. Hal itu dikarenakan Jember merupakan salah satu daerah penghasil tembakau terbesar di Indonesia.

Sebagai sebuah bentuk penghargaan terhadap petani tembakau perempuan Jember, tercetuslah tari lahbako. Seperti dikutip dari seringjajan.com, nama Lahbako terdiri atas dua kata, yaitu "lah" dan "bako".

Kata "lah" merupakan potongan dari kata "olah", sedangkan bako merupakan singkatan dari tembakau. Sehingga, lahbako memiliki pengertian pengolahan tembakau.


Pertunjukan Tari Lahbako

Pada pertunjukan tari lahbako, biasanya terdiri dari 4 sampai 8 perempuan yang menari menggambarkan aktivitas di kebun. Pertunjukan awal di mulai dengan gerakan yang menggambarkan perjalanan, dari rumah ke tempat mereka bekerja (kebun tembakau).

Kemudian, dilanjutkan dengan tarian yang menggambarkan sedang memetik daun tembakau serta memasukannya. Lalu, disusul gerakan membawa keranjang ke gudang. Setelah tiba di gudang, para penari seolah-olah menjemur daun tembakau hingga kering.

Setelah proses menjemur, dilanjutkan dengan gerakan menata dan mengemas tembakau. Semua gerakan tersebut penuh makna serta mengandung nilai estetis yang tinggi. Tarian ini diiring oleh musik patrol yang terdiri atas suling, gendang, dan kentongan. Biasanya, musik ini dimainkan oleh tujuh orang laki-laki.


Busana Tari Lahbako

Busana yang digunakan pada Tari Lahbako merupakan busana tradisional yang mencerminkan petani tembakau yang ada di Jember. Pada bagian kepala, dihiasi sanggul memanjang keatas yang disebut sanggul cemol.

Selain itu, diberi pula hiasan 3 bendera yang berbeda warna. Setiap warna memiliki makna dan peran masing-masing petani. Ada yang memanen, menyortir, dan mengemas tembakau.

Terdapat juga anting-anting serta hiasan lainnya yang berbentuk daun tembakau. Sedangkan untuk baju, umumnya menggunakan kebaya. Untuk bawahan pada tari lahbako biasanya menggunakan kain panjang atau sarong serta celemek.


Perkembangan Tari Lahbako

Tari ini menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Jember. Melihat bagaimana aktivitas mereka dalam bertani tembakau di aplikasikan ke dalam sebuah seni tari. Lahbako pada masa sekarang sangatlah terkenal dan menjadi salah satu ikon di Jember.

Hingga saat ini, tarian lahbako masih terus dilestarikan dan dikembangkan. Kawan-kawan GNFI akan menemukannya di sanggar-sanggar tari serta pementasan seni pertunjukan yang berada di daerah kabupaten Jember, Jawa Timur.

Tarian ini sering tampil pada ajang-ajang festival budaya seni tari, dan digunakan sebagai upacara penyambutan tamu-tamu kehormatan. Diharapkan, tari ini bisa terus lestari dan eksis hingga masa yang akan datang.


Sumber :

https://www.goodnewsfromindonesia.id/2021/07/16/menyaksikan-tari-lahbako-bentuk-penghargaan-untuk-petani-tembakau-jember

Tuesday, June 1, 2021

Tembakau Jember, Sumber Inspirasi Budaya

01 AGUSTUS 2019 18.00 WIB • 2 MENIT

    

Tembakau memang merupakan salah satu anugerah Tuhan kepada Tanah Jawa, khususnya Kota Jember. Bahkan sejak ratusan tahun yang lalu, ketika Portugis mendaratkan kaki mereka ke Bumi Nusantara, mereka telah mengenal Tanah Jawa sebagai penghasil tembakau.

Salah satu wilayah di Jawa (Jawa Timur) yang menjadi tempat perkebunan tembakau sejak masa kolonial adalah Jember. Para pengusaha Belanda berlomba-lomba mendirikan perusahaan tembakau di kota ini, salah satunya adalah Landbouw Maatschapij Oud Djember (LMOD) yang didirikan tahun 1859 oleh controleur George Bernie.

Beberapa tahun berikutnya, nama Landbouw Maatschapij Oud Djember diubah menjadi Oud Djember saja. Kisah panjang tentang historiografi tembakau di Tanah Jawa, khususnya di Jember, akan penulis ulas, pada kesempatan lain.

Kali ini penulis sedikit ingin mengulas tentang dua ikon budaya Jember yang lahir karena terinspirasi dari komoditas tembakau.


Tari Lahbako dan Musik Patrol

Nampaknya, tembakau memang menjadi anugerah Tuhan yang penuh berkah bagi masyarakat Jember. Tembakau tidak hanya sekedar sebagai komoditas utama saja, namun berikutnya menjelma sebagai inspirasi terbentuknya ikon budaya Kota Jember.

Setidaknya ada dua identitas kultural Jember yang lahir dari inspirasi tembakau. Pertama, daun tembakau mengilhami para perajin batik di Jember menjadikannya sebagai motif batik.

Kedua, aktivitas harian petani tembakau mengilhami terciptanya Tari Lahbako. Akronim “Lahbako” terambil dari kata “Lah” dan “Bako” yang artinya adalah mengolah tembakau.

Tari tersebut diciptakan pada tahun 1980-an atas prakarsa Kolonel Suryadi Setiawan, yang menjabat Bupati Jember kala itu, tokoh masyarakat, dan beberapa seniman yang terlibat sebagai inisiator.

Mereka mengundang Bagong Kussudiardja, seorang koreografer dan pelukis Indonesia terkemuka untuk datang ke Jember. Dari situlah akhirnya Tari Lahbako tercipta berdasarkan pengamatan Bagong Kussudiardja dan para inisiator terhadap aktivitas para buruh tembakau mulai dari saat bekerja di ladang, hingga ketika mereka bekerja di gudang.

Tari Lahbako biasa diiringi dengan alat musik kendang, seruling, dan alat musik dari bambu. Perpaduan alat-alat musik itulah yang disebut sebagai musik patrol, yang juga khas Jember.


Batik Jember

Jika ngobrol mengenai batik, tentu tidak lepas dari Jogja, Solo, atau Pekalongan sebagai kota-kota pusat kerajinan batik. Siapa sangka, meskipun tidak sepopuler tiga kota tadi, Jember ternyata memiliki tradisi kerajinan batik dengan motif yang unik dan khas.

Tembakau, kopi, dan coklat, sebagai tanaman komoditas andalan Jember menginspirasi para perajin batik Jember untuk menjadikannya sebagai motif karyanya.

Selain tiga motif itu, pengrajin batik Jember adakalanya juga menggunakan motif gambar buah naga dan burung. Namun di antara motif-motif tersebut, batik bermotif tembakau atau Batik Labako adalah motif yang dominan digunakan sebagai ikon Batik Jember.

Produk kerajinan batik Nusantara yang terkenal umumnya bermotif Keraton, Parang Rusak, Mega Mendung, Kawung, dan lain sebagainya.

Pemilihan tembakau dan tanaman komoditas lainnya sebagai motif, tentu membuat batik Jember keluar dari pakem motif batik pada umumnya.

Di Jember, setidaknya terdapat dua lokasi yang terkenal sebagai sentra kerajinan Batik khas Jember.

Pertama, sentra kerajinan batik yang terletak di Desa Sumberpakem Kecamatan Sumberjambe. Di sini, kerajinan batik telah berlangsung turun-temurun. Motif batik yang dikembangkan di sentra ini adalah batik bermotif tembakau atau Batik Labako.

Kedua, Rumah Batik Rolla yang terletak di Jl. Mawar, Kelurahan Jember Lor Kecamatan Patrang. Sentra batik yang dikelola oleh Iriane Chairani Megahwati ini memproduksi dan mengembang aneka ragam corak dan motif batik khas Jember, serta terobsesi untuk mewujudkan Kampung Batik Jember.

Batik Jember selain tidak luput diperagakan dalam Jember Fashion Carnival (JFC) juga pernah go international dalam peragaan busana di Paris Fashion Week 2018.


Sumber :

https://www.goodnewsfromindonesia.id/2019/08/01/tembakau-jember-sumber-inspirasi-budaya

Wednesday, April 28, 2021

Situs Batu Megalitikum

Situs Duplang, Artefak Zaman Megalithikum Di Kabupaten Jember

3 July 2019 


Situs Duplang – Indonesia dikenal oleh masyarakat dunia sebagai negara yang memiliki kekayaan budaya dan peninggalan yang mengagumkan. Jawa Timur memiliki banyak warisan peninggalan budaya, khususnya benda bersejarah dan purbakala yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten. Salah satu peninggalan bersejarah tersebut terletak di wilayah Kabupaten Jember.

Kepercayaan manusia purba di Jember adalah animisme dan dinamisme. Mereka menyembah roh nenek moyang dan benda-benda yang dianggap memiliki kekuatan spiritual. Kepercayaan masyarakat purbakala dibuktikan dengan adanya situs Duplang di kecamatan Arjasa. Situs yang di Arjasa tersebut menyimpan banyak peninggalan dan salah satunya dolmen yang digunakan sebagai tempat meletekkan sesajen untuk sarana pemujaan.

Bukti arkeologis berupa artefak yang ditemukan di Kabupaten Jember ini menjadi bukti bahwa daerah ini pernah menjadi lintasan sejarah, ataupun pilihan tempat hunian bagi manusia pada masa lalu dalam pengembaraannya mencari kehidupan yang layak dari masa ke masa baik masa prasejarah sampai masa sejarah. Jadi, tidak mengherankan apabila banyak temuan-temuan artefak cagar budaya.

Kebudayaan megalithikum sangat berpengaruh terhadap langkah manusia modern saat ini. Di sini kita bisa belajar dan bahkan melihat langsung bagaimana peninggalan pada saat prasejarah


Situs Duplang Masih Berdiri Kokoh Hingga Sekarang

Situs Duplang terletak di lereng Gunung Argopuro tepatnya di Desa Kamal, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur, sekitar 15 km utara kota Jember. Situs Duplang menyimpan cerita sejarah panjang mengenai peradaban manusia nusantara di masa lalu. Menurut Bapak Sudarman (nama aslinya Abdurahim, lahir tahun 1938), yaitu jupel (juru pelihara), Situs Duplang merupakan peninggalan kuno sebagai salah satu perkampungan purbakala di Provinsi Jawa Timur”.

Situs Duplang merupakan situs peninggalan pada zaman megalithikum. Berdasarkan info dari pemelihara, di dalam situs yang berlokasi di ketinggian antara 270-290 mdpl ini memiliki sekitar 69 buah batu kenong, 6 buah dolmen, 2 buah batu menhir dan 1 lumpang batu dan kubur peti batu. Di desa Kamal sendiri, berdasarkan keterangan bapak Sudarman, telah diketemukan sebanyak 3600an batu kenong yang tersebar di beberapa dusun.

Situs Duplang sangat bernilai besar dan sangat bepengaruh pada mulanya peradaban manusia di dunia, situs ini merupakan simbol dari akar kekayaan budaya bangsa di masa dulu. Maka dari itu sebagai warga negara Indonesia yang memiliki situs ini sangatlah bangga serta memiliki kewajiban untuk merawat dan menjaga kelestariannya.


Jenis Artefak Di Situs Duplang


Kubur Batu Atau Dolmen

Merupakan sebuah batu besar yang ditopang dengan 4 sampai 6 batu dan di sampingnya ditutup dengan batu. Kubur batu atau dolmen ini berfungsi sebagai meja atau kubur batu. Selain itu, Dolmen juga berfungsi sebagai tempat meletakkan saji-sajian untuk pemujaan.


Menhir

Merupkan sebuah bangunan yang berupa tugu batu yang didirikan untuk upacara menghormati roh nenek moyang. Menhir berfungsi sebagai benda pemujaan. Menhir yang terdapat di situs Duplang ini adalah sebuah batu berbentuk tegak.


Batu Kenong

Merupakan merupakan istilah penduduk setempat, bentuknya silinder dengan tonjolan di puncaknya. Menurut jenisnya tonjolan yang ad di batu kenong dapat berupa dua tonjolan ataupun satu tonjolan.

Batu kenong berfungsi sebagai umpak, merupakan unsur bangunan bagian bawah atau pondasi. Bahan bangunan lainnya (bagian atas) berupa kayu atau bambu dan atapnya dari daun-daun atau jenis rumput-rumputan, yang tidak tahan lama sehingga tidak ditemukan sisa-sisanya.


Lesung

Lesung merupakan sebuah batu yang di tengahnya terdapat lubang kecil sebagai tempat untuk memenuhi kehidupan masyarakat megalithikum pada saat itu. Pada masa itu, manusia purba (masyarakat megalithikum) menggunakan lesung dengan ukuran lubang kecil ini untuk menumbuk kopi, padi, dan lain sebagainya namun dalam jumlah yang sedikit.

Menurut kepercayaan, lesung yang terdapat di situs Duplang ini melambangkan suatu kesuburan atau biasa yang disebut lingga yoni. Pada lesung ini disebut sebagai yoni karena fungsinya sendiri melambangkan kesuburan. Sedangkan pasangannya disebut dengan lingga sebagai penutup lubang dari yoni.


Peti Kubur Batu

Peti kubur batu adalah peti jenazah yang terbuat dari batu pipih. Sebagaimana kebiasaan atau adat jaman purbakala yang dikenal dengan jaman batu masyarakat purba seringa memanfaatkan batu sebagai alat utama, tidak hanya digunakan untuk memasak, alat bercocok tanam tetapi batu pun juga di gunakan sebagai alat untuk menyimpan jenazah.


Lokasi Situs Duplang

Untuk mengunjungi wisata ini anda harus menempuh perjalanan yang cukup lama, dikarenakan lokasi di atas terletak di sebuah desa terpencil yang memiliki akses jalan yang cukup rusak dan sempit. Situs Duplang yang berada di Desa Kamal, Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember. Untuk menuju situs ini, dari alun-alun Kota Jember ke Desa Kamal hanya berjarak 16 km.


Fasilitas

Adapun fasilitas yang dapat Anda temui di tempat wisata ini adalah pondok wisata, area parkir, toilet, dan musholla.


Akses Sarana Transportasi

Bagi Anda yang ingin mengunjungi keindahan situs Duplang Jember, harus menempuh jarak 16 km. Anda bisa menggunakan kendaraan motor ataupun kendaraan roda empat untuk datang ketempat ini. Namun akses jalan yang rusak dan sempit membuat perjalanan menuju ke lokasi menjadi sedikit lebih lama.


Jam Buka Dan Harga Tiket Masuk

Untuk jam buka dari objek wisata ini adalah 24 jam dan Anda tidak akan diminta retribusi dalam bentuk apapun agar dapat memasuki kawasan situs Duplang, jadi bagi kamu yang berada di luar kota bebas untuk datang kemari kapanpun. Akan tetapi, Anda hanya diminta untuk mengisi buku tamu oleh juru pelihara. Dan alangkah baiknya, Anda memberikan uang sebagai biaya perawatan dan juga sebagai ucapan rasa terima kasih.


Tips Berlibur Ke Objek Wisata Situs Duplang

Jika Anda telah menyiapkan rencana untuk berkunjung ke objek wisata ini bersama dengan kerabat ataupun keluarga, ada beberapa hal yang harus  diperhatikan. Hal pertama adalah jangan membuang sampah sembarangan untuk menjaga keasrian dan keindahan dari objek wisata tersebut. Siapkan juga kamera ataupun ponsel dalam keadaan baterai yang telah terisi penuh jika kamu ingin berfoto ria ketika berada di sana.

Persiapkan juga berbagai perbekalan dan perlengkapan yang berguna untuk kebutuhan Anda nanti dan dimohon untuk tidak melakukan berbagai tindakan merugikan selama berada di situs Duplang, namun yang terpenting adalah jangan lupa untuk berdoa dan memohon keselamatan selama di perjalanan ataupun ketika berada di tempat wisata.


Sumber :

https://wongjember.com/situs-duplang-jember/

Wednesday, April 14, 2021

Negeri Kopi dan Cokelat Jember

Selamat Datang di Negeri Kopi dan Cokelat Jember

Jember punya taman yang disulap bagai Negeri Kopi dan Coklat. Namanya Coffee and Cocoa Science Techno Park. Wisatawan bisa menginap sambil menikmati kopi dan coklat terbaik di tengah pusat Edu-Tourism di kota Jember.

Letak taman itu ada di barat daya kota Jember, tepatnya di di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji. Jaraknya sekitar 20 kilometer dari pusat kota. Tempat ini sebenarnya adalah Pusat penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, Coffee and Cocoa Science Techno Park (CCSTP).

Dari sinilah berasal varietas-varietas baru tanaman kopi dan kakao komersial yang disebar ke seluruh Nusantara. Sesuai dengan perkembangan zaman, tempat ini sekarang menjadi salah satu destinasi wisata menarik karena merupakan gabungan antara wisata edukasi, belanja, dan relaksasi.

Coffee and Cocoa Science Techno Park (CCSTP) merupakan kawasan yang dikelola secara profesional guna menginisiasi dan menyalurkan inovasi teknologi terkini, baik hulu (on-farm) maupun hilir (off-farm) kepada pelaku usaha dan industri yang berbasis kopi dan kakao. Mereka bersinergi dengan akademisi, pengusaha, pemerintah, dan juga masyarakat.

Sebagian kawasan CCSTP berfungsi sebagai sarana Wisata Pendidikan (Edu-Tourism) dan terbuka untuk umum. Diresmikan di Jember oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi M Nasir pada 20 Mei 2016.


Alam Nusantara

Kawasan CCSTP merupakan kawasan konservasi untuk penangkaran satwa yang dilindungi. Wisatawan bisa menikmati kopi dan coklat terbaik dari pusat pengolahan dan pengembangan teknologinya, di tengah perkebunan dan alam yang menyegarkan tubuh dan pikiran.

Selain itu, ada beberapa obyek wisata pendidikan di kawasan ini. Cocok untuk yang ingin mengenal kopi dan coklat lebih mendalam. CCSTP menyediakan Tour Kebun bagi pengunjung.

Di sini, pengunjung bisa menyaksikan dan mengenal koleksi plasma nutfah kopi dan kakao dari berbagai daerah Indonesia. Selain itu, ada juga rekayasa bahan tanam, integrasi kebun kopi-kakao dengan ternak, hingga instalasi irigasi tetes dan fertigasi.

Selain tour, CCSTP juga menyediakan workshop mengenai teknologi alat mesin kopi dan kakao. Pengunjung bisa menyaksikan langsung bangaimana mereka mengoperasikan dan memaksimalkan teknologi, sejak pengolahan awal hingga pengolahan limbah yang ramah lingkungan. Judulnya, tour dari hulu hingga hilir.


Penginapan dan souvenir

Pengin mencicipi bermalam di tengah kebun kopi dan coklat? Kawasan CCSTP menyediakan Guest House ICCRI atau home stay yang terletak di dalam kawasan kebun kopi dan kakao yang tenang.

Lingkungannya asri dengan udara bersih, dekat dengan sarana olahraga, jogging-track, cafe, sarana ibadah, dan area parkir yang luas.

Sebelum pulang, jangan lupa mampir ke ICCRI Cafe. Ini merupakan pusat penjualan makanan dan minuman serta produk lainnya yang berbasis kopi dan kakao hasil industri hilir CCSTP.

Ada banyak produk, di antaranya kopi bubuk murni, kopi bubuk herbal, kopi luwak, permen cokelat, cokelat bubuk, cokelat 3 in 1, suwar-suwir cokelat, es krim cokelat, dan sabun berbahan kopi dan coklat.


Sumber :

https://pesonaindonesia.kompas.com/read/2019/07/30/101700027/selamat-datang-di-negeri-kopi-dan-cokelat-jember

Related Posts