Thursday, December 4, 2014

Jember United Juara Piala Soeratin


Jember United sukses menjadi kampiun Piala Soeratin 2014 setelah mengalahkan Persis Solo di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Selasa (2/12) lalu. Jember United mengangkat Piala Soeratin setelah menang dengan skor 3-1.

Seperti dilansir website PSSI, pada laga tersebut, Persis sempat unggul lebih dulu pada menit ke-15 melalui M. Edo. Namun, Jember membalasnya pada babak kedua.

Faisol Yunus menyamakan kedudukan pada menit ke-62. Sepuluh menit berselang, Jember diganjar penalti lantaran pelanggaran pemain Persis.

Sempat melakukan protes keras dan mogok, para pemain Persis akhirnya tetap mau melanjutkan pertandingan. Dian Sasongko mengeksekusinya untuk membuat Jember berbalik unggul.

Dian mempertegas keunggulan Jember pada pengujung laga. Jember pun dinobatkan sebagai juara Piala Soeratin 2014 berkat kemenangan 3-1 atas Persis

Usai laga arsitek Jember United, Achmad Jainuri mengatakan hasil juara ini berkat perjuangan anak asuhnya. "Mereka bisa mendongkrak semangat sendiri. Di babak pertama permainan masih sama seperti semifinal, pemain tegang dan tidak leluasa. Namun di babak kedua bisa menunjukkan terbaik jadi bisa buat gol kemenangan,"kata Jainuri.

"Sejak awal memang kita programkan disiplin. Di tim kita memang luar biasa, kami ini sudah seperti keluarga. Semua pemain nurut jika disuruh latihan,"urai Jainuri.

Sementara pelatih Persis, Agus Pratikno kecewa akan kekalahan ini. "Hasil ini tidak sesuai harapan. Kedepannya tim ini akan kami siapkan untuk Porprov. Semoga tim ini menjadi cikal bakal skuad Persis di masa depan nanti," kata Agus.


Sumber :
http://www.tribunnews.com

Tuesday, November 18, 2014

Jaran Kencak

Hindari Kepunahan, Para Pelaku Seni Gelar Kesenian Jaran Kencak


Jember memiliki seni tradisional yang dikenal sebagai "Jaran Kencak" atau "Kuda Menari". Tarian ini dibawakan saat digelar satu pesta besar.

Kuda Menari adalah sebuah tarian yang unik yang dapat ditemukan di Jember. Saat ini, seni kuda menari tidak hanya digunakan untuk pesta-pesta tetapi juga untuk karnaval dan festival. Dengan kata lain, seni kuda menari telah menjadi obyek wisata di Jember.

Salah satu warisan budaya dan seni di masyarakat Jember adalah jaran kencak (kuda menari). Bagi masyarakat desa Jember bagian selatan mempunyai kegemaran bilamana mempunyai hajat akan menggelar jaran kencak untuk menghibur para tamu yang diundang. Kuda atau jaran kencak (bhs Jawa) yang dipakai bukan sembarang kuda, namun kuda jenis ini adalah kuda yang senang menari dengan mengikuti irama musik tradisional yang ditabuh oleh pengiringnya. Untuk melengkapi keunikan dan lebih menarik maka kudakuda itu dihias sedemikian rupa.

Ciri unik kuda kencak ini adalah pertunjukan atraksi kuda, seperti kuda yang bisa berdiri dan atraksi menarik lainnya. Kuda-kuda ini dihias dengan pernak pernik berwarna menambah kemeriahan acara.

Dalam memperingati hari jadi kota Lumajang ke 758 yang lalu, panitia festival kuda kencak mendatangkan sekitar 200 ekor kuda untuk mengikuti festival.

Acara yang disaksikan ribuan masyarakat Lumajang ini diawali dengan pertunjukan tarian “jaran slining” atau tarian kuda buatan. Puluhan peserta mengenakan akesesoris khusus menari mengikuti irama dari pemusik. Selanjutnya diikuti ratusan peserta festival kuda kencak se- lumajang

Ketua Paguyuban kuda kencak, A’ak Abdullah Kudus mengatakan tujuan digelarnya festival ini untuk membangkitkan seni kuda kencak yang hampir punah di Lumajang karena kesenian ini asli dari lumajang

Dalam kesenian ‘jaran kencak’, kuda-kuda yang sudah terlatih ini sedang menunjukkan tariannya. (huda/wartajember)Dalam kesenian ‘jaran kencak’, kuda-kuda yang sudah terlatih ini sedang menunjukkan tariannya. Jaran kencak atau kuda yang bisa berjoget merupakan sebuah kesenian dan hiburan yang unik, yang berkembang di masyarakat. Seiring perkembangan jaman, kesenian ini sudah hampir punah. Untuk mempertahankan dan membangkitkan kembali minat generasi pada kesenian itu, para pelaku seni Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, kemarin (19/8/13) menggelar seni jaran kencak tersebut.

Puluhan warga, dengan membawa serta buah hati masing-masing berbondong-bondong menyaksikan kesenian unik Jaran Kencak yang digelar di pelataran rumah Mualimin, di Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, Jember. “Ini merupakan pertunjukan langka. Dulu sering ada. Namun beberapa tahun terakhir, pertunjukan seperti ini jarang kita jumpai,” kata Rido’i, salah seorang warga Sukorejo.

Dijelaskan, dirinya mengajak buah hatinya untuk melihat langsung agar buah hatinya bisa tahu dan kenal dengan kesenian yang sudah turun temurun tersebut. Karena menurutnya, anak jaman sekarang sangat jarang yang tahu dan kenal dengan kesenian tradisional.

“Ayo nari,” perintah sang pemilik kuda mengawali gelaran atraksi kuda-kuda yang bisa berjoget. Berbagai akseksoris yang membuat suasana semakin meriah juga terpasang di tubuh sang kuda. Warga pun semakin larut dalam jogetan kuda-kuda kencak.

Supa’at warga Balung, Jember, salah satu pemilik kuda kencak menjelaskan jika seni jaran kencak merupakan kesenian dari leluhur yang harus dipertahankan. Namun, perkembangan jaman membuat kesenian yang sudah digelutinya sejak kecil ini hampir punah.

Agar terkesan tidak monoton dan penonton menjadi bosan, Supa’at mengubah penampilan kuda dan alur penampilannya menjadi lebih menarik. “Saya beri modifikasi akseksoris seperti pakaian dan tanduk, agar lebih kelihatan menarik dan disenangi,” terangnya.

Selebihnya, Supa’at berharap pada pemerintah agar tergugah hingga memberi perhatian lebih pada komunitas seni, terutama jaran kencak. Dengan begitu, akan memancing minat generasi muda untuk menyukai kesenian tersebut. “Selama ini, saya menilai, perhatian dari pemerintah Jember sangat sedikit dalam bidang seni, terutama pada seni jaran kencak. Kedepan, saya berharap pemerintah lebih perhatian lagi pada kesenian ini,” terang bapak dua anak ini.


Sumber :
http://jembertourism.com
http://wartajember.com
http://www.jtvjember.net
http://www.eastjava.com

Friday, October 17, 2014

Gerhana Langka dan Uranus Berhasil Diabadikan dari Jember


Warga Jakarta boleh gagal mengamati gerhana Bulan total Rabu (8/10/2014) karena faktor cuaca. Tapi di Jember, seorang astronom amatir bukan hanya bisa mengamati gerhana, tetapi juga mengabadikannya bersama planet Uranus.

Chandra Firmansyah, astronom amatir asal Jember, mengabadikan gerhana Bulan total dan Uranus dengan kamera tanpa bantuan teleskop. Ia mengunggah foto hasil jepretannya di akun Facebook-nya dan grup Penjelajah Langit.

Dalam foto tersebut, gerhana tampak merah kekuningan. Sementrara, Uranus tampak berada di sebelah kanan Bulan dan sangat redup. Magnitudo Uranus saat gerhana Bulan kemarin sekitar +5, hampir tidak mungkin disaksikan dengan mata telanjang.

Kepada Kompas.com, Kamis (9/10/2014), Chandra mengatakan, "Dengan mata telanjang Uranus sebenarnya tidak kelihatan." Ia mengatakan, Uranus berhasil dipotret "dengan lensa 55 mm, setting-an kamera ISO tinggi, dan long exposure 15 detik."

Gerhana Bulan total kemarin adalah gerhana langka. Gerhana itu salah satu dari tetrad, seri gerhana yang terdiri dari 4 gerhana berturut-turut. Selama tahun 2001 - 3000, hanya ada 32 gerhana tetrad. Seri gerhana tetrad berikutnya baru ada tahun 2032.

Uranus adalah planet gas yang berjarak 2,8 miliar kilometer dari Matahari. Karena jarak yang jauh, planet ini hampir tak mungkin disaksikan dengan mata telanjang. Perlu situasi yang sangat ideal untuk menyaksikannya, antara lain langit yang benar-benar gelap.


Sumber :
http://sains.kompas.com

Tuesday, September 16, 2014

Peta Perubahan Arus Lalu Lintas Kota Jember


Hari ini uji coba rekayasa lalu lintas di seputaran Pasar Tanjung.

Ngati-ati dulur, sik arep podo Belonjo nang Pasar Tanjung. Teko Jl. Trunojoyo ojo belok kanan nang Jl. Samanhudi. tapi belok kanan nang Jl. Wahidin. ( Lihat Peta )


Sumber :
https://twitter.com/Humas_Jember
https://www.facebook.com/100.KOber

Friday, September 12, 2014

Radio Prosalina FM 101.3 Jember


Prosalina fm semakin membumi , Di seluruh jam siaran, prosalina fm hanya menyuguhkan lagu-lagu indonesia pop dan dangdut. Tidak ada lagu barat. Mengapa begitu ? Inilah kiat baru untuk menjadikan prosalina fm membumi !! Dan bukan rahasia lagi…. "survey membuktikan..." lagu indonesia (pop dan dangdut)lebih digemari masyarakat.

Prosalina FM ditunjang equipment standart broadcast dan pemancar DB-KA 15000 dengan output 15000 watt, Antena JAMPRO 15000 6 bays dengan output 15000 watt. Sehingga dapat menjangkau ex karesidenan Besuki (Banyuwangi – Bondowoso – Situbondo) dan Kabupaten Lumajang serta Kabupaten Probolinggo.

Penetrasi PROSALINA FM Mengalahkan Televisi..!!
Segmentasi yang tajam (baca: tunggal), memang diperlukan bagi sebuah radio. Tapi cara itu bukan satu-satunya pilihan metode untuk menggaet pendengar. Prosalina fm memilih “multi segmen”, dengan pertimbangan spesifikasi masyarakat jember yang heterogen. Prosalina fm “menembak” semua lapisan masyarakat potensial, baik desa maupun kota, dengan klasifikasi sosial ekonomi b dan c, dari usia 15 – 40 tahun.
Bagaimana Semua itu Bisa Dilayani?

Memang sebuah pertanyaan besar. Tapi jawabannya pasti. Prosalina fm telah dan harus melakukannya. Masyarakat agraris di desa, masyarakat semi industri dan bisnis di kota, punya perilaku yang berbeda. Belum lagi kalangan muda, pelajar dan mahasiswa.

Wah Rumit Yah?

Tapi tidak bagi prosalina fm !! Semuanya bisa diatur !! Kuncinya tidak lain adalah memahami siklus kegiatan masyarakat. Misalnya, pelajar tidak akan mendengarkan radio dari jam 7 pagi sampai jam 13 siang. Sebab mereka masuk sekolah. Orang kantoran, juga kecil kemungkinannya mendengarkan radio. So… Jam siapa itu ? Ibu rumah tangga dan kalangan petani yang baru pulang sawah !! Demikian seterusnya, siklus kegiatan masyarakat ini menjadi dasar penyusunan menu acara.
Masih Ada Lagi …

Prosalina fm semakin membumi !! Itulah keputusannya ! Bagaimana bentuknya ?? Di seluruh jam siaran, prosalina fm hanya menyuguhkan lagu-lagu indonesia pop dan dangdut. Tidak ada lagu barat. Mengapa begitu ? Inilah kiat baru untuk menjadikan prosalina fm membumi !! Dan bukan rahasia lagi…. “survey membuktikan…” lagu indonesia (baca: pop dan dangdut) lebih digemari dari lagu barat !!!!
Mengapa tidak Realistis saja ???
di Jember, radio FM CUKUP PROSALINA

Sumber :
http://radiomaya.blogspot.com
http://www.prosalinaradio.com

Saturday, August 30, 2014

Kedai Steak Ayu

Saat kita merasa agak bosan dengan menu makanan di rumah, tidak salah untuk menggugah rasa dan nafsu makan kita sesekali makan diluar. Maksudnya bukan sambil bawa piring dengan berisi nasi dan lauk pauk dari dalam rumah terus kita ke teras atau ke pinggir jalan terus makan. Bukan

Maksudnya kita bolehlah kita sesekali ke luar rumah pergi ke warung, depot, cafe atau restoran untui mencoba menu di rumah makan tersebut.

Lalu menu apa yang patut dicoba. Umumnya menu yang sering ditawarkan adalah nasi goreng, ayam penyet dan lainnya. Nah, bagaimana kalau kita coba kuliner ala barat. Yaitu bisti atau steak.

Bistik atau setak atau steik adalah sepotong besar daging, biasanya daging sapi atau daging ayam dipotong untuk menjadi steik. Kebanyakan steik dipotong tegak lurus dengan serat otot, menambah kelegitan daging. Steik biasanya dimasak dengan dipanggang, meskipun dapat digoreng atau di-"broil".

Bagi yang mereka yang menjalani program diet, menu steak ini sangat cocok, karena daging sebenarnya memiliki banyak kandungan protein didalamnya yang dapat membantu pembentukan otot dan mendongkrak hormon dalam tubuh. Selain itu juga daging dalam steak ditemani dengan sayuran yang menyehatkan diantaranya wortel, kentang, tomat dan kacang polong.

Steak dikenal sebagai salah satu menu berharga mahal. Angka nominal yang relatif tinggi itu antara lain disebabkan oleh bahan baku utamanya, yakni daging sapi atau daging ayam tadi.

Daftar menu Kedai Steak Ayu

Namun di Jember ada satu cafe atau kedai yang menjual steak dengan harga kaki lima tapi rasa bintang lima, hmmm wajib dicoba. Kedai tersebut adalah Kedai Steak Ayu, dengan harganya menu steak yang paling mahal adalah Rp 14.000, tentunya cukup terjangkau.

Lokasi Kedai Steak Ayu berada dalam kompleks cafe yang banyak digandrungi anak muda, yaitu Dapur Coklat, di sebelah Pujasera jalan PB Sudirman no 54, tepatnya di depan Kodim Jember.

Sajian steak dari Kedai Steak Ayu

Steak di Kedai Steak Ayu ini disajikan dengan konsep hotplate dan tentunya dengan peralatan pisau steak khusus disediakan bersama dengan steak. Steak pisau lebih tajam dari pisau tabel paling dan biasanya bergerigi, meskipun pisau lurus juga bekerja, mereka juga sering memiliki pegangan kayu. Lalu apa itu hotplate? Hotplate adalah sebuah piring yang terbuat dari besi yang biasanya untuk menyajikan makanan seperti steak, yang dibuat dari besi tempa yang tahan karat. Karena itu biasanya berat. Piring ini dipanaskan di atas api sebelum dipakai sehingga saat makanan ditaruh di atas piring ini akan tetap terjaga kehangatannya sampai makanan habis disantap.


Sumber :

http://wikipedia.org
http://www.okefood.com
http://www.tipsdiet.web.id
http://ruangilmu17.wordpress.com

Saturday, August 23, 2014

Jember Fashion Carnival 2014

Jika tahun 2013 lalu, saat mudik ke Jember aku masih sempat melihat secara langsung persiapan Jember Fashion Carnival 2013, namun sayangnya untuk tahun ini aku tidak dapat menyaksikan seluruh pergelaran apik dari Jember Fashion Carnival 2014.



Dengan motto "Sebab kebudayaan itu sendiri selalu berawal dari ketiadaan", acara Jember Fashion Carnival 2014 dilangsungkan selama 5 hari, yaitu mulai dari tanggal 20 Agustus 2014 hingga berakhir pada puncaknya tanggal 24 Agustus 2014.

Ajang tahunan yang diprakarsai oleh desainer Dynand Fariz ini diadakan untuk membuat Kota Jember, Jawa Timur, sebagai pusat karnaval dan pusat fashion di Indonesia. 

Dalam keterangan yang dirilis via Twitter, Jember Fashion Carnaval XIII akan mengusung tema TRiANGLE, Dynamic in Harmony dan akan menampilkan 10 (sepuluh) defile dengan berbagai tema yang telah ditentukan oleh penyelenggara JFC. Kesepuluh tema tersebut adalah:

Mahabharata
Borobudur (Archipelago Defile)
Tabora (Sumba Mountain)
Phoenix (Firebird & Fantasy)
Wild Deer (Unique Thorn)
Stalagmite (Unique Nature Ice Phenomenon)
Flying Kite (Colorful Kite Festival)
Apache (Exotic Ethnic Indian Tribe Tents)
Pine Forest (Wonderful Tree Texture)
Chemistry (Atractive Color and Dance Party)


Jember Fashion Carnaval XIII akan diikuti oleh berbagai pelaku industri kreatif, penggemar dunia fashion dan berbagai sekolah mode yang akan turut berpartisipasi dalam pelaksanaan Jember Fashion Carnival. Catwalk yang akan digunakan untuk menampilkan arak-arakan karnaval fashion ini merupakan jalan utama Kota Jember sepanjang 3,6 kilometer.


http://www.jemberfashioncarnaval.com
http://www.internationalcarnivalinstitute.com
https://www.facebook.com/pages/Jember-Fashion-Carnaval
http://www.triptrus.com

Related Posts