Tuesday, March 1, 2016

Ayu Sutarto

Profil Prof. Dr. Ayu Sutarto, M.A.


Ayu Sutarto, Prof .Dr. MA., lahir di Pacitan pada tanggal 21 September 1949, adalah dosen Fakultas Sastra Universitas Jember. SD, SMP, dan SMA Negeri diselesaikan di kota kelahirannya. Tahun 1993 memperoleh beasiswa ILDEP untuk belajar riset di Universitas Leiden, Belanda, sambil mengajar bahasa Jawa di Universitas tersebut.

Tahun 1997 berhasil menyelesaikan program doktornya di Universitas Indonesia, Jakarta, dengan predikat cum laude. Pada tahun ini pula hasil penelitiannya tentang orang Tengger menyabet Juara Pertama Pemilihan Naskah Bidang Humaniora 1997 yang diselanggarakan oleh PT. Balai Pustaka Jakarta.

Karya-karya tulisnya yang telah diterbitkan antara lain:
The Legends of Madura (1985),
Queen Kilisuci,
the Story of Reog (1986),
Memperkaya Kosa Kata Bahasa Inggris Bisnis (Sebuah Adaptasi dari Build Your Business Vocabulary by John Flower) (1994),
Efektif dan Efesien dalam Rapat Berbahasa Inggris (Sebuah adaptasi dari Language of Meeting by Malcolm Goodale) (1995).
Legenda Ksada dan Karo Orang Tengger Lumajang (1997),
Di Balik Mitos Gunung Bromo (2001),
Menjinakkan Globlalisasi (2002),
Menguak Pergumulan antara Seni, Politik, Islam, dan Indonesia (2004),
Menjadi NU Menjadi Indonesia (2006),
Saya Orang Tengger Saya Punya Agama (2007),
Pemetaan Kebudayaan di Provinsi Jawa Timur: Sebuah Upaya Pencarian Nilai-Nilai Positif (editor)(2008),
Kamus Budaya dan Religi Tengger (2008),
Mulut Bersambut: Sastra Lisan dan Folklor Lisan Sebagai Instrument Politik pada Era Soekarno dan Soeharto (2009),
Adinda, Kulihat Beribu-ribu Cahaya di Matamu (2009),
Perjalanan Hati Seorang Lelaki (2009),
Kamus Budaya dan Religi Using (2010), dan Indonesia di Mata Seorang Kiai NU (2010).

Ia bergiat di berbagai organisasi profesi dan LSM. Tugas-tugas ke luar negeri yang pernah di emban antara lain,
delegasi Indonesia dalam Sidang ASEAN COCI on Publication on ASEAN Traditional Festivals di Hanoi, Vietnam (1998 dan 2000),
delegasi Indonesia dalam Sidang Mastera dan Seminar Antarabangsa Kesustraan Asia Tenggara di Kuala Lumpur, Malaysia (2001, 2007, dan 2009),
delegasi Indonesia dalam Prepatory Meeting the ASEAN Cultural Heritage Documentaries (Phase III) Water: A Unifying Force in ASEAN di Manila, Philippines (2007),
delegasi Indonesia dalam Sidang ke-13 dan Seminar Majlis Sastera Asia Tenggara (Mastera) di Jakarta (2008),
delegasi Indonesia dalam The Third ASEM Culture Ministers Meeting di Kuala Lumpur, Malaysia (2008),
delegasi Indonesia dalam Sidang Mastera ke-14 di Brunei Darussalam (2008),
delegasi Indonesia dalam “Humour in ASEAN” International Conference di Thailand (2010),
delegasi Indonesia dalam Seminar, Bengkel, dan Festival Pantun MASTERA di Brunei Darussalam (2010). Ia juga pernah aktif sebagai pembicara seminar baik di dalam maupun luar negeri.


Budayawan Jember Ayu Sutarto Wafat

Budayawan yang juga guru besar Universitas Jember, Jawa Timur, Prof Ayu Sutarto wafat dalam usia 66 tahun di Rumah Sakit Jember Klinik karena sakit stroke, Selasa (1/3) sekitar pukul 07.00 WIB.
Anggota Majelis Sastra Asia Tenggara dan penulis buku Kamus Budaya-Religi Tengger tersebut akan dimakamkan pada pukul 15.00 WIB di pemakaman umum dekat rumah duka, Jalan Sumatra, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember.

Ayu Sutarto menghembuskan napas terakhir setelah dirawat dalam kondisi koma karena serangan stroke di Rumah Sakit Jember Klinik sejak 14 Desember 2015. Ayu Sutarto lahir di Pacitan, 21 September 1949. Ia adalah dosen di Fakultas Sastra Universitas Jember dan menjadi peneliti folklore.

Program doktornya diselesaikan di Universitas Indonesia pada 1997. Tahun itu pula, penelitiannya tentang orang Suku Tengger menjadi juara pemilihan naskah bidang humaniora yang digelar PT Balai Pustaka Jakarta.

Sutarto beberapa kali menjadi delegasi Indonesia dalam konferensi sastra internasional. Di akhir hayatnya, ia mendirikan kelompok belajar dan bermain Untukmu Si Kecil di tepi Sungai Bedadung. Di sana, ia mengajarkan hal-hal yang dilupakan banyak orang, termasuk permainan anak tradisional.


Budayawan dan Guru Besar Universitas Jember Prof DR Ayu Sutarto Meninggal Dunia

Innalillahi wa inna ilaihi roji'un...Budayawan Prof DR Ayu Sutarto MA Meninggal dunia karena sakit stroke, Selasa (1/3/2016). Guru besar Universitas Jember itu meninggal dunia dalam usia 66 tahun di RS Jember Klinik pukul 07.00 wib.

Prof. DR. Ayu Sutarto lebih dari sebulan terakhir dirawat di rumah sakit. Pertengahan Januari lalu, stroke menyerangnya ketika shalat subuh. Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit itu sampai meninggal dunia pagi tadi. Jenazah penulis sejumlah buku itu akan dimakamkan pukul 15.00 wib di pemakaman dekat rumah duka Jalan Sumatra Kecamatan Sumbersari, Jember, Jawa Timur.


Merintis Guru Besar dari Bantaran Kali Bedadung

Ayu Sutarto dikenal sebagai pakar cultural studies yang acap mengisi berbagai forum kebudayaan dan wisata di seantero Indonesia dan luar negeri. Selasa (29/4) lalu dirinya dikukuhkan sebagai guru besar Universitas Jember (Unej). Gelar guru besar itu diretasnya dari bantaran Kali Bedadung.

Dengan kepakarannya di bidang studi kebudayaan, Ayu telah keliling Indonesia dan 12 negara untuk menjadi delegasi atau pembicara dalam forum-forum kebudayaan. Sejumlah negara Eropa juga telah disinggahinya.

Di tengah kesibukannya mengajar dan menjadi pembicara dalam berbagai forum budaya di Indonesia dan mancanegara, Ayu tak lupa dengan tanggung jawab sosialnya. Sejak 10 tahun lalu, dia mendirikan Yayasan Untukmu Si Kecil.

Nama yayasannya yang terdengar unik itu, ternyata memiliki makna mendalam. Ayu sempat berkata bahwa dirinya menjadi guru besar seteloah menjadi guru kecil. Yakni, menjadi guru kecil bagi orang kecil, orang bermasa depan kecil, berpenghasilan kecil, berharapan kecil, dan berezeki kecil.

Gedung yayasan yang terletak persis di bibir bantaran Kali Bedadung itu memang menjadi arena bermain dan taman baca bagi anak-anak. Di dalamnya banyak meja panjang kecil dan sebuah white board. Buku-buku juga terhampar di beberapa rak.

Untuk operasional yayasannya, Ayu mengaku membiayainya dengan menyisihkan 2,5 persen honor yang diterima ketika diundang ke berbagai forum kebudayaan.

Dengan segala kelebihan dan kepeduliannya, Ayu tetaplah orang yang bersahaja. Kemana-mana selalu naik motor yang tak lagi baru. Tak jarang pula Ayu pergi ke kampus dengan ngonthel sepeda. “Bukan kampanye hemat energi, tapi karena saya memang benar-benar tak punya mobil. Dan saya tak malu ngonthel sepeda,” tuturnya sembari terkekeh.


sumber :
http://ayusutarto.com/
http://sastra.unej.ac.id/profil-prof-dr-sutarto-m-a/
http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/daerah/16/03/01/o3cgzs384-budayawan-jember-ayu-sutarto-wafat
http://surabaya.tribunnews.com/2016/03/01/budayawan-dan-guru-besar-universitas-jember-prof-dr-ayu-sutarto-meninggal-dunia
http://setajampena.blogspot.co.id/2008/05/merintis-guru-besar-dari-bantaran-kali.html

Thursday, December 3, 2015

Pak Cik Power

Kala Andik Vermansah Menyamar Jadi Kakek


link Youtube : https://youtu.be/CHLgGI8pSKE

Pemain yang pernah memperkuat Persebaya 1927 ini memiliki kecepatan dan kemampuan luar biasa. Kebanyakan, aksi Andik tersebut hanya terlihat di dalam lapangan. Lalu, bagaimana bila Andik beraksi di luar lapangan?

Andik membuat heboh dengan didandani seperti seorang kakek. Dengan memakai kacamata dan membawa jinjingan, Andik memainkan bola di pinggir jalan. Bahkan, ia mengajak salah satu pejalan kaki bermain bola.

Andik kemudian melanjutkan perjalanannya ke sebuah mal. Tibalah ia di lapangan futsal yang sudah dipenuhi beberapa orang. Di lapangan tersebut, Andik mengundang decak kagum dengan kemampuannya mengolah bola.

Video ini merupakan teaser mengenai TM Piala Malaysia 2015. Video ini sudah ditonton 122.000 kali dan di-like sebanyak 4.699 orang.


Sumber :
http://bola.kompas.com/read/2015/12/03/14335008/Kala.Andik.Vermansah.Menyamar.Jadi.Kakek?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Ktswp

Sunday, November 22, 2015

Winny Charita

Erwinia Charita


Winny Charita (lahir di Jember, Indonesia, 31 Mei 1985; umur 30 tahun) merupakan seorang presenter dan pembaca berita televisi asal Indonesia. Saat ini ia bergabung di stasiun televisi tvOne sejak tahun 2010.

Winny, yang memiliki nama lengkap Erwinia Charita, merupakan alumni SMA 1 Jember dimana saat itu ia sempat dipercaya menjadi salah satu anggota tim Paskibraka Provinsi Jawa Timur. Ia kemudian kuliah di Universitas Airlangga di fakultas ekonomi.

Usai lulus, Winny kemudian memulai karier sebagai presenter di Jawa Pos Media TV. Ia lantas bergabung dengan KampusOne, sebuah pelatihan presenter televisi yang diadakan oleh tvOne, dan ia kemudian lulus pada awal 2010. Dari sinilah kemudian ia masuk ke tvOne sebagai salah satu presenter tetap sampai saat ini.

Presenter berita stasiun televisi kebanyakan memang memiliki paras yang cantik. Selain cantik mererka juga memiliki pengetahuan yang luas dan tentunya Smart alias pintar. Begitu juga dengan Winny Charita, ia merupakan salah satu presenter berita di stasiun televisi Tv One yang wajah cantiknya kerap muncul membawakan sejumlah acara berita seperti “Apa Kabar Indonesia”.

Winny Charita juga saat ini tengah menjalin hubungan asmara dengan seorang Kapolda Kalimantan Selatan, Brigjen Pol Agung Budi Maryoto. Bahkan keduanya baru saja usai melakukan foto Prawedding dan dalam waktu dekat akan segera melangsungkan pernikahan.

Bernama Lengkap Erwinia Charita, ia beragama Islam, lahir di Jember, 23 maret 1985. Selepas lulus dari SMA 1 Jember, Winny kemudian melanjutkan pendidikannya di Universitas Airlangga masuk di fakultas Ekonomi.

Karir Presenter Winny Charita berawal saat dirinya lulus dari Universitas Airlangga, mantan anggota tim Paskibraka Provinsi Jawa Timur itu bekerja di Jawa Pos Media TV sebagai presenter.

Kemudian Winny mengikuti KampusOne (sebuah pelatihan presenter televisi yang diadakan oleh tvOne), ia lulus dari KampusOne pda tahun 2010. Dari sejak itulah Winny Charita menjadi presenter di TvOne hingga sekarang.

Untuk mengenal lebih dekat dengan Presenter cantik Tv One ini, Simak Ulasan Biodata Winny Charita Presenter Tv One di bawah ini.

Nama Lengkap : Erwinia Charita
Nama Keren : Winny Charita
Tempat Lahir : Jember, Jawa Timur, Indonesia
Tanggal Lahir : 23 maret 1985
Pekerjaan : Presenter Berita
Agama : Islam
Pasangan : Kapolda Kalsel Brigjen Pol Agung Budi Maryoto (Calon Suami)
Almamater : Universitas Airlangga Fakultas Ekonomi

Winny Charita kelahiran Jember, Jawa Timur, Indonesia, 31 Mei 1985, atau saat ini berumur 30 tahun.
Sebagaimana dikutip dari Wikipedia, Winny merupakan seorang presenter dan pembaca berita televisi. Saat ini Winny Charita bergabung di stasiun televisi tvOne sejak tahun 2010.

Winny, yang memiliki nama lengkap Erwinia Charita, merupakan alumni SMA 1 Jember.
Semasa SMA, Winny sempat dipercaya menjadi salah satu anggota tim Paskibraka Provinsi Jawa Timur.
Winny Charita kemudian kuliah di Universitas Airlangga di Fakultas Ekonomi.

Usai lulus, Winny kemudian memulai karier sebagai presenter di Jawa Pos Media TV.
Ia lantas bergabung dengan KampusOne, sebuah pelatihan presenter televisi yang diadakan oleh tvOne, dan ia kemudian lulus pada awal 2010.

Dari sinilah kemudian ia masuk ke tvOne sebagai salah satu presenter tetap sampai saat ini.. Saat ini ia bergabung di stasiun televisi tvOne sejak tahun 2010.


Ada cerita unik Winny Charita saat meliput berita yang sampai harus memakai helm, yang diulas disalah satu blog pada tanggal 30 MARET 2012

RISIKO profesi jurnalis ada segudang. Apalagi mereka yang berjuang menyampaikan informasi di wilayah konflik. Nyawa jadi taruhannya. Meliput di wilayah konflik ada triknya. Berita diraih, keselamatan utuh. Termasuk saat meliput aksi unjuk rasa yang dibumbui kekisruhan.

Saya percaya, lantaran itu pula, Winny Charita, reporter TVOne memakai helm saat reportase langsung aksi unjuk rasa di Makassar. Sang reporter wanita memakai helm open fase berwarna merah muda. Dalam laporan langsung Kamis (29/3/2012) sekitar pukul 22.30 WIB, sang reporter mengabarkan situasi unjuk rasa yang berlangsung hingga tengah malam. Asap masih keluar dari ban yang dibakar demonstran. Polisi berjaga-jaga dan menegosiasi agar aksi diselesaikan mengingat waktu sudah larut malam.

Lewat siaran televisi kita lihat bagaimana mahasiswa yang berunjuk rasa di Makassar kerap berbuntut aksi pelemparan batu. Tak hanya diarahkan ke petugas, lemparan batu juga mengarah ke bangunan, seperti show room mobil. Tak heran jika para jurnalis mesti melengkapi alat perlindungan diri.

Gigihnya jurnalis menjembatani hak masyrakat memperoleh informasi sudah ada sejak lama. Trik-trik meliput di wilayah konflikpun sudah difahami. Bagaimana kita lihat reporter yang meliput perang Irak harus memakai helm baja dan rompi anti peluru. Kini, kita lihat reporter tv memakai helm dan pasti gigi di wajah. Helm untuk melindungi kepala dari lemparan batu yang tak memiliki mata. Pasta gigi untuk meredam pedihnya mata ketika gas air mata mengeluarkan asap. Trik lainnya, meliput di belakang barisan aparat. Walau, kadang tak sepenuhnya manjur.

Kesadaran melindungi kepala dari lemparan batu sesuatu yang lumrah. Kepala adalah organ tubuh yang vital. Bagaimana bisa bekerja jika kepala terluka.

Saya jadi kepikiran, kalau menghindari lemparan batu saja mesti pakai helm, bagaimana kalau menghadapi risiko membentur aspal saat bersepeda motor. Benturan di kepala bisa-bisa membuat luka fatal. Maklum, obyek yang sedang bergerak cepat bisa membuat tumbukan yang keras. Terimakasih mbak Winny, sudah mengingatkan pentingnya memakai helm. 


https://twitter.com/winnycharita
https://www.instagram.com/winnycharita/


Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Winny_Charita
http://ketemulagi.com/profil-lengkap-winny-charita-presenter-tv-one/
http://banjarmasin.tribunnews.com/2015/11/19/inilah-profil-winny-charita-presenter-tvone-yang-dipersunting-kapolda-kalsel-itu
https://edorusyanto.wordpress.com/2012/03/30/winny-charita-pun-memakai-helm/

Friday, November 13, 2015

Terminal Kargo

Tahun Depan Jember Bangun Terminal Kargo

Kabupaten Jember sudah selayaknya memiliki terminal Kargo. Pasalnya, ketiadaan fasilitas ini membuat aktifitas bongkar muat barang dilakukan di ruas-ruas jalan perkotaan, sehingga terjadi kemacetan lalu lintas. Wacana pembangunan Terminal Kargo itu sebenarnya telah muncul sejak tahun 1986 silam.

Karena sebagai salah satu Kabupaten terbesar nomor tiga di Jawa Timur, perekonomian Kabupaten Jember diprediksi bertumbuh pesat. Namun, nyatanya hingga saat ini wacana itu belum juga direalisasikan dalam program yang nyata.Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkab Jember, Isman hari selasa siang kepada sejumlah wartawan menjelaskan, pembangunan Terminal Kargo ini akan diusulkannya pada Rancangan APBD Tahun Anggaran 2016 mendatang.

Dishub bersama Komisi C DPRD Kabupaten Jember telah melakukan maping lokasi yang tepat untuk pembangunan Terminal Kargo. Berdasarkan hasil maping tadi, ada dua lokasi yang diusulkan, yakni di Kecamatan Rambi puji dan Kranjingan.

Hanya saja, kalau dilihat efektifitasnya, pembangunan Terminal kargo di kranjingan menurut Isman dinilai lebih efektif dibandingkan dengan Rambi Puji. Sebab, Rambi puji dinilainya terlalu jauh dalam mendistribusikan barang ke perkotaan. Apalagi, di kranjingan telah ada lahan milik Pemkab Jember.

Sehingga pihaknya tidak perlu melakukan pembebasan lahan untuk pembangunan Terminal Kargo tadi.
Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jember, Siswono menuturkan, pihaknya sangat mendukung adanya terminal kargo. Mengingat intensitas kendaraan di Kabupaten Jember sudah mulai padat. Sehingga, jika Terminal Kargo tadi tidak segera direalisasikan maka kemacetan arus lalu lintas di perkotaan tidak bisa dihindarkan.

Sumber :
http://www.jemberpost.com/ekonomi-bisnis/tahun-depan-jember-bangun-terminal-kargo/

Monday, September 14, 2015

Siloam Tower


Jember Icon

Lippo Group berharap gedung yang disebutnya Jember Icon akan menjadi landmark atau tengara baru bagi kota Jember. Kelompok bisnis raksasa itu sedang membangun Jember Icon di atas tanah eks Brigif Jember di Jalan Gajah Mada.

Jember Icon merupakan bangunan besar di pinggir jalan poros masuk pusat kota Jember dari arah barat.Bangunan itu berada dalam kompleks Siloam Tower. Siloam merupakan rumah sakit yang menjadi salah satu lini bisnis Lippo Group.

Siloam Tower itu nantinya menjadi bangunan terintegrasi yang terdiri dari rumah sakit, hotel, sekolah, dan pusat perbelanjaan. Rumah Sakit Siloam akan menempati areal paling luas. Siloam Tower itu berlantai 19. Kompleks bangunan itu terdiri dari tiga bangunan utama yang nantinya akan menjadi lokasi rumah sakit, hotel, dan pusat perbelanjaan.

RS Siloam akan menempati Siloam Tower mulai lantai 5-10. Bangunan jumbo tersebut mencolok mata bagi warga yang melintas Jalan Gajah Mada. Karenanya, Pemkab menyebutnya sebagai Jember Icon. Jika selesai 100 persen, bangunan itu akan menjadi gedung jangkung tertinggi di Jember.

Sedangkan pusat perbelanjaan akan beroperasi Juni 2016. Siloam Tower yang menjadi lokasi RS Siloam nantinya dilengkapi helipad, selain gedung berlantai 19. Bangunan itu dilengkapi enam unit lift. RS Siloam yang dirancang berstandar internasional itu memiliki 350 bed, terdiri dari 200 bed kelas III untuk pasien BPJS Kesehatan, sisanya dibagi untuk kelas II, I, VIP, dan kamar suit.

Menara RS Siloam di Jember terdiri dari 19 lantai, yakni tiga lantai dasar, lantai bawah, 13 lantai untuk rumah sakit, ditambah dengan atap dan satu lagi untuk helipad di puncak menara.

Rumah sakit ini menempati tanah seluas 1,2 hektare dan bangunan seluas 13,9 hektare dengan investasinya mencapai 25 juta dolar.


Istri Mochtar Riady adalah Warga Jember

Rumah Sakit Siloam milik Lippo Group akan beroperasi Maret 2016 di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Sebanyak 200 dari 350 tempat tidur dikhususkan pasien pengguna asuransi kesehatan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

Siloam adalah bagian dari Lippo Group milik Mochtar Riady. Konglomerat ini beristrikan orang Jember dan memulai bisnis dari kota ini. Selain rumah sakit, di kawasan bisnis tersebut akan ada hotel dan pusat belanja.


Siloam Beroperasi Maret 2016

Rencananya Siloam Hospital akan beroperasi Maret 2016. RS Siloam di Jember tersebut merupakan yang kedua di Jawa Timur dan satunya berada di Malang, namun di sana masih berupa tanah kosong. Dari 20 RS Siloam di Indonesia, 12 RS di antaranya sudah menerima BPJS Kesehatan karena hal itu sesuai dengan komitmen Pak Mochtar yang ingin keberadaan rumah sakit ini berfungsi sosial.

Dengan keberadaan rumah sakit itu diharapkan membuat masyarakat Jember tidak perlu jauh-jauh untuk berobat ke Surabaya, bahkan masyarakat di kabupaten tetangga seperti Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Lumajang dan Probolinggo dapat berobat di RS Siloam.


Bertaraf Internasional tapi Tetap Melayani BPJS

Rumah sakit Siloam ini merupakan ke-21 di Indonesia. Meskipun bertaraf internasional, RS Siloam menyiapkan sebanyak 200 tempat tidur dari 350 tempat tidur yang tersedia untuk pengguna asuransi kesehatan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Sebanyak 200 tempat tidur rawat inap untuk pengguna asuransi kesehatan BPJS kelas III. Sebanyak 12 RS Siloam seluruh Indonesia sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.


Sumber :
http://www.tribunnews.com/regional/2015/09/15/lippo-group-bangun-gedung-tertinggi-di-jember
http://m.beritajatim.com/pendidikan_kesehatan/247666/rumah_sakit_siloam_beroperasi_maret_2016_di_jember.html#.VfdM0xGqqko
http://www.antarajatim.com/lihat/berita/164409/rs-siloam-di-jember-beroperasi-maret-2016
http://surabaya.bisnis.com/read/20150914/11/83382/rs-siloam-jember-beroperasi-2016
http://www.jembertimes.com/baca/101760/20150914/170028/bupati-jember-resmikan-gedung-rumah-sakit-bertaraf-internasional/

Wednesday, September 2, 2015

Jember Sport Garden Resmi Dibuka

Peresmian Internasional Jember Sport Garden

Akhirnya stadion bertaraf Internasional, Jember Sport Garden (JSG) di resmikan Bupati Mza Djalal, pada tanggal 2 September. Peresmian stadion seharga 200 miliar rupiah tersebut diharapkan menjadi momentum kebangkitan prestasi olah raga Kabupaten Jember.

Stadion bertaraf internasional yang berada di Kecamatan Ajung Jember ini, dibangun selama beberapa tahun dan menghabiskan dana APBD lebih dari 200 miliar rupiah.

Pada tanggal 2 September, stadion ini akan dibuka secara resmi .Uniknya peresmiana stadion ini akan di kemas layaknya piala dunia dengan trofi yang diperebutkan di desain khusus mirip worldcup,dengan menyuguhkan pertandingan dari tim istimewa yakni muspida FC versus dewan FC.

Pada pertandingan tersebut bupati MZA Djalal akan menjadi kapten kesebelasan muspida FC, sedangkan ketua DPRD Jember Muhammad Thoif Zamroni sebagai kapten dewan FC. Opening JSG juga akan di meriahkan pentas budaya berupa tarian kolosal dan melibatkan 300 penari.

Semoga dengan di buka dan diresmikannya JSG akan menjadi awal kebangkitan olahraga Kabupaten Jember.sehingga dapat memacu prestasi olahraga Kabupaten Jember dikancah regional dan nasional.


Sumber :
http://birojember.com/?p=7286

Sunday, August 30, 2015

Defile Reog dalam Jember Fashion Carnaval 2015

Puteri Indonesia 2015 Terpukau Defile Reog di JFC


Defile karnaval JFC ke-14 adalah Majapahit, Ikebana, Fossil, Melanesia, Circle, Pegasus, Lionfish, Egypt, Parrot, dan Reog.

Defile Majapahit menjadi defile termegah dalam puncak karnaval (grand carnival) Jember Fashion Carnaval (JFC) International Event ke-14, Minggu (30/8/2015). Kemegahan itu tergambar dari pilihan warna yang dipakai defile ini.

Ditambah lagi, tiga segmen yang mewarnai defile pembuka puncak karnaval ini. Ketiga segmen itu adalah segmen pasukan Majapahit yang dipimpin oleh Patih Gajah Mada, kemudian diikuti oleh kelompok Raja Majapahit Hayam Wuruk, dan terakhir penampilan talent JFC yang tergabung dalam keluarga kerajaan alias the royal family.

Tema Majapahit menjadi pembuka grand carnival itu mewakili peradaban nusantara. Berbeda dengan JFC sebelumnya, yang hanya mengambil satu defile dari Indonesia, kini JFC menempatkan dua defile.

Jika Majapahit menjadi pembuka, maka Reog menjadi defile penutup atau defile ke-10. Penampilan Reog tidak kalah 'wah' dari Majapahit. Jika Majapahit bergerak anggun, maka Reog bergerak dinamis.

Penampilan talent dalam defile Reog itu memukai Putri Indonesia 2015 Anindya Kusuma Putri. "Saya suka Reog, bagus sekali, menampilkan kesenian tradisional Indonesia," ujarnya usai melihat grand carnival JFC.



Sumber :
http://surabaya.tribunnews.com/2015/08/30/puteri-indonesia-2015-terpukau-defile-reog-di-karnaval-busana-jember

Related Posts