Saturday, July 25, 2020

Pangeran Arjasa dan Rara Mangli


Setelah lama menjadi rawa, daerah mulai disinggahi para pendatang dari wilayah majapahitan dan mataraman. Konon diwilayah Jember ini, ada sebuah Kadipaten yang bernama “Gebang Taman”, yang pernah dipimpin oleh adipati Syech Maulana Maghribi.

Menurut cerita kuno, pusat pemerintahan kadipaten ini terletak di wilayah (yang sekarang menjadi kelurahan) Gebang. Dikisahkan lebih lanjut, bahwa adipati mempunyai seorang putri yang pada akhirnya lebih dikenal oleh masyarakat sebagai ‘rara Mangli’.

Sang putri begitu dikagumi karena keanggunan dan kecantikan budi-pekertinya. Dan kabar itu terdengar sampai ke telinga pangeran Arjasa, putra seorang mpu di wilayah kadipaten ‘Gebang Taman’. Maka syair dan syiar jatuh cinta pangeran pun terbawa angin sampai ke taman kadipaten, hingga membuat pipi ‘rara Mangli’ anggur kemerahan.

Gayung bersambut petualangan sepasang anak manusia pun dimulai, malam tak ada yang pekat siang tak ada yang panas, semua tempat menjadi sejuk-terang. Namun bukan cinta namanya, kalau tak menimbulkan kecemburuan dipihak lain, meski dalam arti apapun.

Maka adipati Gebang Taman ‘Syech Maulana Maghribi’ yang tak mau putrinya gelisah, mengutus mpu condro untuk menengahi masalah ini supaya tidak mengumpal menjadi aib. Berangkatlah mpu condro menemui ‘pangeran Arjasa’ untuk menyampaikan keberatan hati sang adipati.

Bukan kisah cinta kalau hanya menerima penolakan begitu saja, apalagi antara ‘rara Mangli’ dan ‘pangeran Arjasa’ sudah mantap untuk ikrar berbagi suka-duka, bergegaslah dijembutnya sang putri impiannya berlari keluar dari taman kadipaten.

Melintaslah mereka berdua dari kampong ke kampong, menerobos semak-belukar pinggir kali dan persawahan, sampailah mereka masuk wilayah desa ‘wates’ namun pada saat itu mereka dicegat ‘mpu Condro’ ketika hendak menyeberang sungai (kali).

‘Mpu Condro’ tak ingin mengecewakan tugas dari adipati, dibawanya sang putri meski terpaksa harus bertarung dengan ‘pangeran Arjasa’. Mendung bergelayut diujung pohon kapuk randu dan mengkudu, ‘rara Mangli’ telah dibawah pergi ‘mpu Condro’ ke kadipaten.

Sementara ‘pangeran Arjasa’ berbasuh luka dan duka dipondoknya, ada seseorang yang mulai berani kembali membangkitkan harapannya yang tertunda, dia adalah ‘pangeran Puger’; yang konon tak lain putra ‘mpu Condro’.

Begitulah, cinta dan kekuasaan itu memang menjadi sebuah konspirasi-romantic yang abadi dari jaman ke jaman; apalagi berbalut dalam kemasan agama dan social-genetik. ‘pangeran Puger’ sebenarnya memang sudah lama tertarik pada keanggunan ‘rara Mangli’, tapi tak pernah kesampaian.

Berangsur-angsur, tempat perpisahan antara ‘pangeran Arjasa dan rara Mangli’ dikenal masyarakat dengan sebutan ‘kaliwates’; hingga sekarang.

Luka tak sampai menunggu bernanah, dan seolah ada yang memanggil dan memberi kabar, ‘mpu Patrang’ masuk ke bilik dengan cepat dibacalah paras luka putranya, lalu sekelebat menyusul ‘mpu Condro’ untuk membawa ‘rara Mangli’ demi putranya.

Demikian, pertemuan dua pendekar santun pun tak bisa menolak sebuah pertarungan dasyhat, hingga mendung tak berani menghujani arena yang telah sempat turun rintik air. ‘Mpu Condro’ jatuh langkah, namun masih tegap ia tak merundukan raga terluka, meski kemudian harus mengakui kemenangan ‘mpu Patrang’.

Tak lama setelah itu, ada utusan kadipaten yang membawa kabar bahwa persoalan akan ditangani langsung oleh adipati ‘Syech Maulana Maghribi’, maka semua yang terlibat persoalan diundang ke kadipaten; tentu saja termasuk ‘mpu Patrang dan pangeran Arjasa’.

Kadipaten ‘Gebang Taman’ dan para kerabatnya telah menunggu sang putri pulang. ‘Taman Wurung’ juga tak kalah gelisah, menanti senyum sang ‘rara’ mambang jingga mengelitik ikan-ikan dan kecebong yang berebut mendorong leli dan teratai.

Akhirnya rombongan ‘rara Mangli’ masuk pendapa, dibarengi ‘mpu Condro dan pangeran Puger’ putranya. Sementara ‘mpu Patrang dan pangeran Arjasa’ selisih waktu tiba di kadipaten, sebab harus menjemput kerabat sebagai saksi, agar segala keputusan bisa lebih bijak diterima.

Semua sudah berkumpul dan hidangan khas ‘gebang taman’ pun juga siap. ‘Syech Maulana Maghribi’ hadir membuka jam langkah, gejolak jiwa sepasang manusia muda menjadi bahasannya. ‘rara Mangli dan pangeran Arjasa’ membuka isi hatinya masing-masing kepada sekalian orang tua dan kerabat.

Akhirnya sang adipati mengambil keputusan dengan menghormati semua pendapat dan semua syarat adapt, bahwa ‘pangeran Arjasa’ diperkenankan mempersunting ‘rara Mangli’ dengan menjalankan laku adat dan adab agama Islam.

Demikian sampailah semuanya, bahu-membahu menyiapkan pesta pora rakyat ‘Gebang Taman’ dan sekitarnya. Tapi tidak bagi sosok pemuda yang tengah bersiap bekal keluar dari biliknya, dan berpamit pada orang tuanya.

Ditinggalkannya rumah itu, ia tanggalkan harapan separuh umurnya, terus berjalan ia ke arah selatan menuju pantai lepas. Sosok itu tak lain sosok yang dikenal orang sebagai ‘pangeran Puger’, bertapa dipantai selatan membendung waktu (menahlukan plawangan) dan ber-muraqabah, sebelum akhirnya bertemu dengan ‘rara Arum’; yang nantinya daerah itu kemudian dikenal dengan ‘jambearum’.


Sumber :
https://www.facebook.com/komunitas.maneweh/photos/a.309722509121011/316411838452078/?type=1&theater
https://lintasjemberblog.wordpress.com/2016/10/15/pemilihan-rtrw-kel-mangli-menyedot-apbd-2016/

Thursday, July 16, 2020

Pembangunan Tol Probowangi Mundur Jadi Akhir 2020

Pandemi, Pembangunan Tol Probowangi Mundur Jadi Akhir 2020


Jumat, 17 Juli 2020

Pembangunan jalan tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) seksi 1 yang ditargetkan dimulai proses kontruksinya bulan Juli 2020 ini, molor. Pengerjaan konstruksi akan dilakukan di akhir 2020 karena proses pembebasan lahan terganggu pandemi.

“Untuk Probolinggo sendiri kami sudah menyiapkan kontraktor jalan tol. Tapi tanah yang dilakukan pembebasan mengalami keterlambatan karena Covid-19. Mungkin akhir tahun ini baru bisa mengerjakan yang tol Probolinggo,” kata Hari Pratama Direktur Utama Jasa Marga Probolinggo-Banyuwangi kepada Radio Suara Surabaya dalam program Persprektif Bisnis, Jumat (17/7/2020).

Menurutnya, dalam proses pembebasan lahan lebih banyak mengumpulkan pemilik lahan dan masyarakat untuk musyawarah pemberian ganti rugi hingga pembayaran. Namun karena adanya protokol kesehatan untuk meminimalisir kegiatan yang melibatkan banyak orang, proses pembebasan lahan menjadi terhambat.

Dia mengatakan, soal ganti rugi lahan tidak ada hambatan dari pemilik lahan.

“Mereka menerima, masyarakat malah menunggu kapan bisa dilakukan pembayarannya, ya karena pandemi ini tim pembebasan lahan tidak bisa leluasa seperti sebelumnya,” kata Hari.

Ia mengatakan, hingga saat ini, total lahan yang sudah dibebaskan baru 48 hektar dari total 250 hektar atau sekitar 19 persen. Hal ini membuat pihak Jasa Marga terpaksa mengerjakan dahulu lahan yang sudah tersedia untuk pengerjaan Tol Probowangi yang ditergetkan tuntas pada 2025 mendatang.

“Target akhir tetap 2025 selesai. Karea itu, maka pembangunan yang dilakukan bertahap, jadi tidak menunggu tanah selesai 100% . Jadi kami melakukan pembangunan di tanah yang sudah selesai,” lanjut Hari.

Tentang jalur dan rute tol sepanjang 172 KM ini kata Hari tidak banyak mengalami perubahan. Meski begitu dia mengaku, pembangunan Tol Probowangi ini ada tantang tersendiri.

“Untuk pembangunan Tol Probolinggo, kami harus melewati Paiton dimana disitu ada PLTU. Sehingga kami harus melakukan penggalian tanah sedalam 25 meter, yang mana tanah tersebut berbatu.  Sehingga, perlu ada cara khusus untuk mempermudah penggalian, salah satunya dengan peledakan,” terangnya.

“Di lokasi yang dekat dengan PLTU Paiton, kita harus menggali tanah cukup dalam 25 meter dan hasil penyelidikan tanahnya berbatu tidak bisa dilakukan secara konvensional. Kita sudah koordinasi dengan PLN, PLTU, yang memungkinkan adanya peledakan, tapi perlu kita hitung agar tidak mengganggu Paiton,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kresnayana Yahya Enciety Business Consult mengatakan, pembangunan Tol Probolinggo-Banyuwangi ini akan mendukung pembangunan ekonomi di kawasan timur Jatim.

Apalagi saat ini, lanjut Kresna, Banyuwangi menjadi salah satu daerah di Jatim dengan daya tarik yang besar di dunia pariwisata. Terbukti dengan didukungnya Banyuwangi International Airport yang semakin memperbesar potensi ekonomi wisata Banyuwangi semakin berkembang.

“Mulai 10 tahun dari sekarang, aktivitas di timur Jatim akan semakin tinggi. Mungkin ke depan akan ada pelabuhan-pelabuhan laut yang aktif dan kemungkinan besar menunjang pariwisata Jatim,” imbuh Kresna.

Sementara Hari Pratama Direktur Utama Jasa Marga Probolinggo-Banyuwangi  (Probowangi) optimis, pembangunan tol koridor timur ini akan membangkitkan ekonomi.

“Saya berterimakasih pada pimpinan daerah Probolinggo, Situbondo dan Banyuwangi yang suppoort dalam pembangunan tol ini. Alangkah baiknya nanti ada bangkitan-bangkitan ekonomi setempat, apalagi tol Situbondo nanti juga akan melewati pemandangan pantai yang indah,” pungkasnya.


Sumber :
https://www.suarasurabaya.net/ekonomibisnis/2020/pandemi-pembangunan-tol-probowangi-mundur-jadi-akhir-2020/

Saturday, June 27, 2020

Konstruksi Tol Probolinggo-Banyuwangi Bakal Dimulai

Kabar Baik! Konstruksi Tol Probolinggo-Banyuwangi Bakal Dimulai

Sabtu, 27 Jun 2020 13:30 WIB

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono ingin segera membangun proyek jalan tol ruas Probolinggo-Banyuwangi yang memiliki panjang 173 kilometer (km). Pembangunan jalan tol tersebut akan berdampak positif bagi perekonomian nasional.

Basuki menjelaskan, pembangunan infrastruktur seperti jalan tol mampu meningkatkan daya saing Indonesia terhadap negara lain. Infrastruktur, kata Basuki juga menjadi daya tarik bagi investor untuk menanamkan uangnya di tanah air.

"Kalau jalan tol Trans jawa saya sampaikan ada 1.220 km, sekarang sudah sampai ke Probolinggo, tinggal Probolinggo-Banyuwangi 173 km, mudah-mudahan segera kita mulai," kata Basuki dalam video conference, Sabtu (27/6/2020).

Jalan tol Trans Jawa memiliki panjang sekitar 1.220 km, dari situ yang sudah beroperasi tercatat ada 22 ruas sepanjang 1.002 km dan sekitar 218 km masih dalam tahap penyelesaian. Sedangkan untuk ruas Pasuruan Probolinggo sepanjang 45 km masih dalam tahap konstruksi.

Selain jalan tol, Basuki mengungkapkan pihaknya juga sedang mengebut beberapa proyek infrastruktur kepariwisataan, seperti pembangunan wisata Puncak Waringin di NTB, hingga pembangunan jalan penunjang menuju lokasi MotoGP di Mandalika.

"Kemudian percepatan jalan tol, di NTB itu ada Mandalika, termasuk di tiga gili. kemudian bangun jalan dari Bandara Internasional Lombok ke Mandalika untuk 2022 akan ada MotoGP," tutur Basuki.


Sumber :
https://finance.detik.com/infrastruktur/d-5070536/kabar-baik-konstruksi-tol-probolinggo-banyuwangi-bakal-dimulai

Wednesday, June 3, 2020

Tukang Reparasi di Jember Ciptakan Mobil Listrik

Modal Rp12 Juta, Tukang Reparasi di Jember Sukses Ciptakan Mobil Listrik


Masyarakat Indonesia emang terkenal dengan kekreatifitasannya, seperti halnya yang dilakukan seorang tukang reparasi barang elektronik asal Jember, Sasmito.

Berbekal ilmu yang didapatkannya dari YouTube, ayah dua anak tersebut berhasil menciptakan sebuah mobil listrik menggunakan kedua tangannya sendiri.

Seperti dilansir dari Kompas.com, ide membuat mobil listrik sendiri bermula dari grup Facebook komunitas sepeda motor listrik tempat dia bergabung pada tahun 2016 silam.

Dari situ lah, Sasmito kemudian berkenalan dengan teman-teman yang mempunyai kemampuan untuk menciptakan mobil listrik.

Bermodal sepeda listrik yang dia beli pada tahun 2012, pria asal Dusun Kraton, Desa Wonoasri ini pun membeli baterai dan control baru sebelum kemudian melakukan modifikasi.

Menghabiskan waktu selama setengah bulan untuk proses perakitan, total Sasmito mengeluarkan uang Rp 12 juta hingga mobil listrik ciptaannya tersebut benar-benar jadi.

“Setengah bulan sudah bisa dirakit, tapi perlu penyempurnaan,” cerita pria lulusan SMP PGRI 1 Tumpurejo tersebut.

Saat ini, mobil tersebut seringkali digunakan Sasmito untuk sehari-hari seperti mengantarkan anak ke sekolah ataupun pergi ke pasar yang memiliki jarak 20 kilometer dari rumah.

Sasmito menambahkan, mobil listrik ciptaannya tersebut membuat pengeluaran yang selama ini digunakan untuk membeli bahan bakar berkurang drastis.

Sebagai perbandingan, jika sepeda motor menghabiskan satu liter bensin seharga Rp 8.000, mobil ini hanya memerlukan daya 900 watt atau sekitar Rp 1.600.

Selain irit, Sasmito merasa bahwa penggunaan mobil listrik tersebut dapat mengurangi polusi udara yang makin hari semakin memprihatinkan.

“Naik mobil listrik ini juga untuk mengurangi polusi udara,” tutupnya.

Wah, keren ya sob! Gimana, kalian juga pada tertarik nggak nih bikin mobil listrik sendiri seperti Pak Sasmito?


Sumber :
https://hai.grid.id/read/072178449/modal-rp12-juta-tukang-reparasi-di-jember-sukses-ciptakan-mobil-listrik?page=all

Friday, April 10, 2020

Nama Desa, Kelurahan 7 Kecamatan di Jember

Jumlah dan Nama Desa / Kelurahan & Kecamatan di Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur

Provinsi Jawa Timur menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 56 Tahun 2015 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan disebutkan sebagai salah satu dari sebanyak 34 Provinsi di Indonesia. Di provinsi ini terdapat sebanyak 7.724 desa, 777 kelurahan, dan 664 kecamatan yang tersebar di 29 kabupaten dan 9 kota. Salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur adalah Kabupaten Jember.

Dari tabel di bawah ini dapat dilihat bahwa di Kabupaten Jember terdapat sebanyak 226 Desa, dan 22 Kelurahan yang tersebar di sebanyak 31 Kecamatan. Dengan sejumlah desa tersebut, Kabupaten Jember berada di Peringkat Ke – 16 dalam Daftar Kabupaten / Kota dengan Jumlah Desa Terbanyak di Provinsi Jawa Timur.

Sebanyak 3 kecamatan yaitu Kecamatan Kalisat, Kecamatan Puger, dan Kecamatan Sukowonodengan jumlah desa masing-masing sebanyak 12 desa merupakan Kecamatan dengan Jumlah Desa Terbanyak di Kabupaten Jember, dan Peringkat ke – 48 sebagai Kecamatan dengan Jumlah Desa Terbanyak di Provinsi Jawa Timur.

1. Kec. Ajung  (7 Desa)
● Desa Ajung ● Desa Klompangan ● Desa Mangaran ● Desa Pancakarya ● Desa Rowoindah ● Desa Sukamakmur ● Desa Wirowongso

2 Kec. Ambulu  (7 Desa)
● Desa Ambulu ● Desa Andongsari ● Desa Karanganyar ● Desa Pontang ● Desa Sabrang ● Desa Sumberejo ● Desa Tegalsari

3 Kec. Arjasa  (6 Desa)
● Desa Arjasa ● Desa Biting ● Desa Candijati ● Desa Darsono ● Desa Kamal ● Desa Kemuninglor

4 Kec. Balung  (8 Desa)
● Desa Balungkidul ● Desa Balungkulon ● Desa Balunglor ● Desa Curahlele ● Desa Gumelar ● Desa Karang Semanding ● Desa Karangduren ● Desa Tutul

5 Kec. Bangsalsari  (11 Desa)
● Desa Badean ● Desa Bangsalsari ● Desa Banjarsari ● Desa Curahkalong ● Desa Gambirono ● Desa Karangsono ● Desa Langkap ● Desa Petung ● Desa Sukorejo ● Desa Tisnogambar ● Desa Tugusari

6 Kec. Gumukmas  (8 Desa)
● Desa Bagorejo ● Desa Gumukmas ● Desa Karangrejo ● Desa Kepanjen ● Desa Mayangan ● Desa Menampu ● Desa Purwoasri ● Desa Tembokrejo

7 Kec. Jelbuk  (6 Desa)
● Desa Jelbuk ● Desa Panduman ● Desa Sucopangepok ● Desa Sugerkidul ● Desa Sukojember ● Desa Sukowiryo

8 Kec. Jenggawah  (8 Desa)
● Desa Cangkring ● Desa Jatimulyo ● Desa Jatisari ● Desa Jenggawah ● Desa Kemuningsarikidul ● Desa Kertonegoro ● Desa Sruni ● Desa Wonojati

9 Kec. Jombang  (6 Desa)
● Desa Jombang ● Desa Keting ● Desa Ngampelrejo ● Desa Padomasan ● Desa Sarimulyo ● Desa Wringinagung

10. Kec. Kalisat  (12 Desa)
● Desa Ajung ● Desa Gambiran ● Desa Glagahwero ● Desa Gumuksari ● Desa Kalisat ● Desa Patempuran ● Desa Plalangan ● Desa Sebanen ● Desa Sukoreno ● Desa Sumberjeruk ● Desa Sumberkalong ● Desa Sumberketempa

11 Kec. Kaliwates  (7 Kelurahan)
● Kel. Jemberkidul ● Kel. Kaliwates ● Kel. Kebonagung ● Kel. Kepatihan ● Kel. Mangli ● Kel. Sempusari ● Kel. Tegalbesar

12 Kec. Kencong  (5 Desa)
● Desa Cakru ● Desa Kencong ● Desa Kraton ● Desa Paseban ● Desa Wonorejo

13 Kec. Ledokombo  (10 Desa)
● Desa Karangpaiton ● Desa Ledokombo ● Desa Lembengan ● Desa Slateng ● Desa Sukogidri ● Desa Sumberanget ● Desa Sumberbulus ● Desa Sumberlesung ● Desa Sumbersalak ● Desa Suren

14 Kec. Mayang  (7 Desa)
● Desa Mayang ● Desa Mrawan ● Desa Seputih ● Desa Sidomukti ● Desa Sumberkejayan ● Desa Tegalrejo ● Desa Tegalwaru

15  Kec. Mumbulsari  (7 Desa)
● Desa Karang Kedawung ● Desa Kawangrejo ● Desa Lampeji ● Desa Lengkong ● Desa Mumbulsari ● Desa Suco ● Desa Tamansari

16 Kec. Pakusari  (7 Desa)
● Desa Bedadung ● Desa Jatian ● Desa Kertosari ● Desa Pakusari ● Desa Patemon ● Desa Subo ● Desa Sumberpinang

17  Kec. Panti  (7 Desa)
● Desa Glagahwero ● Desa Kemiri ● Desa Kemuning Sari Lor ● Desa Pakis ● Desa Panti ● Desa Serut ● Desa Suci

18 Kec. Patrang  (8 Kelurahan)
● Kel. Banjarsengon ● Kel. Baratan ● Kel. Bintoro ● Kel. Gebang ● Kel. Jemberlor ● Kel. Jumerto ● Kel. Patrang ● Kel. Slawu

19 Kec. Puger  (12 Desa)
● Desa Bagon ● Desa Grenden ● Desa Jambearum ● Desa Kasiyan ● Desa Kasiyan Timur ● Desa Mlokorejo ● Desa Mojomulyo ● Desa Mojosari ● Desa Pugerkulon ● Desa Pugerwetan ● Desa Wonosari ● Desa Wringintelu

20 Kec. Rambipuji  (8 Desa)
● Desa Curahmalang ● Desa Gugut ● Desa Kaliwining ● Desa Nogosari ● Desa Pecoro ● Desa Rambigundam ● Desa Rambipuji ● Desa Rowotamtu

21 Kec. Semboro  (6 Desa)
● Desa Pondokdalem ● Desa Pondokjoyo ● Desa Rejoagung ● Desa Semboro ● Desa Sidomekar ● Desa Sidomulyo

22 Kec. Silo  (9 Desa)
● Desa Garahan ● Desa Harjomulyo ● Desa Karangharjo ● Desa Mulyorejo ● Desa Pace ● Desa Sempolan ● Desa Sidomulyo ● Desa Silo ● Desa Sumberjati

23 Kec. Sukorambi  (5 Desa)
● Desa Dukuhmencek ● Desa Jubung ● Desa Karangpring ● Desa Klungkung ● Desa Sukorambi

24 Kec. Sukowono  (12 Desa)
● Desa Arjasa ● Desa Baletbaru ● Desa Dawuhanmangli ● Desa Mojogemi ● Desa Pocangan ● Desa Sukokerto ● Desa Sukorejo ● Desa Sukosari ● Desa Sukowono ● Desa Sumberdanti ● Desa Sumberwaru ● Desa Sumberwringin

25 Kec. Sumberbaru  (10 Desa)
● Desa Gelang ● Desa Jambesari ● Desa Jamintoro ● Desa Jatiroto ● Desa Kaliglagah ● Desa Karangbayat ● Desa Pringgowirawan ● Desa Rowotengah ● Desa Sumberagung ● Desa Yosorati

26 Kec. Sumberjambe  (9 Desa)
● Desa Cumedak ● Desa Gunungmalang ● Desa Jambearum ● Desa Plerean ● Desa Pringgondani ● Desa Randuagung ● Desa Rowosari ● Desa Sumberjambe ● Desa Sumberpakem

27 Kec. Sumbersari  (7 Kelurahan)
● Kel. Antirogo ● Kel. Karangrejo ● Kel. Kebonsari ● Kel. Kranjingan ● Kel. Sumbersari ● Kel. Tegalgede ● Kel. Wirolegi

28  Kec. Tanggul  (8 Desa)
● Desa Darungan ● Desa Klatakan ● Desa Kramat Sukoharjo ● Desa Manggisan ● Desa Patemon ● Desa Selodakon ● Desa Tanggulkulon ● Desa Tanggulwetan

29 Kec. Tempurejo  (8 Desa)
● Desa Andongrejo ● Desa Curahnongko ● Desa Curahtakir ● Desa Pondokrejo ● Desa Sanenrejo ● Desa Sidodadi ● Desa Tempurejo ● Desa Wonoasri

30 Kec. Umbulsari  (10 Desa)
● Desa Gadingrejo ● Desa Gunungsari ● Desa Mundurejo ● Desa Paleran ● Desa Sidorejo ● Desa Sukoreno ● Desa Tanjungsari ● Desa Tegalwangi ● Desa Umbulrejo ● Desa Umbulsari

31 Kec. Wuluhan  (7 Desa)
● Desa Ampel ● Desa Dukuhdempok ● Desa Glundengan ● Desa Kesilir ● Desa Lojejer ● Desa Tamansari ● Desa Tanjungrejo


Sumber :
http://desawirausaha.blogspot.com/2016/01/jumlah-dan-nama-nama-desa-kelurahan-di-kabupaten-jember-provinsi-jawa-timur-tahun-2015.html?m=1

Saturday, April 4, 2020

Pemkab Jember Terapkan Physical Distancing


Terapkan Physical Distancing Sejumlah Titik, Upaya Pemkab Jember Putus Penyebaran Covid-19

Mar 28, 2020 19:37
   
Pemerintah Kabupaten Jember bersama dengan jajaran Forkompimda Jember, Sabtu (28/3/2020), menerapkan physical distancing dengan menutup sebagian wilayah di perkotaan yang selama ini menjadi pusat keramaian warga.

Ada empat titik yang dilakukan physical distancing. Yakni  akses jalan menuju Alun-zalun Jember, RTH (ruang terbuka hijau) Sumbersari, RTH Mangli, dan  RTH Jalan Gajahmada.

Penutupan ini sebagai upaya pemerintah dalam memutus penyebaran virus corona atau covid-19 di Kabupaten Jember, menyusul adanya  satu warga yang dinyatakan positif corona.

“Physical distancing dengan menutup akses menuju tempat keramaian ini upaya kami dalam memutus penyebaran virus corona. Dan kami bersama dengan jajaran TNI Polri akan terus memerangi dan mencegah penyebaran covid-19. Penutupan ini juga bersifat sementara dan pada jam-jam tertentu tidak ditutup 24 jam,” ujar Bupati Jember dr Faida MMR usai menggelar apel penerapan physical distancing di Kabupaten Jember.

Menurut bupati, pencegahan penyebaran covid-19 bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab semua, termasuk masyarakat. Pemerintah membuat aturan dan masyarakat mau mematuhinya, maka itu akan memutus penyebaran covid-19.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah mau menunda acara pernikahannya, mau berdiam diri di rumah. Tanpa ada peran dari masyarakat, tentu kami juga tidak mungkin bisa memutus penyebaran covid-19. Dan mengenai adanya satu warga Jember yang positif covid-19, saya imbau warga untuk tidak panik karena yang bersangkutan pun sudah ditangani sesuai standar WHO dengan melakukan karantina,” ujar bupati.

Dengan adanya 1 warga Jember yang positif covid-19, bupati juga menyatakan bahwa Kabupaten Jember menerapkan kejadian luar biasa (KLB) corona dan termasuk kabupaten zona merah covid-19.

Sementara, Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono melalui Wakapolres Kompol Wendy Saputra Alfian mengatakan bahwa physical distancing diterapkan di beberapa titik di Kabupaten Jember. Pihak polres pun melakukan penutupan di beberapa titik menuju Alun-Alun Jember.

Beberapa jalur yang ditutup di antaranya Jalan Sultan Agung, Jalan PB Sudirman, Jalan Kartini, dan Jalan Wijaya Kusuma. “Penutupan ini pada jam-jam tertentu. Sabtu akan ditutup sejak pukul 4 sore sampai dini hari. Dan Minggu akan ditutup pada pukul 5 pagi sampai jam 10 siang. Kemudian dilanjutkan pada pukul 1 siang sampai pukul 9 malam,” pungkas wakapolres.


Sumber :
https://www.jatimtimes.com/baca/211690/20200328/193700/terapkan-physical-distancing-sejumlah-titik-upaya-pemkab-jember-putus-penyebaran-covid-19

Sunday, March 1, 2020

Bangunan Ruko Tepi Sungai Jompo Jember Ambruk

Jalan Tepi Sungai Jompo Jember Amblas, 8 Bangunan Ruko Ambruk



Jember - 8 Bangunan rumah toko (Ruko) di tepi Sungai Jompo Jalan Sultan Agung, Jember, ambruk. Penyebabnya, tanah di atas bangunan ruko ini amblas ke sungai yang berada di sisi selatan jalan.
"Kejadian ambruknya tadi sekitar pukul 03.45 WIB tadi, sebelum subuhan kira-kira," kata Securiti Toko Rien Collection, Yasin yang mengetahui kejadian ambruknya ruko tersebut, Senin (2/3/2020).

Yasin yang bekerja menjaga toko tepat di depan ruko yang ambruk itu mengatakan, proses kejadian ambruknya itu berlangsung singkat. "Tidak sampai semenit, setelah diawali suara benda jatuh, ada suara kabel listrik putus gitu, terus langsung brukk ambruk," jelasnya.

Sontak dirinya bersama warga yang melintas di jalan utama itu langsung berduyun-duyun datang ke lokasi. "Kita lihat apa ada korban atau situasinya bagaimana. Ada 8 ruko yang ambruk. Sebelah barat belum ambruk," tandasnya.


Sumber :
https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4921282/jalan-tepi-sungai-jompo-jember-amblas-8-bangunan-ruko-ambruk


10 Ruko Kawasan Jompo, Jember Ambruk


TIMESINDONESIA, JEMBER – Komplek ruko di kawasan Jembatan Jompo, Jember, Ambruk. Peristiwa tersebut terjadi Senin (2/3/2020) subuh sekitar pukul 04.00 WIB.

Saat berita ini ditulis, suasana laLu lintas jalan raya kawasan Jompo yang ambruk, Jalan Raya Sultan Agung, Jember macet.


Kompleks Pertokoan di Jalan Sultan Agung Jember Ambruk ke Sungai 

KOMPAS.com – Kompleks pertokoan yang dibangun di atas sepadan sungai Jembatan Jompo di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Kaliwates, Jember, ambruk pada Senin (2/3/2020) subuh. Tak ada korban jiwa dalam insiden yang membuat sepuluh bangunan toko itu ambruk. Retaknya jalan yang dibangun di atas sepadan sungai itu sudah diketahui sejak Januari 2019.

Namun tidak diperbaiki, hanya diberi tanda agar tidak dilewati warga. “Saya tahunya dari warga kalau sudah ambruk pukul 5:45 WIB,” kata salah satu pengelola toko, Teguh Abadi kepada Kompas.com di lokasi, Senin.

Teguh mengatakan, toko yang disewa dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember itu dikelola adiknya. Sejumlah toko yang berada di sepadan sungai pun telah dikosongkan sejak jalan tersebut retak. “Toko semuanya ambruk ke sungai,” papar dia.

Sementara itu, Asisten bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Jember Arismaya Parahita menambahkan ruko tersebut merupakan aset pemerintah daerah. “Jam 4.00 WIB tadi jembatan jumbo yang diatasnya berdiri aset pemda roboh,” kata dia. Pemkab Jember telah menyiapkan sejumlah bantuan untuk menangani bangunan yang roboh itu.

“Kami juga siapkan sarana untuk persiapan pengurukan di semua material yang mengadang sungai,” papar Arismaya. Untuk mengurangi beban jembatan itu, kendaran roda empat dilarang melintas di wilayah tersebut. "Sementara untuk mobil roda empat harus belok ke arah Gajah Mada dan mencari jalur alternatif lain,” kata Arismaya.

Sumber :
https://regional.kompas.com/read/2020/03/02/08510321/kompleks-pertokoan-di-jalan-sultan-agung-jember-ambruk-ke-sungai.

Related Posts