Modal Rp12 Juta, Tukang Reparasi di Jember Sukses Ciptakan Mobil Listrik
Masyarakat Indonesia emang terkenal dengan kekreatifitasannya, seperti halnya yang dilakukan seorang tukang reparasi barang elektronik asal Jember, Sasmito.
Berbekal ilmu yang didapatkannya dari YouTube, ayah dua anak tersebut berhasil menciptakan sebuah mobil listrik menggunakan kedua tangannya sendiri.
Seperti dilansir dari Kompas.com, ide membuat mobil listrik sendiri bermula dari grup Facebook komunitas sepeda motor listrik tempat dia bergabung pada tahun 2016 silam.
Dari situ lah, Sasmito kemudian berkenalan dengan teman-teman yang mempunyai kemampuan untuk menciptakan mobil listrik.
Bermodal sepeda listrik yang dia beli pada tahun 2012, pria asal Dusun Kraton, Desa Wonoasri ini pun membeli baterai dan control baru sebelum kemudian melakukan modifikasi.
Menghabiskan waktu selama setengah bulan untuk proses perakitan, total Sasmito mengeluarkan uang Rp 12 juta hingga mobil listrik ciptaannya tersebut benar-benar jadi.
“Setengah bulan sudah bisa dirakit, tapi perlu penyempurnaan,” cerita pria lulusan SMP PGRI 1 Tumpurejo tersebut.
Saat ini, mobil tersebut seringkali digunakan Sasmito untuk sehari-hari seperti mengantarkan anak ke sekolah ataupun pergi ke pasar yang memiliki jarak 20 kilometer dari rumah.
Sasmito menambahkan, mobil listrik ciptaannya tersebut membuat pengeluaran yang selama ini digunakan untuk membeli bahan bakar berkurang drastis.
Sebagai perbandingan, jika sepeda motor menghabiskan satu liter bensin seharga Rp 8.000, mobil ini hanya memerlukan daya 900 watt atau sekitar Rp 1.600.
Selain irit, Sasmito merasa bahwa penggunaan mobil listrik tersebut dapat mengurangi polusi udara yang makin hari semakin memprihatinkan.
“Naik mobil listrik ini juga untuk mengurangi polusi udara,” tutupnya.
Wah, keren ya sob! Gimana, kalian juga pada tertarik nggak nih bikin mobil listrik sendiri seperti Pak Sasmito?
Sumber :
https://hai.grid.id/read/072178449/modal-rp12-juta-tukang-reparasi-di-jember-sukses-ciptakan-mobil-listrik?page=all
Wednesday, June 3, 2020
Friday, April 10, 2020
Nama Desa, Kelurahan 7 Kecamatan di Jember
Jumlah dan Nama Desa / Kelurahan & Kecamatan di Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur
Provinsi Jawa Timur menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 56 Tahun 2015 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan disebutkan sebagai salah satu dari sebanyak 34 Provinsi di Indonesia. Di provinsi ini terdapat sebanyak 7.724 desa, 777 kelurahan, dan 664 kecamatan yang tersebar di 29 kabupaten dan 9 kota. Salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur adalah Kabupaten Jember.
Dari tabel di bawah ini dapat dilihat bahwa di Kabupaten Jember terdapat sebanyak 226 Desa, dan 22 Kelurahan yang tersebar di sebanyak 31 Kecamatan. Dengan sejumlah desa tersebut, Kabupaten Jember berada di Peringkat Ke – 16 dalam Daftar Kabupaten / Kota dengan Jumlah Desa Terbanyak di Provinsi Jawa Timur.
Sebanyak 3 kecamatan yaitu Kecamatan Kalisat, Kecamatan Puger, dan Kecamatan Sukowonodengan jumlah desa masing-masing sebanyak 12 desa merupakan Kecamatan dengan Jumlah Desa Terbanyak di Kabupaten Jember, dan Peringkat ke – 48 sebagai Kecamatan dengan Jumlah Desa Terbanyak di Provinsi Jawa Timur.
1. Kec. Ajung (7 Desa)
● Desa Ajung ● Desa Klompangan ● Desa Mangaran ● Desa Pancakarya ● Desa Rowoindah ● Desa Sukamakmur ● Desa Wirowongso
2 Kec. Ambulu (7 Desa)
● Desa Ambulu ● Desa Andongsari ● Desa Karanganyar ● Desa Pontang ● Desa Sabrang ● Desa Sumberejo ● Desa Tegalsari
3 Kec. Arjasa (6 Desa)
● Desa Arjasa ● Desa Biting ● Desa Candijati ● Desa Darsono ● Desa Kamal ● Desa Kemuninglor
4 Kec. Balung (8 Desa)
● Desa Balungkidul ● Desa Balungkulon ● Desa Balunglor ● Desa Curahlele ● Desa Gumelar ● Desa Karang Semanding ● Desa Karangduren ● Desa Tutul
5 Kec. Bangsalsari (11 Desa)
● Desa Badean ● Desa Bangsalsari ● Desa Banjarsari ● Desa Curahkalong ● Desa Gambirono ● Desa Karangsono ● Desa Langkap ● Desa Petung ● Desa Sukorejo ● Desa Tisnogambar ● Desa Tugusari
6 Kec. Gumukmas (8 Desa)
● Desa Bagorejo ● Desa Gumukmas ● Desa Karangrejo ● Desa Kepanjen ● Desa Mayangan ● Desa Menampu ● Desa Purwoasri ● Desa Tembokrejo
7 Kec. Jelbuk (6 Desa)
● Desa Jelbuk ● Desa Panduman ● Desa Sucopangepok ● Desa Sugerkidul ● Desa Sukojember ● Desa Sukowiryo
8 Kec. Jenggawah (8 Desa)
● Desa Cangkring ● Desa Jatimulyo ● Desa Jatisari ● Desa Jenggawah ● Desa Kemuningsarikidul ● Desa Kertonegoro ● Desa Sruni ● Desa Wonojati
9 Kec. Jombang (6 Desa)
● Desa Jombang ● Desa Keting ● Desa Ngampelrejo ● Desa Padomasan ● Desa Sarimulyo ● Desa Wringinagung
10. Kec. Kalisat (12 Desa)
● Desa Ajung ● Desa Gambiran ● Desa Glagahwero ● Desa Gumuksari ● Desa Kalisat ● Desa Patempuran ● Desa Plalangan ● Desa Sebanen ● Desa Sukoreno ● Desa Sumberjeruk ● Desa Sumberkalong ● Desa Sumberketempa
11 Kec. Kaliwates (7 Kelurahan)
● Kel. Jemberkidul ● Kel. Kaliwates ● Kel. Kebonagung ● Kel. Kepatihan ● Kel. Mangli ● Kel. Sempusari ● Kel. Tegalbesar
12 Kec. Kencong (5 Desa)
● Desa Cakru ● Desa Kencong ● Desa Kraton ● Desa Paseban ● Desa Wonorejo
13 Kec. Ledokombo (10 Desa)
● Desa Karangpaiton ● Desa Ledokombo ● Desa Lembengan ● Desa Slateng ● Desa Sukogidri ● Desa Sumberanget ● Desa Sumberbulus ● Desa Sumberlesung ● Desa Sumbersalak ● Desa Suren
14 Kec. Mayang (7 Desa)
● Desa Mayang ● Desa Mrawan ● Desa Seputih ● Desa Sidomukti ● Desa Sumberkejayan ● Desa Tegalrejo ● Desa Tegalwaru
15 Kec. Mumbulsari (7 Desa)
● Desa Karang Kedawung ● Desa Kawangrejo ● Desa Lampeji ● Desa Lengkong ● Desa Mumbulsari ● Desa Suco ● Desa Tamansari
16 Kec. Pakusari (7 Desa)
● Desa Bedadung ● Desa Jatian ● Desa Kertosari ● Desa Pakusari ● Desa Patemon ● Desa Subo ● Desa Sumberpinang
17 Kec. Panti (7 Desa)
● Desa Glagahwero ● Desa Kemiri ● Desa Kemuning Sari Lor ● Desa Pakis ● Desa Panti ● Desa Serut ● Desa Suci
18 Kec. Patrang (8 Kelurahan)
● Kel. Banjarsengon ● Kel. Baratan ● Kel. Bintoro ● Kel. Gebang ● Kel. Jemberlor ● Kel. Jumerto ● Kel. Patrang ● Kel. Slawu
19 Kec. Puger (12 Desa)
● Desa Bagon ● Desa Grenden ● Desa Jambearum ● Desa Kasiyan ● Desa Kasiyan Timur ● Desa Mlokorejo ● Desa Mojomulyo ● Desa Mojosari ● Desa Pugerkulon ● Desa Pugerwetan ● Desa Wonosari ● Desa Wringintelu
20 Kec. Rambipuji (8 Desa)
● Desa Curahmalang ● Desa Gugut ● Desa Kaliwining ● Desa Nogosari ● Desa Pecoro ● Desa Rambigundam ● Desa Rambipuji ● Desa Rowotamtu
21 Kec. Semboro (6 Desa)
● Desa Pondokdalem ● Desa Pondokjoyo ● Desa Rejoagung ● Desa Semboro ● Desa Sidomekar ● Desa Sidomulyo
22 Kec. Silo (9 Desa)
● Desa Garahan ● Desa Harjomulyo ● Desa Karangharjo ● Desa Mulyorejo ● Desa Pace ● Desa Sempolan ● Desa Sidomulyo ● Desa Silo ● Desa Sumberjati
23 Kec. Sukorambi (5 Desa)
● Desa Dukuhmencek ● Desa Jubung ● Desa Karangpring ● Desa Klungkung ● Desa Sukorambi
24 Kec. Sukowono (12 Desa)
● Desa Arjasa ● Desa Baletbaru ● Desa Dawuhanmangli ● Desa Mojogemi ● Desa Pocangan ● Desa Sukokerto ● Desa Sukorejo ● Desa Sukosari ● Desa Sukowono ● Desa Sumberdanti ● Desa Sumberwaru ● Desa Sumberwringin
25 Kec. Sumberbaru (10 Desa)
● Desa Gelang ● Desa Jambesari ● Desa Jamintoro ● Desa Jatiroto ● Desa Kaliglagah ● Desa Karangbayat ● Desa Pringgowirawan ● Desa Rowotengah ● Desa Sumberagung ● Desa Yosorati
26 Kec. Sumberjambe (9 Desa)
● Desa Cumedak ● Desa Gunungmalang ● Desa Jambearum ● Desa Plerean ● Desa Pringgondani ● Desa Randuagung ● Desa Rowosari ● Desa Sumberjambe ● Desa Sumberpakem
27 Kec. Sumbersari (7 Kelurahan)
● Kel. Antirogo ● Kel. Karangrejo ● Kel. Kebonsari ● Kel. Kranjingan ● Kel. Sumbersari ● Kel. Tegalgede ● Kel. Wirolegi
28 Kec. Tanggul (8 Desa)
● Desa Darungan ● Desa Klatakan ● Desa Kramat Sukoharjo ● Desa Manggisan ● Desa Patemon ● Desa Selodakon ● Desa Tanggulkulon ● Desa Tanggulwetan
29 Kec. Tempurejo (8 Desa)
● Desa Andongrejo ● Desa Curahnongko ● Desa Curahtakir ● Desa Pondokrejo ● Desa Sanenrejo ● Desa Sidodadi ● Desa Tempurejo ● Desa Wonoasri
30 Kec. Umbulsari (10 Desa)
● Desa Gadingrejo ● Desa Gunungsari ● Desa Mundurejo ● Desa Paleran ● Desa Sidorejo ● Desa Sukoreno ● Desa Tanjungsari ● Desa Tegalwangi ● Desa Umbulrejo ● Desa Umbulsari
31 Kec. Wuluhan (7 Desa)
● Desa Ampel ● Desa Dukuhdempok ● Desa Glundengan ● Desa Kesilir ● Desa Lojejer ● Desa Tamansari ● Desa Tanjungrejo
Sumber :
http://desawirausaha.blogspot.com/2016/01/jumlah-dan-nama-nama-desa-kelurahan-di-kabupaten-jember-provinsi-jawa-timur-tahun-2015.html?m=1
Provinsi Jawa Timur menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 56 Tahun 2015 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan disebutkan sebagai salah satu dari sebanyak 34 Provinsi di Indonesia. Di provinsi ini terdapat sebanyak 7.724 desa, 777 kelurahan, dan 664 kecamatan yang tersebar di 29 kabupaten dan 9 kota. Salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur adalah Kabupaten Jember.
Dari tabel di bawah ini dapat dilihat bahwa di Kabupaten Jember terdapat sebanyak 226 Desa, dan 22 Kelurahan yang tersebar di sebanyak 31 Kecamatan. Dengan sejumlah desa tersebut, Kabupaten Jember berada di Peringkat Ke – 16 dalam Daftar Kabupaten / Kota dengan Jumlah Desa Terbanyak di Provinsi Jawa Timur.
Sebanyak 3 kecamatan yaitu Kecamatan Kalisat, Kecamatan Puger, dan Kecamatan Sukowonodengan jumlah desa masing-masing sebanyak 12 desa merupakan Kecamatan dengan Jumlah Desa Terbanyak di Kabupaten Jember, dan Peringkat ke – 48 sebagai Kecamatan dengan Jumlah Desa Terbanyak di Provinsi Jawa Timur.
1. Kec. Ajung (7 Desa)
● Desa Ajung ● Desa Klompangan ● Desa Mangaran ● Desa Pancakarya ● Desa Rowoindah ● Desa Sukamakmur ● Desa Wirowongso
2 Kec. Ambulu (7 Desa)
● Desa Ambulu ● Desa Andongsari ● Desa Karanganyar ● Desa Pontang ● Desa Sabrang ● Desa Sumberejo ● Desa Tegalsari
3 Kec. Arjasa (6 Desa)
● Desa Arjasa ● Desa Biting ● Desa Candijati ● Desa Darsono ● Desa Kamal ● Desa Kemuninglor
4 Kec. Balung (8 Desa)
● Desa Balungkidul ● Desa Balungkulon ● Desa Balunglor ● Desa Curahlele ● Desa Gumelar ● Desa Karang Semanding ● Desa Karangduren ● Desa Tutul
5 Kec. Bangsalsari (11 Desa)
● Desa Badean ● Desa Bangsalsari ● Desa Banjarsari ● Desa Curahkalong ● Desa Gambirono ● Desa Karangsono ● Desa Langkap ● Desa Petung ● Desa Sukorejo ● Desa Tisnogambar ● Desa Tugusari
6 Kec. Gumukmas (8 Desa)
● Desa Bagorejo ● Desa Gumukmas ● Desa Karangrejo ● Desa Kepanjen ● Desa Mayangan ● Desa Menampu ● Desa Purwoasri ● Desa Tembokrejo
7 Kec. Jelbuk (6 Desa)
● Desa Jelbuk ● Desa Panduman ● Desa Sucopangepok ● Desa Sugerkidul ● Desa Sukojember ● Desa Sukowiryo
8 Kec. Jenggawah (8 Desa)
● Desa Cangkring ● Desa Jatimulyo ● Desa Jatisari ● Desa Jenggawah ● Desa Kemuningsarikidul ● Desa Kertonegoro ● Desa Sruni ● Desa Wonojati
9 Kec. Jombang (6 Desa)
● Desa Jombang ● Desa Keting ● Desa Ngampelrejo ● Desa Padomasan ● Desa Sarimulyo ● Desa Wringinagung
10. Kec. Kalisat (12 Desa)
● Desa Ajung ● Desa Gambiran ● Desa Glagahwero ● Desa Gumuksari ● Desa Kalisat ● Desa Patempuran ● Desa Plalangan ● Desa Sebanen ● Desa Sukoreno ● Desa Sumberjeruk ● Desa Sumberkalong ● Desa Sumberketempa
11 Kec. Kaliwates (7 Kelurahan)
● Kel. Jemberkidul ● Kel. Kaliwates ● Kel. Kebonagung ● Kel. Kepatihan ● Kel. Mangli ● Kel. Sempusari ● Kel. Tegalbesar
12 Kec. Kencong (5 Desa)
● Desa Cakru ● Desa Kencong ● Desa Kraton ● Desa Paseban ● Desa Wonorejo
13 Kec. Ledokombo (10 Desa)
● Desa Karangpaiton ● Desa Ledokombo ● Desa Lembengan ● Desa Slateng ● Desa Sukogidri ● Desa Sumberanget ● Desa Sumberbulus ● Desa Sumberlesung ● Desa Sumbersalak ● Desa Suren
14 Kec. Mayang (7 Desa)
● Desa Mayang ● Desa Mrawan ● Desa Seputih ● Desa Sidomukti ● Desa Sumberkejayan ● Desa Tegalrejo ● Desa Tegalwaru
15 Kec. Mumbulsari (7 Desa)
● Desa Karang Kedawung ● Desa Kawangrejo ● Desa Lampeji ● Desa Lengkong ● Desa Mumbulsari ● Desa Suco ● Desa Tamansari
16 Kec. Pakusari (7 Desa)
● Desa Bedadung ● Desa Jatian ● Desa Kertosari ● Desa Pakusari ● Desa Patemon ● Desa Subo ● Desa Sumberpinang
17 Kec. Panti (7 Desa)
● Desa Glagahwero ● Desa Kemiri ● Desa Kemuning Sari Lor ● Desa Pakis ● Desa Panti ● Desa Serut ● Desa Suci
18 Kec. Patrang (8 Kelurahan)
● Kel. Banjarsengon ● Kel. Baratan ● Kel. Bintoro ● Kel. Gebang ● Kel. Jemberlor ● Kel. Jumerto ● Kel. Patrang ● Kel. Slawu
19 Kec. Puger (12 Desa)
● Desa Bagon ● Desa Grenden ● Desa Jambearum ● Desa Kasiyan ● Desa Kasiyan Timur ● Desa Mlokorejo ● Desa Mojomulyo ● Desa Mojosari ● Desa Pugerkulon ● Desa Pugerwetan ● Desa Wonosari ● Desa Wringintelu
20 Kec. Rambipuji (8 Desa)
● Desa Curahmalang ● Desa Gugut ● Desa Kaliwining ● Desa Nogosari ● Desa Pecoro ● Desa Rambigundam ● Desa Rambipuji ● Desa Rowotamtu
21 Kec. Semboro (6 Desa)
● Desa Pondokdalem ● Desa Pondokjoyo ● Desa Rejoagung ● Desa Semboro ● Desa Sidomekar ● Desa Sidomulyo
22 Kec. Silo (9 Desa)
● Desa Garahan ● Desa Harjomulyo ● Desa Karangharjo ● Desa Mulyorejo ● Desa Pace ● Desa Sempolan ● Desa Sidomulyo ● Desa Silo ● Desa Sumberjati
23 Kec. Sukorambi (5 Desa)
● Desa Dukuhmencek ● Desa Jubung ● Desa Karangpring ● Desa Klungkung ● Desa Sukorambi
24 Kec. Sukowono (12 Desa)
● Desa Arjasa ● Desa Baletbaru ● Desa Dawuhanmangli ● Desa Mojogemi ● Desa Pocangan ● Desa Sukokerto ● Desa Sukorejo ● Desa Sukosari ● Desa Sukowono ● Desa Sumberdanti ● Desa Sumberwaru ● Desa Sumberwringin
25 Kec. Sumberbaru (10 Desa)
● Desa Gelang ● Desa Jambesari ● Desa Jamintoro ● Desa Jatiroto ● Desa Kaliglagah ● Desa Karangbayat ● Desa Pringgowirawan ● Desa Rowotengah ● Desa Sumberagung ● Desa Yosorati
26 Kec. Sumberjambe (9 Desa)
● Desa Cumedak ● Desa Gunungmalang ● Desa Jambearum ● Desa Plerean ● Desa Pringgondani ● Desa Randuagung ● Desa Rowosari ● Desa Sumberjambe ● Desa Sumberpakem
27 Kec. Sumbersari (7 Kelurahan)
● Kel. Antirogo ● Kel. Karangrejo ● Kel. Kebonsari ● Kel. Kranjingan ● Kel. Sumbersari ● Kel. Tegalgede ● Kel. Wirolegi
28 Kec. Tanggul (8 Desa)
● Desa Darungan ● Desa Klatakan ● Desa Kramat Sukoharjo ● Desa Manggisan ● Desa Patemon ● Desa Selodakon ● Desa Tanggulkulon ● Desa Tanggulwetan
29 Kec. Tempurejo (8 Desa)
● Desa Andongrejo ● Desa Curahnongko ● Desa Curahtakir ● Desa Pondokrejo ● Desa Sanenrejo ● Desa Sidodadi ● Desa Tempurejo ● Desa Wonoasri
30 Kec. Umbulsari (10 Desa)
● Desa Gadingrejo ● Desa Gunungsari ● Desa Mundurejo ● Desa Paleran ● Desa Sidorejo ● Desa Sukoreno ● Desa Tanjungsari ● Desa Tegalwangi ● Desa Umbulrejo ● Desa Umbulsari
31 Kec. Wuluhan (7 Desa)
● Desa Ampel ● Desa Dukuhdempok ● Desa Glundengan ● Desa Kesilir ● Desa Lojejer ● Desa Tamansari ● Desa Tanjungrejo
Sumber :
http://desawirausaha.blogspot.com/2016/01/jumlah-dan-nama-nama-desa-kelurahan-di-kabupaten-jember-provinsi-jawa-timur-tahun-2015.html?m=1
Saturday, April 4, 2020
Pemkab Jember Terapkan Physical Distancing
Terapkan Physical Distancing Sejumlah Titik, Upaya Pemkab Jember Putus Penyebaran Covid-19
Mar 28, 2020 19:37
Pemerintah Kabupaten Jember bersama dengan jajaran Forkompimda Jember, Sabtu (28/3/2020), menerapkan physical distancing dengan menutup sebagian wilayah di perkotaan yang selama ini menjadi pusat keramaian warga.
Ada empat titik yang dilakukan physical distancing. Yakni akses jalan menuju Alun-zalun Jember, RTH (ruang terbuka hijau) Sumbersari, RTH Mangli, dan RTH Jalan Gajahmada.
Penutupan ini sebagai upaya pemerintah dalam memutus penyebaran virus corona atau covid-19 di Kabupaten Jember, menyusul adanya satu warga yang dinyatakan positif corona.
“Physical distancing dengan menutup akses menuju tempat keramaian ini upaya kami dalam memutus penyebaran virus corona. Dan kami bersama dengan jajaran TNI Polri akan terus memerangi dan mencegah penyebaran covid-19. Penutupan ini juga bersifat sementara dan pada jam-jam tertentu tidak ditutup 24 jam,” ujar Bupati Jember dr Faida MMR usai menggelar apel penerapan physical distancing di Kabupaten Jember.
Menurut bupati, pencegahan penyebaran covid-19 bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab semua, termasuk masyarakat. Pemerintah membuat aturan dan masyarakat mau mematuhinya, maka itu akan memutus penyebaran covid-19.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah mau menunda acara pernikahannya, mau berdiam diri di rumah. Tanpa ada peran dari masyarakat, tentu kami juga tidak mungkin bisa memutus penyebaran covid-19. Dan mengenai adanya satu warga Jember yang positif covid-19, saya imbau warga untuk tidak panik karena yang bersangkutan pun sudah ditangani sesuai standar WHO dengan melakukan karantina,” ujar bupati.
Dengan adanya 1 warga Jember yang positif covid-19, bupati juga menyatakan bahwa Kabupaten Jember menerapkan kejadian luar biasa (KLB) corona dan termasuk kabupaten zona merah covid-19.
Sementara, Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono melalui Wakapolres Kompol Wendy Saputra Alfian mengatakan bahwa physical distancing diterapkan di beberapa titik di Kabupaten Jember. Pihak polres pun melakukan penutupan di beberapa titik menuju Alun-Alun Jember.
Beberapa jalur yang ditutup di antaranya Jalan Sultan Agung, Jalan PB Sudirman, Jalan Kartini, dan Jalan Wijaya Kusuma. “Penutupan ini pada jam-jam tertentu. Sabtu akan ditutup sejak pukul 4 sore sampai dini hari. Dan Minggu akan ditutup pada pukul 5 pagi sampai jam 10 siang. Kemudian dilanjutkan pada pukul 1 siang sampai pukul 9 malam,” pungkas wakapolres.
Sumber :
https://www.jatimtimes.com/baca/211690/20200328/193700/terapkan-physical-distancing-sejumlah-titik-upaya-pemkab-jember-putus-penyebaran-covid-19
Sunday, March 1, 2020
Bangunan Ruko Tepi Sungai Jompo Jember Ambruk
Jalan Tepi Sungai Jompo Jember Amblas, 8 Bangunan Ruko Ambruk
Jember - 8 Bangunan rumah toko (Ruko) di tepi Sungai Jompo Jalan Sultan Agung, Jember, ambruk. Penyebabnya, tanah di atas bangunan ruko ini amblas ke sungai yang berada di sisi selatan jalan.
"Kejadian ambruknya tadi sekitar pukul 03.45 WIB tadi, sebelum subuhan kira-kira," kata Securiti Toko Rien Collection, Yasin yang mengetahui kejadian ambruknya ruko tersebut, Senin (2/3/2020).
Yasin yang bekerja menjaga toko tepat di depan ruko yang ambruk itu mengatakan, proses kejadian ambruknya itu berlangsung singkat. "Tidak sampai semenit, setelah diawali suara benda jatuh, ada suara kabel listrik putus gitu, terus langsung brukk ambruk," jelasnya.
Sontak dirinya bersama warga yang melintas di jalan utama itu langsung berduyun-duyun datang ke lokasi. "Kita lihat apa ada korban atau situasinya bagaimana. Ada 8 ruko yang ambruk. Sebelah barat belum ambruk," tandasnya.
Sumber :
https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4921282/jalan-tepi-sungai-jompo-jember-amblas-8-bangunan-ruko-ambruk
10 Ruko Kawasan Jompo, Jember Ambruk
TIMESINDONESIA, JEMBER – Komplek ruko di kawasan Jembatan Jompo, Jember, Ambruk. Peristiwa tersebut terjadi Senin (2/3/2020) subuh sekitar pukul 04.00 WIB.
Saat berita ini ditulis, suasana laLu lintas jalan raya kawasan Jompo yang ambruk, Jalan Raya Sultan Agung, Jember macet.
Kompleks Pertokoan di Jalan Sultan Agung Jember Ambruk ke Sungai
KOMPAS.com – Kompleks pertokoan yang dibangun di atas sepadan sungai Jembatan Jompo di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Kaliwates, Jember, ambruk pada Senin (2/3/2020) subuh. Tak ada korban jiwa dalam insiden yang membuat sepuluh bangunan toko itu ambruk. Retaknya jalan yang dibangun di atas sepadan sungai itu sudah diketahui sejak Januari 2019.
Namun tidak diperbaiki, hanya diberi tanda agar tidak dilewati warga. “Saya tahunya dari warga kalau sudah ambruk pukul 5:45 WIB,” kata salah satu pengelola toko, Teguh Abadi kepada Kompas.com di lokasi, Senin.
Teguh mengatakan, toko yang disewa dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember itu dikelola adiknya. Sejumlah toko yang berada di sepadan sungai pun telah dikosongkan sejak jalan tersebut retak. “Toko semuanya ambruk ke sungai,” papar dia.
Sementara itu, Asisten bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Jember Arismaya Parahita menambahkan ruko tersebut merupakan aset pemerintah daerah. “Jam 4.00 WIB tadi jembatan jumbo yang diatasnya berdiri aset pemda roboh,” kata dia. Pemkab Jember telah menyiapkan sejumlah bantuan untuk menangani bangunan yang roboh itu.
“Kami juga siapkan sarana untuk persiapan pengurukan di semua material yang mengadang sungai,” papar Arismaya. Untuk mengurangi beban jembatan itu, kendaran roda empat dilarang melintas di wilayah tersebut. "Sementara untuk mobil roda empat harus belok ke arah Gajah Mada dan mencari jalur alternatif lain,” kata Arismaya.
Sumber :
https://regional.kompas.com/read/2020/03/02/08510321/kompleks-pertokoan-di-jalan-sultan-agung-jember-ambruk-ke-sungai.
Jember - 8 Bangunan rumah toko (Ruko) di tepi Sungai Jompo Jalan Sultan Agung, Jember, ambruk. Penyebabnya, tanah di atas bangunan ruko ini amblas ke sungai yang berada di sisi selatan jalan.
"Kejadian ambruknya tadi sekitar pukul 03.45 WIB tadi, sebelum subuhan kira-kira," kata Securiti Toko Rien Collection, Yasin yang mengetahui kejadian ambruknya ruko tersebut, Senin (2/3/2020).
Yasin yang bekerja menjaga toko tepat di depan ruko yang ambruk itu mengatakan, proses kejadian ambruknya itu berlangsung singkat. "Tidak sampai semenit, setelah diawali suara benda jatuh, ada suara kabel listrik putus gitu, terus langsung brukk ambruk," jelasnya.
Sontak dirinya bersama warga yang melintas di jalan utama itu langsung berduyun-duyun datang ke lokasi. "Kita lihat apa ada korban atau situasinya bagaimana. Ada 8 ruko yang ambruk. Sebelah barat belum ambruk," tandasnya.
Sumber :
https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4921282/jalan-tepi-sungai-jompo-jember-amblas-8-bangunan-ruko-ambruk
10 Ruko Kawasan Jompo, Jember Ambruk
TIMESINDONESIA, JEMBER – Komplek ruko di kawasan Jembatan Jompo, Jember, Ambruk. Peristiwa tersebut terjadi Senin (2/3/2020) subuh sekitar pukul 04.00 WIB.
Saat berita ini ditulis, suasana laLu lintas jalan raya kawasan Jompo yang ambruk, Jalan Raya Sultan Agung, Jember macet.
Kompleks Pertokoan di Jalan Sultan Agung Jember Ambruk ke Sungai
KOMPAS.com – Kompleks pertokoan yang dibangun di atas sepadan sungai Jembatan Jompo di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Kaliwates, Jember, ambruk pada Senin (2/3/2020) subuh. Tak ada korban jiwa dalam insiden yang membuat sepuluh bangunan toko itu ambruk. Retaknya jalan yang dibangun di atas sepadan sungai itu sudah diketahui sejak Januari 2019.
Namun tidak diperbaiki, hanya diberi tanda agar tidak dilewati warga. “Saya tahunya dari warga kalau sudah ambruk pukul 5:45 WIB,” kata salah satu pengelola toko, Teguh Abadi kepada Kompas.com di lokasi, Senin.
Teguh mengatakan, toko yang disewa dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember itu dikelola adiknya. Sejumlah toko yang berada di sepadan sungai pun telah dikosongkan sejak jalan tersebut retak. “Toko semuanya ambruk ke sungai,” papar dia.
Sementara itu, Asisten bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Jember Arismaya Parahita menambahkan ruko tersebut merupakan aset pemerintah daerah. “Jam 4.00 WIB tadi jembatan jumbo yang diatasnya berdiri aset pemda roboh,” kata dia. Pemkab Jember telah menyiapkan sejumlah bantuan untuk menangani bangunan yang roboh itu.
“Kami juga siapkan sarana untuk persiapan pengurukan di semua material yang mengadang sungai,” papar Arismaya. Untuk mengurangi beban jembatan itu, kendaran roda empat dilarang melintas di wilayah tersebut. "Sementara untuk mobil roda empat harus belok ke arah Gajah Mada dan mencari jalur alternatif lain,” kata Arismaya.
Sumber :
https://regional.kompas.com/read/2020/03/02/08510321/kompleks-pertokoan-di-jalan-sultan-agung-jember-ambruk-ke-sungai.
Thursday, February 6, 2020
Arsitek RS Darurat di Wuhan Lulusan Chung Hua School Jember
Arsitek Huang Xiqiu pernah sekolah Chung Hua School, Jember, Jawa Timur.
REPUBLIKA.CO.ID, JEMBER -- Arsitek RS Huoshenshan yakni rumah sakit khusus untuk menangani wabah virus Corona di Wuhan, China adalah Huang Xiqiu yang merupakan salah satu alumnus Chung Hua School di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Orang tua Huang juga sempat tinggal di Jember sebelum meninggal dunia.
"Memang benar Huang Xiqiu pernah sekolah Chung Hua School atau disebut Chung Hua Xie Xiao sebelum saya menjadi guru di sana," kata salah satu guru Chung Hua School, Iwan Natawidjaja saat ditemui di Kabupaten Jember, Kamis (6/2).
Pemerintah China membangun RS Houshenshan yang merupakan rumah sakit darurat untuk menangani wabah virus Corona di Wuhan. RS itu dikerjakan selama 10 hari dengan sejumlah fasilitas medis yang lengkap dengan 1.000 tempat tidur itu diresmikan pada 3 Februari 2020.
Desainnya rumah sakit itu dibuat oleh Wuhan CITIC Design Institute and Constructed yang merupakan bagian dari perusahaan konstruksi Tiongkok, China Construction Third Engineeing Bureau Co.Ltd. Namun, di balik kesuksesan pembangunan rumah sakit khusus virus Corona itu, ada tangan dingin arsitek yang mendesainnya yakni Huang Xiqiu yang lahir di Indonesia dan sempat mengenyam pendidikan SD dan SMP di Chung Hua School Jember.
"Saya mengajar di Chung Hua School Jember pada 1958, namun saat itu Huang Xiqiu sudah melanjutkan studinya ke SMA di Surabaya karena saat itu tidak ada SMA di Jember," tutur pria kelahiran tahun 1939 tersebut.
Iwan mengatakan kedua adik Huang Xiqiu, satu perempuan dan satu laki-laki pernah menjadi siswanya di Chung Hua School Jember. Bahkan, orang tua Huang Xiqiu menjadi pengurus di sekolah Tionghoa tersebut.
"Adik-adiknya juga sangat pandai, dan mereka setelah lulus di Chung Hua School mengikuti jejak kakaknya sekolah di Tiongkok juga. Huang Xiqiu dulu juga pernah menjadi ketua organisasi sekolah, mungkin kalau sekarang namanya OSIS," ujarnya.
Chung Hua School merupakan sekolah Tionghoa yang terbesar yang didirikan di Jember. Sekolah tersebut merupakan sekolah yang berada di bawah naungan Tionghoa Hwee Koan.
Sekolah itu menggunakan kurikulum tersendiri yang berbeda dengan sekolah yang didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda karena mengacu pada kurikulum sekolah China. Chung Hua School menyediakan pendidikan taman kanak-kanak (yu er yen), pendidikan sekolah rendah (siao xie) hingga sekolah menengah pertama (chung xie). Namun, sekolah tersebut ditutup pada 1966 akibat situasi politik Indonesia.
Sumber :
https://www.republika.co.id/berita/q5afm6409/arsitek-rs-darurat-di-wuhan-lulusan-chung-hua-school-jember
Arsitek di balik pembangunan rumah sakit khusus pasien virus Corona di China terungkap. Pria yang berperan dalam pembangunan rumah sakit khusus virus Corona ini disebut-sebut pernah tinggal dan bersekolah di Indonesia.
Gerak cepat mengatasi merebaknya virus Corona, China membangun sebuah rumah sakit khusus. Rumah sakit khusus virus Corona bahkan dikerjakan dalam 10 hari.
Seorang arsitek yang mendesain pembangunan rumah sakit khusus pasien virus Corona di Wuhan, China, disebut-sebut berasal dari Indonesia.
Arsitek bernama Prof Huang Xiqiu adalah warga negara China, namun pernah tinggal di Indonesia, tepatnya di Kabupaten Jember.
Awalnya informasi tersebut beredar di media sosial, terutama di aplikasi percakapan WhatsApp.
Disebutkan juga nama arsitek tersebut yakni Prof Huang Xi Mou, seorang kelahiran Jember yang pernah belajar di SD dan SMP Zhong Hua Xue Xiao.
Sekolah itu sudah tutup sejak tahun 1966.
Letak sekolah itu kini sudah menjadi kompleks Pertokoan Mutiara di Jl Diponegoro, Jember.
Iwan Natawidjaja sendiri adalah salah satu guru di Sekolah Chung Hua.
"Saya mengajar di situ sejak tahun 1959 sampai ditutup tahun 1966," ujar Iwan Natawidjaja.
Sumber :
https://www.facebook.com/infojember/
REPUBLIKA.CO.ID, JEMBER -- Arsitek RS Huoshenshan yakni rumah sakit khusus untuk menangani wabah virus Corona di Wuhan, China adalah Huang Xiqiu yang merupakan salah satu alumnus Chung Hua School di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Orang tua Huang juga sempat tinggal di Jember sebelum meninggal dunia.
"Memang benar Huang Xiqiu pernah sekolah Chung Hua School atau disebut Chung Hua Xie Xiao sebelum saya menjadi guru di sana," kata salah satu guru Chung Hua School, Iwan Natawidjaja saat ditemui di Kabupaten Jember, Kamis (6/2).
Pemerintah China membangun RS Houshenshan yang merupakan rumah sakit darurat untuk menangani wabah virus Corona di Wuhan. RS itu dikerjakan selama 10 hari dengan sejumlah fasilitas medis yang lengkap dengan 1.000 tempat tidur itu diresmikan pada 3 Februari 2020.
Desainnya rumah sakit itu dibuat oleh Wuhan CITIC Design Institute and Constructed yang merupakan bagian dari perusahaan konstruksi Tiongkok, China Construction Third Engineeing Bureau Co.Ltd. Namun, di balik kesuksesan pembangunan rumah sakit khusus virus Corona itu, ada tangan dingin arsitek yang mendesainnya yakni Huang Xiqiu yang lahir di Indonesia dan sempat mengenyam pendidikan SD dan SMP di Chung Hua School Jember.
"Saya mengajar di Chung Hua School Jember pada 1958, namun saat itu Huang Xiqiu sudah melanjutkan studinya ke SMA di Surabaya karena saat itu tidak ada SMA di Jember," tutur pria kelahiran tahun 1939 tersebut.
Iwan mengatakan kedua adik Huang Xiqiu, satu perempuan dan satu laki-laki pernah menjadi siswanya di Chung Hua School Jember. Bahkan, orang tua Huang Xiqiu menjadi pengurus di sekolah Tionghoa tersebut.
"Adik-adiknya juga sangat pandai, dan mereka setelah lulus di Chung Hua School mengikuti jejak kakaknya sekolah di Tiongkok juga. Huang Xiqiu dulu juga pernah menjadi ketua organisasi sekolah, mungkin kalau sekarang namanya OSIS," ujarnya.
Chung Hua School merupakan sekolah Tionghoa yang terbesar yang didirikan di Jember. Sekolah tersebut merupakan sekolah yang berada di bawah naungan Tionghoa Hwee Koan.
Sekolah itu menggunakan kurikulum tersendiri yang berbeda dengan sekolah yang didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda karena mengacu pada kurikulum sekolah China. Chung Hua School menyediakan pendidikan taman kanak-kanak (yu er yen), pendidikan sekolah rendah (siao xie) hingga sekolah menengah pertama (chung xie). Namun, sekolah tersebut ditutup pada 1966 akibat situasi politik Indonesia.
Sumber :
https://www.republika.co.id/berita/q5afm6409/arsitek-rs-darurat-di-wuhan-lulusan-chung-hua-school-jember
Arsitek di balik pembangunan rumah sakit khusus pasien virus Corona di China terungkap. Pria yang berperan dalam pembangunan rumah sakit khusus virus Corona ini disebut-sebut pernah tinggal dan bersekolah di Indonesia.
Gerak cepat mengatasi merebaknya virus Corona, China membangun sebuah rumah sakit khusus. Rumah sakit khusus virus Corona bahkan dikerjakan dalam 10 hari.
Seorang arsitek yang mendesain pembangunan rumah sakit khusus pasien virus Corona di Wuhan, China, disebut-sebut berasal dari Indonesia.
Arsitek bernama Prof Huang Xiqiu adalah warga negara China, namun pernah tinggal di Indonesia, tepatnya di Kabupaten Jember.
Awalnya informasi tersebut beredar di media sosial, terutama di aplikasi percakapan WhatsApp.
Disebutkan juga nama arsitek tersebut yakni Prof Huang Xi Mou, seorang kelahiran Jember yang pernah belajar di SD dan SMP Zhong Hua Xue Xiao.
Sekolah itu sudah tutup sejak tahun 1966.
Letak sekolah itu kini sudah menjadi kompleks Pertokoan Mutiara di Jl Diponegoro, Jember.
Iwan Natawidjaja sendiri adalah salah satu guru di Sekolah Chung Hua.
"Saya mengajar di situ sejak tahun 1959 sampai ditutup tahun 1966," ujar Iwan Natawidjaja.
Sumber :
https://www.facebook.com/infojember/
Monday, January 27, 2020
Tiara Anugrah Indonesian Idol asal Jember
Tiara Anugrah Eka Setyoandini adalah kontestan Indonesian Idol asal Jember yang mempunyai suara emas dan didukung penampilan menarik menjadi daya tarik sendiri. Tiara adalah gadis berusia 17 tahun tersebut berhasil menarik perhatian kelima juri adalah putri cantik dari pasangan Deddy Nugroho dan Yoshida Setyoastri.
Saat mengikuti audisi Indonesian Idol, Tiara mendapat titanium tiket dari Judika.
Suaranya mirip dengan Raisa Andriana, merdu dan lembut. Tak hanya bersuara merdu, gadis asal Jember ini juga memiliki paras yang cantik. Selain bersuara emas, gadis asal Jember ini juga memiliki paras cantik dan imut.
Penampilan Tiara saat Indonesian Idol 2020 dalam babak Spektakuler Show Top 8 sempat meng-ambyarkan panggung hingga menjadi Trending. Yaitu saat menyanyikan lagu Pamer Bojo yang dipopulerkan Didi Kempot.
Terlebih saat menyanyikan lirik yang fenomenal yakni cendol dawet.
Anang Hermansyah, juri Indonesian Idol yang juga berasal dari Jember mengakui Tiara sebagai penyanyi bibit unggul dari kota suwar-suwir. Ari Lasso bahkan tak segan memuji Tiara memiliki kekuatan yang selalu bisa masuk ke dalam mood lagu yang dibawakan.
Dengan penampilan Tiara yang begitu memukau, sehingga tidak heran jika dirinya termasuk dalam deretan kontestan yang mendapatkan vote tertinggi. Berawal dari hobi di bidang tarik suara sejak duduk di bangku taman kanak-kanak (TK), kini Tiara berhasil tampil di Indonesian Idol.
Tiara saat ini masih berusia 18 tahun dan bersekolah di sebuah SMA di Jember. Tiara pernah sekolah di SD Al Furqan Jember. Tiara juga merupakan pelajar alumni SMP Negeri 3 Jember Jawa Timur.
Tiara Anugrah juga kerap mengikuti beberapa ajang kompetisi menyanyi. Tiara juga kerap mencover lagu-lagu favoritnya melalui youtube channelnya. Sebagai warga Jember tentunya tidak heran jika Tiara juga sempat meramaikan ajang Jember Fashion Carnival.
Sumber :
https://surabaya.liputan6.com/read/4108088/7-pesona-tiara-anugrah-kontestan-indonesian-idol-asal-jember-yang-curi-perhatian
https://www.matamata.com/life/2020/01/15/213000/ambyarkan-indonesian-idol-sampai-trending-5-pesona-tiara-anugrah-idol-2020
https://surabaya.tribunnews.com/2019/12/16/biodata-tiara-anugrah-kontestan-indonesian-idol-2020-dari-jember-yang-disebut-ari-lasso-memikat-hati?page=all.
https://akurat.co/hiburan/id-959094-read-hobi-nyanyi-sejak-tk-hingga-dipuji-juri-5-fakta-menarik-tiara-anugerah-indonesian-idol
Saat mengikuti audisi Indonesian Idol, Tiara mendapat titanium tiket dari Judika.
Suaranya mirip dengan Raisa Andriana, merdu dan lembut. Tak hanya bersuara merdu, gadis asal Jember ini juga memiliki paras yang cantik. Selain bersuara emas, gadis asal Jember ini juga memiliki paras cantik dan imut.
Penampilan Tiara saat Indonesian Idol 2020 dalam babak Spektakuler Show Top 8 sempat meng-ambyarkan panggung hingga menjadi Trending. Yaitu saat menyanyikan lagu Pamer Bojo yang dipopulerkan Didi Kempot.
Terlebih saat menyanyikan lirik yang fenomenal yakni cendol dawet.
Anang Hermansyah, juri Indonesian Idol yang juga berasal dari Jember mengakui Tiara sebagai penyanyi bibit unggul dari kota suwar-suwir. Ari Lasso bahkan tak segan memuji Tiara memiliki kekuatan yang selalu bisa masuk ke dalam mood lagu yang dibawakan.
Dengan penampilan Tiara yang begitu memukau, sehingga tidak heran jika dirinya termasuk dalam deretan kontestan yang mendapatkan vote tertinggi. Berawal dari hobi di bidang tarik suara sejak duduk di bangku taman kanak-kanak (TK), kini Tiara berhasil tampil di Indonesian Idol.
Tiara saat ini masih berusia 18 tahun dan bersekolah di sebuah SMA di Jember. Tiara pernah sekolah di SD Al Furqan Jember. Tiara juga merupakan pelajar alumni SMP Negeri 3 Jember Jawa Timur.
Tiara Anugrah juga kerap mengikuti beberapa ajang kompetisi menyanyi. Tiara juga kerap mencover lagu-lagu favoritnya melalui youtube channelnya. Sebagai warga Jember tentunya tidak heran jika Tiara juga sempat meramaikan ajang Jember Fashion Carnival.
Sumber :
https://surabaya.liputan6.com/read/4108088/7-pesona-tiara-anugrah-kontestan-indonesian-idol-asal-jember-yang-curi-perhatian
https://www.matamata.com/life/2020/01/15/213000/ambyarkan-indonesian-idol-sampai-trending-5-pesona-tiara-anugrah-idol-2020
https://surabaya.tribunnews.com/2019/12/16/biodata-tiara-anugrah-kontestan-indonesian-idol-2020-dari-jember-yang-disebut-ari-lasso-memikat-hati?page=all.
https://akurat.co/hiburan/id-959094-read-hobi-nyanyi-sejak-tk-hingga-dipuji-juri-5-fakta-menarik-tiara-anugerah-indonesian-idol
Tuesday, January 7, 2020
Dira Garden dan Resto
Liburan ke Dira Garden dan Resto, Serasa di Negeri Belanda
Kemana anda membawa keluarga dalam mengisi liburan? Jika belum menemukan tujuannya, lebih baik ke Dira Garden dan Resto Ambulu Jember, disini liburan anda akan serasa di negeri Kincir angin Belanda, selain beraneka tanaman bunga, juga terdapat miniatur rumah ala eropa lengkap dengan kincir angin mini yang dibuat seperti aslinya yang ada di Belanda.
“Taman bunga atau garden yang lengkap dengan restonya, hanya disini tempatnya, dan Insya Alloh ini satu-satunya yang ada di Jember, dan tujuan dibuatnya miniatur negeri kincir anging, agar masyarakat tau bahwa Indonesia besar juga karena belanda yang sudah menjajah Indonesia selama 3 abad,” ujar Arif Nur Cahyo pengelola Dira Garden dan Resto kepada media ini.
Menurut Arif, selain sebagai tempat wisata, tujuan dibuatnya taman mirip negeri kincir angin ini, adalah untuk mengingatkan sejarah kepada masyarakat, tidak hanya bangunan yang dibuat seperti rumah ala eropa, tanaman bunganya pun juga diambilkan dari kebun milik PTPN yang ada di Jember.
“Tanaman ini kita ambil dari kebun PTPN yang ada di Jember, dimana PTPN juga merupakan peninggalan dari Belanda, sehingga tidak rugi jika datang ke sini untuk merasakan sensasi eropa, selain itu, kami juga menyediakan kolam renang, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, sehingga cocok untuk rekreasi bersama keluarga,” beber Arif.
Selain itu, taman bunga dan bangunan ala eropa yang ada, juga sangat cocok untuk dibuat spot swafoto bagi pengunjung, terutama kalangan anak muda yang lagi kasmaran, sehingga momen-momen indahnya bisa diabadikan di Dira Garden dan Resto Ambulu Jember.
Sumber :
http://barathapos.com/liburan-ke-dira-garden-dan-resto-serasa-di-negeri-belanda/
Kemana anda membawa keluarga dalam mengisi liburan? Jika belum menemukan tujuannya, lebih baik ke Dira Garden dan Resto Ambulu Jember, disini liburan anda akan serasa di negeri Kincir angin Belanda, selain beraneka tanaman bunga, juga terdapat miniatur rumah ala eropa lengkap dengan kincir angin mini yang dibuat seperti aslinya yang ada di Belanda.
“Taman bunga atau garden yang lengkap dengan restonya, hanya disini tempatnya, dan Insya Alloh ini satu-satunya yang ada di Jember, dan tujuan dibuatnya miniatur negeri kincir anging, agar masyarakat tau bahwa Indonesia besar juga karena belanda yang sudah menjajah Indonesia selama 3 abad,” ujar Arif Nur Cahyo pengelola Dira Garden dan Resto kepada media ini.
Menurut Arif, selain sebagai tempat wisata, tujuan dibuatnya taman mirip negeri kincir angin ini, adalah untuk mengingatkan sejarah kepada masyarakat, tidak hanya bangunan yang dibuat seperti rumah ala eropa, tanaman bunganya pun juga diambilkan dari kebun milik PTPN yang ada di Jember.
“Tanaman ini kita ambil dari kebun PTPN yang ada di Jember, dimana PTPN juga merupakan peninggalan dari Belanda, sehingga tidak rugi jika datang ke sini untuk merasakan sensasi eropa, selain itu, kami juga menyediakan kolam renang, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, sehingga cocok untuk rekreasi bersama keluarga,” beber Arif.
Selain itu, taman bunga dan bangunan ala eropa yang ada, juga sangat cocok untuk dibuat spot swafoto bagi pengunjung, terutama kalangan anak muda yang lagi kasmaran, sehingga momen-momen indahnya bisa diabadikan di Dira Garden dan Resto Ambulu Jember.
Sumber :
http://barathapos.com/liburan-ke-dira-garden-dan-resto-serasa-di-negeri-belanda/
Subscribe to:
Posts (Atom)
Related Posts
-
Lokasi kota Jember di timur propinsi Jawa Timur Layout Peta kota Jember Kecamatan dari kota Jember
-
Tato merupakan sebuah grup musik asal Indonesia yang berdomisli di Jember. Grup musik ini dibentuk pada tahun 1996. Anggotanya berjumlah ...
-
Daun Tembakau dan Ragam Tumbuhan Jadi Motif Khas Batik Jember Batik Jember menjadi salah satu kerajinan khas Jawa Timur yang dipamerkan...
-
Dr. Syafiq Riza Hasan Basalamah, Lc., M.A. (lahir 15 Desember 1977) adalah seorang ustadz Salafi, dosen, dan penulis yang berasal dari Jembe...
-
Situs Duplang, Artefak Zaman Megalithikum Di Kabupaten Jember 3 July 2019 Situs Duplang – Indonesia dikenal oleh masyarakat dunia sebagai n...






