Tuesday, May 21, 2013

Jember Fashion Carnaval


Jember Fashion Carnaval (Indonesia: Karnaval Busana Jember) atau sering disebut JFC adalah sebuah even karnaval busana yang setiap tahun digelar di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Karnaval ini digagas oleh Dynand Fariz yang juga pendiri JFC Center.

Sebanyak 400 an peserta berkarnaval, berfashion run way dan dance, di jalan utama kota Jember disaksikan oleh ratusan ribu penonton di kanan dan kiri jalan. Mereka terbagi dalam 8 defile yang masing-masing defile mencerminkan tren busana pada tahun yang bersangkutan. 



Defile pertama adalah defile Archipelago yang mengangkat tema busana nasional dari daerah tertentu secara berkala seperti Jawa, Bali, Sumatera, dan seterusnya. Defile lainnya mengangkat tema fashion yang sedang trend apakah dari suatu negara, kelompok tertentu, film, kejadian atau peristiwa global lainnya. Semua busana dibuat dalam bentuk kostum yang kesemuanya dikompetisikan untuk meraih penghargaan-penghargaan.

Arena yang digunakan untuk menggelar JFC adalah jalan utama Kota Jember sepanjang 3,6 kilometer.



Berdirinya Rumah Mode Dynand Fariz sebagai realisasi dari keinginan Dynand Fariz sebagai pendidik di bidang fashion tidak hanya memahami teori saja tetapi juga terjun langsung sebagai praktisi sehingga tahu persis keadaan di lapangan.

Dimulainya acara Pekan Mode Dynand Fariz dimana seluruh karyawan selama sepekan harus berpakai sesuai dengan trend fashion dunia. Dimulainya acara pekan Mode Dynand Fariz dengan berkeliling kampung dan alun-alun Jember menjadi inspirasi tmbulnya gagasan untuk menyelanggarakan JFC.



1 Januari 2001, JFC yang pertama diselenggarakan bersamaan dengan HUT Kota Jember.

Sumber : wikipedia.org

Saturday, May 4, 2013

Rembangan : Ada Puncak di Jember


Tidak hanya di Bogor saja ada Puncak, tapi di Jember juga ada Puncak. Yaitu Rembangan.

Wisata Rembangan merupakan peninggalan yang dibangun Belanda pada Tahun 1937 didirikan oleh Mr. Hofstide, bangunan asli dapat dilihat pada Restoran.

Penggagas dan pelopor pembangunan tempat itu adalah Mr Hofstide, salah seorang penanggung jawab perkebunan kopi dan kakao yang dikuasai pemerintah kolonial Belanda di Jember. Selain menjadi tempat beristirahat bagi para pengawas perkebunan, Rembangan dijadikan tempat menginap dan berpelesir para pejabat kolonial dari luar kota yang tengah berkunjung ke Jember. 

Namun, sejak tahun 1945, kawasan wisata itu telah menjadi aset yang dikelola Pemerintah Kabupaten Jember. Pemerintah Kabupaten Jember sendiri telah banyak memperbaiki kawasan ini, penginapan dan restoran sudah banyak yang direnovasi. Meski banyak bangunan baru, pemerintah Jember tetap mempertahankan beberapa bangunan dasar, seperti fondasi serta tiang kayu jatinya. Suasana kamar hotel memang lebih modern, tetapi letaknya tetap dan tidak mengubah pandangan dari dalam kamar ke luar.

Obyek wisata Rembangan terletak di 12 Km ke arah utara kota Jember. Obyek wisata ini merupakan daerah pegunungan dan biasa digunakan sebagai tempat peristirahatan layaknya Puncak atau Tretes. Di sekitar obyek wisata Rembangan terhampar perkebunan buah naga, perkebunan kopi dan pusat penelitian tanaman Anggrek yang dikelolah oleh Politeknik Negeri Jember.

Kawasan obyek wisata Rembangan yang terletak di Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, Jawa Timur, itu berada di ketinggian 650 mdpl sehingga membuat nyaman bagi wisatawan saat berada di kawasan obyek wisata itu.

Menuju ke lokasi wisata puncak Rembangan tidaklah sulit. Dari Kota Jember, wisatawan dapat menuju ke arah utara sekitar dua kilo meter (menuju ke arah Bondowoso) setelah berada di kecamatan Patrang, ada petunjuk jalan yang menunjukkan ke arah obyek wisata di sekitar pasar tradisional Baratan. Perjalanan menuju kawasan wisata Rembangan sangat menarik. 

Di sepanjang perjalanan, udara terasa sejuk. Bukan hanya itu, sebelum mencapai puncak, Anda bisa menjumpai area perkebunan buah naga di kanan-kiri jalan. Kebun seluas 5 hektare ini dikelola Pemerintah Kabupaten Jember. Perkebunan tersebut mulai dibangun pada tahun 2000. Buah naga hanya berbuah setahun sekali. Namun, masa berbuahnya sangat panjang, yakni sejak Januari hingga Mei dan biasanya menjelang tahun baru Imlek, pembelinya membludak.

Jember(alun-alun) - Baratan - Kemuning - Rembangan jarak tempuh sekitar 9 KM dengan kendaraan roda dua dan roda empat

Jalan beraspal hotmix menuju ke kawasan obyek wisata Rembangan itu bisa dilalui, baik oleh kendaraan roda empat maupun minibus. Arah petunjuk jalan menuju obyek wisata juga sudah terpasang dan jarak dari pasar Baratan menuju ke puncak Rembangan sekitar 10 kilo meter.

Selain pemandangan yang indah dan perkebunan, terdapat beberapa fasilitas pendukung yang bisa dijadikan sarana rekreasi keluarga seperti kolam renang, hotel, taman bermain, restaurant, area perkemahan dan masih banyak lagi.

Sepanjang mata melihat di setiap sisi dari rembangan terhampar perkebunan buah naga, perkebunan kopi dan psat penelitian tanaman Anggrek milik politeknik negeri jember

Obyek wisata Rembangan memiliki fasilitas : kolam Renang untuk dewasa dan anak-anak, Hotel, Taman Bermain untuk si buah hati dengan panorama lembah , Restoran dengan panorama yang indah dan tempat parkir yang luas

Daya Tarik obyek wisata Rembangan

Perternakan Sapi Perah
Perkebunan Kopi Rayap Jember
Perkebunan Buah Naga
Dikala malam dapat melihat panorama kota jember di lembah yang tertutup awan tipis

Obyek wisata rembangan memiliki luas lahan 13,45 hektare yang terdiri atas hotel, kolam renang (pemandian) dan kebun pisang dan tempat bermain yang terbatas. Biasanya masyarakat Jember dan luar kota Jember menikmati liburan di obyek wisata Rembangan, karena panorama di puncak Rembangan sangat menawan. Pada hari-hari libur, jumlah pengunjung meningkat, baik kunjungan wisata maupun menginap di hotel. Namun tidak selalu penuh kamar di hotel Rembangan. 

Masyarakat yang berlibur di obyek wisata Rembangan tidak perlu khawatir dengan makanan karena pengelola hotel Rembangan sudah menyiapkan makanan khas obyek wisata Rembangan yakni pisang agung goreng keju dan teh jahe. Anda bisa menikmati pisang keju yang sangat lezat dan teh jahe yang spesial di Rembangan. 

Menurut salah seorang karyawan di Rembangan teh jahe  adalah minuman khas Rembangan yang merupakan racikan sendiri dengan komposisi yang tepat sehingga rasanya sangat nikmat. Hotel dan restoran Rembangan sudah diperindah dengan nuansa yang asri sehingga pengunjung bisa menikmati dengan nyaman dan merasa betah di puncak Rembangan.


Sumber :
pariwisatajbr.blogspot.com
eastjava.com
sunanarinal.wordpress.com

Friday, May 3, 2013

Pabrik Es Talangsari


pabrik-es-tegalsari.jpg

Pabrik es berada di Jalan KH Siddiq Lingkungan Talangsari Kelurahan Jember Kidul Kecamatan Kaliwates.

Pabrik itu berada di lahan seluas 6.015 meter persegi. Namun tidak semua areal dipakai sebagai lokasi pabrik. Pabrik tidak sampai menempati separo areal itu. Ia berada di pojok selatan timur di lahan tersebut.

Sisa lahan ditempati bangunan. Bangunan itu berupa kantor dan perumahan milik kantor tersebut. Sisanya masih kosong dan dijadikan halaman, tempat parkir dan jalan keluar masuk.

Bangunan selain pabrik es akan dibongkar karena akan digunakan menjadi sebuah pusat perbelanjaan dengan bentuk supermarket, dengan luas 3.000 meter persegi.

Sebuah perusahaan ritel ternama di Indonesia yang bentuknya sudah perusahaan terbuka. Perusahaan ritel ini bergerak di bidang perdagangan kelas menengah ke atas dan berbentuk supermarket dan hipermarket.

PT Panca Wira Usaha (Wira Jatim Group) merupakan BUMD milik Pemprov Jatim. BUMD ini mempunyai sejumlah unit usaha, di antaranya pabrik es. Pabrik Es Telengsari hanya satu unit usaha pabrik es dari sejumlah pabrik es yang dimiliki di kabupaten lain seperti di Situbondo, Banyuwangi, juga Pandaan Pasuruan.

Pabrik Es Telengsari merupakan aset yang diambil alih pemerintah pusat dari tangan kolonial Belanda. Aset itu kemudian diserahkan kepada Pemprov di tahun 1962.

Pabrik itu sendiri berdiri di tahun 1915. Tidak aneh, bangunan utama yang menjadi kantor pabrik tersebut berupa bangunan era kolonial.

Sedangkan pabrik es itu sendiri masih tetap beroperasi. Kini pabrik itu memproduksi 500 - 600 balok es setiap hari. Produksi yang terbilang tidak banyak jika dibandingkan beberapa tahun silam. Ketika jaya, pabrik itu bisa memproduksi 1.200 balok per hari.

Pabrik itu memenuhi kebutuhan es skala industri dan perdagangan. Nelayan di Puger membeli es di pabrik ini untuk mengawetkan ikan. Mitra Tani, perusahaan yang memproduksi kedelai edamame beku juga menjadi pelanggan tetap pabrik tersebut.

Rencananya nanti pabrik akan bersebelahan dengan perbelanjaan itu.



Sumber : surabaya.tribunnews.com

Sunday, April 28, 2013

Jember Hacker Team


Para pendiri komunitas Jember Hacker Team (JHT) berjanji tidak lagi beraksi secara underground (bawah tanah) pascapenangkapan salah satu anggotanya, Wildan Yani Ashari, oleh Tim Cyber Crime Mabes Polri. Mereka bertekad tampil ke publik untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat bahwa tidak selamanya hacker itu jahat.

“Kami ingin memberi pencerahan pada masyarakat tentang dunia hacker. Pinginnya membuat seminar ke sekolah-sekolah,” kata salah satu pendiri JHT, sebut saja Adi.

Jember Hacker Team, menjadi terkenal tidak hanya di kalangan hacker namun juga orang yang tidak mengerti dunia hacker setelah penangkapan Wildan. Wildan membobol situs Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan meninggalkan tampilan 'Jember Hacker Team' di laman tersebut.

JHT didirikan sejak tahun 2011 lalu dan kini anggota di forum mencapai 3.000 orang dari seluruh Indonesia. Sementara, warga Jember sendiri yang masuk dalam forum itu sekitar 1.600 orang. Anggotanya didominasi anak sekolahan dan kuliahan serta kaum profesional muda.

Keinginan para pendiri JHT untuk muncul ke publik, menyusul desakan banyak pihak yang menginginkan para hacker itu menggunakan keahliannya secara benar.

Budi, sebut saja demikian, pendiri JHT lainnya, mengaku tidak ingin anggotanya bernasib sial seperti dialami Wildan. Padahal, menurut Budi, aksi Wildan itu sebenarnya juga ada positifnya untuk menunjukkan bahwa keamanan situs sang Presiden lemah.

Budi pun menilai dakwaan yang dialamatkan kepada Wildan lebay alias berlebihan. "Padahal tidak ada kerugian apapun. Situs Presiden tidak rusak, cuma tidak bisa diakses," ujarnya. Kepastian bahwa tidak ada kerusakan pada situs Presiden SBY setelah dibobol Wildan jika dibenarkan polisi. Wildan juga terbukti tidak mencuri data dari situs SBY.

Seperti diketahui Wildan dijerat pasal pidana dalam UU ITE yang ancaman hukumannya bisa mencapai enam tahun penjara.

Terlepas kehebatan Wildan Yani Ashari berhasil membobol situs Presiden SBY, seorang hacker profesional bernama samaran Nick Kido menyebut situs sang Presiden memang tergolong mudah dibobol.

Kido mengakui, peretas memiliki konotasi negatif di mata masyarakat. Padahal, secara umum, hacker sebenarnya kegiatan seseorang yang menganalisa, mempelajari sistem atau mengeksploitasi sistem komputer terutama dalam segi keamanan.

“Mereka disebut white hat hackers. Sedangkan yang merusak dan menanam virus disebut cracker atau black hat hackers. Jadi tidak bisa disamaratakan semua hacker itu negatif. Banyak dari kami yang berguna menjaga software dalam negeri dari serangan cracker asing,” katanya.

Kido mencontohkan, saat hubungan Indonesia dan Malaysia menegang, komunitas hacker di Nusantara juga ikut panas. Mereka ikut-ikutan ‘berperang’ di dunia maya. Berbagai web milik Malaysia diserang para hacker Indonesia, begitu juga sebaliknya. 

Serangan itu sifatnya sangat merusak dan permanen. Para hacker dan cracker, mendeface (mengubah tampilan) berbagai web milik Malaysia. Bahkan, ada pula yang menghapus postingan dari web. (uni/idl)

Sumber : www.tribunnews.com

Tuesday, April 2, 2013

Angin Puting Beliung di Jember


Puting beliung adalah angin yang berputar dengan kecepatan lebih dari 63 km/jam yang bergerak secara garis lurus dengan lama kejadian maksimum 5 menit. Orang awam menyebut angin puting beliung adalah angin Leysus, di daerah Sumatera disebut Angin Bohorok dan masih ada sebutan lainnya. Angin jenis ini yang ada di Amerika yaitu Tornado mempunyai kecepatan sampai 320 km/jam dan berdiameter 500 meter. Angin puting beliung sering terjadi pada siang hari atau sore hari pada musim pacaroba. Angin ini dapat menghancurkan apa saja yang diterjangnya, karena dengan pusarannya benda yang terlewati terangkat dan terlempar

Berdasarkan data yang masuk ke BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jawa Timur, angin puting beliung  terjadi di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Kaliwates, Sumbersari, dan Patrang di Kabupaten Jember Jatim pada Jumat (29/3) pukul 14.30 WIB.


    
Dalam peristiwa itu, satu orang meninggal dunia bernama Ika, 25,  warga Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Kaliwates karena tertimpa pohon tumbang dan bangunan rumah.

Berdasarkan info lain korban Ika yang meninggal dunia tertimpa reruntuhan tembok dan tidak sempat lari menyelamatkan diri saat berada di tempat pembuatan roti di Jalan Sultan Agung V, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates.
    
Sebanyak delapan orang luka-luka, di mana enam orang luka ringan dan dua orang luka sedang. Korban langsung dirujuk di Puskesmas dan sudah pulang ke rumah. 

Banyak rumah mengalami rusak ringan karena atap rumah mereka berterbangan dan sebagian warga panik keluar rumah untuk menyelamatkan diri saat terjadi bencana puting beliung tersebut.

Sejumlah mobil yang diparkir di garasi dan tepi jalan di lingkungan setempat juga rusak akibat tertimpa pohon dan dinding rumah warga yang ambruk akibat diterjang angin puting beliung.

Hingga Minggu (31/3/2013) pukul 15.00 WIB, jumlah rumah yang rusak mencapai 712 unit, rinciannya 26 rumah rusak berat, 224 rusak sedang dan 462 rumah rusak ringan. JUga kerusakan pada dua musala dan sebuah masjid serta dua buah sekolah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember menaksir kerugian yang ditimbulkan bencana angin puting beliung di Jember mencapai Rp 2,069 miliar. Taksiran kerugian ini berdasarkan dari kerusakan bangunan yang terjadi.

Demikian data sementara yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Sabtu (30/3). Kerusakan bangunan terjadi di Kecamatan Kaliwates, Patrang, dan Sumbersari.

Tak hanya rumah, angin kencang pun merusak bangunan masjid, enam mobil, dan sebuah sepeda motor.

Sementara itu, tim relawan membangun tenda pengungsian dan posko tanggap darurat di Alun-alun Kota Jember. Posko melayani pengungsi, penanganan medis, dapur umum, dan menyalurkan 400 paket sembako untuk warga korban angin puting beliung.

Sementara itu, BPBD bersama tim TNI, Polri, Raung Of Road, Jember Disaster Community, Pramuka, pecinta alam dan relawan bencana lainnya masih membantu warga memperbaiki rumah yang rusak, Minggu (31/3/2013).

Tim kesehatan juga sudah mulai turun untuk membantu masyarakat yang mulai terkena sejumlah penyakit. Dari hasil pemeriksaan kesehatan, ada 84 warga yang terserang sejumlah penyakit. Yang terbanyak yakni mengalami nyeri kepala sebanyak 25 warga, disusul linu-linu sebanyak 22 orang, Ispa 10 orang, dan Hipertensi tujuh orang.

sumber : 
metrotvnews.com
antaranews.com
surabaya.tribunnews.com
republika.co.id
wikipedia.org

Thursday, March 28, 2013

Gunung Raung Meraung



Gunung Raung terletak di perbatasan Kabupaten Banyuwangi, Jember, dan Bondowoso di Jawa Timur dengan titik astronomis etrletak pada 08° LU-07° LS dan 114° BB-021°BT dan mempunyai tinggi 3,332 meter.

Gunung Raung memiliki ciri yang unik dengan kaldera sekitar 500 meter dalamnya, selalu berasap dan sering menyemburkan api. 
    
Tapi meski Gunung Raung mempunyai kaldera terbesar  berdasarkan rekam sejarah letusan gunung ini, kedahsyatannya masih kalah dengan gunung lainnya seperti Merapi di Jawa Tengah, Kelud di Kediri.

Letusan terdahsyat terjadi pada 1638 dimana  mengakibatkan banjir lahar pada kali Klatak dan Setail serta mengakibatkan korban jiwa 1000 lebih. 

Gunung Raung merupakan gunung jenis Stratovolcano dengan letusan tipe Stromboli.

Stratovolcano adalah jenis gunung berapi yang memiliki puncak kerucut, terdiri dari lava dan abu vulkanik yang mengeras. 

Stromboli adalah jenis letusan dimana letusan-letusannya terjadi dengan tenggang waktu yang hampir sama tidak langsung seketika. Setiap tenggang waktu tersebut, gunung dengan letusan stromboli memuntahkan material, bom, lapili, dan abu.





sumber :
wikipedia.com
plantagama.4t.com
blogaktiv.blogspot.com

Saturday, March 23, 2013

Asal Usul Kota Jember

VERSI SATU
Pada jaman dulu. Saat pulau Jawa masih lebih banyak hutan belantara dibanding populasi yang ada. Manusia seringkali melakukan perpindahan untuk mencari tempat yang lebih baik. Ini bercerita tentang dua kelompok migrasi.

Kelompok pertama berasal dari suku Jawa. Jawa timur pedalaman. Seperti Kediri, Tulungagung, Trenggalek, Blitar, Bojonegoro, Ponorogo dan sekitarnya. Kelompok migrasi kedua adalah Dari suku Madura. Kedua kelompok tersebut mencari tempat yang lebih baik dari sebelumnya. Keduanya bertemu pada satu titik.

Kelompok pertama dari suku Jawa berkata,”Nang kene ae, lemahe sik jembar”. Artinya, disini saja tanahnya masih luas. Kelompok kedua dari suku Madura juga berujar, “Iyeh, neng dinnak beih, tananah gik jembher”. Artinya, Iya disini saja, tanahnya masih luas. Begitulah awal terjadinya akulturasi. Percampuran kebudayaan.

Seiring dengan berjalannya waktu, kata kata jembar dan jembher berevolusi menjadi seperti yang kita tahu sekarang, JEMBER.

VERSI DUA
Dahulu kala, di tepi pantai selatan Pulau Jawa terdapat kerajaan makmur dan tentram. Rajanya arif dan bijaksana. Segala hasil bumi negerinya dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat. Karena itulah, rakyatnya hidup makmur.Kemakmuran kerajaan itu mengundang decak kagum dari kerajaan-kerajaan lain. Namun, juga mengundang niat jahat sekelompok bajak laut. 

Mereka ingin menaklukan dan menguasai kerajaan itu. Ketika para pengawal kerajaan sedang lengah, kelompok bajak laut menyerang. Menghadapi serbuan mendadak itu, pasukan kerajaan kalang kabut. Raja ikut berjuang langsung untuk mempertahankan kerajaannya. Namun ia lalu gugur dalam serangan itu. Begitu pula dengan putra-putra dan para menterinya.

Para pasukan hanya berhasil menyelamatkan putri Raja yang bernama Putri Jembarsari. Ia lah satu-satunya pewaris kerajaan yang masih selamat. Para pasukan lalu membawa sang putri ke daerah yang aman, jauh dari kerajaan.Kawanan bajak laut bergembira atas kemenangan itu. Kini, kerajaan itu pun dipimpin oleh kepala bajak laut.

Sementara itu, pengawal kerajaan yang membawa lari Putri Jembarsari tiba di tempat tersembunyi. Selama dalam persembunyian, Putri Jembarsari diajarkan berbagai ilmu beladiri. Putri Jembarsari pun dapat dengan mudah menerima berbagai ilmu itu. Kini, Putri Jembarsari tumbuh menjadi gadis yang cantik dan menguasai berbagai ilmu beladiri. 




Iapun lalu diangkat menjadi pemimpin.Di daerah itu Putri Jembarsari dan pasukannya membuka hutan belantara menjadi sebuah perkampungan yang aman. Lama-kelamaan, banyak orang dari luar daerah berdatangan, lalu bermukim disana. Akhirnya, daerah itu menjadi sebuah kerajaan kecil yang dipimpin oleh Putri Jembarsari.

Sementara kerajaan Putri Jembersari semakin besar, tidak demikian halnya dengan kerajaan para bajak laut yang makin terpuruk. Rakyat daerah itu tidak puas dengan pemimpinnya hingga sering terjadi pemberontakan. Dalam pemberontakan yang terakhir, raja bajak laut tewas.Rakyat di kerajaan bajak laut lalu mencari Putri Jembarsari. 

Mereka meminta Putri Jembarsari mengambil alih kembali kerajaan bajak laut dan meneruskan tahta ayahandanya.

Namun, Putri Jembarsari bingung. Ia berpikir,Aku kan sudah memiliki kerajaan sendiri. Kalau aku menjadi Ratu di kerajaan bajak laut, siapa yang akan memimpin kerajaan ini? “Namun, penasihatnya memberi usul. Kata penasihat kerajaan, lebih baik kedua kerajaan itu digabung saja. Pasti rakyat kedua kerajaan tidak akan keberatan. 

Putri Jembarsari lalu memutuskan‚Baiklah. Itu usul yang baik. Aku setuju untuk menggabungkan dua kerajaan ini.Usul itu pun dilaksanakan. Kini, kerajaan yang dipimpin Putri Jembarsari makin luas. Ternyata, masih saja ada yang iri hati dengan kesuksesan Putri Jembarsari. Ketika mengadakan kunjungan keluar kota, Putri Jembarsari dan pasukannya diserang oleh orang yang iri hati.

Karena tidak siap menghadapi serangan mendadak, Putri Jembarsari gugur. Seluruh rakyat berduka. Untuk mengenang jasanya, nama Putri Jembarsari diabadikan menjadi nama kerajaan itu, yaitu Kerajaan Jembarsari. Lama-kelamaan, nama itu berubah menjadi Jember dan tetap abadi sampai sekarang. Jember terletak di Jawa Timur.

VERSI TIGA
Alkisah ada putri raja Brawijaya bernama Endang Ratnawati. Putri ini cantik jelita hingga membuat para pria ingin berlomba melamarnya. Tapi rupanya sang putri selalu menolak lamaran karena masih belum mau berumah tangga. 

Sang putri lalu berniat menyepi. Sang putri keluar masuk hutan hingga berada di suatu daerah terpencil. Saat putri mandi di sungai Jompo datanglah seorang satria yang menggodanya. 

Hingga akhirnya satria menodai sang putri. Sang putri pun sedih. Dan karena larut dengan kesedihannya sang putri akhirnya mengeluh. 'Jember, jember badanku sudah kotor ternoda'. Lalu ia pun bunuh diri di sungai itu. Mayatnya kemudian ditemukan oleh orang dan dicari lah keluarganya. 

Karena tidak ketemu maka dikuburkanlah sang putri di tepi sungai Bedadung. Raja Brawijaya pun mencari-cari putri nya yang tak kunjung pulang. Hingga akhirnya terdengar kabar kalau sang putri sudah dikuburkan di suatu tempat yang akhirnya di kasih nama Jember (gumaman dari sang putri saat mengeluh).

VERSI EMPAT
Dulu Jember adalah sebuah hutan yang lebat dengan pohon yang sangat besar. sebegitu besarnya pohon tersebut, orang dewasa tidak bisa merangkul dan mempertemukan jemari tangan kiri dan kanannya. Butuh lebih dari satu orang untuk merangkul sebatang pohon. 

Selain hutan dan segala isi di dalamnya, yang ada hanya sungai, gundukan tanah, dan lautan rawa. Jika-pun ada tanah yang terhampar, bisa dipastikan tanah tersebut adalah tanah yang becek. Orang-orang menyebut wilayah ini dengan Jembrek. Bisa diartikan becek dan berlumpur. Kondisi tersebut semakin menjadi-jadi manakala turun hujan. 

Jika turunnya hujan sangat deras, wilayah yang terbentang di kaki Pegunungan Hyang dan tak jauh dari Gunung Raung ini juga rawan banjir. Sungai-sungai akan meluapkan air. Kata Bapak, ini namanya banjir maling.

Seiring berlalunya waktu, pengucapan kata Jembrek berubah menjadi Jember. 

Sebuah situs blog yang memuat tulisan (hasil wawancara dari seorang jurnalis Suara Soerabaia bernama Tiong Gwan. Dia berhasil membuat tangkapan sesaat mengenai situasi kota Jember tahun 1920. Berikut adalah cuplikannya. "Bila ada toeroen oedjan ketjil sadja, soedah tjoekoep membikin straat Djember berobah mendjadi laoetan loempoer."


VERSI LIMA
Sekali peristiwa, datang seorang tamu bernama Ki Ageng Kedu yang hendak menghadap Sunan Kudus. tamu tersebut mengendarai sebuah tampah. sesampainya di Kudus Ki Ageng Kedu tidak lah langsung menghadap Sunan Kudus, melainkan memamerkan kesaktianya dengan mengendarai tampah serta berputar - putar diangkasa. 

Seketika dilihatnya oleh Sunan Kudus, maka beliau murka sambil mengatakan, bahwa tamu Ki Ageng Kedu ini menyombongkan kesaktianya. Sesudah di sabda oleh beliau, berkat kesaktian Sunan Kudus, tampah yang ditumpangi Ki Ageng Kedu itupun meluncur ke bawah hingga jatuh ke tanah yang becek (bhs. Jawa : ngecember), sehingga tempat tersebut kemudian dinamakan Jember.


VERSI KEENAM

Kabupaten Jember dibentuk berdasarkan Staatsblad Nomor 322 tanggal 9 Agustus 1928 dan sebagai dasar hukum mulai berlaku tanggal 1 Januari 1929. Pemerintah Hindia Belanda telah mengeluarkan ketentuan tentang penataan kembali pemerintah desentralisasi di wilayah Provinsi Jawa Timur, antara lain dengan menunjuk Regenschap Djember sebagai masyarakat kesatuan hukum yang berdiri sendiri. Secara resmi ketentuan tersebut diterbitkan oleh Sekretaris Umum Pemerintah Hindia Belanda (De Aglemeene Secretaris) G.R. Erdbrink, 21 Agustus 1928.



Sumber :
http://letkolmochsroedji.org/story/seputar-jember.html
http://dedyspama.blogspot.com/2011_12_01_archive.html
http://cah-java.blogspot.com/2011/07/legenda-kota-jember.html
http://www.rzhakim.net/2012/07/asal-usul-jember.html
http://sufiroad.blogspot.com/2010/12/sufi-road-sunan-kudus.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Jember

Related Posts