Monday, September 14, 2015

Siloam Tower


Jember Icon

Lippo Group berharap gedung yang disebutnya Jember Icon akan menjadi landmark atau tengara baru bagi kota Jember. Kelompok bisnis raksasa itu sedang membangun Jember Icon di atas tanah eks Brigif Jember di Jalan Gajah Mada.

Jember Icon merupakan bangunan besar di pinggir jalan poros masuk pusat kota Jember dari arah barat.Bangunan itu berada dalam kompleks Siloam Tower. Siloam merupakan rumah sakit yang menjadi salah satu lini bisnis Lippo Group.

Siloam Tower itu nantinya menjadi bangunan terintegrasi yang terdiri dari rumah sakit, hotel, sekolah, dan pusat perbelanjaan. Rumah Sakit Siloam akan menempati areal paling luas. Siloam Tower itu berlantai 19. Kompleks bangunan itu terdiri dari tiga bangunan utama yang nantinya akan menjadi lokasi rumah sakit, hotel, dan pusat perbelanjaan.

RS Siloam akan menempati Siloam Tower mulai lantai 5-10. Bangunan jumbo tersebut mencolok mata bagi warga yang melintas Jalan Gajah Mada. Karenanya, Pemkab menyebutnya sebagai Jember Icon. Jika selesai 100 persen, bangunan itu akan menjadi gedung jangkung tertinggi di Jember.

Sedangkan pusat perbelanjaan akan beroperasi Juni 2016. Siloam Tower yang menjadi lokasi RS Siloam nantinya dilengkapi helipad, selain gedung berlantai 19. Bangunan itu dilengkapi enam unit lift. RS Siloam yang dirancang berstandar internasional itu memiliki 350 bed, terdiri dari 200 bed kelas III untuk pasien BPJS Kesehatan, sisanya dibagi untuk kelas II, I, VIP, dan kamar suit.

Menara RS Siloam di Jember terdiri dari 19 lantai, yakni tiga lantai dasar, lantai bawah, 13 lantai untuk rumah sakit, ditambah dengan atap dan satu lagi untuk helipad di puncak menara.

Rumah sakit ini menempati tanah seluas 1,2 hektare dan bangunan seluas 13,9 hektare dengan investasinya mencapai 25 juta dolar.


Istri Mochtar Riady adalah Warga Jember

Rumah Sakit Siloam milik Lippo Group akan beroperasi Maret 2016 di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Sebanyak 200 dari 350 tempat tidur dikhususkan pasien pengguna asuransi kesehatan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

Siloam adalah bagian dari Lippo Group milik Mochtar Riady. Konglomerat ini beristrikan orang Jember dan memulai bisnis dari kota ini. Selain rumah sakit, di kawasan bisnis tersebut akan ada hotel dan pusat belanja.


Siloam Beroperasi Maret 2016

Rencananya Siloam Hospital akan beroperasi Maret 2016. RS Siloam di Jember tersebut merupakan yang kedua di Jawa Timur dan satunya berada di Malang, namun di sana masih berupa tanah kosong. Dari 20 RS Siloam di Indonesia, 12 RS di antaranya sudah menerima BPJS Kesehatan karena hal itu sesuai dengan komitmen Pak Mochtar yang ingin keberadaan rumah sakit ini berfungsi sosial.

Dengan keberadaan rumah sakit itu diharapkan membuat masyarakat Jember tidak perlu jauh-jauh untuk berobat ke Surabaya, bahkan masyarakat di kabupaten tetangga seperti Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Lumajang dan Probolinggo dapat berobat di RS Siloam.


Bertaraf Internasional tapi Tetap Melayani BPJS

Rumah sakit Siloam ini merupakan ke-21 di Indonesia. Meskipun bertaraf internasional, RS Siloam menyiapkan sebanyak 200 tempat tidur dari 350 tempat tidur yang tersedia untuk pengguna asuransi kesehatan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Sebanyak 200 tempat tidur rawat inap untuk pengguna asuransi kesehatan BPJS kelas III. Sebanyak 12 RS Siloam seluruh Indonesia sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.


Sumber :
http://www.tribunnews.com/regional/2015/09/15/lippo-group-bangun-gedung-tertinggi-di-jember
http://m.beritajatim.com/pendidikan_kesehatan/247666/rumah_sakit_siloam_beroperasi_maret_2016_di_jember.html#.VfdM0xGqqko
http://www.antarajatim.com/lihat/berita/164409/rs-siloam-di-jember-beroperasi-maret-2016
http://surabaya.bisnis.com/read/20150914/11/83382/rs-siloam-jember-beroperasi-2016
http://www.jembertimes.com/baca/101760/20150914/170028/bupati-jember-resmikan-gedung-rumah-sakit-bertaraf-internasional/

Wednesday, September 2, 2015

Jember Sport Garden Resmi Dibuka

Peresmian Internasional Jember Sport Garden

Akhirnya stadion bertaraf Internasional, Jember Sport Garden (JSG) di resmikan Bupati Mza Djalal, pada tanggal 2 September. Peresmian stadion seharga 200 miliar rupiah tersebut diharapkan menjadi momentum kebangkitan prestasi olah raga Kabupaten Jember.

Stadion bertaraf internasional yang berada di Kecamatan Ajung Jember ini, dibangun selama beberapa tahun dan menghabiskan dana APBD lebih dari 200 miliar rupiah.

Pada tanggal 2 September, stadion ini akan dibuka secara resmi .Uniknya peresmiana stadion ini akan di kemas layaknya piala dunia dengan trofi yang diperebutkan di desain khusus mirip worldcup,dengan menyuguhkan pertandingan dari tim istimewa yakni muspida FC versus dewan FC.

Pada pertandingan tersebut bupati MZA Djalal akan menjadi kapten kesebelasan muspida FC, sedangkan ketua DPRD Jember Muhammad Thoif Zamroni sebagai kapten dewan FC. Opening JSG juga akan di meriahkan pentas budaya berupa tarian kolosal dan melibatkan 300 penari.

Semoga dengan di buka dan diresmikannya JSG akan menjadi awal kebangkitan olahraga Kabupaten Jember.sehingga dapat memacu prestasi olahraga Kabupaten Jember dikancah regional dan nasional.


Sumber :
http://birojember.com/?p=7286

Sunday, August 30, 2015

Defile Reog dalam Jember Fashion Carnaval 2015

Puteri Indonesia 2015 Terpukau Defile Reog di JFC


Defile karnaval JFC ke-14 adalah Majapahit, Ikebana, Fossil, Melanesia, Circle, Pegasus, Lionfish, Egypt, Parrot, dan Reog.

Defile Majapahit menjadi defile termegah dalam puncak karnaval (grand carnival) Jember Fashion Carnaval (JFC) International Event ke-14, Minggu (30/8/2015). Kemegahan itu tergambar dari pilihan warna yang dipakai defile ini.

Ditambah lagi, tiga segmen yang mewarnai defile pembuka puncak karnaval ini. Ketiga segmen itu adalah segmen pasukan Majapahit yang dipimpin oleh Patih Gajah Mada, kemudian diikuti oleh kelompok Raja Majapahit Hayam Wuruk, dan terakhir penampilan talent JFC yang tergabung dalam keluarga kerajaan alias the royal family.

Tema Majapahit menjadi pembuka grand carnival itu mewakili peradaban nusantara. Berbeda dengan JFC sebelumnya, yang hanya mengambil satu defile dari Indonesia, kini JFC menempatkan dua defile.

Jika Majapahit menjadi pembuka, maka Reog menjadi defile penutup atau defile ke-10. Penampilan Reog tidak kalah 'wah' dari Majapahit. Jika Majapahit bergerak anggun, maka Reog bergerak dinamis.

Penampilan talent dalam defile Reog itu memukai Putri Indonesia 2015 Anindya Kusuma Putri. "Saya suka Reog, bagus sekali, menampilkan kesenian tradisional Indonesia," ujarnya usai melihat grand carnival JFC.



Sumber :
http://surabaya.tribunnews.com/2015/08/30/puteri-indonesia-2015-terpukau-defile-reog-di-karnaval-busana-jember

Thursday, August 27, 2015

Dafam Hotels Jember

Dafam Hotels Hadir di Jember

Perkembangan bisnis perhotelan di Kabupaten Jember sejak beberapa tahun belakangan ini berkembang dengan pesat. Hal ini juga menarik minat jaringan hotel Dafam Hotels untuk melebarkan sayapnya dengan melakukan “take over” manajemen Cempaka Hill Hotel Jember, sebuah hotel berbintang tiga dengan konsep bisnis dan leisure.

Cempaka Hill Hotel menempati lahan 3 hektar dengan tiga lantai. Hotel ini berlokasi di Jalan Cempaka Nomor 15, Jember. Tersedia 54 kamar dengan luas kamar mulai dari 27 meter persegi sampai dengan 195 meter persegi.

Fasilitas hotel antara lain restoran, kolam renang, pusat kebugaran, balltoom dengan kapasitas 2000 orang, kedai kopi, dan spa. Selain itu terdapat juga fasilitas pendukung lainnya seperti gratis WiFi, pelayanan “in-room dining” dan “in-room massage”, serta area parkir.

Cempaka Hill Hotel Jember Managed by Dafam Hotels resmi melakukan “re-branding” sekaligus acara syukuran pada hari Rabu (1/4/2015) yang lalu. Hotel ini akan menjadi hotel ke-16 yang resmi beroperasional di bawah manajemen Dafam Hotels.

Jember adalah Kota Kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Timur, Jember memiliki luas 3.293,34 Km2 dengan ketinggian antara 0 - 3.330 mdpl dengan mayoritas penduduk Kabupaten Jember terdiri atas suku jawa dan suku Madura .  Bahasa Jawa dan Madura digunakan di banyak tempat, sehingga umum bagi masyarakat di Jember menguasai dua bahasa daerah tersebut dan juga saling pengaruh tersebut memunculkan beberapa ungkapan khas Jember.Percampuran kedua kebudayaan Jawa dan Madura di Kabupaten Jember melahirkan satu kebudayaan baru yang bernama budaya Pendalungan. Masyarakat Pendalungan di Jember mempunyai karakteristik yang unik sebagai hasil dari penetrasi kedua budaya tersebut. Kesenian” cak Macanan kaduk” merupakan satu hasil budaya masyarakat Pendalungan yang masih bertahan sampai sekarang di kabupaten Jember.

Jember sendiri memiliki banyak atraksi yang menarik dan popular, seperti wisata pantai yang sangat indah dan terkenal di Jawa Timur. Ada beberapa pantai indah di Jember yang bisa menjadi destinasi liburan Anda ketika mengunjungi Jember. Pantai Tanjung Papuma (Pasir Putih Malikan) adalah daerah pantai pasir putih yang indah dikombinasikan dengan hutan lindung yang relatif masih terjaga keasliannya.

Selain wisata alam dan pantai yang indah, Jember juga memiliki acara wisata tahunan yang dikenal berbagai belahan dunia, Jember Fashion Carnaval merupakan acara karnaval yang melambangkan kreativitas anak muda Jember. Acara ini digagas Dynand Fariz, perancang busana kelahiran Jember.


Pariwisata Makin Bergairah, Dafam Hadir di Jember

Kabupaten Jember di Jawa Timur memiliki banyak destinasi wisata yang menarik dan populer, seperti pantai yang sangat indah dan mulai dikenal di kalangan para pelancong. Pantai Tanjung Papuma (Pasir Putih Malikan) merupakan daerah pantai pasir putih dikombinasikan dengan hutan lindung yang relatif masih terjaga keasliannya.
Di pantai para pelancong bisa melihat matahari terbit dan matahari terbenam pada saat yang sama di sebuah tempat bernama Siti Inggil, salah satu pantai yang menghadap Samudera Indonesia dengan pemandangan alam yang memesona.

Selain wisata alam dan pantai yang indah, Jember juga memiliki Jember Fashion Carnaval (JFC), sebuah acara wisata tahunan yang digemari pelancong dalam dan luar negeri.

Melihat perkembangan bisnis perhotelan, bergairahnya pariwisata dan transaksi bisnis di Kota Jember beberapa tahun belakangan ini membuat Dafam Hotels melebarkan sayapnya dengan mengambil alih manajemen Hotel Cempaka Hill Jember.

Hotel berbintang 3 dengan konsep bisnis dan leisure ini menempati lahan 3 hektar dengan gedung 3 lantai yang berlokasi di Jalan Cempaka No 15 Jember, memiliki  54 kamar terdiri dari 10 kamar Standard, 30 Superior, 12 Deluxe dan 2 kamar Suite.

Dalam siaran persnya kepada KompasTravel, Rabu (1/4/2015), Ninik Haryanti selaku Corporate PR Manager Dafam Hotels menyampaikan setiap kamar hotel didesain sedemikian rupa untuk menambah kenyaman tamu. "Luas kamar mulai dari 27 meter persegi sampai dengan 195 meter persegi ditambah fasilitas restoran, kolam renang, coffee shop, spa & massage, fitness centre, dan ballroom berkapasitas 2.000 orang," katanya.

Menurut Ninik, Hotel Cempaka Hill Jember yang dikelola Dafam Hotels resmi melakukan re-branding sekaligus acara syukuran pada Rabu (1/4/2015). "Hotel ini akan menjadi hotel ke-16 yang resmi beroperasi di bawah manajemen Dafam Hotels," katanya.

Selain dihadiri para undangan, acara syukuran Hotel Cempaka Hill Jember diawali pemotongan tumpeng oleh Subagio selaku pemilik yang diserahkan kepada Andhy Irawan, Managing Director Dafam Hotels yang didampingi Mastur, Manager Hotel Cempaka Hill Jember. Selanjutnya dilakukan pelepasan balon ke udara disaksikan para undangan. (*)


Sumber :
http://travel.kompas.com/read/2015/04/11/170900627/Dafam.Hotels.Hadir.di.Jember
http://travel.kompas.com/read/2015/04/02/180600727/Pariwisata.Makin.Bergairah.Dafam.Hadir.di.Jember

JFC Kids

Kenalkan Kekayaan Warisan Budaya Bangsa

Jember Fashion Carnival (JFC) International Event ke-14, secara resmi telah dibuka. Acara yang memiliki catwalk terpanjang di seluruh dunia tersebut, Kamis (27/8/2015), menyuguhkan peragaan busana dengan model anak-anak yang dikemas dalam JFC Kids.

“Ada 440 talent anak-anak yang mengikuti event JFC Kids,” ungkap President JFC, Dynand Fariz, usai acara Carnaval Conference.

Menurut Fariz, anak- anak yang menjadi talen JFC Kids rata-rata duduk di bangku sekolah dasar. “Usianya cukup bervariasi, ada yang masih 4,5 tahun, dan ada juga yang duduk di bangku SD,” terangnya.

Untuk busana anak-anak tersebut, sama dengan peserta dari kategori dewasa. “Ada 10 defile yakni Majapahit, Ikebana, Pegasus, Lionfish, Parrot, Egypt, Circle, Fossil, Melanesia, dan Reog,” kata Fariz.

Khusus untuk Reog, lanjut Fariz, dirinya ingin mengenalkan kekayaan bangsa kepada peserta anak- anak. “Jadi kita ingin mengenalkan warisan budaya bangsa ini sejak dini kepada anak- anak,” pungkas Fariz.

Salah satu orang tua peserta JFC Kids, Rachmanto, mengaku senang karena anaknya bisa tampil dalam acara bertaraf internasional tersebut. “Memang kemauan anaknya, jadi saya dorong saja. Kegiatan seperti ini juga akan berdampak untuk membangun mental anak,” katanya.

Penulis : Kontributor Jember, Ahmad Winarno
Editor : I Made Asdhiana


Sumber :
http://travel.kompas.com/read/2015/08/28/071156427/JFC.Kids.Kenalkan.Kekayaan.Warisan.Budaya.Bangsa?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp

Wednesday, August 26, 2015

Jember Fashion Carnaval (JFC) 2015 - Out Frame

JFC-14 "OUTFRAME", AUGUST 26-30, 2015 
JEMBER, EAST JAVA - INDONESIA


Mengambil tema "Out Frame", penggagas Jember Fashion Carnaval (JFC) Dynand Fariz mengatakan bahwa karnaval busana tersebut akan digelar dengan konsep baru.

"Dengan tema Out Frame kami mencoba membuka sesuatu yang konvensional untuk diciptakan di luar batas," kata dia, di Jakarta, Selasa.

"Kami menyelenggarakan dengan konsep baru di mana dalam gelaran JFC tahun ini terdapat exibition mulai dari tanggal 25-30 Agustus," sambung dia.

Secara teknis, Dynand mengatakan, dalam penyelenggaraannya, JFC akan menggunakan tribune untuk VIP. Sementara itu, dari segi kostum, JFC 2015 memiliki 10 tema, antara lain Majapahit, Ikebana, Fosil, Pegasus, Circle, Egypt, Melanisia dan Reog.

Lebih lanjut, Dynand menjelaskan bahwa gelaran JFC akan menyajikan parade busana selama empat hari, diantaranya parade karnaval anak pada 27 Agustus yang diikuti 450 anak usia 4,5 tahun hingga 12 tahun.

Lebih dari itu, Jember Fashion Carnaval tidak hanya menghadirkan karnaval asli Jember, namun juga karnval busana dari daerah lain, seperti Bali dan Kalimantan.

"Tanggal 29 akan ditampilkan karnaval dari provinsi-provinsi lain, jadi kalau mau nonton karnaval real-nya ya harus datang ke daerah asal," kata Dynand.

Dengan penyelenggaraan tahun lalu yang berhasil mendatangakan 400-500 ribu penonton, Dynand memperkirakan JFC 2015 akan ditonton lebih dari 500 ribu orang.

Pelaksanaan JFC juga tak luput dari pantauan media. Dynand menyebutkan terdapat 3.711 media, termasuk kantor berita dunia, yang mendaftar untuk meliput JFC 2015.

"Kami selalu berusaha menemukan inovasi-inovasi baru di setiap tahunnya, dari sisi kostum, detail, hingga karakter treatrikal, pokoknya kami menjanjikan sesutau yang berbeda dari tahun kemarin," ujar Dynand.


Ada Yang Baru di Jember Fashion Carnaval 2015  

Mengambil tema "Out Frame", penggagas Jember Fashion Carnaval (JFC), Dynand Fariz, mengatakan bahwa karnaval busana tersebut akan digelar dengan konsep baru. "Kami mencoba membuka sesuatu yang konvensional untuk diciptakan di luar batas," kata dia, di Jakarta, Selasa 4 Agustus 2015.

"Kami menyelenggarakan dengan konsep baru di mana dalam gelaran JFC tahun ini terdapat exibhition mulai dari tanggal 25-30 Agustus," sambung dia.

Dynand mengatakan, dalam penyelenggaraannya, JFC akan menggunakan tribune untuk VIP. Sementara itu, dari segi kostum, JFC 2015 memiliki 10 tema, antara lain Majapahit, Ikebana, Fosil, Pegasus, Circle, Egypt, Melanisia dan Reog.

Lebih lanjut, Dynand menjelaskan bahwa gelaran JFC akan menyajikan parade busana selama empat hari, diantaranya parade karnaval anak pada 27 Agustus yang diikuti 450 anak usia 4,5 tahun hingga 12 tahun.

Lebih dari itu, Jember Fashion Carnaval tidak hanya menghadirkan karnaval asli Jember, namun juga karnval busana dari daerah lain, seperti Bali dan Kalimantan.

"Tanggal 29 akan ditampilkan karnaval dari provinsi-provinsi lain," kata Dynand.

Dengan penyelenggaraan tahun lalu yang berhasil mendatangakan 400-500 ribu penonton, Dynand memperkirakan JFC 2015 akan ditonton lebih dari 500 ribu orang.

Pelaksanaan JFC juga tak luput dari pantauan media. Dynand menyebut, terdapat 3.711 media, termasuk kantor berita dunia, yang mendaftar untuk meliput JFC 2015.

"Kami selalu berusaha menemukan inovasi-inovasi baru di setiap tahunnya, dari sisi kostum, detail, hingga karakter treatrikal, pokoknya kami menjanjikan sesuatu yang berbeda dari tahun kemarin," ujar Dynand.


Sumber :
http://www.jemberfashioncarnaval.com/main.php
http://www.antaranews.com/berita/510598/intip-jember-fashion-carnaval-2015
http://bisnis.tempo.co/read/news/2015/08/05/090689317/ada-yang-baru-di-jember-fashion-carnaval-2015

Friday, August 7, 2015

Tajemtra 2015

Gerak Jalan Tanggul Jember Tradisional tahun 2015


Ribuan orang akan mengikuti gerak kalan Tanggul-Jember Tradisional (Tajemtra) 30 Kilometer. Ruas jalan Tanggul - Jember mulai pukul delapan pagi sampai dengan selesainya acara ditutup total.

Jalur yang akan ditutup mulai dari Kecamatan Tanggul hingga Alun-Alun Kota Jember.Penutupan jalur ini menyusul digelarnya gerak jalan Tanggul - Jember Tradisional (Tajemtra) 2015. Kegiatan ini digelar setiap tahun yang diikuti oleh ribuan orang peserta.

Penutupan arus lalu lintas dilaksanakan bertahap. Pukul 08.00 jalur Tanggul-Gambirono. Pukul 11.00 jalur Rambipuji-Mangli. Pukul 17.00 jalur kawasan kota jember. Selama gerak jalan Tajemtra terminal Tawang Alun dipindah ke Terminal Ajung.

Surabaya-Probolinggo-Banyuwangi 
Rute semula melalui rute Wonorejo-Jatiroto-Tanggul-Gambirono-Bangsalsari-Rambipuji-Jember-Mayang-Genteng/Banyuwangi akan dialihkan melalui rute: Wonorejo/Lumajang-Jatiroto-Pondok Dalem belok kanan-Kencong-Kasiyan-Balung-Ambulu-Ajung-Gladak Pakem-Jl.Yos Sudarso-Simpang Tiga Wirolegi kekanan-Mayang-Genteng/Banyuwangi.

Jalur dari arah Surabaya dan Lumajang menuju arah kota dibelokkan sejak dari petigaan Pondok Dalem. Jalur itu menuju Kencong - Kasiyan - Balung - Wuluhan - Ambulu - Jenggawah - Ajung.
Bagi bus antar kota berhenti di Ajung karena Terminal Tawangalun dialihkan ke Terminal Ajung.

Bagi pengendara pribadi yang hendak ke Banyuwangi dari Ajung bisa melewati Kebonsari atau Kranjingan sampai ke daerah Sukorejo atau Wirolegi kemudian ke arah Pakusari atau keluar kota Jember.

Bagi anda yang hendak menuju Bondowoso, bisa melewati jalur Kebonsari kemudian melewati kawasan kampus menuju Kecamatan Patrang atau menuju jalur ke Bondowoso.

Banyuwangi-Jember-Probolinggo-Surabaya
Rute semula melalui rute Genteng-Mayang-Jember-Rambipuji-Bangsalsari-Gambirono-Tanggul-Jatiroto-Wonorejo/Lumajang akan dialihkan melalui rute Genteng-Mayang-Pakusari-Simpang Tiga Wirolegi belok kiri-Jl.Yos Sudarso-Gladak Pakem-Ajung-Ambulu-Balung-Kasiyan-kencong-pondok dalem-jatiroto/wonorejo/lumajang


Sumber :
http://m.beritajatim.com/peristiwa/244717/jalur_lalu_lintas_surabaya_-_jember_via_tanggul_ditutup.html#.VcVXSfmqqko
http://surabaya.tribunnews.com/2015/08/07/besok-jalur-tanggul-jember-ditutup-ada-gerak-jalan-tajemtra

Related Posts