Monday, January 13, 2014

6 Kecamatan Di Jember Rawan Tsunami

ilustrasi : tsunami di Jepang

Pelatihan Badan Penanggulangan Benacana Daerah atau BPBD Pemkab Jember yang dilaksanakan di Makodim Jember bersama beberapa pemangku wilayah itu berhasil memetakan jalur Tsunami di Kabupaten Jember. 

Sedikitnya ada Enam kecamatan di Kabupaten Jember masuk dalam kawasan rawan terkena bencana tsunami. Keenam kecamatan itu bersebelahan dengan Samudra Indonesia atau yang biasa disebut laut selatan. Keenamnya adalah Tempurejo, Wuluhan, Ambulu, Puger, Gumukmas dan Kencong.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jember Mahmud Rizal, menjelaskan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar diskusi publik untuk membuat jalur peta evakuasi tsunami di Jember hari rabu kemarin. Hal itu dilakukan karena Jember ini termasuk kawasan yang rawan terkena tsunami. 

Menurut Rizal ada enam kecamatan yang berbatasan langsung dengan laut selatan. Diskusi itu dihadiri oleh Camat dari enam kecamatan itu, juga perangkat desa yang daerahnya berbatasan langsung dengan laut selatan. Skema ini menurut Rizal memang sedang di godok, bagaimana lokasi evakuasi juga teknis evakuasi kalau ada tsunami.

Sebelumnya Kepala BNPB Syamsul Maarif menegaskan, penyelamatan dan evakuasi korban tsunami harus disesuaikan dengan kondisi daerah tersebut. Peta evakuasi harus dibuat, disesuaikan dengan kondisi daerah setempat. Tetapi dalam bencana tsunami itu ada evakuasi pendek, juga evakuasi ke tempat terakhir yang paling aman.(pon/sal)

Sumber :
http://www.jemberpost.com

Tuesday, December 31, 2013

Bunga Egoistis


Bunga Dwi Ratnawati adalah perempuan asli desa Sumberagung, kecamatan Sumberbaru, Jember. Dia mulai ngetop di Jerman sebagai penyanyi bareng suaminya Marco Kunert yang asli dari Jerman.

Bunga kecil mengawali sekolah di SDN 1 Sumberagung, lalu melanjutkan sekolah di SMP Muhamadiyah 5 Sumberagung. Setelah itu melanjutkan sekolah di SMA Muhamadiyah 3 Jember.

Setelah lulus pada tahun 1999, Bunga melanjutkan kuliah di Fisip D-3 jurusan Perpajakan, Universitas Jember. Bunga sempat bekerja di kantor Bea Cukai di Bali. Saat di Bali inilah Bunga berkenalan dengan Marco Kunert, yang kemudian menikah dengannya.

Setelah menikah, Bunga mengikuti suami ke Jerman. Selain ikut mengurusi bisnis properti, Bunga mengembangkan bakatnya sebagai penyanyi sekaligus pengarang lagu dengan bantuan Stefan Gabler, musisi asli Jerman.

Lagu pertama dari Bunga adalah " Only one night " (versi inggris) dan " Satu malam " (versi Indonesia) yang terbit di tahun 2013. 

http://www.facebook.com/BungaGermany 
@bunga_music

Sumber :
koran Jawa Pos
http://musique.streaming-video-gratuit.fr
http://bungagermany.buzznet.com
http://bungagermany.wordpress.com

Monday, December 16, 2013

Bayu Gatra


Bayu Gatra Sanggiawan (lahir 12 November 1991; umur 22 tahun) adalah pemain sepak bola asal Indonesia. Pada saat ini ia bermain untuk tim Persisam Putra Samarinda di Liga Super Indonesia. Ia juga bermain untuk tim Persisam Putra Samarinda U-21, dimana ia berada di tim cadangan dengan menghasilkan 4 gol selama dua musim.

Pemain bernomor punggung 23 ini memiliki kecepatan dalam dribbling dan sering membuka peluang untuk pemain pemain lainnya di Persisam Samarinda untuk mencetak gol ke lawan lawannya, dia adalah salah satu jebolan Persisam U-21 dan Tim Kalimantan Timur di PON XVIII 2012 di Riau.

Nama lengkap Bayu Gatra Sanggiawan
Tanggal lahir 12 November 1991 (umur 22)
Tempat lahir Jember, Indonesia
Tinggi 1.60 m (5 ft 3 in)
Posisi bermain Penyerang, Pemain sayap

Bayu Gatra adalah pesepakbola Indonesia yang tampil memukau bersama Persisam Putra Samarinda. Bayu dikenal sebagai pesepakbola dengan skill dan kecepatana diatas rata-rata.

Di gelaran Indonesia Super League musim 2012/13, Bayu mencetak 4 gol bagi Perisam Putra Samarinda. Pemilik nama lengkap Bayu Gatra Sanggiawan ini, lahir di Jember, pada 12 November 1991. Ingin mengetahui lebih jauh mengenai sosok pesepakbola mungil ini? Langsung saja kita simak profil singkat dari Bayu Gatra.

Nama Lengkap   : Bayu Gatra Sanggiawan
Nama Panggilan : Bayu Gatra
Tempat/Tanggal lahir : Jember/12 November 1991
Umur : 21 tahun
Kebangsaan : Indonesia
Tinggi : 160 cm
Posisi bermain : Sayap, Gelandang
Klub saat ini  : Persisam Putra Samarinda
No Punggung : 23

Nama Bayu Gatra saat ini menjadi bahan perbincangan, itu semua tak lepas dari permainan impresifnya bersama Persisam Putra Samarinda di sepanjang musim. Karena penampilan konsistennya di level Klub, Bayu Gatra kerap dipanggil untuk membela Timnas Indonesia. Baru-baru ini, dirinya tergabung dalam Skuad Timnas U-23, di ajang ISG (Islamic Solidarity Games) 2013.

Seperti yang kita ketahui, di ajang tersebut, Timnas Indonesia U-23 hanya meraih Perak setelah kalah 2-1 atas Timnas Maroko di partai puncak.

Bayu Gatra juga sempat bermain untuk PSSI U-17 yang akan dikirim ke Uruguay. Namun dirinya batal berangkat Uruguay, karena faktor usia dan cedera lutut yang di deritanya.

Bayu Gatra pernah tergabung dalam skuad PON Kaltim, dan sukses mempersembahkan Juara PON XVIII 2012, yang berlangsung di Riau. Memang pemain berpostur 160cm ini, memilik talenta yang luar biasa. Dalama ajang pra musim, Bayu Gatra berhasil membawa Persisam menjadi runner-up Inter Island Cup, setelah kalah adu penalti melawan Sriwijaya FC partai puncak.

Perlu kita ketahui, sebelum bermain untuk Persisam Putra Samarinda, Bayu Gatra pernah membela Persid Jember di tahun 2005 hingga 2007, kemudian hijrah ke Persekabpas Pasuruan pada tahun 2007 hingga 2010.

Nah, di tahun 2010 lah dirinya menjadi bagian dari Persisam Samarinda. Sebelum bermain bersama tim senior, Bayu Gatra sempat menghabiskan waktu 1 tahun bermain untuk Persisam U-21.

Sumber :
http://id.wikipedia.org
http://aswshare.blogspot.com
http://sbobetindonesia.net

Saturday, November 23, 2013

Universitas Jember


Berasal dari gagasan  dr. R. Achmad dengan R. Th. Soengedi dan R. M. Soerachman menjadi cikal bakal Universitas Jember dengan mendirikan perguruan tinggi di Jember. 

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut pada tanggal 1 April 1957, ketiganya membentuk panitia yang diberi nama Panitia Triumviraat dengan komposisi Ketua dr. R. Achmad; Penulis R. Th. Soengedi, dan Bendahara R. M. Soerachman.

Selanjutnya Panitia Triumviraat ini pada tanggal 5 Oktober 1957 membentuk yayasan dengan nama Yayasan Universitas Tawang Alun (disahkan dengan Akta Notaris tanggal 8 Maret 1958 Nomor 13 di Jember). Yayasan Universitas Tawang Alun inilah yang kemudian mendirikan universitas swasta di Jember dengan nama Universitas Tawang Alun yang kemudian disingkat UNITA. Dalam perjalanannya, ketiga tokoh tersebut mendapatkan dukungan penuh Bupati Jember saat itu, R. Soedjarwo.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri PTIP No. 151 Tahun 1964 tanggal 9 Nopember 1964, tentang didirikannya Universitas Negeri di Jember. Usaha tanpa kenal lelah sejak tahun 1957 itu akhirnya berhasil menjadi kenyataan, Universitas Negeri Djember berdiri !

Pada awal berdirinya pada tahun 1964, Universitas Negeri Djember yang disingkat UNED, memiliki lima fakultas, terdiri dari Fakultas Hukum di Jember, dengan cabangnya di Banyuwangi, Fakultas Sosial dan Politik dan Fakultas Pertanian di Jember, Fakultas Ekonomi dan Fakultas Sastra di Banyuwangi. Dengan rektor pertama dijabat oleh dr. R. Achmad.

Kepemimpinan dr. R. Achmad dilanjutkan oleh Letkol. Soedi Harjohoedojo (1967-1969), Letkol. Soetardjo, SH (1969-1978) dan Kol. Drs. H. R. Warsito (1978-1986). Baru semenjak tahun 1986, rektor Universitas Jember dijabat oleh sivitas akademika-nya sendiri, yakni oleh Prof. Dr. Simanhadi Widyaprakosa (1986-1995), Prof. Dr. Kabul Santoso, MS (1995-2003), Dr. Ir. T. Sutikto, MSc (2003-2011) dan Drs. Moh. Hasan, Msc Ph.D (2012 sampai sekarang). 

Didirikan 4 November 1957
Jenis Perguruan tinggi negeri
Rektor Dr. Ir. Tarsicius Sutikto, M.Sc.
Lokasi Jember, Indonesia

Status: Negeri
Alamat : Jl. Kalimantan II/24, Kampus Bumi Tegal Boto, Jember 68121, Jawa Timur 
Telepon : (0331) 330224, 336870, 337422, 339029 
Faks. : (0331) 339029, 337422
Website: www.unej.ac.id 
Rektor: Dr.Ir. T. Sutikto, M.Sc 
Masa jabatan :2003-2007

Profil
Jenjang pendidikan: D2, D3, S1, Pascasarjana 
Jumlah mahasiswa: 17.729 (S1 : 12.472, Diploma: 4652, S2: 605); 2004/2005: 18.179 (S1: 12.859, Diploma: 4.818, S2: 502) 
Jumlah lulusan: 2.654 (S1: 1.613, Diploma: 863, S2: 88); 2003/2004: 3.461 (S1: 1.874, Diploma: 1.367, S2: 220) 
Jumlah pendaftar, 2003/2004: 21.792 
(SPMB: 15.215, PMDK: 2.237, Lokal: 4.340);
2003/2004: 19.735 (SPMB: 14.608, PMDK: 1.937, Lokal: 3.190) 
Jumlah mahasiswa diterima, 2003/2004: 4.414 (S1: 2.628, Diploma: 1.619, S2: 167); 
2004/2005: 3.966 (SPMB: 1.651, PMDK: 620, Lokal: 1.695)
Jumlah alumni: 41.618; 2004: 45.986
Ikatan alumni: Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE) 
Jumlah dosen tetap: 868 (S1: 314, S2: 484, S3: 70, Profesor: 21); 2004: 909 (S1: 300, S2: 525, S3: 84, Profesor: 19)
Luas kampus: 940.839 m2

Universitas Jember (Unej) tengah menyiapkan empat program studi baru. Keempat program studi baru itu adalah Program Studi Teknik Pertambangan, Teknik Industri Pertanian, Teknik Informatika, dan Teknik Lingkungan.

Tujuan pembukaan empat program studi baru itu, untuk mendukung program Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia atau MP3EI yang merupakan rujukan pembangunan ekonomi Indonesia. 

Lulusan keempat program studi baru itu diharapkan menjadi sumber daya yang kompeten untuk mendukung MP3EI, terutama di Indonesia bagian timur. Sebagai salah satu perguruan tinggi di Jawa Timur, Unej mengemban tugas dan peran untuk menyediakan sumber daya manusia sesuai koridor ekonomi yang dituju dan potensi daerah. 


Sumber :
http://www.tempo.co
http://www.unej.ac.id
http://www.kampus-info.com

Saturday, November 16, 2013

Suwar-suwir


Suwar-suwir menjadi oleh-oleh bagi wisatawan yang datang ke Jember.
Oleh-oleh ini dibuat dari bahan tape, gula, dan tepung, kemudian dijemur matahari supaya kering dan tahan lama. Adonannya seperti dodol, tetapi dengan struktur lebih padat. Hanya, saat digigit begitu lembut dan lumer di lidah.

Rasanya legit, manis, bercampur kecut. Selintas seperti sedang mencicipi tape. Manisnya pun tak terlalu menggigit. Bentuknya kotak-kotak kecil memanjang menyerupai kotak balok mini. Warna pun beraneka, mulai dari hijau, coklat, putih, hingga merah.
Makanan ini memang hanya untuk camilan. Cocok untuk minum teh sambil santai menonton televisi atau mengobrol bersama teman. Makanannya tidak mengenyangkan karena besarnya hanya seukuran jempol orang dewasa.

Penjual oleh-oleh di Kota Jember terpusat di Jalan Raya Gajahmada. Ada beberapa pilihan toko, antara lain Toko Sumber Madu dan Toko Slamet. Toko yang paling ramai pengunjungnya dan lengkap jenisnya adalah Toko Primadona di dekat Pasar Tanjung, Jember.
Kota Jember dinamakan juga kota tape karena semua makanan oleh-olehnya dari bahan tape singkong. Oleh-oleh lain Kota Jember adalah prol tape yaitu sejenis cake rasa tape, ada pula tape orisinal yang ditaruh di kemasan besek, dodol tape, dan tape ketan.

Pembuatan suwar suwir aroma sejak th 1999 tidak lagi menggunakan cara cara manual tapi sudah menggunakan tehnologi tepat guna inilah yang membuat suwar suwir AROMA berbeda dengan yang lain.

Suwar-suwir, makanan tradisional Kabupaten Jember, Jawa Timur, layak menjadi ikon ketahanan ekonomi pada sektor pangan di kota tersebut. 

Pemerintah memiliki program one village, one product. Satu desa satu produk, yang berbasis potensi lokal. Suwar-suwir adalah salah satunya.

Sejumlah pengusaha mengembangkan suwar-suwir ini. Ini merupakan usaha alternatif untuk memperkuat ekonomis berbasis pertanian.Kendati warga bisa berwirausaha secara mandiri, pemerintah perlu membantu. Setidaknya pemerintah setempat memperbaiki infrastruktur untuk pengembangan areal tanaman ubi kayu yang jadi bahan dasar suwar-suwir.

Pemerintah perlu menumbuhkan kepercayaan kepada perbankan untuk semakin gencar membiayai perekonomian sektor usaha ini. Tanpa suntikan tambahan modal dari lembaga keuangan perbankan, sulit bagi bisnis suwar-suwir berkembang.

Suwar-suwir perlu mendapat perhatian, karena ini ciri khas Jember. Suwar-suwir harus dikembangkan dan dimodifikasi lebih luar biasa dan perlu ada inovasi.


Sumber :
http://travel.kompas.com
http://makanankhasjember.blogspot.com
http://beritajatim.com

Friday, November 1, 2013

Messi Indonesia Bertujuan Tinggi

(FIFA.com) Kamis 31 Oktober 2013



Bagi banyak orang, Indonesia , ditempatkan 162 di FIFA / Coca Cola Peringkat Dunia, mungkin memiliki sedikit kesamaan dengan juara dunia dua kali Argentina pada sepakbola istilah. Tapi, seperti Argentina, Indonesia memiliki rekam jejak untuk memproduksi bintang luar biasa berukuran.

Andy Ramang dan Bambang Pamungkas , adalah beberapa nama yang telah mempesona penonton di seluruh Asia, bahkan dunia, memukau dan keterampilan luhur meskipun perawakan fisik mereka kecil.

Dan baru-baru ini bintang baru sedang digembar-gemborkan di negara Asia Tenggara. Andik Vermansyah, 21 tahun, dengan tinggi 163cm, telah terkesan begitu banyak dalam peran menyerangnya untuk klub dan negara bahwa ia telah disamakan dengan Argentina dan bintang Barcelona Lionel Messi, maka referensi untuk 'Indonesia Messi' di pers lokal adalah hal yang lumrah.

"Aku tidak tahu bagaimana nama panggilan saya muncul," sebuah Vermansyah sederhana kepada FIFA.com baru selama persidangan dengan klub Jepang Ventforet Kofu. "Tapi jujur ​​itu menempatkan banyak tekanan pada saya. Saya bukan Messi, Messi adalah pemain hebat. Saya masih harus bekerja lebih keras dan melakukan yang terbaik untuk menjadi pemain sepak bola yang lebih baik. "

Beckham memuji 
Karena itu, Vermansyah tidak berarti kurang keyakinan diri. Sebaliknya, ia jelas apa yang dia mampu, setelah melihat karir bermain tujuh tahun sejauh ini menghasilkan sederet prestasi yang patut ditiru.

Berasal dari Jember, Jawa Timur, Vermansyah mulai dengan skuad muda Persebaya pada tahun 2005. Tidak butuh waktu lama remaja ini untuk muncul dalam kompetisi lokal, ketika ia mengarahkan timnya untuk gelar Liga dua tahun kemudian.

Pada usia 17 ia lulus ke tim utama Persebaya, dengan siapa ia mencetak selusin gol selama 47 penampilan-tidak terlalu buruk sebuah rekor bagi pemain muda-dan-pendatang baru.

Saat ini saya hanya berpikir untuk menjadi pemain sepakbola yang baik, pemain yang konsisten.

Andik Vermansyah
"Kekuatan utama saya adalah kecepatan saya, akselerasi saya di kecepatan dan dribbling," aku pemain kecil, yang telah menjadi favorit penggemar karena kelincahan, kecepatan dan kelihaian.

Bahkan David Beckham adalah di antara mereka memuji bakatnya. Setelah persahabatan antara Indonesia All-bintang dan Los Angeles Galaxy pada November 2011, di mana mantan kapten Inggris bertanding melawan Vermansyah, Beckham bertukar kaus dengan anak itu.

Setelah pertandingan Beckham mengambil waktu untuk berbicara dan mengucapkan selamat kepada anak muda pada penampilannya. "Hal ini mendorong banyak berita dan laporan media. Alhamdulillah, setelah pertemuan ini saya menjadi semakin populer dan tentu saja kata-kata Beckham sangat mendorong kepercayaan diri saya."

Ambisi segar 
Tahun itu melihat dia direkrut oleh Indonesia U-21. Dan ia segera membuat dampak di turnamen internasional di Brunei pada tahun 2012, mencetak lima kali sebagai junior Indonesia runner-up dalam sepuluh tim Hassanal Bolkiah Trophy kampanye.

Ia melanjutkan kemajuannya sesudahnya, produktif nya panggilan-up oleh tim senior nasional tahun yang sama. Dia meledak di 2012 AFF Suzuki Cup, jaring pemenang pertandingan melawan juara akhirnya Singapura meskipun Indonesia gagal lolos dari fase grup.

Ia tiba di Jepang awal bulan ini untuk percobaan dengan Ventforet. "Saya berharap untuk pindah ke J.League, meskipun itu tergantung pada Allah, dan manajer Ventforet untuk memutuskan apakah saya akan ditandatangani," lanjutnya. "Ini adalah klub besar dan saya merasa disambut di sini. Tingkat permainan ini cukup tinggi di Jepang, permainan ketat dan kecepatan lebih cepat. Dan Anda tidak diperbolehkan banyak ruang untuk menggiring bola di sini seperti di Indonesia . Saya percaya saya akan membuat kemajuan besar jika saya bermain di sini. "

Ditanya apakah ia memiliki ambisi melampaui duo legendaris Ramang dan Pamungkas, dan menjadi baru Indonesia pahlawan, dia hanya menjawab: "Ini bukan tujuan saya sekarang Saat ini saya hanya berpikir untuk menjadi pemain sepakbola yang baik, pemain yang konsisten. . Saya harap saya bisa menjadi pemain yang baik untuk jangka panjang seperti mereka. "


Indonesian Messi aims high

(FIFA.com) Thursday 31 October 2013
 Print Email my friend Share
For many, Indonesia, placed 162 in the FIFA/Coca Cola World Ranking, may have little in common with two-time world champions Argentina in footballing terms. But, like Argentina, Indonesia have a track-record for producing prodigious pint-sized stars.

Andy Ramang and Bambang Pamungkas, to name a few, have dazzled audiences across Asia, even the world, through mesmerising runs and sublime skills despite their small physical stature.

And recently a new star is being heralded in the south-east Asian country. 21-year-old Andik Vermansyah, with a height of 163cm, has impressed so much in his attacking role for both club and country that he has been likened to Argentina and Barcelona star Lionel Messi, hence references to the 'Indonesian Messi' in the local press is commonplace.

"I have no idea how my nickname came about," a modest Vermansyah told FIFA.com recently during his trial with Japanese club Ventforet Kofu. “But to be honest it put a lot of pressure on me. I am not Messi, Messi is a great player. I still need to work harder and do my utmost to become a better footballer."

Beckham praises 
Having said that, Vermansyah is by no means lacking in self-belief. Conversely, he is clear what he is capable of, having seen his seven-year playing career so far yield a series of enviable achievements.

Hailing from Jember, East Java, Vermansyah started with the youth squad of Persebaya in 2005. It didn't take the teenager too long to emerge in the local competition, when he steered his side to regional Youth League title two years later.

At the age of 17 he graduated to Persebaya's first team, with whom he scored a dozen goals during 47 appearances-not too bad a record for a young up-and-comer.

At the moment I am just thinking of becoming a good footballer, a consistent performer.
Andik Vermansyah
"My major strengths are my speed, my acceleration in pace and dribbling," admitted the diminutive player, who has become a fan favourite due to his agility, pace and shrewdness.

Even David Beckham is among those lauding his talents. After a friendly between Indonesian All-stars and Los Angeles Galaxy in November 2011, during which the former England captain competed against Vermansyah, Beckham swapped jerseys with the youngster.

After the game Beckham took time out to talk and congratulate the youngster on his performance. "This prompted a great deal of news and reports by media. Thank God, after this meeting I became even more popular and of course Beckham's words greatly boosted my confidence."

Fresh ambitions 
That year saw him recruited by the Indonesia U-21 side. And he immediately made an impact in an international tournament in Brunei in 2012, scoring five times as Indonesian juniors finished runners-up in the ten-team Hassanal Bolkiah Trophy campaign.

He continued his progress thereafter, earning his call-up by the national senior side the same year. He exploded in the 2012 AFF Suzuki Cup, netting the match-winner against eventual champions Singapore although Indonesia failed to progress beyond the group phase.

He arrived in Japan earlier this month for a trial with Ventforet. "I am hoping to move to the J.League, although it depends on God, and the Ventforet manager to decide if I will be signed," he continued. “This is a great club and I feel welcomed here. The level of the game is quite high in Japan, the game is tight and the pace faster. And you are not allowed much space to dribble here as in Indonesia. I believe I will make great progress if I play here."

Asked if he has ambitions of surpassing the legendary duo of Ramang and Pamungkas, and becoming the new Indonesia hero, he simply answered: "This is not my goal now. At the moment I am just thinking of becoming a good footballer, a consistent performer. I hope I can be a good player for a long period like them."

http://www.fifa.com/worldfootball/clubfootball/news/newsid=2209835.html

Tuesday, October 8, 2013

Profil Paulo Sitanggang, Pemain Timnas U-19 2013


Satu diantara 20 nama yang memperkuat Garuda Muda adalah Paulo Oktavianus Sitanggang. Pria berdarah batak ini merupakan gelandang yang cukup banyak berkontribusi dalam membawa Indonesia ke final Piala AFF U-19 2013.

Kecintaan Paulo terhadap olahraga si kulit bundar sudah terlihat sejak kecil. Mengetahui memiliki minat yang tinggi, pria kelahiran 17 Oktober 1995 tersebut pun dimasukkan orangtuanya ke sekolah sepak bola di SSB Kurnia Medan. Tidak lama setelah itu, ia memutuskan untuk berlatih di SSB yang dipimpin ayahnya sendiri yakni di Surya Putra Mariendal Medan.

Pada 2011, Paulo mengikuti seleksi All Star Team Challenge yang digelar oleh AC Milan Junior Camp. Hasilnya, ia masuk ke dalam daftar 18 pesepakbola muda yang dibawa ke San Siro, Milan.

Meski dinyatakan lolos, ia gagal ke Negeri Italia karena mengalami cedera jelang dikirim. Tempatnya akhirnya terpaksa diganti oleh Maulid, wakil dari Balikpapan.

Paulo tidak patah arang. Ia terus berlatih. Bahkan untuk menggapai cita-cita menjadi pesepakbola profesional di luar negeri, saat kelas 2 SMA, ia meninggalkan kota asal dan merantau ke Jember, Jawa Timur. Di kota ini, ia bergabung bersama Jember United.

Ketika ada seleksi tim nasional U-19 beberapa bulan lalu, Paulo pun ikut serta. Indra Sjafrie selaku kepala pelatih ternyata memasukkan namanya sebagai salah satu dari 20 pemain yang dibawa ke turnamen AFF U-19 2013.

Menurut Indra Sjafri, Paulo Sitanggang merupakan pemain bertalenta. Namun, ia melihat anak asuhnya itu perlu semakin matang agar bisa bersaing di level lebih tinggi.

Jalan Paulo Oktavianus Sitanggang menuju sebagai pemain sepak bola profesional masih panjang. Tetapi, kita harus percaya dengan ketekunan berlatih dan kerendahan hati ia bisa mewujudkan impiannya itu.

Sumber : http://www.jawaban.com

Related Posts