Dody KAHITNA
Nama: Dody Isnaini
Ttl: Jember, 21 Oktober
Posisi: bass
Dody Is dikenal sebagai Ilustrator musik sinetron. Selain itu Dody juga merupakan basis dari band terkenal, Kahitna. Kahitna berdiri pada taggal 24 Juni 1986 di kota Kembang Bandung. Awalnya Yovie membentuk KAHITNA dengan vocalis Trie Utami, pada perkembangannnya berganti-ganti personil sampai formasi saat ini.
Banyak nama besar yang telah bergabung dengan KAHITNA, dari mulai kesuksesan seorang Yovie Widianto, Rita Effendy, Ruth Sahanaya, Trie Utami, Hedi Yunus.
Selain ilustrator dan pemain bas band Kahitna, Dody juga merupakan Voice Hunter
The Voice Indonesia (www.thevoiceindonesia.co.id) Beragam reaksi penonton televisi muncul ketika ajang ini tayang di Indosiar. Dari banyak reaksi dan tanggapan tersebut, banyak penikmat musik Indonesia terkejut ketika pertama kali melihat The Voice Indonesia (TVI). Format audisi yang unik dan berbeda dengan ajang-ajang serupa membuat orang semakin tertarik dan terhibur.
Banyak orang yang surprise melihat suara-suara emas yang ditampilkan oleh hampir seluruh peserta audisi. Beberapa bahkan menilai babak audisi ini sudah seperti panggung pertunjukkan musik yang sebenarnya. Banyak yang berpendapat jika para peserta The Voice Indonesia seluruhnya memiliki suara yang enak, beberapa bahkan seperti “penyanyi yang sudah jadi”, banyak di antaranya bahkan dianggap lebih bagus daripada segelintir penyanyi yang lebih dulu mapan di panggung musik Indonesia saat ini.
Blind audition TVI membuka mata banyak penonton bahwa ada banyak penyanyi berbakat yang dimiliki oleh Indonesia. Mereka yang selama ini tak disorot secara megah oleh panggung showbiz tanah air. Penyanyi yang selama ini berkarya secara senyap di panggung-panggung tanpa sorotan kamera televisi tapi kualitas dan potensi mereka ternyata luar biasa. Maka tak heran di antara banyak perhatian penonton terhadap The Voice Indonesia, hampir seluruhnya tertuju pada penampilan dan suara emas peserta blind audition.
Aksi dan respon keempat coach dengan gayanya masing-masing yang menarik juga tak kalah menghibur. Tapi di luar semua perhatian penonton terhadap para peserta dan coach, ada nama penting dari The Voice Indonesia yang tidak diketahui banyak orang yakni pemburu bakat. Jika kita terpesona dan menganggap suara para peserta The Voice Indonesia ini luar biasa, sebenarnya bukanlah Glenn Fredly, Sherina, Armand atau Giring yang menemukan mereka.
Keempat coach tersebut memang yang memilih siapa saja dari seluruh peserta blind audition yang layak masuk ke dalam tim mereka masing-masing. Para coach juga yang akan mengemas lebih matang para peserta The Voice nantinya. Tapi yang membawa mereka ke panggung The Voice yang setiap Minggu kita saksikan itu adalah orang berjuluk Voice Hunter. Voice Hunter atau pemburu bakat The Voice Indonesia melakukan audisi terhadap ribuan peserta di beberapa kota seperti Jakarta, Surabaya hingga Yogyakarta.
Sekitar 150 peserta yang tampil di TV mengikuti babak blind audition The Voice Indonesia adalah bakat-bakat pilihan yang dihasilkan dari kejelian, naluri dan obyektifitas Voice Hunter. Kerja perburuan Voice Hunter lah yang membuat blind audition diisi banyak talenta mengagumkan seperti Gilbert Pohan, Billy Simpson, Yunita Rachman, Leona, Monica dan sebagainya.
Lalu siapa Voice Hunter The Voice Indonesia?.
Salah satunya adalah Dody Isnaini. Boleh jadi belum banyak penonton televisi yang familiar dengan nama itu. Tapi jika menyebut Dody KAHITNA, penikmat musik Indonesia pasti akan mengetahuinya. Dody Isnaini atau dikenal dengan Dody Is dan akrab disapa MD adalah pemain bass dari grup band KAHITNA.
Meski seorang bassist, Dody adalah seorang produser sekaligus instruktur vokal. Maka tidak heran jika di atas panggung KAHITNA, ia adalah orang yang mulutnya selalu ikut bergerak selain ketiga vokalis KAHITNA.
20 tahun lebih bergabung bersama KAHITNA hingga kini, Dody telah lama dikenal sebagai pengarah vokal dan produser dari banyak penyanyi dan grup. Perjalanan musikal dan jejak kreativitasnya pun sudah panjang.
Banyak nama yang sudah ia tangani mulai dari Lingua, RSD, Base Jam hingga sejumlah nama pendatang baru di panggung musik Indonesia saat ini. Ia juga terlibat dalam beberapa ajang pencarian bakat seperti Mamamia dan SuperSoulmate.
Dody adalah produser pertama grup band Kotak sekaligus orang yang bertanggung jawab atas lahirnya grup tersebut. Hadirnya nama-nama profesional seperti Dody Is di balik panggung sebagai Voice Hunter TVI patut menjadi jaminan sekaligus harapan akan sebuah kompetisi menyanyi yang benar-benar bernyanyi.
Meski saat ini baru menayangkan babak blind audition, The Voice Indonesia sebenarnya telah menyelesaikan babak battle show di mana para peserta yang lolos dari blind audition dieliminasi hingga terpilih konstestan utama untuk bertarung di live show yang akan digelar mulai bulan April mendatang.
Sumber :
https://stiffrolic.wordpress.com/biografi-band-kahitna/
http://risingprabandharii.blogspot.co.id/2011/09/kahitna.html
http://www.kompasiana.com/wardhanahendra/inilah-sosok-pemburu-bakat-the-voice-indonesia_55295d11f17e6173658b45b0
Monday, May 9, 2016
Sunday, April 17, 2016
Komitmen Pacu Potensi Daerah
Jember dan Bondowoso Bangun Komitmen Pacu Potensi Daerah
PT. Permodalan Nasional Madani (PT. PNM) cabang Jember hadirkan Bupati Jember dan Bondowoso, dalam acara galeri batik bangun komitmen ekonomi dan bangkitkan potensi daerah di kedua kabupaten, di Sumbersari Kecamatan Maesan Bondowoso, Minggu(17/04). Menurut Bupati Jember dr. Faida, MMR meminta kepada pelaku UMKM dari Jember dan Bondowoso yang hadir untuk membiasakan diri mencintai produk lokal.
“Agar produk lokal tidak kalah bersaing dengan produk luar, mari kita mulai dari konsumsi kita diri kita sendiri, karena dengan demikian kita saling menguatkan, antara kabupaten Jember dan Bondowoso saling mengisi, jika ada produk yang dimiliki Jember dan tidak dimiliki Bondowoso, maka kami siap menyediakan, begitu juga sebaliknya, jika dilihat di acara seperti ini seharusnya minumannya produk asli Bondowoso,” ujar Faida.
Sementara Bupati Bondowoso Amin, mengajak kepada masyarakat yang hadir agar lebih mencintai dan memakai produk lokal asli.
“Sudah saatnya pemerintah harus mendukung bagaimana membangun dan mengembangkan potensi produk asli daerah, bagaimana memiliki nilai ekonomis,” paparnya.
Sementara menurut DPR RI, Ir. Azam Azman Natawijaya yang hadir pada kesempatan itu menyampaikan bahwa setiap produk lokal harus mempunyai ciri khas tersendiri, dan hal ini bisa dijadikan unggulan, seperti kain batik yang ada di wilayah eks Besuki, antara Banyuwangi, Jember, Bondowoso dan Situbondo ada perbedaan, sehingga memiliki ciri khas.
“Kalau batik Bondowoso motifnya daun singkong, Jember daun Tembakau dan Banyuwangi Gajah Oling, tapi dari ketiga motif tersebut, pasti ada ciri khas yang sama walau tidak dominan, dan jika saya lihat batik yang dihasilkan oleh ketiga kabupaten tersebut, pasti ada ciri khas warna merahnya, sehingga saya saat melihat orang berkemeja batik yang ada warna merahnya, ” ujar anggota DPR RI tersebut.
Usai acara tersebut, kedua pimpinan kepala daerah tersebut sepakat untuk saling menguatkan kedua Kabupaten tersebut, dan akan terus membangun kerjasama dengan Kabupaten lain di wilayah se eks keresidenan besuki.
Sumber :
http://suarajatimpost.com/jember-dan-bondowoso-bangun-komitmen-pacu-potensi-daerah/
PT. Permodalan Nasional Madani (PT. PNM) cabang Jember hadirkan Bupati Jember dan Bondowoso, dalam acara galeri batik bangun komitmen ekonomi dan bangkitkan potensi daerah di kedua kabupaten, di Sumbersari Kecamatan Maesan Bondowoso, Minggu(17/04). Menurut Bupati Jember dr. Faida, MMR meminta kepada pelaku UMKM dari Jember dan Bondowoso yang hadir untuk membiasakan diri mencintai produk lokal.
“Agar produk lokal tidak kalah bersaing dengan produk luar, mari kita mulai dari konsumsi kita diri kita sendiri, karena dengan demikian kita saling menguatkan, antara kabupaten Jember dan Bondowoso saling mengisi, jika ada produk yang dimiliki Jember dan tidak dimiliki Bondowoso, maka kami siap menyediakan, begitu juga sebaliknya, jika dilihat di acara seperti ini seharusnya minumannya produk asli Bondowoso,” ujar Faida.
Sementara Bupati Bondowoso Amin, mengajak kepada masyarakat yang hadir agar lebih mencintai dan memakai produk lokal asli.
“Sudah saatnya pemerintah harus mendukung bagaimana membangun dan mengembangkan potensi produk asli daerah, bagaimana memiliki nilai ekonomis,” paparnya.
Sementara menurut DPR RI, Ir. Azam Azman Natawijaya yang hadir pada kesempatan itu menyampaikan bahwa setiap produk lokal harus mempunyai ciri khas tersendiri, dan hal ini bisa dijadikan unggulan, seperti kain batik yang ada di wilayah eks Besuki, antara Banyuwangi, Jember, Bondowoso dan Situbondo ada perbedaan, sehingga memiliki ciri khas.
“Kalau batik Bondowoso motifnya daun singkong, Jember daun Tembakau dan Banyuwangi Gajah Oling, tapi dari ketiga motif tersebut, pasti ada ciri khas yang sama walau tidak dominan, dan jika saya lihat batik yang dihasilkan oleh ketiga kabupaten tersebut, pasti ada ciri khas warna merahnya, sehingga saya saat melihat orang berkemeja batik yang ada warna merahnya, ” ujar anggota DPR RI tersebut.
Usai acara tersebut, kedua pimpinan kepala daerah tersebut sepakat untuk saling menguatkan kedua Kabupaten tersebut, dan akan terus membangun kerjasama dengan Kabupaten lain di wilayah se eks keresidenan besuki.
Sumber :
http://suarajatimpost.com/jember-dan-bondowoso-bangun-komitmen-pacu-potensi-daerah/
Tuesday, March 1, 2016
Ayu Sutarto
Profil Prof. Dr. Ayu Sutarto, M.A.
Ayu Sutarto, Prof .Dr. MA., lahir di Pacitan pada tanggal 21 September 1949, adalah dosen Fakultas Sastra Universitas Jember. SD, SMP, dan SMA Negeri diselesaikan di kota kelahirannya. Tahun 1993 memperoleh beasiswa ILDEP untuk belajar riset di Universitas Leiden, Belanda, sambil mengajar bahasa Jawa di Universitas tersebut.
Tahun 1997 berhasil menyelesaikan program doktornya di Universitas Indonesia, Jakarta, dengan predikat cum laude. Pada tahun ini pula hasil penelitiannya tentang orang Tengger menyabet Juara Pertama Pemilihan Naskah Bidang Humaniora 1997 yang diselanggarakan oleh PT. Balai Pustaka Jakarta.
Karya-karya tulisnya yang telah diterbitkan antara lain:
The Legends of Madura (1985),
Queen Kilisuci,
the Story of Reog (1986),
Memperkaya Kosa Kata Bahasa Inggris Bisnis (Sebuah Adaptasi dari Build Your Business Vocabulary by John Flower) (1994),
Efektif dan Efesien dalam Rapat Berbahasa Inggris (Sebuah adaptasi dari Language of Meeting by Malcolm Goodale) (1995).
Legenda Ksada dan Karo Orang Tengger Lumajang (1997),
Di Balik Mitos Gunung Bromo (2001),
Menjinakkan Globlalisasi (2002),
Menguak Pergumulan antara Seni, Politik, Islam, dan Indonesia (2004),
Menjadi NU Menjadi Indonesia (2006),
Saya Orang Tengger Saya Punya Agama (2007),
Pemetaan Kebudayaan di Provinsi Jawa Timur: Sebuah Upaya Pencarian Nilai-Nilai Positif (editor)(2008),
Kamus Budaya dan Religi Tengger (2008),
Mulut Bersambut: Sastra Lisan dan Folklor Lisan Sebagai Instrument Politik pada Era Soekarno dan Soeharto (2009),
Adinda, Kulihat Beribu-ribu Cahaya di Matamu (2009),
Perjalanan Hati Seorang Lelaki (2009),
Kamus Budaya dan Religi Using (2010), dan Indonesia di Mata Seorang Kiai NU (2010).
Ia bergiat di berbagai organisasi profesi dan LSM. Tugas-tugas ke luar negeri yang pernah di emban antara lain,
delegasi Indonesia dalam Sidang ASEAN COCI on Publication on ASEAN Traditional Festivals di Hanoi, Vietnam (1998 dan 2000),
delegasi Indonesia dalam Sidang Mastera dan Seminar Antarabangsa Kesustraan Asia Tenggara di Kuala Lumpur, Malaysia (2001, 2007, dan 2009),
delegasi Indonesia dalam Prepatory Meeting the ASEAN Cultural Heritage Documentaries (Phase III) Water: A Unifying Force in ASEAN di Manila, Philippines (2007),
delegasi Indonesia dalam Sidang ke-13 dan Seminar Majlis Sastera Asia Tenggara (Mastera) di Jakarta (2008),
delegasi Indonesia dalam The Third ASEM Culture Ministers Meeting di Kuala Lumpur, Malaysia (2008),
delegasi Indonesia dalam Sidang Mastera ke-14 di Brunei Darussalam (2008),
delegasi Indonesia dalam “Humour in ASEAN” International Conference di Thailand (2010),
delegasi Indonesia dalam Seminar, Bengkel, dan Festival Pantun MASTERA di Brunei Darussalam (2010). Ia juga pernah aktif sebagai pembicara seminar baik di dalam maupun luar negeri.
Budayawan Jember Ayu Sutarto Wafat
Budayawan yang juga guru besar Universitas Jember, Jawa Timur, Prof Ayu Sutarto wafat dalam usia 66 tahun di Rumah Sakit Jember Klinik karena sakit stroke, Selasa (1/3) sekitar pukul 07.00 WIB.
Anggota Majelis Sastra Asia Tenggara dan penulis buku Kamus Budaya-Religi Tengger tersebut akan dimakamkan pada pukul 15.00 WIB di pemakaman umum dekat rumah duka, Jalan Sumatra, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember.
Ayu Sutarto menghembuskan napas terakhir setelah dirawat dalam kondisi koma karena serangan stroke di Rumah Sakit Jember Klinik sejak 14 Desember 2015. Ayu Sutarto lahir di Pacitan, 21 September 1949. Ia adalah dosen di Fakultas Sastra Universitas Jember dan menjadi peneliti folklore.
Program doktornya diselesaikan di Universitas Indonesia pada 1997. Tahun itu pula, penelitiannya tentang orang Suku Tengger menjadi juara pemilihan naskah bidang humaniora yang digelar PT Balai Pustaka Jakarta.
Sutarto beberapa kali menjadi delegasi Indonesia dalam konferensi sastra internasional. Di akhir hayatnya, ia mendirikan kelompok belajar dan bermain Untukmu Si Kecil di tepi Sungai Bedadung. Di sana, ia mengajarkan hal-hal yang dilupakan banyak orang, termasuk permainan anak tradisional.
Budayawan dan Guru Besar Universitas Jember Prof DR Ayu Sutarto Meninggal Dunia
Innalillahi wa inna ilaihi roji'un...Budayawan Prof DR Ayu Sutarto MA Meninggal dunia karena sakit stroke, Selasa (1/3/2016). Guru besar Universitas Jember itu meninggal dunia dalam usia 66 tahun di RS Jember Klinik pukul 07.00 wib.
Prof. DR. Ayu Sutarto lebih dari sebulan terakhir dirawat di rumah sakit. Pertengahan Januari lalu, stroke menyerangnya ketika shalat subuh. Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit itu sampai meninggal dunia pagi tadi. Jenazah penulis sejumlah buku itu akan dimakamkan pukul 15.00 wib di pemakaman dekat rumah duka Jalan Sumatra Kecamatan Sumbersari, Jember, Jawa Timur.
Merintis Guru Besar dari Bantaran Kali Bedadung
Ayu Sutarto dikenal sebagai pakar cultural studies yang acap mengisi berbagai forum kebudayaan dan wisata di seantero Indonesia dan luar negeri. Selasa (29/4) lalu dirinya dikukuhkan sebagai guru besar Universitas Jember (Unej). Gelar guru besar itu diretasnya dari bantaran Kali Bedadung.
Dengan kepakarannya di bidang studi kebudayaan, Ayu telah keliling Indonesia dan 12 negara untuk menjadi delegasi atau pembicara dalam forum-forum kebudayaan. Sejumlah negara Eropa juga telah disinggahinya.
Di tengah kesibukannya mengajar dan menjadi pembicara dalam berbagai forum budaya di Indonesia dan mancanegara, Ayu tak lupa dengan tanggung jawab sosialnya. Sejak 10 tahun lalu, dia mendirikan Yayasan Untukmu Si Kecil.
Nama yayasannya yang terdengar unik itu, ternyata memiliki makna mendalam. Ayu sempat berkata bahwa dirinya menjadi guru besar seteloah menjadi guru kecil. Yakni, menjadi guru kecil bagi orang kecil, orang bermasa depan kecil, berpenghasilan kecil, berharapan kecil, dan berezeki kecil.
Gedung yayasan yang terletak persis di bibir bantaran Kali Bedadung itu memang menjadi arena bermain dan taman baca bagi anak-anak. Di dalamnya banyak meja panjang kecil dan sebuah white board. Buku-buku juga terhampar di beberapa rak.
Untuk operasional yayasannya, Ayu mengaku membiayainya dengan menyisihkan 2,5 persen honor yang diterima ketika diundang ke berbagai forum kebudayaan.
Dengan segala kelebihan dan kepeduliannya, Ayu tetaplah orang yang bersahaja. Kemana-mana selalu naik motor yang tak lagi baru. Tak jarang pula Ayu pergi ke kampus dengan ngonthel sepeda. “Bukan kampanye hemat energi, tapi karena saya memang benar-benar tak punya mobil. Dan saya tak malu ngonthel sepeda,” tuturnya sembari terkekeh.
sumber :
http://ayusutarto.com/
http://sastra.unej.ac.id/profil-prof-dr-sutarto-m-a/
http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/daerah/16/03/01/o3cgzs384-budayawan-jember-ayu-sutarto-wafat
http://surabaya.tribunnews.com/2016/03/01/budayawan-dan-guru-besar-universitas-jember-prof-dr-ayu-sutarto-meninggal-dunia
http://setajampena.blogspot.co.id/2008/05/merintis-guru-besar-dari-bantaran-kali.html
Ayu Sutarto, Prof .Dr. MA., lahir di Pacitan pada tanggal 21 September 1949, adalah dosen Fakultas Sastra Universitas Jember. SD, SMP, dan SMA Negeri diselesaikan di kota kelahirannya. Tahun 1993 memperoleh beasiswa ILDEP untuk belajar riset di Universitas Leiden, Belanda, sambil mengajar bahasa Jawa di Universitas tersebut.
Tahun 1997 berhasil menyelesaikan program doktornya di Universitas Indonesia, Jakarta, dengan predikat cum laude. Pada tahun ini pula hasil penelitiannya tentang orang Tengger menyabet Juara Pertama Pemilihan Naskah Bidang Humaniora 1997 yang diselanggarakan oleh PT. Balai Pustaka Jakarta.
Karya-karya tulisnya yang telah diterbitkan antara lain:
The Legends of Madura (1985),
Queen Kilisuci,
the Story of Reog (1986),
Memperkaya Kosa Kata Bahasa Inggris Bisnis (Sebuah Adaptasi dari Build Your Business Vocabulary by John Flower) (1994),
Efektif dan Efesien dalam Rapat Berbahasa Inggris (Sebuah adaptasi dari Language of Meeting by Malcolm Goodale) (1995).
Legenda Ksada dan Karo Orang Tengger Lumajang (1997),
Di Balik Mitos Gunung Bromo (2001),
Menjinakkan Globlalisasi (2002),
Menguak Pergumulan antara Seni, Politik, Islam, dan Indonesia (2004),
Menjadi NU Menjadi Indonesia (2006),
Saya Orang Tengger Saya Punya Agama (2007),
Pemetaan Kebudayaan di Provinsi Jawa Timur: Sebuah Upaya Pencarian Nilai-Nilai Positif (editor)(2008),
Kamus Budaya dan Religi Tengger (2008),
Mulut Bersambut: Sastra Lisan dan Folklor Lisan Sebagai Instrument Politik pada Era Soekarno dan Soeharto (2009),
Adinda, Kulihat Beribu-ribu Cahaya di Matamu (2009),
Perjalanan Hati Seorang Lelaki (2009),
Kamus Budaya dan Religi Using (2010), dan Indonesia di Mata Seorang Kiai NU (2010).
Ia bergiat di berbagai organisasi profesi dan LSM. Tugas-tugas ke luar negeri yang pernah di emban antara lain,
delegasi Indonesia dalam Sidang ASEAN COCI on Publication on ASEAN Traditional Festivals di Hanoi, Vietnam (1998 dan 2000),
delegasi Indonesia dalam Sidang Mastera dan Seminar Antarabangsa Kesustraan Asia Tenggara di Kuala Lumpur, Malaysia (2001, 2007, dan 2009),
delegasi Indonesia dalam Prepatory Meeting the ASEAN Cultural Heritage Documentaries (Phase III) Water: A Unifying Force in ASEAN di Manila, Philippines (2007),
delegasi Indonesia dalam Sidang ke-13 dan Seminar Majlis Sastera Asia Tenggara (Mastera) di Jakarta (2008),
delegasi Indonesia dalam The Third ASEM Culture Ministers Meeting di Kuala Lumpur, Malaysia (2008),
delegasi Indonesia dalam Sidang Mastera ke-14 di Brunei Darussalam (2008),
delegasi Indonesia dalam “Humour in ASEAN” International Conference di Thailand (2010),
delegasi Indonesia dalam Seminar, Bengkel, dan Festival Pantun MASTERA di Brunei Darussalam (2010). Ia juga pernah aktif sebagai pembicara seminar baik di dalam maupun luar negeri.
Budayawan Jember Ayu Sutarto Wafat
Budayawan yang juga guru besar Universitas Jember, Jawa Timur, Prof Ayu Sutarto wafat dalam usia 66 tahun di Rumah Sakit Jember Klinik karena sakit stroke, Selasa (1/3) sekitar pukul 07.00 WIB.
Anggota Majelis Sastra Asia Tenggara dan penulis buku Kamus Budaya-Religi Tengger tersebut akan dimakamkan pada pukul 15.00 WIB di pemakaman umum dekat rumah duka, Jalan Sumatra, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember.
Ayu Sutarto menghembuskan napas terakhir setelah dirawat dalam kondisi koma karena serangan stroke di Rumah Sakit Jember Klinik sejak 14 Desember 2015. Ayu Sutarto lahir di Pacitan, 21 September 1949. Ia adalah dosen di Fakultas Sastra Universitas Jember dan menjadi peneliti folklore.
Program doktornya diselesaikan di Universitas Indonesia pada 1997. Tahun itu pula, penelitiannya tentang orang Suku Tengger menjadi juara pemilihan naskah bidang humaniora yang digelar PT Balai Pustaka Jakarta.
Sutarto beberapa kali menjadi delegasi Indonesia dalam konferensi sastra internasional. Di akhir hayatnya, ia mendirikan kelompok belajar dan bermain Untukmu Si Kecil di tepi Sungai Bedadung. Di sana, ia mengajarkan hal-hal yang dilupakan banyak orang, termasuk permainan anak tradisional.
Budayawan dan Guru Besar Universitas Jember Prof DR Ayu Sutarto Meninggal Dunia
Innalillahi wa inna ilaihi roji'un...Budayawan Prof DR Ayu Sutarto MA Meninggal dunia karena sakit stroke, Selasa (1/3/2016). Guru besar Universitas Jember itu meninggal dunia dalam usia 66 tahun di RS Jember Klinik pukul 07.00 wib.
Prof. DR. Ayu Sutarto lebih dari sebulan terakhir dirawat di rumah sakit. Pertengahan Januari lalu, stroke menyerangnya ketika shalat subuh. Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit itu sampai meninggal dunia pagi tadi. Jenazah penulis sejumlah buku itu akan dimakamkan pukul 15.00 wib di pemakaman dekat rumah duka Jalan Sumatra Kecamatan Sumbersari, Jember, Jawa Timur.
Merintis Guru Besar dari Bantaran Kali Bedadung
Ayu Sutarto dikenal sebagai pakar cultural studies yang acap mengisi berbagai forum kebudayaan dan wisata di seantero Indonesia dan luar negeri. Selasa (29/4) lalu dirinya dikukuhkan sebagai guru besar Universitas Jember (Unej). Gelar guru besar itu diretasnya dari bantaran Kali Bedadung.
Dengan kepakarannya di bidang studi kebudayaan, Ayu telah keliling Indonesia dan 12 negara untuk menjadi delegasi atau pembicara dalam forum-forum kebudayaan. Sejumlah negara Eropa juga telah disinggahinya.
Di tengah kesibukannya mengajar dan menjadi pembicara dalam berbagai forum budaya di Indonesia dan mancanegara, Ayu tak lupa dengan tanggung jawab sosialnya. Sejak 10 tahun lalu, dia mendirikan Yayasan Untukmu Si Kecil.
Nama yayasannya yang terdengar unik itu, ternyata memiliki makna mendalam. Ayu sempat berkata bahwa dirinya menjadi guru besar seteloah menjadi guru kecil. Yakni, menjadi guru kecil bagi orang kecil, orang bermasa depan kecil, berpenghasilan kecil, berharapan kecil, dan berezeki kecil.
Gedung yayasan yang terletak persis di bibir bantaran Kali Bedadung itu memang menjadi arena bermain dan taman baca bagi anak-anak. Di dalamnya banyak meja panjang kecil dan sebuah white board. Buku-buku juga terhampar di beberapa rak.
Untuk operasional yayasannya, Ayu mengaku membiayainya dengan menyisihkan 2,5 persen honor yang diterima ketika diundang ke berbagai forum kebudayaan.
Dengan segala kelebihan dan kepeduliannya, Ayu tetaplah orang yang bersahaja. Kemana-mana selalu naik motor yang tak lagi baru. Tak jarang pula Ayu pergi ke kampus dengan ngonthel sepeda. “Bukan kampanye hemat energi, tapi karena saya memang benar-benar tak punya mobil. Dan saya tak malu ngonthel sepeda,” tuturnya sembari terkekeh.
sumber :
http://ayusutarto.com/
http://sastra.unej.ac.id/profil-prof-dr-sutarto-m-a/
http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/daerah/16/03/01/o3cgzs384-budayawan-jember-ayu-sutarto-wafat
http://surabaya.tribunnews.com/2016/03/01/budayawan-dan-guru-besar-universitas-jember-prof-dr-ayu-sutarto-meninggal-dunia
http://setajampena.blogspot.co.id/2008/05/merintis-guru-besar-dari-bantaran-kali.html
Thursday, December 3, 2015
Pak Cik Power
Kala Andik Vermansah Menyamar Jadi Kakek
link Youtube : https://youtu.be/CHLgGI8pSKE
Pemain yang pernah memperkuat Persebaya 1927 ini memiliki kecepatan dan kemampuan luar biasa. Kebanyakan, aksi Andik tersebut hanya terlihat di dalam lapangan. Lalu, bagaimana bila Andik beraksi di luar lapangan?
Andik membuat heboh dengan didandani seperti seorang kakek. Dengan memakai kacamata dan membawa jinjingan, Andik memainkan bola di pinggir jalan. Bahkan, ia mengajak salah satu pejalan kaki bermain bola.
Andik kemudian melanjutkan perjalanannya ke sebuah mal. Tibalah ia di lapangan futsal yang sudah dipenuhi beberapa orang. Di lapangan tersebut, Andik mengundang decak kagum dengan kemampuannya mengolah bola.
Video ini merupakan teaser mengenai TM Piala Malaysia 2015. Video ini sudah ditonton 122.000 kali dan di-like sebanyak 4.699 orang.
Sumber :
http://bola.kompas.com/read/2015/12/03/14335008/Kala.Andik.Vermansah.Menyamar.Jadi.Kakek?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Ktswp
link Youtube : https://youtu.be/CHLgGI8pSKE
Pemain yang pernah memperkuat Persebaya 1927 ini memiliki kecepatan dan kemampuan luar biasa. Kebanyakan, aksi Andik tersebut hanya terlihat di dalam lapangan. Lalu, bagaimana bila Andik beraksi di luar lapangan?
Andik membuat heboh dengan didandani seperti seorang kakek. Dengan memakai kacamata dan membawa jinjingan, Andik memainkan bola di pinggir jalan. Bahkan, ia mengajak salah satu pejalan kaki bermain bola.
Andik kemudian melanjutkan perjalanannya ke sebuah mal. Tibalah ia di lapangan futsal yang sudah dipenuhi beberapa orang. Di lapangan tersebut, Andik mengundang decak kagum dengan kemampuannya mengolah bola.
Video ini merupakan teaser mengenai TM Piala Malaysia 2015. Video ini sudah ditonton 122.000 kali dan di-like sebanyak 4.699 orang.
Sumber :
http://bola.kompas.com/read/2015/12/03/14335008/Kala.Andik.Vermansah.Menyamar.Jadi.Kakek?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Ktswp
Sunday, November 22, 2015
Winny Charita
Erwinia Charita
Winny Charita (lahir di Jember, Indonesia, 31 Mei 1985; umur 30 tahun) merupakan seorang presenter dan pembaca berita televisi asal Indonesia. Saat ini ia bergabung di stasiun televisi tvOne sejak tahun 2010.
Winny, yang memiliki nama lengkap Erwinia Charita, merupakan alumni SMA 1 Jember dimana saat itu ia sempat dipercaya menjadi salah satu anggota tim Paskibraka Provinsi Jawa Timur. Ia kemudian kuliah di Universitas Airlangga di fakultas ekonomi.
Usai lulus, Winny kemudian memulai karier sebagai presenter di Jawa Pos Media TV. Ia lantas bergabung dengan KampusOne, sebuah pelatihan presenter televisi yang diadakan oleh tvOne, dan ia kemudian lulus pada awal 2010. Dari sinilah kemudian ia masuk ke tvOne sebagai salah satu presenter tetap sampai saat ini.
Presenter berita stasiun televisi kebanyakan memang memiliki paras yang cantik. Selain cantik mererka juga memiliki pengetahuan yang luas dan tentunya Smart alias pintar. Begitu juga dengan Winny Charita, ia merupakan salah satu presenter berita di stasiun televisi Tv One yang wajah cantiknya kerap muncul membawakan sejumlah acara berita seperti “Apa Kabar Indonesia”.
Winny Charita juga saat ini tengah menjalin hubungan asmara dengan seorang Kapolda Kalimantan Selatan, Brigjen Pol Agung Budi Maryoto. Bahkan keduanya baru saja usai melakukan foto Prawedding dan dalam waktu dekat akan segera melangsungkan pernikahan.
Bernama Lengkap Erwinia Charita, ia beragama Islam, lahir di Jember, 23 maret 1985. Selepas lulus dari SMA 1 Jember, Winny kemudian melanjutkan pendidikannya di Universitas Airlangga masuk di fakultas Ekonomi.
Karir Presenter Winny Charita berawal saat dirinya lulus dari Universitas Airlangga, mantan anggota tim Paskibraka Provinsi Jawa Timur itu bekerja di Jawa Pos Media TV sebagai presenter.
Kemudian Winny mengikuti KampusOne (sebuah pelatihan presenter televisi yang diadakan oleh tvOne), ia lulus dari KampusOne pda tahun 2010. Dari sejak itulah Winny Charita menjadi presenter di TvOne hingga sekarang.
Untuk mengenal lebih dekat dengan Presenter cantik Tv One ini, Simak Ulasan Biodata Winny Charita Presenter Tv One di bawah ini.
Nama Lengkap : Erwinia Charita
Nama Keren : Winny Charita
Tempat Lahir : Jember, Jawa Timur, Indonesia
Tanggal Lahir : 23 maret 1985
Pekerjaan : Presenter Berita
Agama : Islam
Pasangan : Kapolda Kalsel Brigjen Pol Agung Budi Maryoto (Calon Suami)
Almamater : Universitas Airlangga Fakultas Ekonomi
Winny Charita kelahiran Jember, Jawa Timur, Indonesia, 31 Mei 1985, atau saat ini berumur 30 tahun.
Sebagaimana dikutip dari Wikipedia, Winny merupakan seorang presenter dan pembaca berita televisi. Saat ini Winny Charita bergabung di stasiun televisi tvOne sejak tahun 2010.
Winny, yang memiliki nama lengkap Erwinia Charita, merupakan alumni SMA 1 Jember.
Semasa SMA, Winny sempat dipercaya menjadi salah satu anggota tim Paskibraka Provinsi Jawa Timur.
Winny Charita kemudian kuliah di Universitas Airlangga di Fakultas Ekonomi.
Usai lulus, Winny kemudian memulai karier sebagai presenter di Jawa Pos Media TV.
Ia lantas bergabung dengan KampusOne, sebuah pelatihan presenter televisi yang diadakan oleh tvOne, dan ia kemudian lulus pada awal 2010.
Dari sinilah kemudian ia masuk ke tvOne sebagai salah satu presenter tetap sampai saat ini.. Saat ini ia bergabung di stasiun televisi tvOne sejak tahun 2010.
Ada cerita unik Winny Charita saat meliput berita yang sampai harus memakai helm, yang diulas disalah satu blog pada tanggal 30 MARET 2012
RISIKO profesi jurnalis ada segudang. Apalagi mereka yang berjuang menyampaikan informasi di wilayah konflik. Nyawa jadi taruhannya. Meliput di wilayah konflik ada triknya. Berita diraih, keselamatan utuh. Termasuk saat meliput aksi unjuk rasa yang dibumbui kekisruhan.
Saya percaya, lantaran itu pula, Winny Charita, reporter TVOne memakai helm saat reportase langsung aksi unjuk rasa di Makassar. Sang reporter wanita memakai helm open fase berwarna merah muda. Dalam laporan langsung Kamis (29/3/2012) sekitar pukul 22.30 WIB, sang reporter mengabarkan situasi unjuk rasa yang berlangsung hingga tengah malam. Asap masih keluar dari ban yang dibakar demonstran. Polisi berjaga-jaga dan menegosiasi agar aksi diselesaikan mengingat waktu sudah larut malam.
Lewat siaran televisi kita lihat bagaimana mahasiswa yang berunjuk rasa di Makassar kerap berbuntut aksi pelemparan batu. Tak hanya diarahkan ke petugas, lemparan batu juga mengarah ke bangunan, seperti show room mobil. Tak heran jika para jurnalis mesti melengkapi alat perlindungan diri.
Gigihnya jurnalis menjembatani hak masyrakat memperoleh informasi sudah ada sejak lama. Trik-trik meliput di wilayah konflikpun sudah difahami. Bagaimana kita lihat reporter yang meliput perang Irak harus memakai helm baja dan rompi anti peluru. Kini, kita lihat reporter tv memakai helm dan pasti gigi di wajah. Helm untuk melindungi kepala dari lemparan batu yang tak memiliki mata. Pasta gigi untuk meredam pedihnya mata ketika gas air mata mengeluarkan asap. Trik lainnya, meliput di belakang barisan aparat. Walau, kadang tak sepenuhnya manjur.
Kesadaran melindungi kepala dari lemparan batu sesuatu yang lumrah. Kepala adalah organ tubuh yang vital. Bagaimana bisa bekerja jika kepala terluka.
Saya jadi kepikiran, kalau menghindari lemparan batu saja mesti pakai helm, bagaimana kalau menghadapi risiko membentur aspal saat bersepeda motor. Benturan di kepala bisa-bisa membuat luka fatal. Maklum, obyek yang sedang bergerak cepat bisa membuat tumbukan yang keras. Terimakasih mbak Winny, sudah mengingatkan pentingnya memakai helm.
https://twitter.com/winnycharita
https://www.instagram.com/winnycharita/
Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Winny_Charita
http://ketemulagi.com/profil-lengkap-winny-charita-presenter-tv-one/
http://banjarmasin.tribunnews.com/2015/11/19/inilah-profil-winny-charita-presenter-tvone-yang-dipersunting-kapolda-kalsel-itu
https://edorusyanto.wordpress.com/2012/03/30/winny-charita-pun-memakai-helm/
Winny Charita (lahir di Jember, Indonesia, 31 Mei 1985; umur 30 tahun) merupakan seorang presenter dan pembaca berita televisi asal Indonesia. Saat ini ia bergabung di stasiun televisi tvOne sejak tahun 2010.
Winny, yang memiliki nama lengkap Erwinia Charita, merupakan alumni SMA 1 Jember dimana saat itu ia sempat dipercaya menjadi salah satu anggota tim Paskibraka Provinsi Jawa Timur. Ia kemudian kuliah di Universitas Airlangga di fakultas ekonomi.
Usai lulus, Winny kemudian memulai karier sebagai presenter di Jawa Pos Media TV. Ia lantas bergabung dengan KampusOne, sebuah pelatihan presenter televisi yang diadakan oleh tvOne, dan ia kemudian lulus pada awal 2010. Dari sinilah kemudian ia masuk ke tvOne sebagai salah satu presenter tetap sampai saat ini.
Presenter berita stasiun televisi kebanyakan memang memiliki paras yang cantik. Selain cantik mererka juga memiliki pengetahuan yang luas dan tentunya Smart alias pintar. Begitu juga dengan Winny Charita, ia merupakan salah satu presenter berita di stasiun televisi Tv One yang wajah cantiknya kerap muncul membawakan sejumlah acara berita seperti “Apa Kabar Indonesia”.
Winny Charita juga saat ini tengah menjalin hubungan asmara dengan seorang Kapolda Kalimantan Selatan, Brigjen Pol Agung Budi Maryoto. Bahkan keduanya baru saja usai melakukan foto Prawedding dan dalam waktu dekat akan segera melangsungkan pernikahan.
Bernama Lengkap Erwinia Charita, ia beragama Islam, lahir di Jember, 23 maret 1985. Selepas lulus dari SMA 1 Jember, Winny kemudian melanjutkan pendidikannya di Universitas Airlangga masuk di fakultas Ekonomi.
Karir Presenter Winny Charita berawal saat dirinya lulus dari Universitas Airlangga, mantan anggota tim Paskibraka Provinsi Jawa Timur itu bekerja di Jawa Pos Media TV sebagai presenter.
Kemudian Winny mengikuti KampusOne (sebuah pelatihan presenter televisi yang diadakan oleh tvOne), ia lulus dari KampusOne pda tahun 2010. Dari sejak itulah Winny Charita menjadi presenter di TvOne hingga sekarang.
Untuk mengenal lebih dekat dengan Presenter cantik Tv One ini, Simak Ulasan Biodata Winny Charita Presenter Tv One di bawah ini.
Nama Lengkap : Erwinia Charita
Nama Keren : Winny Charita
Tempat Lahir : Jember, Jawa Timur, Indonesia
Tanggal Lahir : 23 maret 1985
Pekerjaan : Presenter Berita
Agama : Islam
Pasangan : Kapolda Kalsel Brigjen Pol Agung Budi Maryoto (Calon Suami)
Almamater : Universitas Airlangga Fakultas Ekonomi
Winny Charita kelahiran Jember, Jawa Timur, Indonesia, 31 Mei 1985, atau saat ini berumur 30 tahun.
Sebagaimana dikutip dari Wikipedia, Winny merupakan seorang presenter dan pembaca berita televisi. Saat ini Winny Charita bergabung di stasiun televisi tvOne sejak tahun 2010.
Winny, yang memiliki nama lengkap Erwinia Charita, merupakan alumni SMA 1 Jember.
Semasa SMA, Winny sempat dipercaya menjadi salah satu anggota tim Paskibraka Provinsi Jawa Timur.
Winny Charita kemudian kuliah di Universitas Airlangga di Fakultas Ekonomi.
Usai lulus, Winny kemudian memulai karier sebagai presenter di Jawa Pos Media TV.
Ia lantas bergabung dengan KampusOne, sebuah pelatihan presenter televisi yang diadakan oleh tvOne, dan ia kemudian lulus pada awal 2010.
Dari sinilah kemudian ia masuk ke tvOne sebagai salah satu presenter tetap sampai saat ini.. Saat ini ia bergabung di stasiun televisi tvOne sejak tahun 2010.
Ada cerita unik Winny Charita saat meliput berita yang sampai harus memakai helm, yang diulas disalah satu blog pada tanggal 30 MARET 2012
RISIKO profesi jurnalis ada segudang. Apalagi mereka yang berjuang menyampaikan informasi di wilayah konflik. Nyawa jadi taruhannya. Meliput di wilayah konflik ada triknya. Berita diraih, keselamatan utuh. Termasuk saat meliput aksi unjuk rasa yang dibumbui kekisruhan.
Saya percaya, lantaran itu pula, Winny Charita, reporter TVOne memakai helm saat reportase langsung aksi unjuk rasa di Makassar. Sang reporter wanita memakai helm open fase berwarna merah muda. Dalam laporan langsung Kamis (29/3/2012) sekitar pukul 22.30 WIB, sang reporter mengabarkan situasi unjuk rasa yang berlangsung hingga tengah malam. Asap masih keluar dari ban yang dibakar demonstran. Polisi berjaga-jaga dan menegosiasi agar aksi diselesaikan mengingat waktu sudah larut malam.
Lewat siaran televisi kita lihat bagaimana mahasiswa yang berunjuk rasa di Makassar kerap berbuntut aksi pelemparan batu. Tak hanya diarahkan ke petugas, lemparan batu juga mengarah ke bangunan, seperti show room mobil. Tak heran jika para jurnalis mesti melengkapi alat perlindungan diri.
Gigihnya jurnalis menjembatani hak masyrakat memperoleh informasi sudah ada sejak lama. Trik-trik meliput di wilayah konflikpun sudah difahami. Bagaimana kita lihat reporter yang meliput perang Irak harus memakai helm baja dan rompi anti peluru. Kini, kita lihat reporter tv memakai helm dan pasti gigi di wajah. Helm untuk melindungi kepala dari lemparan batu yang tak memiliki mata. Pasta gigi untuk meredam pedihnya mata ketika gas air mata mengeluarkan asap. Trik lainnya, meliput di belakang barisan aparat. Walau, kadang tak sepenuhnya manjur.
Kesadaran melindungi kepala dari lemparan batu sesuatu yang lumrah. Kepala adalah organ tubuh yang vital. Bagaimana bisa bekerja jika kepala terluka.
Saya jadi kepikiran, kalau menghindari lemparan batu saja mesti pakai helm, bagaimana kalau menghadapi risiko membentur aspal saat bersepeda motor. Benturan di kepala bisa-bisa membuat luka fatal. Maklum, obyek yang sedang bergerak cepat bisa membuat tumbukan yang keras. Terimakasih mbak Winny, sudah mengingatkan pentingnya memakai helm.
https://twitter.com/winnycharita
https://www.instagram.com/winnycharita/
Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Winny_Charita
http://ketemulagi.com/profil-lengkap-winny-charita-presenter-tv-one/
http://banjarmasin.tribunnews.com/2015/11/19/inilah-profil-winny-charita-presenter-tvone-yang-dipersunting-kapolda-kalsel-itu
https://edorusyanto.wordpress.com/2012/03/30/winny-charita-pun-memakai-helm/
Friday, November 13, 2015
Terminal Kargo
Tahun Depan Jember Bangun Terminal Kargo
Kabupaten Jember sudah selayaknya memiliki terminal Kargo. Pasalnya, ketiadaan fasilitas ini membuat aktifitas bongkar muat barang dilakukan di ruas-ruas jalan perkotaan, sehingga terjadi kemacetan lalu lintas. Wacana pembangunan Terminal Kargo itu sebenarnya telah muncul sejak tahun 1986 silam.
Karena sebagai salah satu Kabupaten terbesar nomor tiga di Jawa Timur, perekonomian Kabupaten Jember diprediksi bertumbuh pesat. Namun, nyatanya hingga saat ini wacana itu belum juga direalisasikan dalam program yang nyata.Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkab Jember, Isman hari selasa siang kepada sejumlah wartawan menjelaskan, pembangunan Terminal Kargo ini akan diusulkannya pada Rancangan APBD Tahun Anggaran 2016 mendatang.
Dishub bersama Komisi C DPRD Kabupaten Jember telah melakukan maping lokasi yang tepat untuk pembangunan Terminal Kargo. Berdasarkan hasil maping tadi, ada dua lokasi yang diusulkan, yakni di Kecamatan Rambi puji dan Kranjingan.
Hanya saja, kalau dilihat efektifitasnya, pembangunan Terminal kargo di kranjingan menurut Isman dinilai lebih efektif dibandingkan dengan Rambi Puji. Sebab, Rambi puji dinilainya terlalu jauh dalam mendistribusikan barang ke perkotaan. Apalagi, di kranjingan telah ada lahan milik Pemkab Jember.
Sehingga pihaknya tidak perlu melakukan pembebasan lahan untuk pembangunan Terminal Kargo tadi.
Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jember, Siswono menuturkan, pihaknya sangat mendukung adanya terminal kargo. Mengingat intensitas kendaraan di Kabupaten Jember sudah mulai padat. Sehingga, jika Terminal Kargo tadi tidak segera direalisasikan maka kemacetan arus lalu lintas di perkotaan tidak bisa dihindarkan.
Sumber :
http://www.jemberpost.com/ekonomi-bisnis/tahun-depan-jember-bangun-terminal-kargo/
Kabupaten Jember sudah selayaknya memiliki terminal Kargo. Pasalnya, ketiadaan fasilitas ini membuat aktifitas bongkar muat barang dilakukan di ruas-ruas jalan perkotaan, sehingga terjadi kemacetan lalu lintas. Wacana pembangunan Terminal Kargo itu sebenarnya telah muncul sejak tahun 1986 silam.
Karena sebagai salah satu Kabupaten terbesar nomor tiga di Jawa Timur, perekonomian Kabupaten Jember diprediksi bertumbuh pesat. Namun, nyatanya hingga saat ini wacana itu belum juga direalisasikan dalam program yang nyata.Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkab Jember, Isman hari selasa siang kepada sejumlah wartawan menjelaskan, pembangunan Terminal Kargo ini akan diusulkannya pada Rancangan APBD Tahun Anggaran 2016 mendatang.
Dishub bersama Komisi C DPRD Kabupaten Jember telah melakukan maping lokasi yang tepat untuk pembangunan Terminal Kargo. Berdasarkan hasil maping tadi, ada dua lokasi yang diusulkan, yakni di Kecamatan Rambi puji dan Kranjingan.
Hanya saja, kalau dilihat efektifitasnya, pembangunan Terminal kargo di kranjingan menurut Isman dinilai lebih efektif dibandingkan dengan Rambi Puji. Sebab, Rambi puji dinilainya terlalu jauh dalam mendistribusikan barang ke perkotaan. Apalagi, di kranjingan telah ada lahan milik Pemkab Jember.
Sehingga pihaknya tidak perlu melakukan pembebasan lahan untuk pembangunan Terminal Kargo tadi.
Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jember, Siswono menuturkan, pihaknya sangat mendukung adanya terminal kargo. Mengingat intensitas kendaraan di Kabupaten Jember sudah mulai padat. Sehingga, jika Terminal Kargo tadi tidak segera direalisasikan maka kemacetan arus lalu lintas di perkotaan tidak bisa dihindarkan.
Sumber :
http://www.jemberpost.com/ekonomi-bisnis/tahun-depan-jember-bangun-terminal-kargo/
Monday, September 14, 2015
Siloam Tower
Jember Icon
Lippo Group berharap gedung yang disebutnya Jember Icon akan menjadi landmark atau tengara baru bagi kota Jember. Kelompok bisnis raksasa itu sedang membangun Jember Icon di atas tanah eks Brigif Jember di Jalan Gajah Mada.
Jember Icon merupakan bangunan besar di pinggir jalan poros masuk pusat kota Jember dari arah barat.Bangunan itu berada dalam kompleks Siloam Tower. Siloam merupakan rumah sakit yang menjadi salah satu lini bisnis Lippo Group.
Siloam Tower itu nantinya menjadi bangunan terintegrasi yang terdiri dari rumah sakit, hotel, sekolah, dan pusat perbelanjaan. Rumah Sakit Siloam akan menempati areal paling luas. Siloam Tower itu berlantai 19. Kompleks bangunan itu terdiri dari tiga bangunan utama yang nantinya akan menjadi lokasi rumah sakit, hotel, dan pusat perbelanjaan.
RS Siloam akan menempati Siloam Tower mulai lantai 5-10. Bangunan jumbo tersebut mencolok mata bagi warga yang melintas Jalan Gajah Mada. Karenanya, Pemkab menyebutnya sebagai Jember Icon. Jika selesai 100 persen, bangunan itu akan menjadi gedung jangkung tertinggi di Jember.
Sedangkan pusat perbelanjaan akan beroperasi Juni 2016. Siloam Tower yang menjadi lokasi RS Siloam nantinya dilengkapi helipad, selain gedung berlantai 19. Bangunan itu dilengkapi enam unit lift. RS Siloam yang dirancang berstandar internasional itu memiliki 350 bed, terdiri dari 200 bed kelas III untuk pasien BPJS Kesehatan, sisanya dibagi untuk kelas II, I, VIP, dan kamar suit.
Menara RS Siloam di Jember terdiri dari 19 lantai, yakni tiga lantai dasar, lantai bawah, 13 lantai untuk rumah sakit, ditambah dengan atap dan satu lagi untuk helipad di puncak menara.
Rumah sakit ini menempati tanah seluas 1,2 hektare dan bangunan seluas 13,9 hektare dengan investasinya mencapai 25 juta dolar.
Istri Mochtar Riady adalah Warga Jember
Rumah Sakit Siloam milik Lippo Group akan beroperasi Maret 2016 di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Sebanyak 200 dari 350 tempat tidur dikhususkan pasien pengguna asuransi kesehatan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.
Siloam adalah bagian dari Lippo Group milik Mochtar Riady. Konglomerat ini beristrikan orang Jember dan memulai bisnis dari kota ini. Selain rumah sakit, di kawasan bisnis tersebut akan ada hotel dan pusat belanja.
Siloam Beroperasi Maret 2016
Rencananya Siloam Hospital akan beroperasi Maret 2016. RS Siloam di Jember tersebut merupakan yang kedua di Jawa Timur dan satunya berada di Malang, namun di sana masih berupa tanah kosong. Dari 20 RS Siloam di Indonesia, 12 RS di antaranya sudah menerima BPJS Kesehatan karena hal itu sesuai dengan komitmen Pak Mochtar yang ingin keberadaan rumah sakit ini berfungsi sosial.
Dengan keberadaan rumah sakit itu diharapkan membuat masyarakat Jember tidak perlu jauh-jauh untuk berobat ke Surabaya, bahkan masyarakat di kabupaten tetangga seperti Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Lumajang dan Probolinggo dapat berobat di RS Siloam.
Bertaraf Internasional tapi Tetap Melayani BPJS
Rumah sakit Siloam ini merupakan ke-21 di Indonesia. Meskipun bertaraf internasional, RS Siloam menyiapkan sebanyak 200 tempat tidur dari 350 tempat tidur yang tersedia untuk pengguna asuransi kesehatan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
Sebanyak 200 tempat tidur rawat inap untuk pengguna asuransi kesehatan BPJS kelas III. Sebanyak 12 RS Siloam seluruh Indonesia sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.
Sumber :
http://www.tribunnews.com/regional/2015/09/15/lippo-group-bangun-gedung-tertinggi-di-jember
http://m.beritajatim.com/pendidikan_kesehatan/247666/rumah_sakit_siloam_beroperasi_maret_2016_di_jember.html#.VfdM0xGqqko
http://www.antarajatim.com/lihat/berita/164409/rs-siloam-di-jember-beroperasi-maret-2016
http://surabaya.bisnis.com/read/20150914/11/83382/rs-siloam-jember-beroperasi-2016
http://www.jembertimes.com/baca/101760/20150914/170028/bupati-jember-resmikan-gedung-rumah-sakit-bertaraf-internasional/
Subscribe to:
Posts (Atom)
Related Posts
-
Lokasi kota Jember di timur propinsi Jawa Timur Layout Peta kota Jember Kecamatan dari kota Jember
-
Tato merupakan sebuah grup musik asal Indonesia yang berdomisli di Jember. Grup musik ini dibentuk pada tahun 1996. Anggotanya berjumlah ...
-
Daun Tembakau dan Ragam Tumbuhan Jadi Motif Khas Batik Jember Batik Jember menjadi salah satu kerajinan khas Jawa Timur yang dipamerkan...
-
Dr. Syafiq Riza Hasan Basalamah, Lc., M.A. (lahir 15 Desember 1977) adalah seorang ustadz Salafi, dosen, dan penulis yang berasal dari Jembe...
-
Situs Duplang, Artefak Zaman Megalithikum Di Kabupaten Jember 3 July 2019 Situs Duplang – Indonesia dikenal oleh masyarakat dunia sebagai n...




